• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin

a. Sejarah singkat BAZNAS kota Banjarmasin

Pada tahun 1999, Pemerintah melahirkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam UU tersebut diakui adanya dua jenis organisasi pengelola zakat yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk pemerintah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dibentuk oleh masyarakat dan dikukuhkan oleh pemerintah. BAZ terdiri dari BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota.

Sebagai implementasi UU Nomor 38 tahun 1999, dibentuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan surat keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2001. Dalam surat keputusan ini disebutkan tugas dan fungsi BAZNAS, yaitu untuk melakukan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Tingkat kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui Amil Zakat terus ditingkatkan melalui kegiatan sosialisasi dan publikasi di media massa nasional.

Mandat BAZNAS sebagai koordinator zakat Nasional menjadi momentum era kebangkitan Zakat di Indonesia. Dengan berharap rahmat dan ridha Allah SWT, semoga kebangkitan zakat mampu mewujudkan stabilitas Negara, membangun ekonomi kerakyatan dan mengatasi kesenjangan sosal.

Pengelolaan zakat oleh pemerintah di Kota Banjarmasin dicatat dimulai dari adanya Perda Kota Banjarmasin No. 31 tahun 2004 tentang pengelolaan zakat dan Keputusan walikota Banjarmasin

No.167 tahun 2004 tentang pembentuk Badan Pengurus Amil Kota Banjarmasin, yang diperbaharui dengan SK Walikota Banjarmasin No.118 tanggal 21 Juli 2008. Mekanismenya dituangkan dalam SK Walikota Banjarmasin No. 050 tahun 2007 tentang petunjuk pelaksanaan/petunjuk tertulis bagi pengumpulan zakat kota Banjarmasin. Kemudian kepengurusan berikutnya diangkat dengan SK Walikota Banjarmasin No. 141 tahun 2011 tentang penempatan pengurus Badan Amil Zakat Kota Banjarmasin periode 2011-2014. Kepengurusan ini sempat diperpanjang dalam masa transisi menjelang disesuaikan dengan UU No. 23 tahun 2011 sampai dibentuknya pengurus/pimpinan BAZNAS Kota Banjarmasin sekarang.

BAZNAS Kota Banjarmasin, dibentuk dengan SK Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama No.DJ.II/568 tahun 2014 tentang pembentukan BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Sedangkan kepengurusan atau pimpinan BAZNAS kota Banjarmasin periode 2016-2020 diangkat oleh Walikota Banjarmasin dengan SK Walikota Banjarmasin No.159 tahun 2016 pada tanggal 1 Maret 2016.

b. Visi dan Misi BAZNAS Kota Banjarmasin

Visi BAZNAS Kota Banjarmasin “ Menjadi pengelola zakat terbaik dan terpercaya di Kota Banjarmasin”.

Visi tersebut direalisasikan melalui misi BAZNAS Kota Banjarmasin sebagai berikut :

1) Mengkordinasikan dengan LAZ di Kota Banjarmasin untuk mendukung BAZNAS dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, dalam mencapai target-target nasional;

2) Mengoptimalkan secara terukur pengumpulan zakat nasional di Kota Banjarmasin;

3) Mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemoderasian kesenjangan sosial;

4) Menerapkan sistem manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel berbasis teknologi informasi dan komunikasi terkini; 5) Menerapkan sistem pelayanan prima kepada seluruh pemangku

kepentingan zakat nasional di Kota Banjarmasin;

6) Menggerakkan dakwah islam untuk kebangkitan zakat nasional melalui sinergi ummat di Kota Banjarmasin;

7) Mengarusumatkan zakat sebagai instrumen pembangunan menuju masyarakat yang adi dan makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur;

8) Mengembangkan kompetensi amil zakat yang unggul dan menjadi rujukan lembaga amil zakat di Kota Banjarmasin.

34 c. Struktur organisasi BAZNAS kota Banjarmasin

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Baznas Kota Banjarmasin Sumber: BAZNAS Kota Banjarmasin

KETUA

Drs. H. Murjani Sani, M.Ag

Wakil Ketua I Drs. H. M. Alfani, M.Si

Wakil Ketua II Dr. H. Saifullah, Lc, MA

Wakil Ketua III Jaderi, S.Ag Wakil Ketua IV Drs. H. Gt. Suria Darmani, MM UNSUR PIMPINAN Auditor Internal Muhidi, S.Ag, MA Direktur Eksekutif Drs. H. Nortajidi, MM Bidang Pengumpulan Drs. H. M. Nusri, M.Si - Noor Azmi, M.Pd - Muhammad Padli, S.H.I - Hasbimatara, SE.I

Bidang Distribusi dan Dayaguna

Pauziah, S.Sos.I

- Syarifah Lailatul Rahmah

Bidang Perencanaan Keu. dan pelaporan Hj. Nadia Aziza, ST - Erviana Jianti, S.ST - Hj. Asmaul Husna, SE Bidang Admministrasi SDM & Umum Musdalifah, SE - H. Fahrurazi, SE, MM UNSUR PELAKSANA

2. Gambaran Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banjar

a. Sejarah singkat BAZNAS Kabupaten Banjar

Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Banjar pada awalnya dikelola oleh BAZ (Badan Amil Zakat). Seiring dengan adanya regulasi tentang pengelolaan zakat yakni UU Nomor 38 Tahun 1999, Bupati Banjar mengeluarkan SK Nomor 188.45/100/KUM/2018 tentang Pengangkatan Pengurus Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banjar Periode 2017-2022.

BAZNAS Kabupaten Banjar merupakan Lembaga Pemerintah non Struktural yang bersifat mandiri dan dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati Kabupaten Banjar, dan Kementerian Agama Kabupaten Banjar. BAZNAS berkedudukan di Martapura Kota yang beralamatkan di Gedung Islamic Center “KH. Anang Djazouly Seman” Jl. A. Yani KM 37,5 Kel.Sei Paring, Martapura Kota, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.

Dalam pelaksanaan pengelolaan zakat BAZNAS Kabupaten Banjar memiliki landasan hukum yakni berdasarkan prinsip syariah dan Undang-Undang yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, Peraturan Pemerintah RI No. 14 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di kementerian/lembaga melalui Badan Amil Zakat Nasional, Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 188.45/100/KUM/2017 tentang Pengangkatan Pengurus Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Banjar Periode Tahun 2017-2021.

Keberadaan BAZNAS Kabupaten Banjar turut mendukung Program Pemerintah Kabupaten Banjar menuju Kabupaten yang sejahtera dan barokah. Dalam pelaksanaannya BAZNAS Kabupaten Banjar mengupayakan pendistribusian dana zakat, infak dan

sedekah dalam rangka pemberdayaan keluarga kurang mampu berdasarkan prinsip : Skala Prioritas, Pemerataan, Keadilan, dan Kemitraan dan prinsip dasar pengelolaan zakat, infak, sedekah oleh BAZNAS Kabupaten Banjar yakni Kepercayaan, Amanah dan Transparan.

b. Visi dan Misi BAZNAS Kabupaten Banjar

Visi BAZNAS Kabupaten Banjar “Terwujudnya pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang profesional, amanah dan mandiri dengan berbasis kemitraan.

Misi BAZNAS Kabupaten Banjar sebagai berikut ;

1) Meningkatkan fungsi dan peran BAZNAS, menjadi lebih profesional, transparan, amanah dan mandiri;

2) Menggalang kemitraan dengan muzaki dan masyarakat;

3) Meningkatkan pendistribusian dan pendayagunaan ZIS untuk masyarakat yang berhak menerima.

c. Struktur organisasi BAZNAS Kabupaten Banjar

Gambar 4.2 Struktur orgnisasi BAZNAS Kabupaten Banjar Sumber: BAZNAS Kabupaten Banjar

KETUA

Drs.H.M.Yuseran Ya’cub

Wakil Ketua I

Bidang Pengumpulan

Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan

H.Gt.Rachmadi Syafri, S.Sos

Wakil Ketua II

Bidang Perencanaan, keuangan dan pelaporan

Bidang Adm, Sdm dan Umum

H.Arman S.Sos

Bagian Pengumpulan,

Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan

Hasanuddin, S.H Ahmad Alfi

Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan,

Bag.Adm, SDM & Umum Ayu Listiani

PIMPINAN

Dokumen terkait