BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini terdiri dari proses penelitian tindakan kelas yang dimulai dari prasiklus, siklus I, dan siklus II, hasil dari motivasi belajar pada siklus I dan siklus II, serta hasil prestasi belajar dari siklus I dan II.
4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas 4.1.1.1 Prasiklus
Sebelum melakukan penelitian di SDN Karangbolong, terlebih dahulu melakukan beberapa persiapan. Persiapan yang dilakukan berupa perencanaan sebagai berikut: meminta izin kepada kepala sekolah SDN Karangbolong untuk melakukan penelitian, setelah memperoleh izin dari kepala sekolah peneliti menemui guru kelas V untuk meminta izin melakukan penelitian di kelas tersebut. Setelah mendapat izin dari pihak sekolah, kemudian melakukan observasi pada pembelajaran IPA, observasi dilakukan untuk mengetahui proses pembeljaran IPA, kondisi kelas, serta kondisi awal motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Persiapan lain dilakaukan yaitu melakukan wawancara dengan guru kelas V SDN Karangbolong untuk mengetahui tingkat motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalah yang ditemukan pada saat observasi maupun saat wawancara dengan guru.
Setelah menemukan masalah yang terdapat di kelas V SDN Karangbolong, langkah selanjutnya yaitu mengkaji standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), dan materi yang akan diteliti. Setelah mengkaji SK dan KD yang akan diteliti, kemudian mempersiapkan rencana pelaksanaan penelitian siklus I dan siklus II, perangkat pembelajaran ( RPP, silabus pembelajaran, dan LKS), menyusun rubrik penilaian dan pedoman pensekoran, serta mempersiapkan media berupa gambar dan video.
Data yang diperoleh saat observasi kemudian diolah. Data kondisi awal motivasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karagbolong dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini:
Tabel 4.1 Data kondisi awal tingkat motivasi belajar siswa
No Nama Indikator Skor
Total Kategori 1 2 3 4 1 F I 7 4 6 4 21 Rendah 2 V N S 7 4 6 5 22 Rendah 3 Z K 7 7 7 5 26 Sedang 4 A R M 5 4 6 5 20 Rendah 5 A T R 6 4 5 6 21 Rendah 6 A Y M 6 4 7 7 24 Rendah 7 A R S 7 6 6 6 25 Sedang 8 A R W 5 5 4 6 20 Rendah 9 D A S 7 6 6 7 26 Sedang 10 D E F 5 6 6 6 23 Rendah 11 E N 5 5 4 6 20 Rendah 12 F A R 6 5 6 6 23 Rendah 13 I M 5 6 6 6 23 Rendah 14 K M R 6 5 5 5 21 Rendah
15 L R S 6 5 5 6 22 Rendah 16 L F 7 6 7 6 26 Sedang 17 L S 6 6 7 8 27 Sedang 18 M F P 5 6 5 4 20 Rendah 19 N M 5 4 6 6 21 Rendah 20 P A 6 4 6 4 20 Rendah 21 S A T Z 6 7 6 7 26 Sedang 22 S R 6 5 6 5 22 Rendah 23 S A K 7 5 6 7 25 Sedang 24 S Y 6 6 6 6 24 Rendah 25 Z L N 6 7 7 7 27 Sedang Jumlah 150 132 147 146 575 Rata-rata 6 5,3 5.9 5,8 23
Pesentase siswa yang sudah termotivasi 32%
Persentase siswa yang belum termotivasi 68%
Keterangan indikator motivasi belajar:
1. Adanya keinginan siswa untuk berhasil serta adanya cita-cita untuk masa depan.
2. Adanya dorongan dan kebutuhan siswa untuk belajar.
3. Adanya kegiatan pembelajaran yang menarik dan adanya penghargaan dalam pembelajaran.
4. Lingkungan belajar yang kondusif.
Data pada tabel 4.1 didapatkan hasil 32% siswa sudah termotivasi dan 68% siswa belum termotivasi dalam pembelajaran. Data pada tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi siswa dalam pembelajaran masih rendah, karena dari 25 orang siswa 68% diantaranya masih belum termotivasi.
Langkah selanjutnya yaitu mengumpulkan data prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong. Teknik pengumpulan data prestasi belajar IPA kelas V SDN karangbolong menggunakan teknik dokumentasi. Tujuan pengumpulan data tersebut adalah untuk mengetahui data awal prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong sebelum diberikan tindakan berupa peggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam kegiatan pembelajaran. Data kondisi awal prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Karangbolong dapat dilihat dari tabel 4.2 di bawah ini:
Tabel 4.2 Data Kondisi Awal Prestasi Belajar siswa
No Nama Nilai Kriteria Ketutasan Minimal
(KKM)
Keterangan
(Tuntas/ Tidak Tuntas)
1 M C P 60 75 Tidak Tuntas 2 A D S 75 Tuntas 3 A L 75 Tuntas 4 A D P 75 Tuntas 5 B M N 65 Tidak Tuntas 6 C R I 80 Tuntas 7 E M 80 Tuntas 8 F H 75 Tuntas 9 F I S 65 Tidak Tuntas 10 F T S 70 Tidak Tuntas 11 F S 75 Tuntas 12 H Z M 90 Tuntas 13 I S W 75 Tuntas 14 I W 70 Tidak Tuntas 15 M A 65 Tidak Tuntas 16 M N 50 Tidak Tuntas 17 M H 60 Tidak Tuntas 18 M A R 55 Tidak Tuntas 19 M Z 70 Tidak Tuntas 20 M A F 60 Tidak Tuntas 21 M A 80 Tuntas 22 N N 75 Tuntas 23 N L 85 Tuntas 24 R A 90 Tuntas 25 R F 55 Tidak Tuntas 26 R N 65 Tidak Tuntas
27 S N 75 Tuntas 28 T U N 65 Tidak Tuntas 29 T R 70 Tidak Tuntas 30 S N 70 Tidak Tuntas Jumlah 2120 Rata-rata 70.67
Persentase siswa dengan nilai tuntas 46,67%
Persentase siswa dengan nilai tidak tuntas 53,33%
Data pada tabel 4.2 menunjukkan 46,67% siswa sudah mendapatkan nilai tuntas, sedangkan 53,33% siswa mendapatkan nilai belum tuntas. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karang bolong masih rendah.
Pengumpulan data berdasarkan teknik observasi, wawancara , dan dokumentasi memperoleh hasil 68% siswa kelas V belum termotivasi dalam pembelajaran serta 53,33% siswa kelas V memperoleh nilai belum tuntas atau di bawah kriteria ketuntasan minimal. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas V SDN Karangbolong. Masalah yang yang ditemukan pada siswa kelas V SDN karangbolong kemudian dikaji oleh peneliti untuk melakukan perencanaan tindakan, yaitu dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK.
Peneliti kemudian menentukan instrumen pembelajaran yaitu rencana pelaksanaan pembajaran (RPP), silabus pembelajaran, materi pembelajaran, dan LKS. Peneliti juga menentukan instrumen penelitian berupa soal evaluasi. Instrumen pembelajaran dan insttrumen Penelitian untuk dua siklus, masing-masing siklus
terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari dua jam pembelajaran dengan waktu 2 x 35 menit.
4.1.1.2. Siklus I
Bagian ini akan menjelaskan secara rinci tentang pelaksanaan siklus I yang terdiri dari; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
4.1.1.2.1. Perencanaan
Perencanaan pada siklus I yaitu terlebih dahulu mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam penlitian siklus I. Pada tahap ini akan disiapkan instrumen pembelajaran yang terdiri dari; silabus pembelajaran, RPP, materi, LKS, dan media pembelajaran. Penelitian ini akan menerapkan media pembelajaran berbasis TIK, RPP yang dibuat didalamnya memuat penggunaan media pembelajaran berbasis TIK dalam kegiatan pembelajaran. Hal lain yang perlu disiapkan yaitu instrumen penilitian yang terdiri dari; instrumen tes dan nontes, instrumen tes berupa soal evaluasi siklus I dan nontes berupa lembar observasi motivasi belajar. Instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian dibuat sesuai indikator yang akan diukur serta tujuan yang akan dicapai. Pelaksanaan observasi dalam penelitian ini dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong.
4.1.1.2.2. Pelaksanaan
Penelitian siklus I dilaksanakan dalam dua pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 30 November 2017 sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 4 Desember 2017. Alokasi waktu setiap pertemuan yaitu dua jam pembelajaran dengan durasi 35 menit per satu jam pembelajaran.
Pelaksanaan penelitian siklus I dilakukan oleh peneliti sebagai guru dan dibantu oleh kepala sekolah sebagai observer.
4.1.1.2.2.1.Pertemuan I
Pertemuan pertama diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas V, dilanjutkan dengan membuat kesepakatan bersama berupa kontrak belajar. Kontrak belajar yang sudah disepakati antara guru dengan seluruh siswa menjadi peraturan yang yang harus ditaati siswa sselama proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan berikutnya adalah penyampaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut. Guru kemudian melakukan tanya jawab dengan siswa berkaitan dengan ciri-ciri makhluk hidup yang didalamnya memuat materi yang nantinya akan disampaikan yaitu berkaitan dengan penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Jawaban yang sudah didapat kemudian dikembangkan dengan cara guru bertanya “ Kenapa makhluk hidup harus dapat menyeuaiakn diri dengan lingkungannya ?”. Kemudian guru menunjukkan beberapa gambar yang berkitan dengan penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya.
Kegiatan inti diawali dengan guru menyampaiakan materi tentang penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya. Materi yang diberikan dikemas dengan menggunakan powerpoint. Kemudian guru menjelaskan tentang tujuan hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemudian guru menampilkan beberapa gambar tentang adaptasi hewan karnivora dalam penyesuaian diri untuk mendapatkan makaanan menggunakan powerpoint. Gambar-gambar yang ditampilkan kemudian dijelaskan secara mendalam oleh guru. Kegiatan berikutnya
siswa membentuk kelompok, masing-masing kelompok beranggotaka 4-5 orang siswa. Kemudian siswa bersama rekan satu kelompoknya mengerjakan lembar kerja kelompok tentang bentuk penyeesuaian diri hewan karnivora unttuk mendapatkan makanannya. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka kepada guru dan teman-teman sekelasnya.
Kegiatan selanjutnya guru menampilkan gambar-gambar tentang bentuk penyesuaian diri hewan herbivora untuk memeroleh makanannya. Guru kemudian mengulas gambar-gambar yang ditampilkan secara mendalam. Kemudian siswa kembali bekerja daalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja kelompok tentang penyesuaian diri hewan herbivora untuk mendapatkan makanannya. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan lembar kerja kelompok selanjutnya mempresentasikanny kepada guru dan teman-teman sekelanya. Kemudian guru mengkonfirmasi hasil pekerjaan masing-masing kelompok.
Pada kegiatan akhir pembelajarn siswa mengerjakan lembar kerja siswa. Setelah siswa selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru menyampaikan ringkasan materi yang sudah disampaikan. Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan refleksi, kemudian ditutup dengan berdoa.
4.1.1.2.2.2.Pertemuan II
Pertemuan ke-2 ini diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas V, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa dilakukan oleh guru. Kemudian siswa bersama guru membuat kesepakatan kelas dalam bentuk kontrak belajar. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran pembelajaran. Kegiatan
selanjutnya guru menampilkan gambar landak semut dalam powerpoint kepada siswa, dilanjutkan tanya jawab mengenai gambar tersebut.
Kegiatan inti dalam pertemuan ini diawali dengan pengamatan gambar yang sudah ditampilkan pada kegiatan sebelumnya. Pengamatan dilakukan oleh siswa denan bimbingan guru. Guru kemudian menjelaskan tentang bentuk penyesuaian diri hewan pemakan serangga merayap. Kegatan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kemudian siswa mengerjakan lembar kerja kelompok tentang bentuk penyesuaian diri hewan pemakan serangga merayap untuk mendapatkan makanannya bersama dengan rekan satu kelompoknya. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan lembar kerja kelompok, masing-masing kelompok mempesentasikan hasil diskusinya. Guru mengkonfirmasi hasil diskusi masing-masing kelompok.
Kegiatan selanjutnya guru menampilkan gambar tentang salah satu jenis burung dengan menggunakan power point. Kemudian siswa didampingi oleh guru mengamati karaktaristik gambar burung tersebut. Kemudian guru menampilkan gambar tentang tipe-tipe bentuk paruh burung, guru menjelaskan karkteristik dari masing-masing tipe paruh. Kemudian siswa kembali berdiskusi dengan kelompoknya untuk mengerjakan lembar kerja kelompok tentang penyesuaian diri burung untuk mendapatkan makanan berdasarkan bentuk paruh. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan lembar kerja kelompok melakukan presentasi tentang hasil diskusi mereka.
Kegiatan ditutup dengan siswa mengerjakan evaluasi siklus I. Setelah siswa selesai mengerjkn evaluasi siklus I, siswa dengan bimbingan guru merangkum materi yang sudh dismpaikan guru pada perrtemuan ini. Kemudian siswa melakukan refleksi. Pertemuan ke- 2 ditutup dengan berdoa.
4.1.1.2.3. Observasi
Pengamatan pada penelitian ini dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamatan ini peneliti dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong. Pengamatan dilakukan untuk mengamati kesesuaian antara proses pembelajaran dengan rencana pelaksanaan yang dibuat. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengamati tingkat motivasi belajar IPA kelas V terhadap penerapan media pembelajaran berbasis TIK dalam proses pembelajaran. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar observasi motivasi belajar IPA. Data hasil pengamatan motivasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbolong pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.3.
Tabel 4.3. Data Motivasi Belajar Siklus I
No Nama Skor Kriteria
1 F I 36 Tinggi 2 V N S 24 Rendah 3 Z K 35 Sedang 4 A R M 24 Rendah 5 A T R 32 Sedang 6 A Y M 28 Sedang 7 A R S 34 Sedang 8 A R W 20 Rendah 9 D A S 36 Tinggi 10 D E F 34 Sedang 11 E N 23 Rendah 12 F A R 35 Sedang
13 I M 24 Rendah 14 K M R 24 Rendah 15 L R S 33 Sedang 16 L F 35 Sedang 17 L S 36 Tinggi 18 M F P 24 Rendah 19 N M 35 Sedang 20 P A 24 Rendah 21 S A T Z 35 Sedang 22 S R 24 Rendah 23 S A K 33 Sedang 24 S Y 23 Rendah 25 Z L N 36 Tinggi Jumlah 747 Rata-rata 29,88 Sedang
Jumlah siswa yang sudah termotivasi 60%
Jumlah siswa yang belum termotivasi 40%
Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa 60% siswa kelas V SDN Karangbolong sudah termotivasi, sedangkan 40% lainnya belum termotivasi. Data tersebut menunjukkan tingkat motivasi belajar IPA kelas V dalam rata-rata tingkat sedang, dengan rata-rata skor motivasi belajar 29,88.
Tabel 4.4 Data Prestasi Belajar Siklus I
No Nama KKM Nilai Keterangan
1 F I 75 55 Tidak Tuntas 2 V N S 70 Tidak Tuntas 3 Z K 95 Tuntas 4 A R M 85 Tuntas 5 A T R 95 Tuntas 6 A Y M 60 Tidak Tuntas 7 A R S 95 Tuntas 8 A R W 80 Tuntas 9 D A S 75 Tuntas 10 D E F 90 Tuntas 11 E N 85 Tuntas 12 F A R 85 Tuntas 13 I M 90 Tuntas 14 K M R 45 Tidak Tuntas
15 L R S 70 Tidak Tuntas 16 L F 80 Tuntas 17 L S 90 Tuntas 18 M F P 95 Tuntas 19 N M 85 Tuntas 20 P A 95 Tuntas 21 S A T Z 95 Tuntas 22 S R 95 Tuntas 23 S A K 95 Tuntas 24 S Y 90 Tuntas 25 Z L N 65 Tidak Tuntas Jumlah 2060 Rata-rata 82.4 Nilai tertinggi 95 Nilai terendah 45
Siswa yang tuntas 72%
Siswa yang tidak tuntas 28%
Data tabel 4.4 menunjukkan 78% siswa sudah memperoleh nilai tuntas, sedangkan 28% lainnya masih memperoleh nilai tidak tuntas. Rata-rata kelas yang didapat pada siklus I yaitu 82,4.
4.1.1.2.4. Refleksi
Pembelajaran pada siklus I secara keseluruhan berlangsung dengan baik. Seluruh kegiatan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan tanpa ada yang terlewat. Siswa tampak temotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penggunaan media pembelajaran berbasis TIK.
Data pengamatan motivasi dan prestasi belajar yang diperoleh pada siklus I digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa yang belum mencapai target pada siklus II.
4.1.1.3. Siklus II
Siklus II dilaksanakan karena pada siklus I variabel motivasi dan prestasi belajar belum mencapai target yang ditentukan. Dari hasil yang belum mencapai target yang ditentukan maka penelitian dilanjutkan ke siklus II dengan tujuan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan indikator-indikator yang tidak mencapai target. Bagian ini akan menjelaskan secara rinci tentang persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
4.1.1.3.1. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan pada siklus II yaitu mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan siklus II. Seperti pada siklus I, persiapan yang dilakukan yaitu mempersiapkan instrumen pembelajaran berupa rencana pelaksanan pembelajaran, silabus pembelajaran, materi, lembar kerja siswa, serta media pembelajaran yang akan digunakan pada siklus II. Langkah awal yang dilakukan yaitu mempersiapkan instrumen penelitian berupa soal evaluasi siklus II dan lembar observasi motivasi belajar yang sebelumnya sudah dibuat. Pengamatan pada siklus ini dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong.
4.1.1.3.2. Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 6 dan 7 Desember 2017. Waktu yang dibutuhkan dalam satu pertemuan yaitu dua jam pelajan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Pengamatan motivasi belajar IPA siswa kelas V dibantu oleh kepala sekolah SDN Karangbolong.
Pelaksanaan penelitian siklus II hampir sama dengan pelaksanaan siklus I tetapi terdapat perbedaan berdasarkan refleksi siklus I. Berikut uraian pelaksanaan siklus I: 4.1.1.3.2.1.Pertemuan I
Pertemuan ke-2 ini diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas V, dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa dilakukan oleh guru. Kemudian siswa bersama guru membuat kesepakatan kelas dalam bentuk kontrak belajar. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kemudian menampilkan video sekumpulan bebek dengan menggunakan bantuan LCD. Guru kemudian bertanya kepada siswa ” kenapa bebek tidak terperosok saat berjalan di atas permukaan lumpur ?”. Siswa dan guru kemudian saling berdiskusi mengenai pertanyaan tersebut.
Pada kegiatan inti ini guru menjelaskan kepada siswa mengenai penyesuaian diri burung untuk mendapatkan makanan berdasarkan bentuk kaki. Guru menampilkan gambar jenis-jenis bentuk pada burung. Siswa membentuk kelompok, masing-masing kelompok terdiri dri 4-5 siswa. Kemudian siswa bersama rekan satu kelompoknya untuk mengerjakan lembar kerja kelompok tenttang pengelompokan burung berdasarkan jenis kaki. Kelompok yang sudah selesai mengerjakan tugasnya kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka kepada guru dan teman-teman satu kelasnya. Kegiatan selanjutnya guru menampilkan video tentang penyesuaian diri serangga untuk mendapatkan makanannya. Guru kemudian membahas video yang sudah diputar dengan menampilkan gambar tentang ciri dari masing-masing tipe mulut serangga. Siswa kembali berdiskusi dalam kelompok untuk melakukan pengelompokan serangga berdaarkan jenis mulutnya. Siswa
mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru memberi penguatan atas hasil diskusi masing-masing kelompok.
Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan lembar kerja siswa. Selesai mengerjakan LKS, siswa dengan bimbingan guru merangkum materi pelajaran pada pertemuan I. Kegiatan berikutnya siswa melakukan refleksi mengenai pembelajaran ini. Kegiatan pembelajaran pertemuan I ditutup dengan doa.
4.1.1.3.2.2. Pertemuan II
Pertemuan II diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh ketua kelas. Guru mengecek kehadiran siswa, dilanjutkan dengan pembuatan kesepakatan kelasa antara guru dan siswa. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini. Guru menampilkan gambar sekumpulan rusa dalam slide powerpoint, dilanjutan dengan pertanyaan “bagaimana rusa mempertahankan diri dari musuh ataupun pemangsa ?”. Guru memberi penguatan atas jawaban siswa.
Pada kegiatan inti guru menjelaskan tentang dua bentuk pertahan diri pada hewan yaitu dengan menggunakan bagian tubuhnya maupun dengan tingkah laku hewan. Guru menampilkan video tentang berbagai macam hewan mempertahankan diri dari serangan musuh maupun pemangsa. Kemudin siswa membentuk kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Siswa bersama kelompoknya mengerjakan lembar kerja kelompok tentang pengelompokan bentuk pertahanan diri pada hewan. Selesai mengerjakan lembar kerja kelompok, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka kepada guru dan teman-teman sekelasnya. Guru memberi penguatan hasil diskusi masing-masing kelompok.
Kegiatan pembelajaran selanjutnya siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II. Kemudian siswa dengan bimbingan guru merangkum materi yang sudah disampaikan. Kegiatan pembelajaran pertemuan II ditutup dengan berdoa.
4.1.1.3.3. Observasi
Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pelaksanaan pengamatan dibantu oleh kepala sekolah SDN 1 Karangbolong. Pengamatan dilkukan untuk mengetahui kesesuaian pelaksanan pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran yang tercantum pada rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengamatan juga dilakukan mengetahui tingkat motivasi belajar kelas V pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK. Proses pembelajaran selama siklus II sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah disusun. Siswa sudah terlihat termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada masing-masing pembelajaran di siklus II. Siswa terlihat berpartisipasi dalam seluruh proses pembelajaran siklus II.
Tabel 4.4 Data Motivasi Belajar Siklus II
No Nama Skor Kriteria
1 F I 42 Tinggi 2 V N S 42 Tinggi 3 Z K 43 Tinggi 4 A R M 39 Tinggi 5 A T R 44 Tinggi 6 A Y M 38 Tinggi 7 A R S 40 Tinggi 8 A R W 40 Tinggi 9 D A S 38 Tinggi 10 D E F 38 Tinggi 11 E N 38 Tinggi 12 F A R 39 Tinggi 13 I M 41 Tinggi
14 K M R 41 Tinggi 15 L R S 39 Tinggi 16 L F 42 Tinggi 17 L S 40 Tinggi 18 M F P 39 Tinggi 19 N M 39 Tinggi 20 P A 39 Tinggi 21 S A T Z 38 Tinggi 22 S R 41 Tinggi 23 S A K 37 Tinggi 24 S Y 40 Tinggi 25 Z L N 39 Tinggi Jumlah 996 Rata-rata 39,84 Tinggi
Jumlah siswa yang sudah termotivasi 100%
Jumlah siswa yang belum termotivasi 0%
Berdasarkan tabel 4.5 didapatkan hasil rata-rata skor tingkat motivasi belajar siswa sebesar 39,84. Skor tersebut menunjukkan tingkat motivasi belajar siswa dalam kategori tinggi. Siswa sudah terlihat termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.
Tabel 4.6 Data Capaian Prestasi Belajar Siswa Siklus II
No Nama KKM Nilai Keterangan
1 F I 75 80 Tuntas 2 V N S 95 Tuntas 3 Z K 95 Tuntas 4 A R M 100 Tuntas 5 A T R 80 Tuntas 6 A Y M 85 Tuntas 7 A R S 85 Tuntas 8 A R W 100 Tuntas 9 D A S 85 Tuntas 10 D E F 100 Tuntas 11 E N 100 Tuntas 12 F A R 100 Tuntas 13 I M 90 Tuntas 14 K M R 55 Tidak Tuntas 15 L R S 90 Tuntas
16 L F 100 Tuntas 17 L S 95 Tuntas 18 M F P 100 Tuntas 19 N M 80 Tuntas 20 P A 95 Tuntas 21 S A T Z 95 Tuntas 22 S R 95 Tuntas 23 S A K 95 Tuntas 24 S Y 95 Tuntas 25 Z L N 80 Tuntas Jumlah 2270 Rata-rata 90,8 Nilai tertinggi 100 Nilai terendah 55
Siswa yang tuntas 96%
Siswa yang tidak tuntas 4%
Data tabel 4.6 menunjukkan bahwa 96% siswa memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan minimal. Sisw yang memperoleh nilai dibawah KKM sebanyak 4%. Rata-rata kelas yang dicapai ialah sebesar 90,8.
4.1.1.3.4. Refleksi
Penelitian pada siklus II merupakan perbaikan dari kekurangan yang terdapat pada siklus I. Proses pembelajaran pada masing-masing pertemuan berjalan lancar. Siswa terlihat berpartisipasi pada setiap kegiatan pembelajaran.
Pada siklus I beberapa siswa terlihat masih bergurau dan mengobrol dengan siswa lain. Kondisi kelas pada siklus I sedikit gaduh tetapi dapat diatasi guru dengan cara memberi teguran. Beberapa siswa tampak tidak mencatat beberapai poin penting yang guru berikan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung.
Kekurangan pada siklus I masih terlihat pada proses pembelajaran di siklus II tetapi tidak terlalu tampak. Sebagaian besar siswa sudah berpartisipasi dalam
pembelajaran. Siswa terlihat mencatat saat guru menjelaskan poin-poin penting pada materi yang disampaiakan.