• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Pada bagian peneliti akan memaparkan hasil penelitian ini yaitu, analisis peran badan usaha milik desa (BUMDES) terhadap kesejahteraan masayarakat Desa Bonto Cinde, dimana penelitian menggunakan metode kualitatif yang dapat dipaparkan, menjelaskan, menggambarkan dan menggali berdasarkan apa yang didapatkan melalui wawancara dan observasi.

1. Deskriptif karakteristik informan penelitian

Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 14 informan yang terdiri dari Pemerintah Desa Bonto Cinde, ketua BUMDES, Sekretaris dan Bendahara BUMDES, Masyarakat Desa Bonto Cinde.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap informan atau hasil wawancara dengan narasumber sebagai berikut.

a. Kondisi Ekonomi

Berdasarkan hasil wawancara yang dikemukakan oleh informan, yaitu bapak Liwang selaku masyarakat Desa Bonto Cinde :

“Kalau ditanya soal pendapatan perbulan ku itu nak, kurang lebih Rp.

1.000.000, itupun penghasilan terbesar kami pada saat musim panen”.(Liwang) tanggal Rabu, 22 September 2021

Hal lain dikemukakan bapak Kamaruddin selaku masyarakat Desa Bonto Cinde

“ Soal Pendapatan Perbulan itu kurang lebih Rp. 3.000.000 karena

disamping saya petani saya juga punya usaha sampingan”.(Kamaruddin) tanggal Rabu, 22 September 2021

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa penghasilan perbulan informan kurang lebih Rp. 1.000.000 dan adapula yang berpenghasilan kurang lebih Rp. 3.000.000. Hal ini dikarenakan bahwa penduduk pada umumnya berprofesi sebagai petani ataupun buruh dan memiliki penghasilan terbesar ketika masa panen tiba. Tetapi selain bertani banyak masyarakat yang memiliki pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dalam hasil wawancara lainnya yang mengetahui adanya BUMDES belum semua masyarakat Desa Bonto Cinde, masih banyak beberapa masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan BUMDES tersebut. seperti halnya hasil wawancara dengan bapak Lira.

“Apa itu kepanjangannya BUMDES nak, dan apa fungsinya? Tidak pernah ka dengar ,mungkin saya kurang informasi atau memang tidak ada di Desa”

(Lira) tanggal rabu, 22 September 2021

Hal lainnya pun dikemukakan bapak dg. LIwang selaku masyarakat Desa Bonto Cinde

“Kalau BUMDES disini nak saya cukup mengetahui, saya salah satu pengguna unit usaha yang dikelolah BUMDES” (Dg.Liwang ) tanggal rabu, 22 September 2021.

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa rata rata masyarakat yang mengetahui adanya BUMDES adalah pengguna salah satu unit usaha BUMDES. Dan ada juga masyarakat yang belum mengetahui kebeberadaan BUMDES.

Pertanyaan selanjutnya yang diajukan peneliti mengenai pendapatan rumah tangganya apakah meningkat semenjak adanya unit usaha yang dikelolah BUMDES.

“Kalau ditanya Pendapatan meningkat atau tidak selama ini kurasa ada peningkatannya karena terkadang biasanya hanya 2 kali panen tapi

semenjak ada bantuan headtraktor dari BUMDES kita bisa sampai tiga kali panen” ( Dg. Tompo) Tanggal Rabu, 22 September 2021

Jawaban lainnya dikemukakan oleh bapak Bohari selaku masyarakat Desa Bonto Cinde

“Saya tidak ada perubahan nya nak, baik waktu tidak adanya BUMDES atau adanya BUMDES, saya juga tidak merasakan adanya manfaat dari unit usaha BUMDES” (Bohari) tanggal Rabu, 22 September 2021

Dalam hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa ada beberapa masyarakat yang merasakan adanya peningkatan rumah tangganya dilihat dari penghasilan mereka dari hasil panen yang dulunya hanya dua kali panen tapi semenjak adanya BUMDES bisa sampai tiga kali panen, dan beberapa masyarakat lainnya tidak merasakan adanya penngkatan pendapatan rumah tangganya ,karena melihat ada tidaknya BUMDES pendapatan mereka sama saja.

Berdasarkan hasil wawancara tentang kondisi ekonomi setelah adanya unit usaha BUMDES ,diperoleh kesimpulan yaitu,pendapatan penduduk Desa Bonto Cinde sebagian penduduknya masih berpenghasilan rendah , dan ada pula masyarakat yang berpenghasilan sedang karena memiliki pekerjaan sampingan.

Banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu lembaga ekonomi BUMDES yang ada di Desa mereka, sehingga hal tersebut menyulitkan berkembangnya lembaga ekonomi tersebut dalam memajukan perekonomian masyarakat dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi walaupun banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu BUMDES tetapi sebenarnya mereka telah menggunakan unit-unit usaha yang dikelolaoleh BUMDES,seperti para petani yang menyewa Handtraktor untuk membajak sawahnya. Tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat Desa Bonto Cinde dengan adanya Unit usaha BUMDES tidak semua masyarakat merasakannya.

b. Kondisi Sosial

Berdasarkan hasil wawancara diperoleh informasi mayoritas masyarakat Desa Bonto Cinde mengemukakan bahwa tidak terjadi peningkatan tidakan sosial dikeluarganya, hal ini berdasarkan wawancara dilapangan oleh informan yaitu:

“Jadi kalau ditanya mengenai tingkat sosial keluarga setelah adanya BUMDES itu, saya sebagai kepala keluarga dan masyarakat dan sebagai anggota unit usaha BUMDES tidak merasakan terjadinya peningkatan sosial dikeluargaku,kenapa saya bisa katakan tidak ada peningkatan karena begini begini ji terus kehidupanku,disamping juga karena BUMDES nya tidak terlalu berjalan lancar dan fokus untuk bantu masyarakat” (Tompo) Tanggal Rabu 22 September 2021

Hal yang serupa dikemukakan oleh bapak Sattu selaku masyarakat Desa Bonto Cinde.

“Saya itu bukan anggota unit usaha BUMDES ,jadi tidak mendapatkan Bantuan Sapi (Peternakan)yang dikelolah BUMDES, jadi bisa dibilang tingkat sosial atau kondisi sosial dikeluarga saya tidak mengalami peningkatan tingkatan sosial setelah adanya BUMDES. (Sattu ) tanggal Rabu, 22 September 2021

Berdasarkan hasil wawancara maka dapat disimpulkan tentang kondisi sosial setelah adanya unit usaha BUMDES yaitu, bahwa tingkat sosial keluarga masyarakat Desa Bonto Cinde belum meningkat walaupun adanya BUMDES, modal usaha bagi sebagian besar masyarakat juga membuat kurang dikenalnya lembaga perekonomian ini. Tetapi sebagian besar masyarakat menyatakan dampak adanya keberadaan unit usaha yang dikelolah BUMDES ini berdampak positif terutama bagi para petani dengan adanya penyewaan Handtraktor untuk membajak sawah sehingga dapat lebih cepat menanam padi.

Dari kondisi ekonomi dan kondisi sosial yang dijabarkan tersebut dapat terlihat bahwa perkembangan BUMDES sampai saat ini belum dapat dikatakan meningkat, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu BUMDES, walaupun mereka telah menggunakan unit usaha yang ada tetapi

partisipasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi angsung dalam menggali potensi Desa yang dimiliki masih sangat kurang. Bukan hanya dari masyarakat yang menajdi kendala bagi kemajuan BUMDES ini pengurus serta pemerintah juga menjadi salah satu kendala. Sumber Daya Manusia atau pengurus yang ada belum mampu membuat lembaga perekonomian ini berjalan sengan baik. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dari ketua BUMDES, yaitu :

“Sebenarnya banyak faktor yang membuat lemabaga perekonomian initidak berjalan lancar dan sememstinya, bukan hanya saja masyarakat yang menjadi kendala,namun faktor lainnyadari sumber daya manusia atau pengurus yang ada belum mampu membuat lembaga ini berjalan dengan baik, dan juga kurangnya pengawasan dan peninjauan yang juga berpengaruh. Selain itu kurangnya dukungan modal dari pemerintah pusat juga menyulitkan BUMDES ini untuk berkembang dan berperan dalam mensejahterakan masyarakat” (Saripuddin) tanggal Rabu, 22 September 2021

Agar berjalannya BUMDES dengan baik terdapat beberapa prinsip pengelolaan BUMDES :

Berikut hasil wawancara peneliti dengan informan tentang prinsip pegelolaan BUMDES .

“Komponen semuanya terlibat dalam proses pembentukan BUMDES, tersebut akan tetapi ketika dalam perjalanan BUMDES pihak pengelolah seakan acuh dengan BUMDES yang sedang berjalan, pemerintah telah menegur mereka tapi hasilnya tetap sama tidak adanya tindak lanjut dari pengelolah dan akhirnya BUMDES tidak berjalan baik” (Sarifuddin) tanggal Rabu, 22 September 2021

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa dalam prinsip kooperatif pada BUMDES di Desa Bonto Cinde pihak pengelolah tidak dapat melakukan peran atau tugasnya dengan maksimal.

Hal lainnya dikemukakan oleh Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) bapak Mansyur

“ Berbicara soal BUMDES di Desa Bonto Cinde semua komponen harus terlibat seharusnya mulai dari pemerintah Desa, pengelolah BUMDES, dan masyarakat, seharusnya semua komponen ini harus saling mendukung

dalam setia akitivitas usaha yang dijalankan, namun kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan BUMDES apalagi mau terlibat dalam unit usaha BUMDES” (Mansyur) tanggal Rabu, 22 September 2021

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa BUMDES di Desa Bonto Cinde dalam prinsip partisipatif, memiliki beberapa komponen terlibat yaitu pemerintah Desa, pengelolah BUMDES, dan masyarakat, beberapa komponen iniharus saling mendukung dan memberikan kontribusi untuk BUMDES namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak terlibat atau memiliki kontribusi dalam mendukung keberadaan BUMDES .

Prinsip pengelolaan BUMDES selanjutnya yaitu emansipatif, dari hasil hasil wawancara dengan bapak Jumarang selaku toko masyarakat Desa Bonto Cinde yaitu:

“BUMDES di Desa Bonto Cinde semaunya beragama islam dan alhamdulillahnya kita disini tidak ada yang memandang dia dari mana atau agamanya apa” (Jumarang) tanggal Rabu 22 September 2021

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa semua komponen yang terlibat diperlakukan sama tanpa memandang apapun.

Hal lainnya dikemukakan oleh Bendahara Desa yaitu bapak Sulaiman mengenai prinsip pengelolaan BUMDES transparan yaitu :

“Pihak pengelolah BUMDES tidak ada transparansi nya kepada pemerintah Desa tentang apa saja yang dihasilkan dan apa saja kendalanya yang dihadapi BUMDES, bahkan jumlah barang atau biaya operasional ,beberapa kali kami adakan pemanggilan terhadap pengelolah, namun mereka hanya saling melempar satu sama lain” (Sulaiman) tanggal Rabu 22 September 2021

Hal yang sama dikemukakan oleh bapak Ripai selaku masyarakat Desa Bonto Cinde.

“Mau transparan seperti apa , sedangkan pengelolah BUMDES atapun pemerintah setempat tidak pernah ada pengumuman kepada masyarakat Desa mengenai dana yang didapat, kita tidak tau tentang dana yang didapat dan dikelolah oleh BUMDES” (Ripai) tanggal Rabu, 22 September 2021

Berdasarkan wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa tidak adanya transparansi antar pihak BUMDES ke pemerintah Desa dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Bonto Cinde.

Adapun hasil wawancara tentang prinsip sustainable dengan bapak Abd Rajab selaku masyarakat Desa Bonto Cinde yaitu :

“Bagaimana itu BUMDES bisa berkembang, sedangkan kami banyak tidak tau unit usaha apa yang ditawarkan, bagaimana pelayanannya saja kami tidak pernah rasakan, tidak pernah ada promosinya atau sosialisasinya itu usahanya BUMDES” (Abd Rajab) tanggal Rabu, 22 September 2021

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa tidak adanya upaya promosi atau sosialisasi mengenai pelayanan dari unit usaha BUMDES.

Dokumen terkait