HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Hasil penelitian mengenai survei kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan tahun 2014 disajikan sebagai berikut:
61
Identifikasi survei kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan tahun 2014 masing-masing secara berurutan memperoleh nilai maksimum total sebesar 166.00, nilai minimum total sebesar 99.00, rerata diperoleh total sebesar 130.51, median 131.00, modus 131.00, serta standar deviasi (SD) 13.30. Data yang diperoleh di dalam penelitian ini berbentuk skor yang berasal dari faktor-faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran. Setelah data faktor-faktor didapat, kemudian dikonversikan ke dalam empat kategori.
Data tabel distribusi pengkategorian faktor-faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa sebagai berikut:
Tabel 7. Pengkategorian Data Faktor Kepuasan Manajemen Fitness Center Terhadap Kompetensi Mahasiswa
Diketahui:
Mean Ideal = x ( 184.00 + 46.00 ) = 115 SD Ideal = x (184.00 - 46.00 ) = 23
No Kategori Interval Frekuensi Persentase (%)
1. Sangat Tinggi X > 149,5 5 9.09 %
2. Tinggi 115 < X ≤ 149,5 44 80 %
3. Rendah 80,5 < X ≤ 115 6 10.91 %
4. Sangat Rendah 80,5 ≥ X 0 0.00%
62
Berdasarkan tabel distribusi pengkategorian faktor-faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa yaitu sebanyak 5 responden (9.09%) menyatakan Sangat Tinggi, 44 responden (80%) menyatakan Tinggi, 6 responden (10.91%) menyatakan Rendah, dan 0 responden (0.00%) menyatakan Sangat Rendah. Apabila dilihat dari frekuensi tiap kategori, terlihat bahwa faktor-faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa adalah dominan “Tinggi”, dan bila dilihat dari rerata (Mean) pada faktor-faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa dengan nilai 130.51, maka nilai tersebut juga masuk dalam kategori “Tinggi”.
Untuk memperjelas selanjutnya akan disajikan ke dalam bentuk diagram batang berikut:
Gambar 2. Diagram Batang Pengkategorian Data Faktor Kepuasan Manajemen Fitnes Center Terhadap Kompetensi Mahasiswa
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%
Sangat Rendah Rendah Tinggi Sangat Tinggi
perse
nt
a
se
63
Faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa (X) terdiri atas lima faktor, yaitu faktor motif, faktor perangai, faktor konsep diri, faktor pengetahuan, dan faktor keterampilan. Deskripsi faktor-faktor tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1. Faktor Motif (X1)
Dari hasil penelitian didapatkan faktor motif diukur dengan angket berjumlah 9 butir dengan skor 1 s.d. 4. Data yang diperoleh dari faktor motif diketahui bahwa masing-masing secara berurutan memperoleh nilai maksimum sebesar 35.00, nilai minimum 16.00, rerata diperoleh sebesar 25.49, median 26.00, modus 27.00 serta standar deviasi (SD) 3.54.
Setelah data faktor motif telah didapat, maka akan dikonversikan ke dalam empat kategori. Berikut ini adalah tabel pengkategorian data mengenai faktor motif.
Tabel 8. Distribusi Pengkategorian Data Faktor Motif
Diketahui:
Mean Ideal = x (36+9) = 22.50 SD Ideal = x (36-9) = 4.50
No Kategori Interval Frek %
1. Sangat Tinggi X > 29.25 5 9.09% 2. Tinggi 22.5 < X ≤ 29.25 43 78.18% 3. Rendah 15.75 < X ≤ 22.5 7 12.72% 4. Sangat Rendah 15.75 ≥ X 0 0.00% Jumlah 55 100%
64
Berdasarkan tabel distribusi pengkategorian faktor motif masing-masing secara berurutan yaitu sebanyak 5 responden (9.09%) menyatakan Sangat Tinggi, 43 responden (78.18%) menyatakan Tinggi, 7 responden (12.72%) menyatakan Rendah, dan 0 responden (0.00%) menyatakan Sangat Rendah. Apabila dilihat dari frekuensi tiap kategori, terlihat bahwa faktor kepuasan manajemen terhadap kompetensi dari faktor motif adalah dominan “Tinggi”, dan bila dilihat dari rerata (Mean) pada faktor motif dengan nilai 25.49, maka nilai tersebut juga masuk
dalam kategori “Tinggi”. Untuk memperjelas tabel pengkategorian data faktor motif di atas, selanjutnya akan disajikan ke dalam bentuk diagram batang berikut :
Gambar 3. Diagram Batang Pengkategorian Data Faktor Motif
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% Sangat Rendah
Rendah Tinggi Sangat Tinggi
pe r se nta se Kategori
65 2. Faktor Perangai (X2)
Dari hasil penelitian didapatkan faktor perangai diukur dengan angket berjumlah 8 butir dengan skor 1 s.d. 4. Data yang diperoleh dari faktor perangai diketahui memperoleh nilai maksimum 29.00, nilai minimum 17.00, rerata diperoleh sebesar 23.05, median 23.00, modus 23.00, serta standar deviasi (SD) 3.54.
Setelah data faktor perangai telah didapat, maka akan dikonversikan ke dalam empat kategori. Berikut ini adalah tabel pengkategorian data mengenai faktor perangai.
Tabel 9. Distribusi Pengkategorian Data Faktor Perangai
Diketahui:
Mean Ideal= x (32+8) = 20 SD Ideal = x (32-8) = 4
Berdasarkan tabel distribusi pengkategorian faktor perangai yaitu sebanyak 4 responden (7.27%) menyatakan Sangat Tinggi, 46 responden (83.63%) menyatakan Tinggi, 5 responden (9.09%) menyatakan Rendah, dan 0 responden (0.00%) menyatakan Sangat Rendah. Apabila dilihat dari frekuensi tiap kategori, terlihat bahwa factor kepuasan manajemen
No. Kategori Interval Frek. %
1 Sangat Tinggi X > 26 4 7.27% 2 Tinggi 20 < X ≤ 26 46 83.63% 3 Rendah 14 < X ≤ 20 5 9.09% 4 Sangat Rendah 14 ≥ X 0 0.00% Jumlah 55 100%
66
terhadap kompetensi mahasiswa dari faktor perangai adalah “Tinggi”,
dan bila dilihat dari rerata (Mean) pada faktor perangai dengan nilai 23.05, maka nilai tersebut masuk dalam kategori “Tinggi”. Untuk memperjelas tabel pengkategorian data faktor perangai selanjutnya disajikan ke dalam bentuk diagram batang berikut:
Gambar 4. Diagram Batang Pengkategorian Data Faktor Perangai
3. Faktor Konsep Diri (X3)
Dari hasil penelitian didapatkan faktor konsep diri mahasiswa Prodi Ikor Konsentrasi kebugaran diukur dengan angket berjumlah 11 butir dengan skor 1 s.d. 4. Data yang diperoleh dari faktor konsep diri diketahui bahwa masing-masing secara berurutan memperoleh nilai maksimum 41.00, nilai minimum 23.00, rerata diperoleh sebesar 30.80, median 30.00, modus 30.00, serta standar deviasi (SD) 3.51. Setelah data faktor konsep diri telah didapat, maka akan dikonversikan ke dalam
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%
Sangat Rendah Rendah Tinggi Sangat Tinggi
perse
nt
a
se
67
empat kategori. Berikut ini adalah tabel pengkategorian data mengenai faktor konsep diri.
Tabel 10. Distribusi Pengkategorian Data Faktor Konsep Diri
Diketahui:
Mean Ideal = x (44+11) = 27.5 SD Ideal = x (44-11) = 5.5
Berdasarkan tabel distribusi pengkategorian faktor konsep diri di atas, masing-masing secara berurutan yaitu sebanyak 5 responden (9.09%) menyatakan Sangat Tinggi, 44 responden (80%) menyatakan Tinggi, 6 responden (10.90%) menyatakan Rendah, dan 0 responden (0.00%) menyatakan Sangat Rendah. Apabila dilihat dari frekuensi tiap kategori, terlihat bahwa faktor kepuasan manajemen terhadap kompetensi mahasiswa dari faktor konsep diri adalah dominan “Tinggi”, dan bila dilihat dari rerata (Mean) pada faktor konsep diri dengan nilai 30.80, maka nilai tersebut masuk dalam kategori “Tinggi”. Untuk memperjelas tabel pengkategorian data faktor konsep diri di atas, selanjutnya akan disajikan ke dalam bentuk diagram batang berikut :
No Kategori Interval Frek %
1. Sangat Tinggi X > 35.75 5 9.09% 2. Tinggi 27.5 < X ≤ 35.75 44 80% 3. Rendah 19.25 < X ≤ 27.5 6 10.90% 4. Sangat Rendah 19.25 ≥ X 0 0.00%
68
Gambar 5. Diagram Batang Pengkategorian Data Faktor Konsep Diri 4. Faktor Pengetahuan (X4)
Dari hasil penelitian didapatkan faktor pengetahuan diukur dengan angket berjumlah 10 butir dengan skor 1 s.d. 4. Data yang diperoleh dari faktor pengetahuan diketahui bahwa masing-masing secara berurutan memperoleh nilai maksimum sebesar 36.00, nilai minimum 22.00, rerata diperoleh sebesar 28.38, median 29.00, modus 29.00, serta standar deviasi (SD) 2.75. Setelah data faktor pengetahuan telah didapat, maka akan dikonversikan ke dalam empat kategori. Berikut ini adalah tabel pengkategorian data mengenai faktor pengetahuan :
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%
Sangat Rendah Rendah Tinggi Sangat Tinggi
perse
nt
a
se
69
Tabel 11. Distribusi Pengkategorian Data Faktor Pengetahuan
No Kategori Interval Frek %
1. Sangat Tinggi X > 32.5 3 5.45% 2. Tinggi 25 < X ≤ 32.5 46 83.63% 3. Rendah 17.5 < X ≤ 25 6 10.90% 4. Sangat Rendah 17.5 ≥ X 0 0.00% Jumlah 55 100% Diketahui: Mean Ideal = x (40+10) = 25 SD Ideal = x (40-10) = 5
Berdasarkan tabel distribusi pengkategorian faktor pengetahuan masing-masing secara berurutan tampak bahwa 3 responden (5.45%) menyatakan Sangat Tinggi, 46 responden (83.63%) menyatakan Tinggi, 6 responden (10.90%) menyatakan Rendah, dan 0 responden (0.00%) menyatakan Sangat Rendah. Apabila dilihat dari frekuensi tiap kategori, terlihat bahwa faktor kepuasan manajemen terhadap kompetensi mahasiswa dari faktor pengetahuan adalah “Tinggi”, dan bila dilihat dari
rerata (Mean) pada faktor pengetahuan dengan nilai 28.38, maka nilai tersebut juga masuk dalam kategori “Tinggi”. Untuk memperjelas tabel pengkategorian di atas, selanjutnya disajikan sebagai berikut :
70
Gambar 6. Diagram Batang Pengkategorian Data Faktor Pengetahuan 5. Faktor Keterampilan (X5)
Dari hasil penelitian didapatkan faktor keterampilan diukur dengan angket berjumlah 8 butir dengan skor 1 s.d. 4. Data yang diperoleh dari faktor keterampilan diketahui bahwa masing-masing secara berurutan memperoleh nilai maksimum 31.00, nilai minimum 17.00, rerata diperoleh sebesar 22.78, median 23.00, modus 24.00, serta standar deviasi (SD) 3.13. Setelah data faktor keterampilan telah didapat, maka akan dikonversikan ke dalam empat kategori. Berikut ini adalah tabel pengkategorian data mengenai faktor keterampilan.
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%
Sangat Rendah Rendah Tinggi Sangat Tinggi
perse
nt
a
se
71
Tabel 12. Distribusi Pengkategorian Data Faktor Keterampilan
No Kategori Interval Frek %
1. Sangat Tinggi X > 26 5 9.09% 2. Tinggi 20 < X ≤ 26 38 69.09% 3. Rendah 14 < X ≤ 20 12 21.81% 4. Sangat Rendah 14 ≥ X 0 0.00% Jumlah 55 100% Diketahui: Mean Ideal= x (32+8) = 20 SD Ideal = x (32-8) = 4
Berdasarkan tabel distribusi pengkategorian faktor keterampilan masing-masing secara berurutan tampak 5 responden (9.09%) menyatakan Sangat Tinggi, 38 responden (69.09%) menyatakan Tinggi, 12 responden (21.81%) menyatakan Rendah dan 0 responden (0.00%) menyatakan Sangat Rendah. Apabila dilihat dari frekuensi tiap kategori, terlihat bahwa faktor kepuasan manajemen terhadap kompetensi mahasiswa dari faktor keterampilan adalah “Tinggi”, dan bila dilihat dari
rerata (Mean) pada faktor keterampilan dengan nilai 22.78, maka nilai tersebut juga masuk dalam kategori “Tinggi”. Untuk memperjelas tabel pengkategorian data faktor keterampilan di atas, selanjutnya akan disajikan ke dalam bentuk diagram batang berikut :
72
Gambar 7. Diagram Batang Pengkategorian Data Faktor Keterampilan Dari keseluruhan data yang diperoleh diketahui total nilai dan presentase sumbangan masing-masing faktor yang berasal dari faktor-faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan tahun 2014 yaitu faktor motif (X1) total 1402 dengan prosentase 19.53%, faktor perangai (X2) total 1268 dengan prosentase 17.66%, faktor konsep diri (X3) total 1694 dengan prosentase 23.60%, faktor pengetahuan (X4) total 1561 dengan prosentase 21.74%, serta faktor keterampilan (X5) total 1253 dengan prosentase 17.45%.
Adapun sumbangan persentase per faktor dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80%
Sangat Rendah Rendah Tinggi Sangat Tinggi
perse
nt
a
se
73
Tabel 13. Sumbangan Presentase Per Faktor
Untuk memperjelas tabel sumbangan persentase per faktor, selanjutnya akan disajikan ke dalam bentuk diagram batang berikut:
Gambar 8. Diagram Batang Sumbangan Persentase Per Faktor
Dari data statistik di atas dapat diketahui bahwa sumbangan terbesar dari analisis survei faktor-faktor kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan tahun 2014 yaitu faktor konsep diri (X3). No. Faktor X Total % 1 Motif (X1) 1402 19.53% 2 Perangai (X2) 1268 17.66% 3 Konsep Diri (X3) 1694 23.60% 4 Pengetahuan (X4) 1561 21.74% 5 Keterampilan (X5) 1253 17.45% Jumlah 7178 100% 0% 5% 10% 15% 20% 25% X1 X2 X3 X4 X5 perse nt a se sumbangan
74 C. Pembahasan
Hasil penelitian yang telah dianalisis kemudian dibahas berdasarkan seberapa persen tingkat kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan tahun 2014 berdasarkan kategori yang telah ditentukan sehingga dapat diketahui bagaimana tingkat kepuasan manajemen fitness center terhadap kompetensi mahasiswa. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa mayoritas manajemen fitness center yang terdiri dari 55 responden sebesar 80% dari manajemen fitness center memiliki kepuasan yang ”Tinggi”, sedangkan sisanya terbagi ke dalam 2 kategori yakni, sebesar 9.09% memiliki kepuasan
“Sangat Tinggi”, dan 10.91% masuk dalam kategori “Rendah”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa survei kepuasan manajemen fitnes center terhadap kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan tahun 2014 adalah “Tinggi” yaitu 44 responden (80%), sehingga mayoritas mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan di fitness center sudah berjalan dengan baik, akan tetapi masih banyak yang belum memiliki kinerja istimewa sehingga hasil ini bisa dijadikan acuan untuk kembali meningkatkan kemampuan kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa PKL. Secara spesifik hasil penelitian tersebut juga dapat dilihat dari masing-masing faktor yang mempengaruhi kepuasan manajemen fitnes center terhadap
75
kompetensi mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran dalam melaksanakan praktik kerja lapangan tahun 2014 yakni dilihat dari faktor motif, faktor perangai, faktor konsep diri, faktor pengetahuan, dan faktor keterampilan.
Faktor kepuasan manajemen terhadap kompetensi mahasiswa hasil analisis berdasarkan masing-masing faktor sebagai berikut tersebut meliputi:
1. Faktor Motif, sebagian besar manajemen menyatakan tingkat
kepuasannya “Tinggi” yaitu 43 responden (78,18%). Hal yang demikian dapat diartikan bahwa mahasiswa Prodi Ikor konsentrasi kebugaran sudah menunjukkan kualitas kerja, partisipasi, dan pencapaian tujuan yang baik selama pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapangan. Sebanyak 5 responden (9.09%) menyatakan “Sangat Tinggi”. Tapi masih ada sebesar 7 responden (12.72%) menyatakan
kepuasannya “Rendah” terhadap kualitas kerja, partisipasi, dan pencapaian tujuan dari kinerja mahasiswa berdasarkan faktor motif, tentu hasil ini menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi bagi Prodi Ikor FIK UNY untuk meningkatkan motif mahasiswa dimana seseorang secara konsisten berfikir sehingga mampu melakukan tindakan agar benar-benar siap terjun di lapangan.
2. Faktor Perangai, sebagian besar manajemen menyatakan tingkat
kepuasannya “Tinggi” yaitu sebanyak 46 responden (83,63%). Hal
76
kerja lapangan penuh percaya diri, mampu mengontrol diri, dan mengendalikan ketahanan diri mahasiswa itu sendiri. Sebayak 4
responden (7.27%) menyatakan “Sangat Tinggi”. Tapi juga ada 5
responden (9.09%) menyatakan kepuasannya “Rendah”. Masih diperlukan evaluasi untuk prodi maupun jurusan agar bisa meningkatkan perangai kepribadian yang dimiliki mahasiswa. Yaitu memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, kepribadian yang dewasa, kepribadian yang arif, kepribadian yang berwibawa dan berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan.
3. Faktor Konsep Diri, sebagian besar yaitu 44 responden (80%)
menyatakan kepuasannya “Tinggi”. Hal ini mengindikasikan bahwa masing-masing individu mahasiswa dalam melaksanakan praktik kerja lapangan bisa berpenampilan baik, dapat menjaga kerapian dan kebersihan diri, berusaha disiplin dalam setiap kegiatan PKL, dan selalu ramah kepada manajemen maupun member fitness center. Sebanyak 5 responden (9.09%) menyatakan “Sangat Tinggi”.
Sebanyak 6 responden (10.90%) masih menyatakan kepuasannya
“Rendah”. Menurut informasi yang didapat oleh peneliti, mahasiswa PKL perlu meningkatkan kedisiplinan terutama mengenai soal tepat waktu saat tiba di tempat PKL dan meningkatkan cara berpenampilan, menjaga kerapian, dan kebersihan diri terutama pada segi fisik mahasiswa.
77
4. Faktor Pengetahuan, sebagian besar manajemen menyatakan bahwa
tingkat kepuasan terhadap pengetahuan mahasiswa “Tinggi” yaitu
sebanyak 46 responden (83,63%). Hal ini dapat diartikan bahwa pengetahuan tentang penguasaan materi dapat diaplikasikan di dalam kegiatan PKL dengan baik, mahasiswa mampu menyampaikan informasi secara komunikatif, runtut, dan jelas kepada komunikan. Kemudian kesesuaian program dari mahasiswa dalam pelaksanaan PKL dirasakan sudah baik oleh pihak manajemen maupun member fitness center. Sebanyak 3 responden (5.45%) menyatakan “Sangat
Tinggi”. Ada 6 responden (10.90%) masih menyatakan kepuasannya
“Rendah”. Bentuk kurang puas dari faktor ini berupa kurangnya kemampuan berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan pihak manajemen, instruktur, dan karyawan fitness center oleh mahasiswa PKL, serta dengan member karena keterbatasan informasi dari mahasiswa.
5. Faktor Keterampilan, sebagian besar manajemen menyatakan bahwa
tingkat kepuasan dari keterampilan mahasiswa adalah “Tinggi”
mencapai 38 responden (69,09%). Hal ini disebabkan karena kemampuan dan kesanggupan mahasiswa dalam menggunakan dan mengelola sarana dan prasarana peralatan milik fitness center dapat dilakukan dengan baik dan prosedural. Mahasiswa juga dirasakan mampu memberikan pelayanan yang prima terhadap manajemen maupun kepada member fitness center. Sebanyak 5 responden
78
(9.09%) menyatakan “Sangat Tinggi”. Sebanyak 12 responden (21.81%) menyatakan kepuasannya masih “Rendah”. Hasil ini perlu dilakukan evaluasi kembali melihat banyak manajemen fitness center selaku responden memberikan kepuasan yang rendah terhadap keterampilan beberapa mahasiswa PKL dan perlu adanya pengawasan yang dilakukan oleh jurusan dalam peningkatan keterampilan mahasiswa konsentrasi kebugaran.
79 BAB V