• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Koordinasi Pemerintah dengan Kepolisian dalam Menangani Aksi Balapan Liar Yang dilakukan Sekelompok Geng Motor di Kota Makassar.

Menangani masalah balapan liar perlu dilakukan koordinasi antara instansi yang terkait dengan penanganan balapan liar. Koordinasi merupakan kegiatan yang meliputi hubungan kerjasama dari beberapa instansi, pejabat yang mempunyai

fungsi dan wewenang yang saling berhubungan dengan tujuan hendak dicapai untuk menghindari adanya kesimpang siuran pelaksanaan pekerjaan, sehingga diperlukan adanya kerjasama untuk dapat manangani masalah balapan liar dan tindakan kriminal yang dilakukan geng motor. Seperti hal nya yang dikatakan oleh pihak kantor lurah maradekaya bahwa:

“Memang perlu kita sebagai kepala wilayah kita bisa berkoordinasi kepada kepolisian Binmas. sekarang ini ada yang namanya mitra kelurahan, mitra kepolisian, dan mitra koramil untuk mewakili dalam mengatasi aksi balapan liar, sehingga terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.”

(wawancara HR, Tanggal 7 Agustus 2014).

Senada yang di katakan Sekertaris kelurahan bahwa :

“ Kita pegawai disini tetap selalu berkoordinasi antara kepolisian dalam terciptanya suasana yang nyaman dan damai di sekitar kelurahan ini, dan saya lihat polisi kalau ada balapan liar didepan kantor ini pada jam malam, dia langsung tangani, atau membubarkanlah aksi kegiatan balapan liar, bukan hanya polisi, warga juga ikut-ikutan untuk membubarkan dengan cara melempar batu ke arah geng motor.” (Wawancara VN, Tanggal 7 Agustus 2014 )

Berdasarkan penjelasan di atas, Maka pihak pemerintah perlu yang namanya kerja sama antara kepolisian dengan pemerintah kelurahan guna terciptanya rasa aman di sekitar wilayah maradekaya dan masyarakat juga ikut berperang dalam penanganan balapan liar meskipun masyarakat masih kasar dalam membubarkan balapan liar. Katakanlah melempari batu ke arah anak geng motor, sehingga terjadilah tindakan kriminal antara kedua pihak.

Melaksanakan penanganan balapan liar dikota makassar sangat di perlukan koordinasi dengan instansi yang terkait atau berperang dalam penanganan kasus balapan liar dan tindakan kriminal yang dilakukan sekelompok anak geng motor.

Sehingga bisa terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga bisa

bekerja dengan baik sesuai dengan fungsi masing-masing. Hasil wawancara dari pihak penulis dengan pihak kepolisian kasat binmas polrestabes makassar.

“Dalam kasus geng motor ini kami pihak kepolisian bekerja sama dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, warga RT/RW, untuk mengadakan Sosialisasi guna memberikan penyampaian langsung atau suatu arahan kepada masyarakat agar bisa menjaga anaknya dengan baik dan terhindar yang namaya kawanan geng motor.” (wawancara SW, Tanggal 18 agustus 2014) .

Menurut penjelasan di atas instansi yang bekerja dalam penanganan kasus geng motor bukan hanya peran kepolisian dan pemerintah saja, perlu juga peran dari orang tua. Sehingga apa yang kita inginkan bisa menghasilkan suatu koordinasi dengan baik sehingga terciptanya kantibmas di wilayah kota makassar.

2. Langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh pemerintah dengan kepolisian dengan adanya tindakan kekerasan yang di lakukan geng motor di jalan veteran kota makassar.

Geng motor merupakan anak bermotor yang sering melakukan balapan liar dan kekerasan yang selalu meresahkan warga di setiap wilayah veteran, kec Makassar kelurahan maradekaya. menurut pasal 1 undang-undang kepolisian negara Republik Indonesia nomor 2 tahun 2002 di sebutkan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam suatu wilayah bisa menangkal bentuk-bentuk gangguan-gangguan lainnya yang dapat meresahkan warga. Sebagaimana yang dikatakan kepala kepolisian binmas Polrestabes Makassar yang mengatakan bahwa:

“ kami sudah membentuk satu tim itu yang namanya patmor patroli motor dengan pakaian lengkap untuk menangkap geng motor yang melakuan balapan liar dititik-titik rawan yang sering mengadakan kegiatan balapan liar”. (wawancara SW, 18 September 2014)

Senada yang dikemukakan oleh kepala kelurahan maradekaya yang mengatakan bahwa

“terkadang kami pemerintah dengan warga setempat emosi dengan adanya balapan liar didepan kantor ini, karna bukan apanya tiap malam tertentu itu dia selalu melakukan balapan liar di depan kantor ini, dan biasanya diamerusak fasilitas yang ada disekitar kantor. Kami mau buburkan secara paksa tetapi kita jaga diatur dengan prosedur dan aturan. Jadi kita hubungi saja pihak polisi yang berwenag.” (wawancara HR tanggal 26 september 2014)

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam suatu koordinasi pihak kepolisian mengambil suatu langkah dalam membentuk tim khusus dalam penanganan balapan liar di jalan veteran. Dan pemerintah juga sangat membutuhkan peran instansi kepolisian dalam penanganan balapan liar, mengingat pemerintah mempuyai aturan tersendiri.

a. Pemerintah Kelurahan

Akhir-akhir ini kasus geng motor yang sering melakukan tindakan balapan liar, penganiyaan dan perampokan di minimarket, hal ini sangat diperlukan namanya berkoordinasi antara pihak-pihak yang terkait sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik, yang tercantum pada pasal pasal 14 undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara Republik Indonesia. Sebagaimana yang dikatakan Sekertaris Kelurahan yang mengatakan bahwa

“kita semua perlu yang namanya koordinasi secara langsung kepada pihak kepolisian dengan masyarakat setempat untuk membubarkan kegiatan balapan liar. Klu adanya geng motor melakukan balapan liar didepan kantor ini, terkadang warga juga merasa terganggu pada malam hari diwaktu ingin beristrahat.suara motornya itu sangat meresahkan/ berisik, sehingga warga marah dan melempari batu atau busur ke arah geng motor.(wawancara saya VN, 7 Agustus 2014)

Senada dengan yang dikemukakan oleh Kepala Binmas Polrestabes Makassar yang mengatakan bahwa

“ Mengenai dengan penanganan aksi balapan liar, bukan hanya balapan liar yang kerap dilakukan geng motor, aksi pelemparan dan perempasan barang-barang waga yang melintas malam hari, juga yang kerap dilakukan remaja geng motor. dan Kami dari Pihak kepolisian tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan kita akan mengadakan pertemuan sepihak antara pemerintahan setempat untuk membicarakan masalah balapan liar dan pelemparan rumah-rumah warga yang dilakukan geng motor didaerah nya.

Dan selanjutnya kita akan tinjau lebih lanjut sesuai dengan peraturan dan undang-undag kepolisian yang di tetapkan.” (wawancara SW, Tanggal 7 Agustus 2014)

Berdasarkan hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pihak kepolisian lambat melakukan program koordinasi dalam pelaksanaan penanganan geng motor, sehingga terjadi perselisihan dan konflik antara warga dengan geng motor.

b. Kepolisian daerah Binmas

Geng motor merupakan kelompok sosial yang memiliki dasar tujuan negatif dengan penguyuban yang tidak teratur dan cenderung melakukan tindakan kekerasan. para pelaku geng motor memang sudah menjadi kebiasaan melanggar hukum maka hal itu diperlukan langkah-langkah penanganan tindakan kekerasan dan balapan liar, jika dijalan suka merampas barang penguna jalan veteran dan sering melakukan balapan liar. Sebagaimana yang dikatakan Satbinmas Polrestabes yang mengatakan bahwa

“kepolisian selalu membuat langkah-langkah untuk meminimalisir perekrutan maupun tindakan anarkis yang dilakukan para remaja tersebut, agar menghimbau para siswanya untuk tertib berlalu lintas, mengadakan razia. Selain itu pihak kepolisian juga sering melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya dan damak jika masuk geng motor dan membentuk opini masyarakat agar mendukung kegiatan polrestabes

makassar dalam penanggulangan kelompok geng motor. (wawancara SW, Tanggal 7 Agustus 2014)

Senada dengan yang dikemukakan oleh staf kantor kelurahan Maredakaya yang mengatakan bahwa

“Langkah yang dilakukan kami pengurus kantor lurah maradekaya tetap bekersama dan berhubungan baik kepada masyarakat. Memberikan arahan dan informasi yang baik untuk mengawasi anaknya dengan baik. Karna melihat kondisi daerah kami banyak yang tidak peduli dengan anaknya.

Mungkin faktor lingkungan dan pendidikannya kurang diberikan kepada orang tuanya”. (wawancara saya VN 7 Agustus 2014)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa peran kepolisian dalam mengantisipasi tindakan kriminal sehingga kepolisian mengambil langkah untuk memberikan himbauan kepada pelajar agar kiranya tidak terjaring dan ikut dalam kegiatan geng motor, dan peran pemerintah dalam memberikan informasi yang baik kepada warganya kurang mendapatkan respon. Mengingat sampai sekarang ini sering terjadi suatu konflik antara masyarakat dan geng motor yang berada dijalan veteran.

c. Kantibmas

Konsep keamanan polri dikenal dengan istilah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas), istilah ini menggambarkan suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai suatu prasyarat terselanggaranya proses pembagunan nasional, dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman.

Fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan dibidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum,

perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mencapai hasil yang maksimal dari fungsi ini dibutuhkan kebersamaan antara polisi dan masyarakat sehingga satu dengan yang lainnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebagaimana yang dikemukakan kepala Binmas Polrestabes masyarakat yang mengatakan bahwa

“ dalam menciptakan kantibmas dikota makassar kita semua memikul tanggung jawab seluruh masyarakat dan pemerintahan termaksud didalamnya ada kepolisian, sebagai aparat penegak hukum, dan kami selaku kepolisian daerah selalu melakukan upaya-upaya atau tindakan yang diwujudkan dalam kegiatan berupa operasi kepolisian, baik yang sifatnya rutin maupun sifatnya khusus, seerti oprasi blok ditiap-tiap lorong. Dan mewujudkan keamanan dan ketertiban dimasyarakat memang perlu ada koordinasi dan partisipasi dari semua pihak antara lain, pemeritah, instansi samping (TNI) dan kepolisian yang punya wewenang sangat besar dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat serta tak kalah pentingnya partisipasi eleman-eleman masyarakat” (wawancara SW Tnaggal 10 Agustus 2014)

Senada yang dikemukakan oleh Pemerintah kelurahan maradekaya yang mengatakan bahwa

“saya pribadi sebagai kepala kelurahan merasa bahwa polisi telah melaksanakan tugas dan amanah yang diberikan untuk menjaga keamanan masyarakat tetapi setiap instansi pasti memiliki batas kemampuan untuk menjaga daerahnya. Maka itu perlu peran masyarakat untuk duduk bersama Untuk mengarahkan dan mengawasi pergaulan anaknya agar tidak terjerumus para pergaulan bebas salah satunya geng motor yang meresahkan warga selama ini”. (wawancara HR, Tanggal 10 Agustus 2014)

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa

Peran masyarakat khususnya orang tua sangat berperan dalam membantu kantibmas untuk mencegah meminimalisirkan ruang gerak remaja yang sering disebut geng motor dalam setiap bentuk-bentuk kriminal yang dilakukannya.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh masyarakat sekitar dijalan veteran yang mengatakan bahwa

“Remaja yang terjerumus masuk geng motor kebanyakan anak broken home yang tidak diawasi atau tidak diperhatiakn oleh orang tuanya, sehingga anak tersebut mencari jati diri sendiri dan tidak memperdulikan mana yang baik dan buruk.(wawancara PR, Tanggal 7 Juni 2014)

Senada dengan yang dikemukakan oleh masyarakat disekitar veteran mengatakan bahwa

“aksi balapan liar kawanan geng motor yang kerap dilakukan geng motor lebih diakibatkan oleh karena adanya toleransi yang diberikan kepada komunitas, sehingga lanjutnya mereka merasa memilki kebebasan untuk melakukan tindakan yang berlebihan ditambah dengan tidak adanya pengawasan dari orang tua mereka masing-masing sehingga mereka bertindak seenaknya saja”(wawancara RS tanggal 7 Juni 2014)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa Pihak pemerintah dan kepolisian sesering apapun melakukan sosialisasi terhadap remaja yang melakukan aksi balapan liar tidak sepenuhnya menyadari kesalahannya tanpa ada bimbingan dan pengawasan keluarga terutama orang tuanya.

Pada dasarnya koordinasi yang dilakukan pemerintah dengan kepolisian yaitu katibmas tidak berjalan seperti yang diharapkan masyarakat karna masyarakat masih merasa terganggu kenyamanan dan tidak merasa aman diakibatkan masih maraknya aksi balapan liar yang kerap dilakukan geng motor.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas dalam bab sebelumnya, maka pada bagian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

koordinasi pemerintah kelurahan dalam Penanganan kantibmas dikota makassar dalam kasus balapan liar atau tidakan kekerasan (Kriminal) yang di lakukan skelompok anak geng motor yang meliputi beberapa variabel seperti komunikasi, partisipasi, keserasin dan kesatuan tujuan. Keempat variabel tersebut sudah dijalankan dengan maksimal. Dimana koordinasi yang selalu dilakukan oleh pemerintah dengan Kepolisian yang terkait dengan penanganan geng motor sehingga dengan adanya koordinasi yang selalu dilakukan semua pihak dapat mengetahui apa saja yang akan dilakukan dalam hal penanganan kantibmas.

Dalam hal koordinasi yang perlu diperhatikan adalah komunikasi yang baik, partisipasi antara semua pihak yang terkait, keserasian baik antara tindakan dengan tujuan maupun waktu dan pelaksanaan, dan kesatuan tujuan dari semua pihak-pihak yang terkait dalam Penangana geng motor antara lain.

1. Pemerintah daerah dengan kepolisian berkoordinasi untuk mengatasi tindakan anak geng motor yang sering melakukan aksi balapan liar di Tiap-tiap wilayah khususnya jalan veteran.

2. Pemerintah dengan kepolisian dalam mengadakan sosialisasi masyrakat, yang melibatkan warga, Tokoh masyarakat, RT/RW atau para pemuda. Untuk memberikan arahan kepada masyrakat bagaimana kita mengendarai sepeda

motor di jalan raya dengan benar demi kesalamatan kita bersama. Dan menyampaikan arahan kepada masyrakat agar anak kita tidak mudah bergabung golongan anak geng motor.

3. Menciptakan kerja sama antara pihak kepolisian,TNI dan Masyarakat setempat dalam hal penanganan aksi balapan liar. Sehingga terciptanya kantibmas di kota makassar.

B. Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas maka perlu di kemukakan beberapa saran antara lain :

Mengembangkan pola kerjasama lebih baik dengan instansi-instansi yang berperang dalam penangana kasus balapan liar yang di lakukan sekolompok geng motor. antara lain :

1. Kepolisian (Patmor, Bimmas)

2. Warga (Anak Muda Makassar, RT/RW, Tokoh Masyarakat)

Sehingga terciptanya suasana Keamanan ketertiban masyrakat. Di kota makassar khususnya di sepanjang jalan Veteran.

Dokumen terkait