BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Kabupaten Gowa a. Keadaaan Geografis
Kabupaten Gowa berada pada 12°38.16’ Bujur Timur dari Jakarta dan 5°33.6’ Bujur Timur dari Kutub Utara. Sedangkan letak wilayah administasinya antara 12°33.19’ hingga 13°15.17’ Bujur Timur dan 5o5’ hingga 5o34,7’ Lintang Selatan dari Jakarta.
Kabupaten yang berada pada bagian Selatan Provinsi Sulawesi Selatan ini berbatasan dengan tujuh Kabupaten/Kota lain, yaitu di sebelah Utara berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten aros. Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bulukumba danBantaeng. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Takalar dan Jeneponto sedangkan di bagian Barat berbatasan dengan Kota Makassar dan Takalar. Luas wilayah Kabupaten Gowa adalah 1.883,33 km2 atau sama dengan 3,01% dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah Kabupaten Gowa terbagi dalam 18 Kecamatan dengan jumlah Desa/Kelurahan definitive sebanyak 167 dan 726 Dusun/Lingkungan. Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar berupa dataran tinggi berbukit-bukit, yaitu sekitar 72,26% yang meliputi 9 kecamatan yakni Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Selebihnya 27,74% berupa dataran rendah dengan topografi tanah yang datar meliputi 9 Kecamatan yakni Kecamatan Somba Opu,
Bontomarannu, Pattallassang, Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan.
Dari total luas Kabupaten Gowa, 35,30% mempunyai kemiringan tanah di atas 40 derajat, yaitu pada wilayah Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya, Bontolempangan dan Tompobulu. Dengan bentuk topografi wilayah yang sebahagian besar berupa dataran tinggi, wilayah Kabupaten Gowa dilalui oleh 15 sungai besar dan kecil yang sangat potensial sebagai sumber tenaga listrik dan untuk pengairan. Salah satu diantaranya sungai terbesar di Sulawesi Selatan adalah sungai Jeneberang dengan luas 881 Km2 dan panjang 90 Km.
Di atas aliran sungai Jeneberang oleh Pemerintah Kabupaten Gowa yang bekerja sama dengan Pemerintah Jepang, telah membangun proyek multifungsi DAM Bili-Bili dengan luas + 2.415 Km2 yang dapat menyediakan air irigasi seluas + 24.600 Ha, komsumsi air bersih (PAM) untuk masyarakat Kabupaten Gowa dan Makassar sebanyak 35.000.000 m3 dan untuk pembangkit tenaga listrik tenaga air yang berkekuatan 16,30 Mega Watt.
Seperti halnya dengan daerah lain di Indonesia, di Kabupaten Gowa hanya dikenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Biasanya musim kemarau dimulai pada Bulan Juni hingga September, sedangkan musim hujan dimulai pada Bulan Desember hingga Maret. Keadaan seperti itu berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan, yaitu Bulan April-Mei dan Oktober-Nopember.
Curah hujan di Kabupaten Gowa yaitu 237,75 mm dengan suhu 27,125°C. Curah hujan tertinggi yang dipantau oleh beberapa stasiun/pos pengamatan terjadi pada Bulan Desember yang mencapai rata-rata 676 mm,
36
sedangkan curah hujan terendah pada Bulan Juli - September yang bisa dikatakan hampir tidak ada hujan.
b. Visi dan Misi Kabupaten Gowa
Visi Kabupaten Gowa yaitu terwujudnya Gowa yang handal dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Berdasarkan visi tersebut, ditetapkan lima misi uatama yaitu: (1) Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dengan moral dan akhlak yang tinggi serta keterampilan yang memadai. (2) Meningkatkan interkoineksitas wilayah dan keterkaitan ekonomi. (3) Meningkatkan kelembagaan dan peran masyarakat. (4) Meningkatkan penerapan hukum dan penerapan prinsip tata pemerintahan yang baik. (5) Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam yang mengacu pada kelestariaan lingkungan.
c. Profil Pemerintahan Daerah Kabupaten Gowa
Pemerintahan daerah menurut undang-undang no 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintah oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945.
Pada tahun 2015 Kabupaten Gowa melaksanakan pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 9 Desember 2015. Pemilihan ini di menangkan pasangan oleh Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo sebagai Bupati dan Abdul Rauf Malagani Kareng Kio sebagai Wakil Bupati.
d. Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa
Berikut adalah susunan pemerintah Daerah Kabupaten Gowa yang terdiri atas:
1) Bupati Kepala daerah Kabupaten Gowa 2) Wakil Bupati Kabupaten Gowa
3) Sekertaris Daerah Kabupaten Gowa.
Struktur organisasi pada bagian Sekertariat daerah sebagai berikut: a) Sekertaris Daerah
b) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat terdiri dari: (1) Bagian Administrasi Pemerintahan Umum terdiri dari:
(a) Sub Bagian Pengawasan, Tugas Pembantuan dan Pemerin-tahan Desa.
(b) Sub Bagian Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masya-rakat.
(c) Sub Bagian Kerjasama, Kependudukan dan Agraria. (2) Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat terdiri dari:
(a) Sub Bagian Pendidikan dan Kesehatan
(b) Sub Bagian Sosial, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan KB.
(c) Sub Bagian Keagamaan.
(3) Bagian Administrasi Kemasyarakatan terdiri dari: (a) Sub Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (b) Sub Bagian Pemuda dan Olahraga (c) Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat.
38
(a) Sub Bagian Peliputan dan Pemberitaan (b) Sub Bagian Protokol dan Perjalanan (c) Sub Bagian Santel dan PDE.
c) Asisten Ekonomi Pembangunan terdiri dari:
(1) Bagian Administrasi Pembangunan terdiri dari:
(a) Sub Bagian Perencanaan dan Litbang dan Statistik (b) Sub Bagian Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata (c) Sub Bagian Pekerjaan Umum.
(2) Bagian Administrasi Sumber Daya Alam terdiri dari: (a) Sub Bagian Tanaman Pangan dan Holtikultura (b) Sub Bagian Peternakan dan Perikanan
(c) Sub Bagian Kehutanan dan Pekebunan. (3) Bagian Administrasi Perekonomian terdiri dari:
(a) Sub Bagian Koperasi dan UKM
(b) Sub Bagian Perindustrian dan Perdagangan (c) Sub Bagian Penanaman Modal dan BUMN.
(4) Bagian Administrasi Pertambangan, Energi dan Lingkungan Hidup terdiri dari:
(a) Sub Bagian Pertambangan (b) Sub Bagian Energi
(c) Sub Bagian Lingkungan Hidup.
d) Asisten Administrasi Umum terdiri atas: Bagian umum, bagian Keuangan, bagian Hukum dan Perundang-undangan, dan Bagian Organisasi dan tatalaksana.
Disamping itu, terdapat sejumlah staf ahli yang membantu Bupati dalam memberikan pertimbangan-pertimbangan terkait dengan tugas dan bidang masing-masing. Pada ayat 3 tercantum bahwa pembidangan, tugas pokok dan fungsi pokok staf ahli akan diatur lebih lanjut dengan peraturan bupati. Uraian Tugas dan fungsi masing-masing Jabatan Struktural pada Sektretariat Daerah ditetapkan oleh peraturan Bupati.
4) Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD)
Satuan Kerja Perangkat Daerah (biasa disingkat SKPD) adalah perangkat Pemerintah Daerah (Provinsi maupun Kabupaten/Kota) di Indonesia. SKPD adalah pelaksana fungsi eksekutif yang harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik. Dasar hukum yang berlaku sejak tahun 2004 untuk pembentukan SKPD adalah Pasal 120 UU no. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Gubernur dan wakilnya, Bupati dan wakilnya, atau Walikota dan wakilnya tidak termasuk ke dalam satuan ini, karena berstatus sebagai Kepala Daerah. Ke dalam SKPD termasuk Sekretariat Daerah, Staf-staf Ahli, Sekretariat DPRD, Dinas-dinas, Badan-badan, Inspektorat Daerah, lembaga-lembaga daerah lain yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Daerah, Kecamatan-kecamatan (atau satuan lainnya yang setingkat), dan Kelurahan/Desa (atau satuan lainnya yang setingkat).
Dinas Daerah adalah unsur pelaksana pemerintah Daerah. Fungsi dari Dinas Daerah ialah untuk melakukan perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup sesuai tugasnya, pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum, serta pembinaan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup
40
tugasnya. Dinas Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang dibawahi dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekertaris Daerah. Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah pada Pemerintahan Kabupaten Gowa yang terdiri dari:
a) Dinas Kesehatan
b) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi c) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil d) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
e) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika f) Dinas Pekerjaan Umum
g) Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) h) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro dan Menengah i) Dinas Pertanian
j) Dinas Peternakan dan Perkebunan
k) Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan l) Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) m) Dinas Pertambangan Energi
n) Dinas Pendidikan, Olahraga dan Pemuda o) RSUD. Syech Yusuf
p) Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Lembaga Teknis Daerah merupakan unsur pelaksana pemerintah Daerah. Lembaga Teknis Daerah berbentuk Badan dipimpin oleh seorang Kepala Badan, yang berbentuk Inspektorat yang dipimpin oleh inspektur, yang berbentuk kantor dipimpin oleh kepala kantor, yang berbentuk satuan dipimpin oleh kepala satuan, dan yang berbentuk rumah sakit dipimpin oleh direktur.
Dengan peraturan Daerah ini dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah yang terdiri dari:
a) Inspektorat
b) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah c) Badan Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) d) Badan Lingkungan Hidup
e) Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD)
f) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) g) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
h) Badan Penanganggulangan Daerah
i) Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat j) Kantor Perpustakaan, Arsip dan PDE
k) Kantor Pelayanan Terpadu l) Kantor Ketahanan Pangan.
2. Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 33 pegawai sebagai responden pada Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa khususnya pada Badan Pengelola Keuangan Daerah, ditemukan kelompok umur responden antara 31 - 45 tahun ternyata lebih banyak jumlahnya dari pada kelompok umur lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.1. berikut.
42
Tabel 4.1.
Distribusi Responden Menurut Umur pada Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa khususnya pada Badan Pengelola Keuangan Daerah
No Kelompok Umur (Tahun) Jumlah Persentase (%) 1 < 31 9 27,27 2 31 – 45 18 54,55 3 > 45 6 18,18 Total 33 100,00
Sumber: Data primer diolah, 2020.
Dari tabel 4.1. tersebut, menunjukkan bahwa kelompok umur antara 31-45 tahun adalah kelompok yang dominan jumlahnya karena terdapat 18 responde atau sebesar 54,55 persen, sedangkan kelompok umur yang terkecil jumlahnya adalah kelompok umur lebih besar dari 45 tahun, di mana hanya berjumlah 6 responden atau sebesar 18,18 persen dan kelompok umur lebih kecil dari 31 tahun berjumlah 9 responden atau sebesar 27,27 persen. Umur termuda dalam penelitian ini adalah 22 tahun dan yang tertua adalah 56 tahun.
Selanjutnya aspek lain yang ada kaitannya dengan audit internal terhadap kualitas pelaporan keuangan adalah jenjang pendidikan formal. Adapun kelompok jenjang pendidikan formal responden dapat dilihat pada tabel 4.2. berikut:
Tabel 4.2.
Distribusi Responden Menurut Jenjang Pendidikan Formal pada Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa khususnya pada Badan Pengelola Keuangan
Daerah
No Jenjang Pendidikan Jumlah Persentase
(%) 1 SLTA 2 6,06 2 D3 3 9,09 3 S-1 21 63,64 4 S-2 7 21,21 Total 33 100,00
Dari tabel 4.2. tersebut, menunjukkan bahwa jenjang pendidikan responden didominasi oleh pegawai yang berpendidikan sarjana strata satu, yakni sebanyak 21 responden atau sebesar 63,64 persen, pendidikan strata dua sebanyak 7 responden atau sebesar 21,21 persen, D3 sebanyak 3 responden atau sebesar 9,09 persen, sedangkan jumlah terkecil adalah jenjang pendidikan SLTA, sebanyak 2 responden pajak atau sebesar 6,06 persen. Dominasi tingkat pendidikan yang berasal dari sarjana tersebut sangat berkaitan dengan membaiknya kinerja kualitas pelaporan keuangan artinya makin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka makin tinggi pula pengetahuannya terhadap pelaporan keuangan.
Dimensi lain yang ada kaitannya dengan audit internal terhadap kualitas pelaporan keuangan adalah jenis kelamin. Sesuai dengan bidang jasa yang diteliti, yaitu jasa pelaporan keuangan daerah, di mana manajemen institusi dituntut untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana cara pelaporan keuangan yang baik. Berkaitan dengan bidang jasa tersebut, maka pegawai pada Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa khususnya pada Badan Pengelola Keuangan Daerah dituntut untuk bekerja sebaik mungkin.
Adapun jumlah responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.3. berikut.
Tabel 4.3.
Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin pada Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa khususnya pada Badan Pengelola Keuangan Daerah
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
1 Laki-Laki 25 75,76
2 Perempuan 8 24,24
Total 33 100,00
44
Tabel 4.3. tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki yang berjumlah 25 responden atau sebesar 75,76 persen, sedangkan responden perempuan sebanyak 8 responden atau sebesar 24,24 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa ratio responden antara laki-laki dengan perempuan berbanding 3 : 1.
3. Deskripsi Variabel Penelitian
Dalam bab ini akan disajikan hasil dari analisa data berdasarkan pengamatan sejumlah variabel yang digunakan dalam model regresi. Sebagaimana yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, bahwa penelitian ini melibatkan satu variabel dependen yaitu kualitas pelaporan keuangan (Y) dan variabel independen yaitu audit internal (X).
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai pada Kantor Pemerintahan Kabupaten Gowa khususnya pada Badan Pengelola Keuangan Daerah berjumlah 33 orang. Terbatasnya jumlah populasi tersebut, maka teknik sampling dilakukan dengan mengambil sampel jenuh berjumlah 33 responden. Berdasarkan hal tersebut, maka sampel yang ditetapkan adalah 33 responden.