• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Bagian ini mengemukakan data hasil penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh penggunaan motode eksperimen terhadap hasil belajar IPA murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang

1. Hasil Analisis Deskriptif

Berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada murid pada saat pretest dan posttest maka diperoleh analisis deskriptif untuk mata pelajaran IPA pada murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.1 Statistik Skor Hasil Belajar IPA Murid Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretest) Dan Sesudah Diberikan Perlakuan (Posttest)

Statistik Nilai Statistik Pretest Posttest Subjek 26 26 Skor Ideal 100 100 Skor Maksimum 70 90 Skor Minimum 30 70 Rentang Skor 40 20

Skor Rata-rata 52,30 76,15 Sumber : Oleh Data Pretest dan Posttest

 Data Hasil Pretest

Tabel 4.2 Analisis Statistik Deskriptif Skor Hasil Belajar IPA Sebelum Diterapkan Metode Eksperimen

No.

Nilai Pretest (xi)

Banyaknya

Murid (fi) fi.xi xi2 fi.xi2

1 30 1 30 900 900 2 40 7 280 1600 11200 3 50 6 300 2500 15000 4 60 9 540 3600 32400 5 70 3 210 4900 14700 Jumlah ∑ 250 ∑ 26 ∑ 1360 ∑ 13500 ∑ 74200  Data Hasil Posttest

Tabel 4.3 Analisis Statistik Deskriptif Skor Hasil Belajar IPA Sesudah Diterapkan Metode Eksperimen

No.

Nilai Posttest (xi)

Banyaknya

Murid (fi) fi.xi xi2 fi.xi2

1 70 13 910 4900 63700

2 80 10 800 6400 64000

3 90 3 270 8100 24300

Jumlah ∑ 240 ∑ 26 ∑ 1980 ∑ 19400 ∑ 152000

Berdasarkan analisis data hasil belajar IPA pada murid kelas V SDN 119 Belalang sebelum menggunakan metode Eksperimen dengan jumlah diperoleh gambaran, yaitu tidak ada murid yang memperoleh skor 100 sebagai jumlah skor keseluruhan. Skor tertinggi yaitu 70 yang diperoleh oleh 3 orang dan skor terendah adalah 30 sebanyak 1 orang.

Apabila skor hasil belajar IPA murid dikelompokkan kedalam lima kelas interval skor, maka diperoleh distribusi dan frekuensi skor hasil belajar IPA sebelum diberi perlakuan seperti ditunjukkan tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil belajar IPA Murid Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretest)

No Interval Skor

Kategori Frekuensi Persentase (%) 1 0-54 Sangat Rendah 14 54 2 55-64 Rendah 9 35 3 65-79 Sedang 3 11 4 80-89 Tinggi 0 - 5 90-100 Sangat Tinggi 0 - Jumlah 26 100

Sumber :Departemen Pendidikan Nasional(2013)

Berdasarkan Tabel 4.4. menunjukkan bahwa dari hasil belajar pretest tidak ada murid yang berada pada kategori sangat tinggi dan kategori tinggi, pada

kategori sedang memiliki persentase 11% dengan jumlah 3 orang, pada kategori rendah memiliki presentase 35% jumlah dengan 9 orang, pada kategori sangat rendah memiliki presentase 54% dengan jumlah 14 orang. Hal ini dapat pula dilihat pada tabel 4.5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil pretest berdasarkan data yang telah diolah berada dalam kategori sangat rendah.

Tabel 4.5 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPA Murid Sebelum Diberikan Perlakuan (Pretest)

Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase(%)

65 – 100 Tuntas 3 12

0 – 64 Tidak Tuntas 23 88

Jumlah 26 100

Sumber: SDN 119 Belalang

Berdasarkan tabel 4.5 digambarkan bahwa kriteria seorang murid dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh skor paling rendah 65. Dari tabel tersebut terlihat bahwa jumlah murid yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan individu adalah sebanyak 23 orang atau 88% dari jumlah keseluruhan murid. Sedangkan murid yang memenuhi kriteria ketuntasan individu adalah sebanyak 3 atau 12% dari jumlah keseluruhan murid. Berdasarkan deskripsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar IPA murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang sebelum diterapkan metode

eksperimen masih banyak murid yang tidak mencapai tingkat ketuntasan belajar karena belum memenuhi kriteria KKM.

b. Data Hasil Posttest

Berdasarkan analisis deskriptif terhadap hasil belajar IPA murid kelas V SDN 119 Belalang menggunakan metode Eksperimen dengan jumlah murid 26 orang, diperoleh gambaran sebanyak 3 murid yang memperoleh skor 90 sebagai skor maksimal dan skor terendah adalah 70. Lebih jelasnya gambaran dari hasil belajar IPA murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang setelah diberi perlakuan dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar IPA Murid Setelah Diberikan Perlakuan (Posttest)

No Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase(%)

1 0-54 Sangat Rendah 0 - 2 55-64 Rendah 0 - 3 65-79 Sedang 13 50 4 80-89 Tinggi 10 38 5 90-100 Sangat Tinggi 3 12 Jumlah 26 100

Sumber : Departemen Pendidikan Nasional (2013)

Berdasarkan Tabel 4.6. menunjukkan bahwa dari hasil belajar posttest setelah diberikan perlakuan, kategori sangat tinggi memiliki presentase 12% dengan jumlah 3 orang, pada kategori tinggi memiliki persentase 38% dengan jumlah 10

orang, pada kategori sedang memiliki persentase 50% dengan jumlah 13 orang, dan tidak ada yang termasuk kategori rendah maupun sangat rendah. Hal ini dapat pula dilihat pada tabel 4.6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil posttest berdasarkan data yang telah diolah berada dalam kategori sangat tinggi karena nilai hasil belajar murid berada diatas kriteria KKM.

Tabel 4.7 Deskripsi Ketuntasan Belajar IPA Murid Setelah Diberikan Perlakuan (Posttest)

Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase(%)

65 – 100 Tuntas 26 100

0 – 64 Tidak Tuntas 0 -

Jumlah 26 100

Sumber: SDN 119 Belalang

Berdasarkan tabel 4.7 digambarkan bahwa kriteria seorang murid dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh skor paling rendah 65. Dari tabel terlihat bahwa semua murid telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar. Berdasarkan deskripsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar IPA murid kelas V SDN 119 Belalang setelah diterapkan metode eksperimen yaitu semua murid memenuhi kriteria ketuntasan belajar.

c. Perbandingan data hasil pretest dan posttest

Berdasarkan analisis deskriptif terhadap hasil belajar IPA murid kelas V SDN 119 Belalang menggunakan metode eksperimen dengan jumlah murid 26

orang, diperoleh gambaran adanya berubahan yang signifikan. Lebih jelasnya gambaran dari hasil belajar IPA sebelum dan setelah diberi perlakuan murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.8 Perbandingan Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar IPA Murid sebelum dan setelah Diberikan Perlakuan

No Interval Skor

Kategori Pre-test Posttest

Frekuensi persentase Frekuensi Persentase

1 0-54 Sangat Rendah 14 54% 0 - 2 55-64 Rendah 9 35% 0 - 3 65-79 Sedang 3 11% 13 50% 4 80-89 Tinggi 0 - 10 38% 5 90-100 Sangat Tinggi 0 - 3 12% Jumlah 26 100% 26 100%

Gambar 4.1 Perbandingan Distribusi Persentase Skor Hasil Belajar IPA Murid sebelum dan setelah Diberikan Perlakuan

Berdasarkan tabel 4.8 perbandingan di atas dapat dilihat adanya peningkatan yang siknifikan sebelum dan sesudah diterapkan model dari 26 orang kategori sangat tinggi 0% menjadi 12% dengan jumlah 3 orang, dari kategori tinggi dari 0% menjadi 10% dengan jumlah 10 orang, dari kategori sedang 11% dengan jumlah 3 orang menjadi 50% dengan jumlah 13 orang, dari kategori rendah dari 35% dengan jumlah 3 orang berkurang menjadi 0% dan kategori sangat rendah dari 54% dengan jumlah 14 orang berkurang menjadi 0%.

Tabel 4.9 Perbandingan Deskripsi Ketuntasan Belajar IPA Interval Skor Kategori Pre-test Postest

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

65 - 100 Tuntas 3 12% 26 100% 0 - 64 Tidak Tuntas 23 88% 0 0% Jumlah 26 100% 26 100% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% Sangat Rendah

Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Pretest Posttest

Gambar 4.2 Perbandingan Deskripsi Ketuntasan Belajar IPA

Berdasarkan tabel 4.9 di atas maka dapat disimpulkan perbandingan sebelum dan setelah menggunakan metode eksperimen berpengaruh terhadap hasil belajar murid terlihat bahwa sebelum diberikan perlakuan dari 26 murid, kategori tidak tuntas dengan persentase 88% dengan jumlah 23 orang menjadi 0% dan kategori tuntas dari persentase 12% dengan jumlah 3 orang menjadi 100% dengan jumlah 26 orang.

2. Hasil Analisis Inferensial

Analisis statistika inferensial pada bagian ini digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dikemukakan pada BAB III yakni metode eksperimen efektif digunakan dalam pembelajaran IPA pada murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Untuk keperluan penyajian statistiknya maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

Tuntas Tidak Tuntas

Pretest Posttest

: ≥ lawan : ≤ Keterangan

: Parameter skor rata-rata hasil belajar IPA murid sebelum diterapkan metode eksperimen yang diperoleh melalui pretest.

: Parameter skor rata-rata hasil belajar IPA murid setelah diterapkan metode eksperimen yang diperoleh melalui posttest.

Uji Hipotesis

Salah satu cara untuk mengetahui metode eksperimen efektif atau tidak digunakan dalam pembelajaran IPA pada murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang ditinjau dari aspek ketuntasan hasil belajar, maka dilakukan uji-t pada data yang telah diperoleh.

Langkah pertama membuat tabel penolong untuk mencari nilai t berada pada lampiran belakang.

Langkah selanjutnya yaitu:

1. Mencari nilai mean dari perbedaan posttest dan pretest dengan rumus: md = 23,84

2. Mencari nilai kuadrat deviasa dengan dengan menggunakan rumus : ∑ = 3415,39

3. Mencari nilai db dengan menggunakan rumus : db = 25 4. Mencari nilai t dengan rumus sebagai berikut :

.

= 10,41

Berdasarkan hasil analisis data yang diuraikan, terlihat bahwa nilai berpengaruh tidaknya hasil belajar IPA pada murid kelas V SDN 119 Belalang sebesar 10,41. Berdasarkan nilai t hitung tersebut dapat dibandingkan dengan nilai t tabel, db = n-1 → 26 – 1 = 25. Jadi, db 26 – 1 = 19 dan t 0,05 (tabel terlampir). Sementara t hitung = 10,41 dan t tabel = 1,708. Dengan demikian, t hitung ≥ t tabel.

Hipotesis yang diuji dengan statistik uji t (tes signifikan untuk desain 1) yaitu metode eksperimen berpengaruh atau efektif digunakan dalam pembelajaran IPA murid kelas V SDN 119 Belalang (H1). Dalam penelitian ini, terungkap bahwa hasil belajar IPA dengan menggunakan metode eksperimen lebih baik digunakan dibandingkan dengan nilai murid yang tidak menggunakan metode eksperimen. Dalam pengujian statistik, hipotesis ini dinyatakan sebagai berikut:

Setelah diadakan perhitungan berdasarkan hasil statistik inferensial jenis uji t desain 2 diperoleh nilai t hitung 10,41. Kriteria pengujiannya adalah H0 diterima jika t hitung < t tabel dan H0 ditolak jika t hitung > t tabel. Nilai t tabel = db = 26 – 1 = 25(angka 25 inilah yang dilihat dalam tabel). Pada taraf signifikan 0,05 diperoleh 1,708 dan ternyata t hitung > t tabel.

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian penggunaan metode eksperimen, dikatakan berpengaruh atau

efektif digunakan dalam pembelajaran IPA pada murid kelas V SDN 119 Belalang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.

Dokumen terkait