• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden dengan menggunakan rumus slovin. Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada keluarga miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone dapat diketahui identitas responden berdasarkan jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir

dan pekerjaan. Adapun karasteristik responden diantaranya sebagai berikut :

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis kelamin adalah perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara biologis sejak seorang itu dilahirkan. Berikut ini jenis kelamin dari 75 responden yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.2

Jenis Kelamin Responden

No Jenis Kelamin Frekuensi

1 Laki-Laki 26

2 Perempuan 49

Jumlah 75

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa yang menjadi responden adalah kebanyakan perempuan yaitu jumlah perempuan sebanyak 49 orang.

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Umur adalah rentan kehidupan yang diukur dengan tahun atau lamanya hidup dalam tahun yang dihitung sejak dilahirkan. Umur dari responden yang termasuk dalam keluarga miskin Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone berbeda-beda, dapat dilihat pada tabel :

Tabel 4.3 Umur Responden

No Umur Frekuensi

1 ˂30 10

2 31-35 14

3 36-40 19

4 41-45 8

5 ˃45 24

Jumlah 75

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa ada 10 orang responden yang berusia ˂30, 14 orang yang berusia 31-35, ada 19 orang yang berusia 36-40, 8 orang yang berusia 41-45 dan yang paling banyak yaitu 24 orang yang berusia ˃45.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan adalah segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia dengan berbagai tujuan. Pekerjaan keluarga miskin yang ada di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone berberda-beda, ada petani, ibu rumah tangga dan pedagang. Berikut ini pekerjaan dari 75 responden yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.4

Pekerjaan Responden

No Pekerjaan Frekuensi

1 Petani 26

2 Ibu Rumah Tangga 41

3 Pedagang 8

Jumlah 75

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Pada tabel di atas dapat di lihat bahwa ada 26 orang yang berprofesi sebagai petani, 41 orang ibu rumah tangga dan 8 orang

sebagai pedagang. Sehinnga hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata yang termasuk dalam kelompok keluarga miskin yaitu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan adalah sarana yang dapat membebaskan seseorang dari kebodohan dan hal-hal yang ditimbulkan dari kebodohan itu seperti kemiskinan. Pendidikan para keluarga miskin yang ada di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone berberda-beda, ada SD, SMP, SMA.

Berikut ini pendidikan dari 75 responden yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.5

Pendidikan Terakhir Responden

No Pendidikan Frekuensi

1 SD 47

2 SMP 23

3 SMA 5

Jumlah 75

Sumber : Data Primer, Tahun 2021

Pada tabel di atas dapat di lihat bahwa ada 47 orang yang tingkat pendidikannya SD, 23 orang tingkat pendidikan SMP dan 5 orang dengan tingkat pendidikan SMA. Sehinnga hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata yang termasuk dalam kelompok keluarga miskin yaitu yang tingkat pendidikan SD.

2. Deskripsi Variabel

Deskripsi variabel menggambarkan tanggapan para keluarga miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Mengenai indikator-indikator dan rata-rata skor untuk Pendidikan (X1), kesehatan (X2),

kesempatan kerja (X3) dan keluarga miskin (Y) dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Tanggapan Responden Mengenai Pendidikan (X1)

Pendidikan merupakan kebutuhan paling asasi bagi semua orang karena masyarakat yang berpendidikan setidaknya dapat memiliki kemampuan untuk membebaskan diri dari kemiskinan (Arsyad, 2010).

Tanggapan responden mengenai pendidikan dapat dilihat dari hasil skor jawaban pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.6

Frekuensi Jawaban Variabel pendidikan (X1)

No Pernyataan TS KS S SS Total

1 Bagi saya pendidikan yang tinggi dapat meningkatkan

kesejahteraan

0 9 54 12 75

Percent 0% 12% 72% 16% 100%

2 Bagi saya pemahaman masyarakat akan pendidikan kurang

0 8 49 18 75

Percent 0% 10,7% 65,3% 24% 100%

3 Bagi saya rendahnya pendidikan

mempengaruhi kebutuhan ekonomi

0 4 46 25 75

Percent 0% 5,3% 61,3% 33,3% 100%

4 Saya mengerti pendidikan wajib 12 Tahun

0 0 41 34 75

Percent 0% 0% 54,7% 45,3% 100%

5 Saya mengerti pendidikan itu penting

0 0 23 52 75

Percent 0% 0% 30,7% 69,3% 100%

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui pernyataan variabel pendidikan sebagai berikut :

1) Item pernyataan ke-1 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 72% (setuju) dan frekuensi paling rendah adalah 0%

(tidak setuju).

2) Item pernyataan ke-2 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 65,3% (setuju) dan frekuensi paling rendah adalah 0%

(tidak setuju).

3) Item pernyataan ke-3 menunjukkan bahwa frekuensi tertinngi mencapai 61,3% (setuju) dan frekuensi paling rendah adalah 0%

(tidak setuju).

4) Item pernyataan ke-4 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 54,7% (setuju) dan frekuensi paling rendah adalah 0%

(tidak setuju).

5) Item pernyataan ke-5 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 69,3% (sangat setuju) dan frekuensi paling rendah adalah 0% (tidak setuju).

b. Tanggapan Responden Mengenai Kesehatan (X2)

Rendahnya produktivitas tenaga kerja kaum miskin dapat disebabkan oleh karena rendahnya akses mereka untuk memperoleh kesehatan. Tanggapan responden mengenai kesehatan dapat dilihat dari hasil skor jawaban pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.7

Frekuensi Jawaban Variabel Kesehatan (X2)

No Pernyataan TS KS S SS Total

1 Pelayanan kesehatan harus lebih ditingkatkan

0 8 53 14 75

Percent 0% 10,7% 70,7% 18,7% 100%

2 Pelayanan kesehatan yang diberikan semakin baik di puskesmas

0 14 54 7 75

Percent

0% 18,7% 72% 9,3% 100%

3 Tidak ada perbedaan kesenjangan dalam pemberian pelayanan kesehatan

0 20 52 3 75

Percent 0% 26,7% 69,3% 4% 100%

4 Pengadaan air bersih 0 8 55 12 75

Percent 0% 10,7% 73,3% 16% 100%

5 Membantu dan memenuhi 0 1 46 28 75

kebutuhan gizi untuk orang hamil dan anak balita.

Percent 0% 1,3% 61,3% 37,3% 100%

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui pernyataan variabel kesehatan sebagai berikut :

1) Item pernyataan ke-1 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 70,7% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

2) Item pernyataan ke-2 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 72% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

3) Item pernyataan ke-3 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 69,3% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

4) Item pernyataan ke-4 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 73,3% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

5) Item pernyataan ke-5 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 61,3% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

c. Tanggapan Responden Mengenai Kesempatan Kerja (X3)

Masyarakat miskin umumnya memiliki masalah dalam mendapatkan kesempatan kerja, terbatasnya peluang mengembangkan

usaha, perlindungan terhadap aset usaha, dan perbedaan upah serta lemahnya perlindungan kerja terutama bagi pekerja anak dan pekerja perempuan (Astrini, 2013). Adapun Tanggapan responden mengenai kesempatan kerja dapat dilihat dari hasil skor jawaban pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.8

Frekuensi Jawaban Variabel Kesempatan kerja (X3)

No Pernyataan TS KS S SS Total

1 Bagi saya pendidikan hanya tamat SD sulit untuk mencari pekerjaan

0 0 15 60 75

Percent 0% 0% 20% 80% 100%

2 Bagi saya pendidikan tamat Diploma/Sarjana mudah untuk mencari pekerjaan

0 0 25 50 75

Percent

0% 0% 33,3% 66,7% 100%

3 Saya mencari informasi bahwa banyaknya pengangguran berpengaruh pada kemiskinan

0 0 42 33 75

Percent 0% 0% 56% 44% 100%

4 Bekerja itu penting untuk mendapatkan penghasilaan

0 0 50 25 75%

Percent 0% 0% 66,7% 33,3% 100%

5 Saya mengerti orang yang berpenghasilan mampu memenuhi kebutuhannya

0 0 33 42 75

Percent 0% 0% 44% 56% 100%

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui pernyataan variabel kesempatan kerja sebagai berikut :

1) Item pernyataan ke-1 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 80% (sangat setuju) dan frekuensi terendah adalah 0%

(tidak setuju).

2) Item pernyataan ke-2 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 66,7% (sangat setuju) dan frekuensi terendah adalah 0%

(tidak setuju).

3) Item pernyataan ke-3 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 56% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

4) Item pernyataan ke-4 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 66,7% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

5) Item pernyataan ke-5 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 56% (sangat setuju) dan frekuensi terendah adalah 0%

(tidak setuju).

d. Tanggapan Responden Mengenai Keluarga Miskin (Y)

Kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk membeli barang-barang kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian,dan obat-obatan.

Adapun Tanggapan responden mengenai keluarga misin dapat dilihat dari hasil skor jawaban pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.9

Frekuensi Jawaban Variabel Keluarga Miskin (Y)

No Pernyataan TS KS S SS Total

1 Kondisi makanan sehari-hari anda beserta keluarga sudah cukup

0 0 35 40 75

Percent 0% 0% 46,7% 53,3% 100%

2 Makanan yang anda makan memenuhi 4 sehat 5 sempurna

0 0 54 21 75

Percent

0% 0% 72% 28% 100%

3 Keluarga mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari hari

0 1 59 15 75

Percent 0% 1,3% 78,7% 20% 100%

4 Masing-masing anggota keluarga memilki pakaian yang berbeda dirumah, sekolah dan bekerja

0 0 60 15 75

Percent 0% 0% 80% 20% 100%

5 Anda memiliki tempat 0 0 53 22 75

tinggal yang layak

Percent 0% 0% 70,7% 29,3% 100%

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui pernyataan variabel keluarga miskin sebagai berikut :

1) Item pernyataan ke-1 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 53,3% (sangat setuju) dan frekuensi terendah adalah 0%

(tidak setuju).

2) Item pernyataan ke-2 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 72% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

3) Item pernyataan ke-3 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 78,7% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju),

4) Item pernyataan ke-4 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 80% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

5) Item pernyataan ke-5 menunjukkan bahwa frekuensi tertinggi mencapai 70,7% (setuju) dan frekuensi terendah adalah 0% (tidak setuju).

3. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah pengujian data untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak (Imam Ghazali, 2011:29). Data yang berdistribusi normal akan memperkecil kemungkinan terjadinya

bias. Dalam penelitian ini, cara untuk mengetahui kenormalan distribusi data menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dengan pendekatan Exact melalui program SPSS. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Test dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.10

Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 75

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation ,65112816

Most Extreme Differences Absolute ,145

Positive ,071

Negative -,145

Test Statistic ,145

Asymp. Sig. (2-tailed) ,000c

Exact Sig. (2-tailed) ,077

Point Probability ,000

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4.10 hasil pengujian Kolmogorov-Smirnov Test dengan pendekatan Exact diperoleh nilai signifikan sebesar 0,077, nilai ini lebih besar dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Ghozali (2013:139), uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamat yang lain. Pengambilan keputusan menurut (Priyanto, 2010) yaitu dengan cara :

1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang melebar kemudian menyempit), maka terjadi heteroskedastisitas.

2) Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari output regresi titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi.

Tabel 4.11

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Pada tabel 4.11, terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas dan tersebar dengan baik di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menandakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi bagaimana pengaruh variabel berdasarkan masukan variabel independennya.

c. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas merupakan keadaan dimana ada hubungan linier secara sempurna atau mendekati sempurna antara variabel independen dalam model regresi (Priyanto, 2010). Menurut Hair (Priyanto, 2010), variabel yang menyebabkan multikolinieritas dapat dilihat dari nilai toleransi yang lebih kecil dari 0,10 atau nilai VIF yang lebih besar dari nilai 10. Berdasarkan aturan Varian Inflation Factor (VIF) dan tolerance, yaitu apabila VIF lebih dari 10 atau tolerance kurang dari 0,10 maka dinyatakan terjadi gejala multikolinieritas. Sebaliknya jika nilai VIF kurang dari 10 atau tolerance lebih dari 0,10 maka dinyatakan tidak terjadi Multikolinieritas.Tujuan dilakukan uji multikolinieritas adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat di bawah ini :

Tabel 4.12

a. Dependent Variable: Keluarga miskin

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.12 di atas maka dapat diketahui nilai VIF untuk masing-masing variabel penelitian sebagai berikut:

1) Nilai VIF untuk variabel pendidikan sebesar 1.007 ˂ 10 dan nilai tolenrance sebesar 0,993 ˃ 0,10 maka variabel pendidikan dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinieritas.

2) Nilai VIF untuk variabel kesehatan sebesar 1.024 ˂ 10 dan nilai tolerance sebesaar 0,976 ˃ 0,10 maka variabel kesehatan dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinieritas.

3) Nilai VIF untuk variabel kesempatan kerja sebesar 1.026 ˂ 10 dan nilai tolerance sebesar 0,975 ˃ 0,10 maka variabel kesempatan kerja dinyatakan tidak terjadi gejala multikolinieritas.

4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen yang digunakan untuk memprediksi atau meramalkan suatu nilai variabel dependen berdasarkan variabel independen (Priyanto, 2010). Persamaan regresi dapat dilihat dari tabel hasil hasil coefficients berdasarkan output SPSS versi 24 terhadap ke tiga variabel independen yaitu pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja terhadap keluarga miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone ditunjukkan pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.13

Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa

a. Dependent Variable: Keluarga miskin

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.13, hasil dari koefisien regresi (β) di atas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :

Y= α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + e

Y= 10,127 - 0,046 X1 - 0,268 X2 - 0,206 X3 - e

Hasil dari persamaan regresi di atas dapat di interpretasikan sebagai berikut :

a. Nilai koefisien α sebesar 10.127, jika variabel pendidikan (X1), kesehatan (X2), dan kesempatan kerja (X3) tanpa mengalami perubahan atau konstan, maka memungkinkan terjadinya peningkatan kemiskinan sebesar 10,127.

b. Nilai koefisien β1 = -0,046, hal ini menunjukkan bahwa jika terjadi penurunan pada pendidikan sebesar 1% maka tingkat keluarga miskin juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,046%.

c. Nilai koefisien β2 = 0,268, hal ini menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan pada kesehatan sebesar 1% maka tingkat keluarga miskin juga akan mengalami penurunan sebesar 0.268%.

d. Nilai koefisien β3 = 0.206, hal ini menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan pada kesempatan kerja sebesar 1% maka tingkat keluarga miskin akan mengalami penurunan sebesar 0.206%.

5. Hasil Uji Statistik

a. Uji Koefisien Determinasi (R²)

Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan, kesehatan dan

kesempatan kerja secara persial. Adapun hasil koefisien determinasi sebagai berikut :

Tabel 4.14

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²) Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,454a ,206 ,173 ,58243

a. Predictors: (Constant), Kesempatan kerja, Pendidikan, Kesehatan

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Pada tabel 4.14 menunjukkan bahwa dipengaruhi nilai koefisien R Square (R²) sebesar 0.206 atau 20,6%. Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa besarnya pengaruh variabel pendidikan, kesehatan dan kesempatan kerja terhadap keluarga miskin sebesar 0.206 (20,6%).

b. Uji Simultan (Uji – F)

uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan significance level 0,05 (∝= 5%). Ketentuan penerimaan atau penolakan hipotesis yaitu :

a) Jika nilai signifikan >0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi tidak signifikan) ini berarti bahwa secara simultan ketiga variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen

b) Jika nilai signifikan ≤0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi signifikan). Ini berarti secara simultan ketiga variabel independen

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

Adapun hasil dari uji simultan (uji – F) dibawah ini :

Tabel 4.15

Hasil Uji Simultan (Uji – F)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 6,262 3 2,087 6,153 ,001b

Residual 24,085 72 ,339

Total 30,347 75

a. Dependent Variable: Keluarga miskin

b. Predictors: (Constant), Kesempatan kerja, Pendidikan, Kesehatan

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.15 dapat dijelaskan bahwa nilai f hitung sebesar (6,153) dan signifikansi pada tingkat kekeliruan (α=0.05), dengan nilai signifikansi 0,001, nilai ini lebih kecil dari 0.05.

perbandingkan nilai f hitung dan nilai f tabel dengan α=0.05 dengan derajat bebas df=n-k-1 untuk pengujian satu sisi adalah sebesar 3,13.

Jadi dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi signifikan dan ini berarti bahwa secara simultan variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

c. Uji Parsial (Uji – t)

Uji t digunakan untuk menguji hubungan regresi secara persial atau terpisah. Pengujian dilakukan untuk melihat kuat tidaknya pengaruh masing-masing variabel bebas secara terpisah terhadap variabel tidak bebas. Adapun hasil dari uji – t ) sebagai berikut :

Tabel 4.16

a. Dependent Variable: Keluarga miskin

Sumber : Hasil Olah Data SPSS Versi 24

Untuk mengetahui apakah variabel independen secara persial berpengaruh terhadap variabel dependen dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Pengaruh Pendidikan Terhadap Keluarga Miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.

Hipotesis statistik untuk menguji pendidikan berpengaruh terhadap keluarga miskin yaitu sebagai berikut :

Ho1 : β1 = 0 : pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keluarga miskin.

Ha1 : β1≠0 : pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keluarga miskin.

Hasil perhitungan koefisien regresi diperoleh t hitung untuk variabel X1 sebesar (-0.456) dan signifikansi pada tingkat kekeliruan

(α=0.05), dengan nilai signifikansi 0,649, nilai ini lebih besar dari 0.05 artinya tidak signifikan. Hasil pengujian (penerimaan/penolakan Ho) dapat dilihat dengan membandingkan nilai t hitung dan nilai t tabel dengan α=0.05 dengan derajat bebas df=n-k-1 untuk pengujian satu sisi adalah sebesar 1,671. Dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Jika : t hitung ≥ t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak

Berdasarkan t hitung untuk koefisien variabel pendidikan sebesar -0,456 lebih kecil dari t tabel 1,671, maka pada tingkat kekeliruan 5% Ha ditolak dan Ho diterima. Jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak/tidak terbukti. Artinya pada tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keluarga miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.

2) Pengaruh Kesehatan Terhadap Keluarga Miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone

Hipotesis statistik untuk menguji kesehatan berpengaruh terhadap keluarga miskin yaitu sebagai berikut :

Ho2 : β2 = 0 : kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keluarga miskin.

Ha2 : β2≠0 : kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keluarga miskin.

Hasil perhitungan koefisien regresi diperoleh t hitung untuk variabel X2 sebesar (3,210) dan signifikansi pada tingkat kekeliruan (α=0.05), dengan nilai signifikansi 0,002, nilai ini lebih kecil dari 0.05 artinya signifikan. Hasil pengujian (penerimaan/penolakan Ho) dapat

dilihat dengan membandingkan nilai t hitung dan nilai t tabel dengan α=0.05 dengan derajat bebas df=n-k-1 untuk pengujian satu sisi adalah sebesar 1,671. Dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Jika : t hitung ≥ t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak

Berdasarkan t hitung untuk koefisien variabel kesehatan sebesar 3,210 lebih besar dari t tabel 1,671, maka pada tingkat kekeliruan 5% Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima/terbukti. Artinya pada tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keluarga miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.

3) Pengaruh Kesempatan Kerja Terhadap Keluarga Miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone

Hipotesis statistik untuk menguji kesempatan kerja berpengaruh terhadap keluarga miskin yaitu sebagai berikut :

Ho3 : β3 = 0 : kesempatan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keluarga miskin.

Ha3 : β3≠0 : kesempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keluarga miskin.

Hasil perhitungan koefisien regresi diperoleh t hitung untuk variabel X3 sebesar (2,316) dan signifikansi pada tingkat kekeliruan (α=0.05), dengan nilai signifikansi 0,023, nilai ini lebih kecil dari 0.05 artinya signifikan. Hasil pengujian (penerimaan/penolakan Ho) dapat dilihat dengan membandingkan nilai t hitung dan nilai t tabel dengan

α=0.05 dengan derajat bebas df=n-k-1 untuk pengujian satu sisi adalah sebesar 1,671. Dengan kriteria pengujian sebagai berikut : Jika : t hitung ≥ t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak

Berdasarkan t hitung untuk koefisien variabel pendidikan sebesar 2,316 lebih besar dari t tabel 1,671, maka pada tingkat kekeliruan 5% Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima/terbukti. Artinya pada tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa kesempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keluarga miskin di Desa Palakka Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.

Dokumen terkait