BAB II KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini memperoleh beberapa data yang didapat dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi, serta tes. Wawancara dilakukan sebelum dan sesudah diberi tindakan, adapun yang menjadi narasumber adalah guru. Tujuan wawancara kepada guru yaitu untuk memperoleh informasi mengenai masalah pembelajaran yang ada di kelas IV serta penyebab adanya masalah tersebut sebelum dilakukan tindakan dan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD.
Observasi dilakukan untuk mengamati dari aktivitas guru dan aktivitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan foto-foto saat proses pembelajaran berlangsung sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan penelitian. Sedangkan tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi menentukan nilai KPK dan FPB dari dua bilangan.
Adapun tahapan dari tiap siklus yang dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas adalah sebagai berikut:
1. Prasiklus
Tahap prasiklus dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 November 2019 untuk mencari data awal tentang hasil belajar peserta didik kelas IV mata pelajaran Matematika materi KPK dan FPB di MI At-Tauhid Surabaya dengan melihat hasil ulangan harian peserta didik dan wawancara kepada guru kelas yaitu ibu Nurul Chilmiyah.
Adapun hasil wawancara dengan guru diperoleh data jumlah peserta didik kelas IV sebanyak 29 peserta didik, KKM untuk kelas IV yaitu 75, karakteristik peserta didik kelas IV yaitu senang bergerak, bermain, terkadang ramai saat pelajaran dan suka belajar secara langsung. Kendala yang dialami guru saat proses pembelajaran yaitu peserta didik ada yang ramai, sulit dikondisikan dan saat di rumah kurang mendapat perhatian dari orangtuanya. Metode yang sering digunakan guru saat mengajar yaitu ceramah dan penugasan seperti diberikan soal-soal. Selain itu peserta didik juga cenderung merasa bosan dan menganggap bahwa Matematika merupakan pelajaran yang sulit. Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika materi menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan dapat diketahui dari nilai hasil belajar peserta didik yang masih di bawah KKM. Dari jumlah 29 peserta didik, yang belum tuntas sebanyak 21 peserta didik. Berikut adalah rekapitulasi nilai hasil belajar materi KPK dan FPB mata pelajaran Matematika berdasarkan hasil nilai ulangan harian kelas IV MI At-Tauhid Surabaya.
Tabel 4.1
Hasil Belajar Matematika Materi KPK dan FPB Tahap Prasiklus
No. Nama KKM Nilai Keterangan
1. AHM
75
46 Tidak Tuntas
2. AM 48 Tidak Tuntas
3. AAR 76 Tuntas
4. APMI 58 Tidak Tuntas
5. ASR 88 Tuntas
6. CFAZ 90 Tuntas
7. CSQ 82 Tuntas
8. DAS 62 Tidak Tuntas
9. FA 58 Tidak Tuntas
10. HRS 36 Tidak Tuntas
11. IDS 48 Tidak Tuntas
12. KUT 78 Tuntas
13. LK 42 Tidak Tuntas
14. MAH 76 Tuntas
15. BCA 54 Tidak Tuntas
16. MMAC 36 Tidak Tuntas
17. MUU 50 Tidak Tuntas
18. MDSDAC 32 Tidak Tuntas
19. MUHA 68 Tidak Tuntas
20. MMAAC 62 Tidak Tuntas
21. MNAA 56 Tidak Tuntas
22. MA 52 Tidak Tuntas
23. MYAH 24 Tidak Tuntas
24. MAD 52 Tidak Tuntas
25. NPS 30 Tidak Tuntas 26. NSAK 80 Tuntas 27. NFS 68 Tidak Tuntas 28. SRM 88 Tuntas 29. SH 24 Tidak Tuntas Total 1664 Rata-rata 57,38 Persentase Ketuntasan 27,58%
Berdasarkan data pada Tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata peserta didik yaitu 57,38 dan persentase ketuntasan hasil belajar peserta
didik yaitu 27,58%. Dari data di atas dapat dinyatakan bahwa persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik masih rendah karena dari 29 peserta didik hanya 8 peserta didik yang tuntas.
2. Siklus I
a. Tahap Perencanaan (planning)
Pada tahap perencanaan ini, peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP yang sudah dilengkapi dengan instrumen penilaian, lembar observasi guru serta lembar observasi peserta didik yang akan digunakan untuk pelaksanaan proses pembelajaran pada saat siklus I. Setelah itu semua dokumen yang akan digunakan divalidasikan terlebih dahulu ke validator, sehingga tujuan dari penyusunan dokumen tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur oleh peneliti.
b. Tahap Pelaksanaan (Acting)
Tahapan ini berisi tentang proses pembelajaran pada materi KPK dan FPB dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tahap pelaksanaan siklus I ini dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2019 pukul 08.05-09.15 WIB pada jam pelajaran ke 2 dan 3. Proses pembelajaran yang dilakukan sudah mendapatkan izin penelitian dari pihak sekolah yaitu dari kepala sekolah serta dari guru kelas IV MI At-Tauhid Surabaya, dengan prosedur bahwa peneliti bertindak sebagai guru, sedangkan guru kelas bertindak sebagai observer. Adapun proses pelaksanaan pembelajaran pada
siklus I adalah sebagai berikut. 1) Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan pembelajaran diawali dengan guru mengucapkan salam dengan suara yang lantang dan tegas, kemudian guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik pada saat itu di kelas IV MI At-Tauhid Surabaya. Sebelum pembelajaran dimulai guru mengajak seluruh peserta didik dengan semangat untuk membaca doa bersama-sama, dan sebelum menyampaikan materi atau tujuan pembelajaran, guru menanyakan materi sebelumnya terlebih dahulu. Kegiatan tersebut bertujuan agar peserta didik dapat mengingat kembali materi sebelumnya dan mengaitkan dengan materi yang akan disampaikan pada saat itu. Kemudian guru melakukan apersepsi dan memberikan semangat belajar terhadap peserta didik dengan melakukan ice breaking berupa tepuk semangat. Peserta didik sangat antusias dalam melakukan tepuk semangat.
2) Kegiatan Inti
Kegiatan selanjutnya merupakan kegiatan inti yang menggunakan prinsip-prinsip model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang terdiri dari menyajikan materi, kerja kelompok, tahap tes individu, tahap perhitungan skor, dan yang terakhir yaitu tahap penghargaan kelompok.
Kegiatan inti yang pertama adalah guru menyajikan materi tentang menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan dengan kurang semangat, saat guru menyajikan materi beberapa peserta didik mengamati penjelasan dari guru tentang materi tersebut dengan keadaan yang kurang semangat juga. Setelah itu guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait materi tersebut, jika mereka belum bisa memahami materi yang telah disampaikan oleh guru. Jika tidak ada yang bertanya, sebelum guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok diskusi guru memberikan contoh soal tentang materi tersebut serta menjelaskan cara penyelesaiannya.
Kegiatan selanjutnya adalah guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok diskusi secara heterogen, di dalam kelompok diskusi tersebut peserta didik yang sudah mampu atau sudah memahami materi tersebut dapat menjelaskan ke teman kelompoknya yang belum bisa. Peserta didik melakukan diskusi kelompok secara baik, dan Setelah selesai lembar kerja kelompok dikumpulkan dan guru memberikan lembar kerja individu kepada setiap peserta didik, saat mengerjakan lembar kerja individu peserta didik mengerjakan secara mandiri tanpa diskusi. Setelah selesai peserta didik dapat mengumpulkan hasil kerjanya di depan kelas, setelah itu guru menghitung nilai kelompok dan nilai individu untuk digabungkan, nilai kelompok terbaik akan mendapatkan penghargaan
dari guru. Adapun kegiatan inti tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1
Proses Pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siklus I
Guru menyajikan materi pembelajaran
Peserta didik belajar dalam kelompok
Peserta didik mengerjakan tes individu
Pemberian penghargaan
3) Kegiatan Penutup
Kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan penutup, kegiatan ini merupakan akhir dari proses pembelajaran Matematika materi menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD. Pada kegiatan ini guru memberi penguatan materi yang telah dipelajari kepada peserta didik agar peserta didik lebih memahami lagi materi tersebut, guru memberikan penguatan secara baik. Setelah itu guru bersama peserta didik membuat kesimpulan atau merefleksikan tentang materi yang telah dilakukan dan setelah itu guru menutup pertemuan dengan doa dan dilanjutkan dengan mengucapkan salam.
a. Tahap Pengamatan (Observing)
Pada tahapan ini, peneliti melakukan pengamatan dengan menilai lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas peserta didik sesuai dengan kriteria yang sudah dirancang. Observer dalam penelitian ini adalah Ibu Nurul Chilmiyah selaku guru kelas IV MI At-Tauhid Surabaya. Observer mengamati dan menilai aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, hasil tes hasil belajar peserta didik juga dilakukan penilaian pada tahap ini.
1) Hasil Observasi Aktivitas Guru
model koopratif tipe student teams achievement division pada saat pembelajaran. Adapun hasil observasi aktivitas guru dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini.
Tabel 4.2
Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I
Aspek yang Diamati Skor
1 2 3 4
Pendahuluan
1. Guru membuka pelajaran dengan
mengucapkan salam dan mengecek kehadiran peserta didik
√ 2. Guru memastikan peserta didik siap
menerima pelajaran √
3. Guru memotivasi peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran dengan memberikan ice breaking
√ 4. Guru melakukan apersepsi mengenai materi
pertemuan sebelumnya dan mengaitkan materi yang akan dibahas
√ 5. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
√
Kegiatan Inti