• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.1 Implementasi corporate social responsibility Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara merupakan Bank Sentral Republik Indonesia yang memiliki program kegiatan corporate social responsibility atau disebut PSBI yang bertujuan untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan klaster cabai merah pada Kelompok Juli Tani di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Deliserdang sebagai penyuplai cabai merah serta mendukung ketahanan pangan untuk Kabupaten Deliserdang dan sekitarnya. Dipilihnya kelompok Juli Tani sebagai salah satu PSBI adalah telah terujinya kelayakan tanaman cabai merah yang akan berdampak terdahap inflasi Bank Indonesia, dapat meningkatkan akses keuangan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta dapat mendorong pertumbuhan usaha berbasis sumber daya lokal. Oleh sebab itu, melalui pengembangan klaster ini diharapkan dapat menjadikan Deliserdang sebagai daerah penyuplai cabai merah. Sekaligus juga mendukung ketahanan pangan daerah itu sendiri dan sekitarnya terutama Kota Medan. Dalam pengembangan terhadap kelompok Juli Tani ini diharapkan dapat menjadi keunggulan tersendiri dan dapat dipertahankan sehingga bisa menjadi contoh bagi kelompok tani yang

lainnya. Pengembangan yan dilakukan bukan hanya sekali saja, melainkan secara continue. Mulai dari masa tanam hingga masa panen.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa gaya kepemimpinan yang dilakukan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut sangatlah baik sehingga Program Bantuan Sosial Bank Indonesia yang dilakukan berjalan dengan lancar. Program pengembangan klaster cabai merah merupakan langkah awal bagi pihaknya dalam rangka mewujudkan tercapainya Kabupaten Deliserdang sebagai kawasan terpadu penyangga ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini telah disepakati oleh PemKab Deiserdang dengan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dalam penandatanganan kesepahaman bersama (MoU). Peluncuran proram kerjasama itu ditandai dengan penyematan pin Wira Usaha Deliserdang kepada peserta pelatihan yang telah diseleksi. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyerahkan bantuan alat-alat pertanian kepada Kelompok Juli Tani.

Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam memberikan pengarahan kepada karyawan apalagi pada saat sekarang ini dimana semua serba terbuka, maka kepemimpinan yang bisa memberdayakan karyawannya. Pemimpin yang otoriter, patisipatif, delegatif, karismatik, dan demokrasi yang baik mampu mendorong karyawan untuk memberikan kinerja yang terbaik.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara membuat Program Sosial Bank Indonesia yang berjeniskan kegiatan pengembangan klaster cabai merah terhadap Kabupaten Deliserdang yaitu kelompok Juli Tani. Pengembangan klaster cabai merah adalah langkah awal bagi petani cabai merah

yang ada di Kabupaten Deliserdang agar dapat bersaing di pasaran. Dengam memberikan kualitas yang lebih baik dibanding daerah lain. Kelompok Juli Tani merasa dengan adanya Program Sosial Bank Indonesia ini, telah menunjukkan dampak yang baik bagi para petani yang tergabung sehingga dapat mensejahterahkan kelompok Juli Tani.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, menurut Yareli selaku ketua kelompok Juli Tani memberikan informasi bahwa Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara tidak pernah memberikan bantuan berupa anggaran dalam bentuk uang, melainkan diberikannya bantuan alat-alat seperti mesin APPO, Hand Tractor Cultivator, dan Traktor Mini.

1. Mesin APPO

Mesin APPO atau mesin dan alat pengolahan pupuk organik merupakan alat yang digunakan untuk mencacah daun, jerami dahan pisang, ranting pohon, dan bahan kompos lain hingga bentuknya menjadi cukup halus. Dengan menggunakan mesini ini, proses pembuatan kompos menjadi lebih mudah dan cepat. Sebab, hasil pencacahan ini sudah bisa langsung diproses untuk membuat kompos. Tidak hanya untuk membuat pupuk, alat ini juga bisa digunakan untuk mencacah bahan pakan ternak, seperti sisa sayuran, rumput gajah, dan sebagainya.

2. Hand Tractor Cultivator

Hand Tractor Cultivator atau disebut Cultivator Quick Baja adalah kebutuhan mekanisasi alat pertanian yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian di Indonesia. Quick Cakar Baja memiliki keunggulan dengan bobot yang relatif ringan sehingga mudah dalam penanganannya terutama saat pindah

lahan. Quick Cakar Baja bekerja untuk mengolah tanah menggunakan pisau cakar yang berputar. Desain Gear Box yang lebih ringan dan berbahan cor membuat bearing pada main axle tidak mudah rusak, serta radius belok yang kecil memberi kemudahan saat bermanufer dan juga minim getaran sehingga membuat Quick Cakar Baja nyaman saat dioperasikan. Stang kemudi dapat diatur menyesuaikan pemakai, ada pilihan kopling jalan dengan memakai fasilitas otomatis atau tidak otomatis sehingga memudahkan operator dalam pengoperasiannya.

Quick Cakar Baja dilengkapi dengan beberapa perlengkapan Main Blade yang digunakan untuk mengolah lahan. Lebar dan kedalaman tanah dapat diatur, kecepatan maju dan putaran pisau mudah diatur serta mudah dikendalikan sehingga tanah akan tuntas dalam pengolahannya. Main Blade ini terbagi menjadi tiga macam tipe dengan spesialisasi pengolahan lahan yang berbeda-beda. Juga ada beberapa perlengkapan lain untuk memaksimalkan kerja Quick Cakar Baja.

3. Traktor Mini

Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau instrument yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, “unit traktor” yang mendefiniskan kendaraan truk semi-trailer.

Traktor mini merupakan traktor yang mempunyai dua poros roda (beroda empat). Traktor ini memiliki panjang berkisar 1790-2070 mm, lebar berkisar

9951020 mm dan dayanya berkisar 12,5-20 HP. Pada elemennya traktor jenis ini digerakkan oleh motor diesel dan silinder atau lebih, mempunyai 6 kecepatan (versneling) maju dan 2 kecepatan mundur, yang dibedakan menjadi 4 macam kecepatan rendah (termasuk kecepatan mundur). Kecepatan kerja berkisar 0,94-4,79 km/jam dan kecepatan transport antara 7,54-13,31 km/jam. Trkator jenis ini sudah dilengkapi dengan PTO (power take off), three point hitch (tiga titik penggandengan/sistem mounted). Pada umumnya konstruksi traktor mini tidak banyak berbeda dengan traktor besar, perbedaannya hanya pada dayanya saja.

Dalam pengembangan klaster cabai merah pihak Bank Indonesia bukan hanya memberikan bantuan alat-alat penanaman melainkan diberikannya pelatihan kepada kelompok Juli Tani dalam pembuatan pupuk organik sendiri dengan waktu yang relatif singkat serta biaya yang murah, pengolahan lahan sempurna. Hal ini bertujuan agar biaya produksi tanaman cabai merah menjadi lebih murah sehingga dapat berdampak terhadap harga cabai itu sendiri dan dapat dikendalikan dengan harga pasar lainnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menjelaskan pengembangan klaster cabai merah dilakukan oleh Kelompok Juli Tani di Desa Sidodadi Kecamatan Beringin. Pemilihan kelompok tani tersebut berdasarkan usulan dari Dinas Pertanian Deliserdang dan juga hasil survei dengan pertimbangan melihat pengalaman, potensi lahan, kelembagaan dan inovasi.

Cabai merah menjadi pilihan karena merupakan penyumbang inflasi tersebar di wilayah Medan maupun Sumut pada tahun 2016 sebanyak 66 persen inflasi Sumut disumbang oleh cabai merah. Oleh sebab itu, melalui pengembangan

klaster ini diharapkan dapat menjadikan Deliserdang sebagai daerah penyuplai cabai merah sekaligus juga mendukung ketahanan pangan daerah itu sendiri dan sekitarnya terutama Kota Medan. Dalam pengembangan pada kelompok Tani ini diharapkan dapat menjadi keunggulan tersendiri dan dapat dipertahankan sehingga bisa menjadi contoh kelompok tani yang lainnya.

Menurut Arif selaku kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyatakan selain kerjasama pengembangan klaster cabai merah, pihak Bank Indonesia akan memfasilitasi pengembangan wirausahawan baru Deliserdang. Wirausahawan terpilih akan mengikuti program pendampingan intensif selama kurang lebih 6 bulan. “Tujuannya untuk mendorong wirausaha berbasis sumber daya manusia (SDM) lokal, peningkatan akses keuangan dan akses pasar pelaku usaha. Harapannya agar tercipta virus wirausahawan yang berkualitas dan menjadi panutan atau contoh di daerah lainnya.

Melalui website https://sumutpos.co/2017/06/02/bi-kembangkan-klaster-cabai-merah/amp/ Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan mengatakan, program pengembangan yang dilakukan ini sebagai bukti nyata pihaknya terus berupaya berbuat nyata kepada masyarakat. Sekaligus dapat menjadi momentum bagi Pemkab Deliserdang dan percepatan pembangunan. Khususnya perekonomian yang kokoh dan berkeadilan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing. “Pembentukan klaster cabai merah sebagai langkah awal bagi kami dalam mewujudkan terciptanya kawasan terpadu penyangga ketahanan pangan di Sumut. Selain itu, membentuk petani-petani handal yang memiliki pengetahuan teknologi modern” sedangkan pengembangan yang dilakukan terhadap

wirusahawan baru selanjutanya untu menciptakan pelaku usaha yang bermental tangguh dan berdaya saing, sehingga mampu menghadapi persaingan secara global. Bupati Deliserdang mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia karena telah menyumbangkan ilmunya kepada kami dan masyarakat Deliserdang. Semoga menjadi bekal untuk menghadapi era perdagangan bebas.

Program Sosial Bank Indonesia dalam pengembangan Klaster cabai merah terhadap kelompok Juli Tani dimulai pada tanggal 31 Mei 2017. Kelompok Juli Tani memiliki luas tananam cabai merah sebesar 31 hektar yang berjumlah 105 orang. Bank Indonesia juga telah meresmikan STA (Sub Terinal Agribisnis) atau disebut tempat pemasaran cabai merah atau pelelangan cabai merah.

STA (Sub Terminal Agribisnis) merupakan rangkaian kegiatan agribisnis yang bertujuan untuk memperpendek mata rantai pemasaran sehinga dapat meningkatkan ekonomi petani dan menekan harga dipasar. Dibentuknya STA yang diperuntukan Kelompok Juli Tani tersebut ditujukan untuk komoditas cabai yang saat ini merupakan salah satu penyumbang inflasi di Sumatera Utara.

Dengan adanya STA tersebut diharapkan bisa membantu petani cabai merah di Kecamatan Beringin untuk memasarkan produknya secara langsung memberikan pelayanan pemasaran serta peningkatan nilai tambah dan daya saing bagi produk sehingga dengan adanya STA membantu mengendalikan inflasi bagi komoditas cabai dan meningkatkan perekonomian bagi kelompok tani.

STA dibuka pada tangal 13 September 2018 yang saat itu adalah penghujung musim panen. Ada 30 petani yang tergabung di STA. Dengan adanya STA, para petani yang tergabung ke dalam kelompok Juli Tani merasa perekonomiannya

semakin meningkat, harga jual tidak begitu anjlok seperti sebelum adanya STA. Saat musim panen raya tiba, maka STA akan dibuka setiap harinya.

Salah satu Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) adalah pengembangan klaster cabai merah pada Kelompok Juli Tani di Desa Sidodadi Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. Pihak Bank Indonesia memberikan bantuan alat-alat yang digunakan untuk kebutuhan penanaman cabai merah. Bank Indonesia tidak pernah memberikan bantuan dalam bentuk uang akan tetapi Bank Indonesia akan datang untuk menyerahkan bantuan alat-alat modern. Bantuan yang diberikan untuk Kelompok Juli Tani tidak ada melibatkan pihak lain, seluruh bantuan yang diberikan sepenuhnya dari Bank Indonesia.

Arif selaku kepala Bank Indonesia Sumatera Utara, menyataka bahwa kepemimpinan yang dilakukan terhadap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Dengan begitu, Program Sosial Bank Indonesia yang dijalankan untuk Kelompok Juli Tani sangatlah berguna dan berpengaruh terhadap perekonomian. Dari awal pihak Bank Indonesia memilih Kelompok Juli Tani dikarenakan telah diseleksi lahan dan beserta penanamannya, tidak ada strategi khusus untuk mengajak para petani ikut tergabung ke dalam Kelompok Juli Tani, karena sebelumnya mereka telah tergabung menjadi kelompok tani akan tetapi kami pihak Bank Indonesia hanya ingin Kabupaten Deliserdang sebagai penyuplai cabai merah terbesar di Sumatera Utara dan dapat bersaing dengan harga di pasaran serta dapat memberikan kualitas cabai merah yang baik sehingga hal itu pun dapat meningkatkan inflasi bagi Bank Indonesia. Komoditas cabai merah kerap menjadi

penyumbang inflasi di Sumatera Utara bahkan selama tahun 2016 lalu, sebanyak 66% penyumbang inflasi di Sumut adalah cabai merah.

Menurut laman website http://Koran-sindo.com/page/news/2017-06-02/6/19/BI_Kembangkan_Klaster_Cabai_Merah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut mengatakan bahwa pengembangan klaster cabai merah harus dilakukan untuk mengatasi inflasi yang akan terus terjadi ke depan. Saat ini pengembangan klaster cabai merah ini dipusatkan di Kabupaten Deliserdang. “Pengembangan klaster cabai merah ini dilakukan juga sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Pemkab Deliserdang”. Pemilihan kelompok tani tersebut berdasarkan usulan dari Dinas Pertanian Deliserdang dan juga hasil survei dengan pertimbangan melihat pengalaman, potensi lahan, kelembagaan dan inovasi.

Menurutnya, cabai merah menjadi pilihan karena merupakan penyumbang inflasi terbesar di wilayah Medan maupun Sumut. Oleh sebab itu, melalui pengembangan klaster ini diharapkan bisa menjadikan Deliserdang sebagai daerah penyuplai cabai merah. “Sekaligus juga mendukung ketahanan pangan daerah itu sendiri dan sekitarnya terutama Kota Medan. Dengan begitu, bisa menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya. Arif pun berharap pengembangan klaster cabai merah yang dilakukan bukan sekali saja, melainkan kontinu mulai dari masa tanam hingga masa panen. BI Sumut juga akan mengajarkan bagaimana membuat pupuk organik sendiri untuk klaster cabai merah dengan waktu relatif singkat dan berbiaya murah. BI Sumut sebenarnya ingin mengembangkan klaster cabai merah di semua kabupaten yang ada di Sumut. Apalagi semua kabupaten/kota di Sumut memiliki potensi lahan yang baik. Akan tetapi, rencana ini harus dilakukan

bertahap akibat akses yang terbatas. Dalam waktu dekat ini kemungkinan akan kita lanjutkan ke Kabupaten Karo hingga ke daerah lainnya.

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengatakan, program pengembangan klaster cabai merah ini sebagai bukti nyata bahwa Pemkab Deliserdang terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Program ini juga bisa menjadi momentum bagi Pemkab Deliserdang dalam percepatan pembangunan, khususnya perekonomian yang kokoh dan berkeadilan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berdaya saing. Pengembangan klaster cabai merah ini sebagai langkah awal bagi Pemkab Deliserdang untuk mewujudkan terciptanya kawasan terpadu penyangga ketahanan pangan di Sumut. Selain itu, akan dibentuk petani-petani handal yang memiliki pengetahuan teknologi modern.

Mengutip laman website Kepala Bank Indonesia Sumatera Utara, Arif Budisantoso mengucapkan terima kasih kepada Bupati Deliserdang Ashari Tambunan karena BI diberi kesempatan mengembangkan wirausaha seperti pengembangan UMKM dan wirausaha baru, termasuk klaster cabai merah 66% penyumbang inflasi. Karenanya kita memilih pengembangan klaster cabai merah di Kelompok Juli Tani di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Deli Serdang. Ashari Tambunan mengatakan wilayah Deliserdang cukup luas dengan sumber daya alamnya yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi Bandara Kulanamu yang menjadi pintu gerbang Indonesia bagian barat di Deliserdang. Pembentukan klaster cabai merah untuk ketahanan pangan bukan hanya di Deliserdang, akan tetapi Sumatera Utara. Kepada peserta yang mengikuti pelatihan wirausahawan, Bupati meminta agar benar-benar megikuti pelatihan.

4.1.2 Pemberdayaan Masyarakat

Partisipasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat kelompok Juli Tani dilakukan secara berkelanjutan, dikarenakan berjalannya Program Sosial Bank Indonesia ini, dapat meningkatkan inflasi bagi Bank Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan klaster cabai merah yang dilakukan oleh Bank Indonesia bukanlah hanya isapan jembol belaka, melainkan Bank Indonesia semakin genjar menjalankan Program Sosial Bank Indonesia. Bank Indonesia ingin menjadikan Kabupaten Deliserdang sebagai penyuplai cabai merah terbesar di Kota Medan. Akan tetapi bukan hanya Kabupaten Deliserdang saja, melainkan Bank Indonesia akan menjadikan Kabupaten Karo sebagai penyuplai cabai merah. Pihak Bank Indonesia mengimbau kepada Kelompok Juli Tani untuk menjaga dan memanfaatkan alat-alat pertanian yang diberikan agar tanaman cabai merah dapat menunjukkan kualitas yang baik sehingga bisa bersaing dengan pangsa pasar.

Menurut Yareli selaku ketua kelompok Juli Tani, kegiatan Program Sosial Bank Indonesia terhadap kelompok Juli Tani sangatlah positif karena dapat membantu petani disini sehingga dapat mensejahterahkan perekonomian. Seluruh petani disini pun sangat kompak jika mengalami kendala apapun. “Saya selaku ketua kelompok Juli Tani selalu bersikap adil terhadap seluruh petani disini, saya selalu mendiskusikan jika mengalami kendala terhadap penjualan maupun terhadap lahan pertanian. Saya juga selalu mengimbau kepada seluruh petani lainnya untuk menjaga serta memanfaatkan alat-alat yang diberikan dengan sebaik mungkin. Dalam pemberian bantuan yang dilakukan oleh pihak Bank Indonesia

sudah mengetahui kapan waktunya untuk datang, tidak ada jangka waktu tertentu, bahkan tanpa kami beritahukan pihak Bank Indonesia akan datang kesini memberikan alat apa yang kami butuhkan. Petani disini sangat kompak, sehingga kami telah membuat tugu cabai dengan cara mengumpulkan dana”.

Program Sosial Bank Indonesia ini sangat bermanfaat bagi kelompok Juli Tani, karena dapat mensejahterahkan bagi seluruh petani disini. Dari awal pihak Bank Indonesia datang kesini, kami tidak berpikir yang aneh-aneh justru kami menerima dengan baik sehingga respon seluruh petani disini sangat positif. Saya selaku ketua kelompok Juli Tani mewakili seluruh petani disini mengucapkan terima kasih kepada pihak Bank Indonesia karena telah membantu perekonomian kami. Hal ini dibenarkan oleh Dani pegawai Bank Indonesia, bahwa pihak Bank Indonesia memiliki Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Dengan dilaksanakannya Program Sosial Bank Indonesia terhadap Kelompok Juli Tani, seluruh petani yang tergabung dapat memberikan respon yang baik dan dapat bekerjasama dengan pihak Bank Indonesia. Dari awal hingga sekarang ini dilakukannya kegiatan tersebut, pihak Bank Indonesia tidak pernah mengalami kendala apapun semuanya berjalan dengan lancar dan dapat bekerja sama dengan baik. Pendapat dari pihak Bank Indonesia dengan Program Sosial Bank Indonesia yaitu agar dapat mempengaruhi inflasi bagi Bank Indonesia.

Dokumen terkait