• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen Oleh: Isso Issa Mahendra Deva NIM. R (Halaman 42-55)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya berkomitmen pada keselamatan dan kesehatan kerja serta pengolahan lingkungan hidup adalah salah satu landasan utama dalam kegiatan operasinya. Dalam rangka mendukung hal tersebut maka PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya melakukan program-program keselamatan dan kesehatan kerja. Salah satunya dengan melaksanakan inspeksi harian. Inspeksi harian ini bertujuan agar kondisi bahaya diseluruh wilayah perusahaan dapat diidentifikasi dan ditindak lanjuti berdasarkan temuan yang ada, sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya insiden, kerusakan, dan kerugian berkaitan dengan kegiatan operasional di PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya. Hasil penelitian yang diperoleh yang berkaitan dengan pelaksanaan inspeksi keselamatan kerja harian yang telah diimplementasikan PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya yaitu meliputi:

1. Potensi bahaya

Dalam pelaksanaan proses produksinya terdapat faktor bahaya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan terhadap tenaga kerja, menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Potensi bahaya tesebut berasal dari faktor bahaya fisika, faktor bahaya kimia, faktor bahaya mekanik, dan faktor bahaya fisiologis.

a. Faktor bahaya fisika

1) Paparan bising yang ditimbulkan oleh mesin maupun pipa yang saling berbenturan.

2) Paparan suhu tinggi yang berasal dari pipa yang keluar dari Furnance.

3) Bahaya air bertekanan tinggi dari proses Quenching. b. Faktor bahaya kimia

1) Tepapar bahan kimia dari proses phosphating, painting, coating, copper platting.

2) Terpapar debu dari proses sand blasting. c. Faktor bahaya mekanik

1) Kaki terjepit oleh meja yang mentransfer pipa. 2) Tertabrak oleh pipa yang sedang berjalan..

3) Terjepit oleh pipa pada saat memberi kode warna ketika pipa sedang berjalan.

4) Kontak dengan pipa panas.

5) Mata terkena percikan chip, air coolant.

6) Tertabrak oleh alat angkat-angkut yang sedang beroperasi. 7) Jari terpotong oleh mesin potong.

d. Faktor bahaya fisiologis

1) Kelelahan kerja yang disebabkan tidak menggunakan alat bantu (menggunakan cara manual).

2) Terkena penyakit atau kelainan pada tulang punggung pada saat mengangkat tidak menggunakan alat bantu.

e. Upaya pencegahan

Pencegahan kecelakaan kerja adalah upaya untuk mencari penyebab dari suatu kecelakaan. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau penyakit akibat kerja, PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya telah melakukan upaya pencegahan baik secara engineering dan administratif.

1) Pencegahan secara engineering seperti pemasangan cover pada mesin yang berputar, pemasangan gratting, serta pemberian alat bantu mekanik.

2) Pencegahan secara administeratif seperti safety talk bagi pekerja sebelum melakukan pekerjaan, penyediaan APD, pemasangan poster tentang K3, training bagi pekerja serta pengaturan waktu kerja.

2. Prosedur inspeksi harian

Agar pelaksanan inspeksi harian dapat berjalan teratur dan lancar, maka PT. Seamless Pipe Indonesia Jaya menetapkan prosedur inspeksi harian adalah sebagai berikut:

a. Inspeksi harian dilakukan oleh Inspektor setiap awal shift dan dilakukan setiap hari.

b. Sebelum melakukan inspeksi, Inspektor menyiapkan peralatan yang diperlukan.

d. Laporan temuan dari hasil inspeksi dituliskan pada form laporan hasil inspeksi

e. Laporan dibuat SHE Inspektor atau oleh personel yang melakukan inspeksi dengan mengisi form laporan hasil inspeksi dan kemudian menginformasikan kepada Departemen yang terkait.

f. Departemen yang diinspeki menindaklanjuti hasil laporan inspeksi dengan menuliskan rencana tindakan perbaikan yang akan dilakukan.

g. Departemen SHE memantau perbaikan yang dilakukan dan mengisi verifikasi apabila tindakan perbaikan telah selesai dilakukan.

h. Salinan asli dari hasil laporan inspeksi disimpan di Departemen SHE dan salinan copy disimpan di Departemen yang diinspeksi sebagai dokumen.

Dari prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan masih terdapat kekurangan yaitu belum ada penyusunan daftar periksa (checklist) secara menyeluruh tentang apa saja yang akan diinspeksi.

3. Objek Inspeksi harian

Obyek yang menjadi sasaran dalam pelaksanaan inspeksi harian yaitu: a. Manusia (personal): inspeksi ini lebih menekankan pada kepatuhan

pemakaian Alat pelindung diri dan cara kerja yang aman. Disini pekerja harus mematuhi semua aturan mengenai pemakaian alat pelindung diri yang benar dan cara kerja yang aman tanpa kecuali. Pemakaian alat pelindung diri harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan potensi

bahaya yang terdapat diarea tempat kerja. Apabila seorang karyawan atau lebih ditemukan melanggar alat pelindung diri dilakukan tindakan sebagai berikut:

1) Melanggar sebanyak 3 kali diberikan pengarahan oleh Koordinator Departemen terkait.

2) Melanggar sebanyak 6 kali diberikan pengarahan oleh Manager Departemen dan HSE.

3) Melanggar sebanyak 9 kali dikeluarkan surat peringatan pertama oleh Manager Departemen terkait.

b. Kondisi tidak aman: inspeksi ini lebih ditekankan pada kondisi lingkungan kerja dan peralatan yang tidak aman yang dapat menimbulkan potensi bahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan. Dengan adanya inspeksi harian, memastikan bahwa kondisi lingkungan kerja danperalatan dalam kondisi yang aman

c. Peralatan: Jenis peralatan-peralatan yang diinspeksi seperti Forklift, Loader Dan Fantuzzi. Penginspeksian alat angkat-angkut ini bertujuan agar alat angkat-angkut tersebut selalu dalam kondisi yang baik dan siap dipakai jika sewaktu-wakyu akan digunakan.

d. Kebersihan lingkungan (House keeping): Inspeksi kebersihan bertujuan untuk menciptakan lingkungan agar tetap bersih dan sehingga tenaga kerja bebas dari penyakit akibat kerja. Maka untuk meningkatkan derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-tingginya perusahaan telah

melakukan program inspeksi kebersihan lingkungan dengan menggunakan prinsip penataan lingkungan (housekeeping).

4. Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan Kerja harian

Pelaksanaan inspeksi keselamtan kerja harian bertujuan untuk mencari fakta untuk menemukan seluruh potensi-potensi bahaya yang ada pada tempat kerja. Pelaksanaan inspeksi harian dilakukan setiap hari oleh seorang inspektor yang dibantu oleh Departemen SHE. Tugas dari seorang inspektor :

a. Melaksanakan inspeksi secara obyektif ke tempat atau unit kerja b. Mencari temuan-temuan yang ada di lapangan.

c. Melaporkan temuan hasil inspeksi kepada departement terkait. d. Melakukan tindakan perbaikan.

5. Tahapan pelaksanaan inspeksi harian

Pada dasarnya kegiatan inspeksi harian terdiri dari beberapa tahap yaitu : a. Tahap persiapan

Pada tahap ini sebelum melakukan inspeksi inspektor melakukan persiapan dengan melengkapi dirinya dengan sejumlah peralatan-peralatan diantaranya :

1) Form laporan inspeksi harian, yaitu formulir yang digunakan untuk mencatat semua hasil temuan pada saat inspeksi.

2) Dalam pelaksanaan inspeksi inspektor haru memakai topi pengaman (Safety helmet), Kacamata pelindung (Googles), Sepatu Safety (Safety shoes), Masker, Pelindung Telinga (ear plug), Pelindung tangan (Safety gloves).

3) Sebelum melakukan inspeksi, Inspektor menyiapakan peralatan yang diperlukan.

4) Kamera digital, digunakan untuk mendokumentasikan hasil temuan yang tidak dapat secara langsung ditindak lanjuti.

b. Tahap pelaksanaan

Dalam tahapan pelaksanaan Inspektor berjalan ke seluruh area kerja dan melakukan pengamatan terhadap semua kegiatan aktifitas ditempat kerja baik tenaga kerja, peralatan, lingkungan. Apabila terdapat kondisi atau tindakan yang tidak aman yang tidak sesuai prosedur atau yang berptensi menimbulkan kecelakaan, maka inspektor harus mencacat di form laporan hasil inspeksi.

c. Tahap pelaporan

Tahap terakhir yaitu tahap pelaporan, dimana tahapan ini inspektor menyerahkan hasil temuan inspeksi yang sudah ditandatangani dan kemudian diserahkan ke Departemen HSE untuk dianalisa.

Setelah dilaksanakan tahapan pelaporan kemudian dilakukan tindakan perbaikan oleh departemen yang terkait. Departemen HSE memantau dari tindakan perbaikan yang dilakukan dan melakukan verifikasi apabila perbaikan telah selesai dilakukan

6. Hasil Inspeksi Harian

a. Pemeriksaan Forklift harian ( Pelaksanaan Pemeriksaan Harian)

Pemeriksaan Forklift Toyota FD.02 pada hari Selasa, 09 Februari 2010 didapat hasil pada tabel berikut:

commit to user No PEMERIKSAAN RUTIN

SHIFT

KETERANGAN 1 2 3

1 Periksa Oli Mesin √ √

2 Periksa Oli Hidrolik √ √ 3 Periksa Oli Transmisi √ √ 4 Periksa Air Radiator √ √ 5 Periksa air Battrey √ √ 6 Periksa Kondis Ban √ √

7 Periksa Suara Mesin x x Kasar, tenaga kurang 8 Periksa Fungsi Rem √ √

9 Periksa Sistem Kemudi √ √ 10 Periksa Sistem Garpu Perangkat √ √ 11 Periksa Fungsi Cleam Penjepit _ _ 12 Periksa Lampu: - Depan √ √

- Rem x x

- Belakang _ _ - Samping _ _ 13 Periksa Kebocoran Oli √ √ 14 Periksa fungsi Klakson / Bel √ √ 15 Periksa Kipas kaca / Wiver _ _ 16 Periksa Body Unit √ √ 17 Periksa Kondisi Rubber Pad √ √ Tabel 1.Hasil pemeriksaan Forklift Toyota FD.02

commit to user

18 Periksa APAR _ _

Catatan: √ Kondisi baik × Kondisi tidak baik - Tidak diperiksa b. Pemeriksaan harian SaveLoader dan Fantuzzi

Pemeriksaan harian SaveLoader dan Fantuzzi jenis SL-10 pada hari Selasa, 09 Maret 2010 didapat hasil pada tabel berikut:

No PEMERIKSAAN RUTIN

SHIFT

KETERANGAN 1 2 3

1 Periksa Oli Mesin √ √ √ 2 Periksa Oli Hidrolik √ √ √ 3 Periksa Oli Transmisi √ √ √ 4 Periksa Air Radiator √ √ √ 5 Periksa air Battrey √ √ √ 6 Periksa Kondis Ban √ √ √ 7 Periksa Suara Mesin √ √ √ 8 Periksa Fungsi Rem √ √ √ 9 Periksa Sistem Kemudi √ √ √ 10 Periksa Sistem Garpu Perangkat √ √ √ 11 Periksa Fungsi Cleam Penjepit √ √ √ 12 Periksa Lampu: - Depan √ √ √

- Rem _ _ _

- Belakang _ _ _ - Samping √ √ √

13 Periksa Kebocoran Oli √ √ √ 14 Periksa fungsi Klakson / Bel √ √ √ 15 Periksa Kipas kaca / Wiver √ √ √ 16 Periksa Body Unit √ √ √

17 Periksa Kondisi Rubber Pad x x √ Sudah ada yang lepas

18 Periksa APAR √ √ √

19 Dan Lain-lain

Catatan: √ Kondisi baik × Kondisi tidak baik - Tidak diperiksa c. Pemeriksaan Alat pelindung diri APD / Personal Protective Equipment

Pemeriksaan pemakaian APD / Mandatory PPE pada tanggal 13 februari 2010 didapat hasil pada tabel berikut:

Tabel 3. Hasil pemeriksaan pemakaian APD

No Nama Area Departemen Time

Safety Shoes Safety Helmet Safety Glasses Ear Plug Glove 1 M.Yasin Inspektor Pipe

production 06.59 √ √ X √ 2 Muclis WMS Tubing Pipe production 07.00 √ √ X √ 3 M.Rianto SEA Tubing Pipe production 07.10 √ √ X √

4 Tri.Subroto Protector Pipe

production 07.10 √ √ X √

Catatan: √ Memakai × Tidak memakai d. Pemeriksaan Unsafe Conditions

Hasil Inspeksi mengenai kondisi tidak aman pada tanggal 08 Agustus 2009 didapat hasil pada tabel berikut:

No Gambaran Bahaya

Tindakan koreksi yang di Rekomendasikan

Tindak lanjut 1 Saluran Cooalant dimesin

Manuallet di Coupling Shop tidak terpasang dengan Clamp Potensi bahaya: Coolant bocor dan berceceran / bisa terpeleset

Supaya dipasang Clamp

Dipasang Clamp

Kondisi area lingkungan kerja sebelum dikoreksi dan ditindak lanjuti:

Gambar 1. Clamp tidak terpasang Gambar 2. Cooalant tececer dilantai Tabel 4. Hasil pemeriksaan Unsafe Conditions

commit to user

Kondisi area lingkungan kerja yang sudah dikoreksi dan sudah dilakukan upaya perbaikan:

Gambar 3. Clamp sudah terpasang Gambar 4. Area kerja aman, bersih, rapi, tidak ada bahan kimia yang tercecer dilantai

e. Housekeeping

Hasil Inspeksi mengenai Housekeeping pada tanggal 03 Agustus 2009 di Lokasi Departemen Coupling Shop didapat hasil pad tabel berikut:

Tabel 5. Hasil pemeriksaan Housekeeping

No Gambaran Bahaya

Tindakan koreksi yang di Rekomendasikan

Tindak lanjut 1 Posisi mesin manual II, III dan

IV terlalu berdekatan.

Potensi bahaya: Tidak nyaman dalam pengoperasain bersama

Supaya mesin manual II dipindahkan

Memindahkan mesin manual II

Kondisi area lingkungan kerja sebelum dikoreksi dan ditindak lanjuti:

Gambar 1. Posisi mesin manual II, III, IV Gambar 2. Area kerja tidak rapi terlalu berdekatan

Kondisi area lingkungan kerja yang sudah dikoreksi dan sudah dilakukan upaya perbaikan:

Gambar 3. Posisi mesin manual II Gambar 4. Area kerja rapi telah dipindahkan

B. Pembahasan

Dalam dokumen Oleh: Isso Issa Mahendra Deva NIM. R (Halaman 42-55)

Dokumen terkait