BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Assa’adah MAN 1 Makassar dari tahun 2015 sampai 2019. Berikut ini adalah deskripsi data variabel pendapatan (X) dan variabel sisa hasil usaha (Y) :
i. Keadaan Pendapatan Koperasi
Pendapatan adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang atau jasa pada suatu periode atau tahun buku yang bersangkutan. Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Assa’adah MAN 1 Makassar. Untuk mengetahui keadaan pendapatan yang diperoleh Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Assa’adah MAN 1 Makassar, maka dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Deskripsi Pendapatan (X)
No Tahun Pendapatan (Rp) Kenaikan/penurunan (Rp) Perkembangan (%) 1. 2015 116.024.258 - - 2. 2016 125.856.259 9.832.001,- 8,4 3. 2017 134.190.816 8.334.557,- 6,6 4. 2018 149.041.384 14.850.568,- 11 5. 2019 210.868.012 61.826.628,- 41,4 Max. 210.868.012 Min. 116.024.258 Rata-rata 147.196.145,80 Standar Deviasi 37.595.636,08 Sumber: Hasil olah data 2020
Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa pada tahun 2015 pendapatan sebesar Rp 116.024.258, pada tahun 2016 sebesar Rp 125.856.259 atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 9.832.001 atau 8,4 % dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar Rp 8.334.557 atau sekitar 6,6 %. Dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar Rp 14.850.568 atau sekitar 11 % dan pada tahun 2019 pendapatan mengalami kenaikan sebesar Rp. 61.826.628 atau 41,4 % dari tahun sebelumnya. Nilai maksimal variabel pendapatan sebesar Rp. 210.868.012, nilai minimal sebesar Rp. 116.024.258, rata- rata sebesar Rp. 147.196.145,80, dan standar deviasi sebesar 37.595.636,08. Dilihat dari perkembangan pendapatan Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Assa’adah MAN 1 Makassar selama lima tahun terakhir (2015-2019) terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
ii. Keadaan Sisa Hasil Usaha Koperasi
Sisa hasil usaha merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya dalam tahun buku yang bersangkutan. Untuk mengetahui perkembangan jumlah Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Assa’adah MAN 1 Makassar dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Deskripsi Sisa Hasil Usaha (SHU)
No Tahun SHU (Rp) Kenaikan/penurunan (Rp) Perkembangan (%) 1. 2015 81.555.003 - - 2. 2016 82.407.370 852.367 1 3. 2017 85.704.963 3.297.593 4 4. 2018 92.109.047 6.404.084 7,4 5. 2019 133.569.022 41.459.975 45 Max. 133.569.022 Min. 81.555.003 Rata-rata 95.069.081 Standar Deviasi 21.918.275,44 Sumber: Hasil olah data 2020
Berdasarkan Tabel 4.2 bahwa jumlah Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Assa’adah MAN 1 Makassar dari tahun ketahun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 jumlah Sisa hasil usaha yang diperoleh sebesar Rp 81.555.003 dan pada tahun 2016 sisa hasil usaha yang diperoleh mengalami peningkatan sebesar Rp. 852.367 atau 1%. Pada tahun 2017 sisa hasil usaha yang diperoleh mengalami peningkatan sebesar Rp3.297.593 atau 4% dari tahun sebelumnya. Kemudian pada tahun 2018 sisa hasil usaha yang diperoleh sebesar Rp. 92.109.047 atau mengalami peningkatan sebasar Rp. 6.404.084 atau 7,4 %. Pada tahun 2019 sisa hasil usaha yang diperoleh sebesar Rp. 133.569.022, mengalami peningkatan yang sangat besar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 41.459.975 atau 45% hal ini disebabkan oleh tingginya pendapatan dari tiap-tiap unit usaha yang dibarengi dengan penekanan terhadap biaya yang dianggap tidak terlalu penting. Nilai maksimal yang diperoleh dari variabel sisa hasil usaha sebesar Rp. 133.569.022, nilai minimal sebesar Rp.
81.555.003, nilai rata-rata sebesar Rp. 95.069.081, dan nilai standar deviasi sebesar 21.918.275,44.
2. Deskripsi Variabel (Uji Statistik) a. Uji Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel Tingkat Pendapatan (X) terhadap variabel terikat yaitu Sisa Hasil Usaha (Y). Analisis ini akan menggunakan input berdasarkan data yang diperoleh dari Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Assa’adah MAN 1 Makassar, dengan pengolahan data menggunakan program SPSS 20. Hasil olah data analisis regresi linear berganda dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Regresi
Model
Unstandarized Coefficients Standarized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 10216503.61 7591751.610 1.346 0.271
Pendapatan 0.576 0.050 0.989 11.465 0.001
Sumber : Lampiran 1 Analisis Regresi Linear Sederhana
Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa metode yang digunakan dalam analisis data yang telah dikumpulkan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendapatan terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) digunakan rumus :
Berdasarkan hasil olah data diperoleh nilai
a = 10216503.61 b = 0.576
Dari nilai-nilai di atas maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 10216503.61+ 0.576X
Koefisien dari hasil perumusan regresi linear sederhana diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Konstanta = 10216503.61
Hasil persamaan tersebut menunjukkan konstanta sebesar
10216503.61 menyatakan jika pendapatan nilanya konstan, maka sisa hasil usaha nilainya sebesar Rp.10.216.503,61.
2. Koefisien X = 0.576
Hasil ini dapat disimpulkan bahwa apabila pendapatan mengalami peningkatan sebesar 1%, maka sisa hasil usaha akan meningkat sebesar 0.576 dengan asumsi bahwa variable lainnya tetap atau hipotesis diterimah.
b. Uji t (Parsial)
Untuk mengetahui pengaruh secara parsial maka dilakukan dengan menggunakan uji t. Uji t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Apabila > maka H0 ditolak, yang berarti bahwa suatu faktor X memiliki pengaruh terhadap faktor Y dan sebaliknya, apabila < maka H0 diterima, yang berarti bahwa suatu faktor X tidak mempunyai pengaruh terhadap
faktor Y. Adapun yang diperoleh dari tabel statistik adalah 2.132 dengan tingkat signifikan (a) = 5% atau 0.05.
Berdasarkan tabel 4.3 yang diperoleh dari pengolahan data menggunakan program SPSS maka hasilnya dapat dijelaskan bahwa secara parsial pengaruh pendapatan terhadap sisa hasil usaha diperoleh nilai sebesar 11.465 dan sebesar 2.132 dengan taraf signifikansi sebesar 0.001. Oleh karena nilai thitung lebih besar dari ttabel dengan signifikansinya lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel pendapatan (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel sisa hasil usaha (Y) atau hipotesis diterima.
c. Uji Determinasi (R)
Uji determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya variabel-variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independennya. Dengan kata lain, analisis korelasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel bebas dalam menerangkan variabel terikatnya.
Hasil olah data uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Uji Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0.989 0.978 0.970 3780648.307
Dari tabel 4.4 dapat dilihat bahwa angka koefisien kolerasi (R) sebesar 0.989. Hal ini berarti berhubungan antara variabel independen dengan variabel dependen sebesar 98.9%. Dari angka tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pengaruh hubungan antara variabel tingkat pendapatan dengan variabel sisa hasil usaha sudah sangat tinggi.
Berdasarkan tabel diatas, nilai R Square digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel pendapatan terhadap sisa hasil usaha. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0.978×100% = 97.8%. Hal ini berarti bahwa kontribusi variabel independen yaitu pendapatan sebesar 97.8% sedangkan 2.2% dipengaruhi oleh faktor lain.