BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Responden dalam penelitian ini adalah ibu nifas hari pertama di Klinik
Mojosongo Surakarta sebanyak 30 responden. Untuk memperoleh data dalam
penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada
responden dan kemudian kuisioner dikembalikan kepada peneliti untuk
diolah.
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 16.
Berdasarkan perhitungan diperoleh sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil Pengolahan Data
N
Minimum
Maximum
Mean
Sd. Deviation
Pengetahuan
ibu nifas
tentang
kolostrum
30
11
31
23.8
7.04
Setelah dilakukan pengolahan data didapatkan nilai mean dan standar
deviasi sehingga untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada responden dapat
dikategorikan sebagai berikut :
Baik
: Bila nilai responden yang diperoleh (x) > mean + 1 SD
: (x) > 23,8 + (1 x 7,04 )
: (x) > 30,84
Cukup
: Bila nilai responden mean ! 1 SD x mean + 1 SD
: 23,8 - ( 1 x 7,04) x 23,8 + ( 1 x 7,04)
: 16,76 x 30,84
Kurang
: Bila nilai responden yang diperoleh (x) < mean ! 1 SD
: (x) < 23,8 - (1 x 7,04)
Dari data yang diperoleh kemudian disajikan dalam tabel kwantitas
responden berdasarkan 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang yang disajikan
dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang
kolostrum.
No
Tingkat
Pengetahuan
Jumlah Responden
Prosentase (%)
1
2
3
Baik
Cukup
Kurang
Jumlah
6
17
7
30
20 %
56,7 %
23,3 %
100 %
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden
mempunyai pengetahuan cukup tentang kolostrum yaitu 17 responden (56.7
%), yang mempunyai pengetahuan baik yaitu 6 responden (20%) dan yang
mempunyai pengetahuan kurang yaitu 7 responden (23.3 %).
C. Pembahasan
Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan
ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo sebanyak 6 responden (20
%) adalah berpengetahuan baik. Sedangkan berpengetahuan cukup 17
responden (56.7 %) dan berpengetahuan kurang 7 responden (23.3 %).
Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan itu sendiri dipengaruhi
oleh faktor pendidikan formal. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan
pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka
orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya, sehingga seseorang
semakin besar keinginan untuk memanfaatkan pengetahuan dan ketrampilan
dan pendidikan seseorang berperan dalam membentuk sikap dan perilaku
seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Karena hasil pendidikan
ikut membentuk pola pikir, pola persepsi dan sikap pengambilan keputusan
seseorang.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebanyak 6
responden (20 %) berpengetahuan baik, sebanyak 17 responden (56.7 %)
berpengetahuan cukup dan sebanyak 7 responden (23.3 %) berpengetahuan
kurang. Dari hasil penelitian diatas paling banyak adalah pengetahuan ibu
nifas tentang kolostrum dalam kategori cukup yaitu sebanyak 17 responden
(56.7%), dan dari soal kuesioner yang tersedia, banyak ibu nifas yang belum
mengetahui tentang komposisi kolostrum. Menurut Wulandari dan Handayani
(2011), komposisi kolostrum meliputi kadar karbohidrat dan lemak rendah
jika dibandingkan dengan ASI matur, lebih banyak mengandung protein
dibandingkan dengan ASI matur, lebih banyak mengandung
antibody
dibandingkan dengan ASI matur serta dapat memberikan perlindungan bagi
bayi sampai umur 6 bulan, terdapat mineral terutama natrium kalium dan
klorida lebih tinggi dibandingkan dengan ASI matur, terdapat vitamin yang
larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K) lebih tinggi dibandingkan dengan ASI
matur, Zat kekebalan tubuh atau Immunoglobulin lebih tinggi dibandingkan
dengan ASI matur, total energi rendah dibandingkan dengan susu matur hanya
58 Kal/100 ml kolostrum dan volume berkisar 150-300 ml/ 24 jam.
Berdasarkan studi peneliti dahulu, didapatkan hasil penelitian yang
menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan baik sebanyak 2 responden (6.7%),
tingkat pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (83.3%) dan tingkat
pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (10%).
Dari kesimpulan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa
pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta, 17
responden (56.7%) adalah berpengetahuan cukup. Menurut Notoatmodjo
(2007), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang,
yaitu pendidikan, informasi/media masa, sosial budaya dan ekonomi,
lingkungan, pengalaman dan usia.
Menurut Notoatmodjo (2007), Pendidikan mempengaruhi proses
belajar, makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk
menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan
cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari
media massa. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan
rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. Peningkatan
pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi juga
dapat diperoleh pada pendidikan non formal.
D. Keterbatasan
Dalam penelitian ini mempunyai kendala dan keterbatasan, yaitu:
1. Kendala Penelitian
Dalam penelitian ini memerlukan waktu yang lama karena harus
menunggu responden datang ke klinik.
2. Kelemahan / keterbatasan selama proses penelitian
a. Variabel penelitian
Variabel penelitian ini merupakan variabel tunggal sehingga hasil
penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan saja.
b. Kuisioner
Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner
tertutup sehinga responden tidak dapat menguraikan jawaban selain
jawaban yang tersedia.
44 A. Kesimpulan
Penelitian ini mengambil judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta Tahun 2013”. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 30 responden sehingga penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta pada tingkat baik sebanyak 6 responden (20 %).
2. Pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta pada tingkat cukup sebanyak 17 responden (56.7 %).
3. Pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta pada tingkat kurang sebanyak 7 responden (23.3 %).
B. Saran
1. Bagi responden
Diharapkan ibu nifas di Klinik Mojosongo Surakarta untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang kolostrum serta mengikuti penyuluhan-penyuluhan kesehatan yang diadakan di posyandu, puskesmas, polindes dan instansi kesehatan pemerintah yang terkait.
2. Bagi institusi
a. Klinik Mojosongo
Diharapkan bagi bidan atau petugas kesehatan lainnya dapat lebih meningkatkan penyuluhan tentang kolostrum atau ASI Pertama yang lebih difokuskan kepada ibu nifas.
b. Pendidikan
Diharapkan institusi pendidikan menambah referensi buku tentang kolostrum untuk peneliti selanjutnya.
3. Bagi peneliti selanjutnya
Dapat mengembangkan penelitian yang lebih lanjut lagi dengan dua atau lebih variabel, dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda serta diharapkan jumlah populasi yang digunakan lebih banyak sehingga hasil yang didapatkan akan lebih baik dan bermanfaat.
Arif, N. 2009. Panduan Ibu Cerdas-ASI dan Tumbuh Kembang Bayi. Yogyakarta: Media Pressindo.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta : Rineka Cipta.
–––––––––––– . 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bobak, Irene, M. Dkk. 2008. Buku Ajar Keperawatan Maternitas (Maternity Nursing). Edisi 4. Jakarta: EGC.
Dinkes. 2005. Angka Kematian Bayi Tinggi. Online. Available: http://dinkesjatengprov.co.id. Diakses tanggal 25 September 2012.
Hayati, A.W. 2009. Buku Saku Gizi Bayi. Jakarta: EGC.
Hidayat, A, A. 2010. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.
Kristiyanasari, W. 2009. ASI, Menyusui dan Sadari. Yogyakarta: Nuha Medika.
Mahfoed, I. 2007. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan dan Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
Mirani, S.A. 2012. Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Colostrum di BPS Harapan Bunda, Ceperan, Sambirejo, Plupuh, Sragen Tahun 2012, Karya Tulis Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada, Surakarta.
Kolostrum Kepada Bayi Baru Lahir di Desa Sifalaete Ulu Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias Tahun 2007. Jurnal Kebidanan Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.
Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat : Ilmu dan Seni, Jakarta : Rineka Cipta.
––––––––––––––––– . 2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilkau. Cetakan I. Jakarta : Rineka Cipta.
––––––––––––––––– . 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
–––––––––––––––– . 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi 10. Jakarta : Rineka Cipta.
Priyono, Y. 2010. Merawat Bay Tanpa Baby Sitter. Yogyakarta: Media Pressindo.
Riwidikdo, H. 2010. Statistik untuk Penelitian Kesehatan dengan Aplikasi Program R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Roesli, U. 2008. ASI, Hak Asasi Untaian Bunga Rampai. Yogyakarta: Bengkel Buku Yogyakarta.
Sugiyono. 2010. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
UNICEF. 2008. Pemberian ASI Eksklusif Masih Rendah. Online. Available: http://asiku.wordpress.com. Diakses tanggal 25 September 2012.
Wulandari, S.R, Handayani, S. 2011. Asuhan Kebidanan Ibu Masa Nifas. Yogyakarta: Gosyen Publishing.