• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG KO (Halaman 52-61)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Responden dalam penelitian ini adalah ibu nifas hari pertama di Klinik

Mojosongo Surakarta sebanyak 30 responden. Untuk memperoleh data dalam

penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada

responden dan kemudian kuisioner dikembalikan kepada peneliti untuk

diolah.

Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 16.

Berdasarkan perhitungan diperoleh sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Pengolahan Data

N

Minimum

Maximum

Mean

Sd. Deviation

Pengetahuan

ibu nifas

tentang

kolostrum

30

11

31

23.8

7.04

Setelah dilakukan pengolahan data didapatkan nilai mean dan standar

deviasi sehingga untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada responden dapat

dikategorikan sebagai berikut :

Baik

: Bila nilai responden yang diperoleh (x) > mean + 1 SD

: (x) > 23,8 + (1 x 7,04 )

: (x) > 30,84

Cukup

: Bila nilai responden mean ! 1 SD ” x ” mean + 1 SD

: 23,8 - ( 1 x 7,04) ” x ” 23,8 + ( 1 x 7,04)

: 16,76 ” x ” 30,84

Kurang

: Bila nilai responden yang diperoleh (x) < mean ! 1 SD

: (x) < 23,8 - (1 x 7,04)

Dari data yang diperoleh kemudian disajikan dalam tabel kwantitas

responden berdasarkan 3 kategori yaitu baik, cukup dan kurang yang disajikan

dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang

kolostrum.

No

Tingkat

Pengetahuan

Jumlah Responden

Prosentase (%)

1

2

3

Baik

Cukup

Kurang

Jumlah

6

17

7

30

20 %

56,7 %

23,3 %

100 %

Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden

mempunyai pengetahuan cukup tentang kolostrum yaitu 17 responden (56.7

%), yang mempunyai pengetahuan baik yaitu 6 responden (20%) dan yang

mempunyai pengetahuan kurang yaitu 7 responden (23.3 %).

C. Pembahasan

Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan

ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo sebanyak 6 responden (20

%) adalah berpengetahuan baik. Sedangkan berpengetahuan cukup 17

responden (56.7 %) dan berpengetahuan kurang 7 responden (23.3 %).

Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan itu sendiri dipengaruhi

oleh faktor pendidikan formal. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan

pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka

orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya, sehingga seseorang

semakin besar keinginan untuk memanfaatkan pengetahuan dan ketrampilan

dan pendidikan seseorang berperan dalam membentuk sikap dan perilaku

seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Karena hasil pendidikan

ikut membentuk pola pikir, pola persepsi dan sikap pengambilan keputusan

seseorang.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebanyak 6

responden (20 %) berpengetahuan baik, sebanyak 17 responden (56.7 %)

berpengetahuan cukup dan sebanyak 7 responden (23.3 %) berpengetahuan

kurang. Dari hasil penelitian diatas paling banyak adalah pengetahuan ibu

nifas tentang kolostrum dalam kategori cukup yaitu sebanyak 17 responden

(56.7%), dan dari soal kuesioner yang tersedia, banyak ibu nifas yang belum

mengetahui tentang komposisi kolostrum. Menurut Wulandari dan Handayani

(2011), komposisi kolostrum meliputi kadar karbohidrat dan lemak rendah

jika dibandingkan dengan ASI matur, lebih banyak mengandung protein

dibandingkan dengan ASI matur, lebih banyak mengandung

antibody

dibandingkan dengan ASI matur serta dapat memberikan perlindungan bagi

bayi sampai umur 6 bulan, terdapat mineral terutama natrium kalium dan

klorida lebih tinggi dibandingkan dengan ASI matur, terdapat vitamin yang

larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K) lebih tinggi dibandingkan dengan ASI

matur, Zat kekebalan tubuh atau Immunoglobulin lebih tinggi dibandingkan

dengan ASI matur, total energi rendah dibandingkan dengan susu matur hanya

58 Kal/100 ml kolostrum dan volume berkisar 150-300 ml/ 24 jam.

Berdasarkan studi peneliti dahulu, didapatkan hasil penelitian yang

menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan baik sebanyak 2 responden (6.7%),

tingkat pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (83.3%) dan tingkat

pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (10%).

Dari kesimpulan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa

pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta, 17

responden (56.7%) adalah berpengetahuan cukup. Menurut Notoatmodjo

(2007), ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang,

yaitu pendidikan, informasi/media masa, sosial budaya dan ekonomi,

lingkungan, pengalaman dan usia.

Menurut Notoatmodjo (2007), Pendidikan mempengaruhi proses

belajar, makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk

menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan

cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari

media massa. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan

rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. Peningkatan

pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi juga

dapat diperoleh pada pendidikan non formal.

D. Keterbatasan

Dalam penelitian ini mempunyai kendala dan keterbatasan, yaitu:

1. Kendala Penelitian

Dalam penelitian ini memerlukan waktu yang lama karena harus

menunggu responden datang ke klinik.

2. Kelemahan / keterbatasan selama proses penelitian

a. Variabel penelitian

Variabel penelitian ini merupakan variabel tunggal sehingga hasil

penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan saja.

b. Kuisioner

Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner

tertutup sehinga responden tidak dapat menguraikan jawaban selain

jawaban yang tersedia.

44 A. Kesimpulan

Penelitian ini mengambil judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta Tahun 2013”. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 30 responden sehingga penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta pada tingkat baik sebanyak 6 responden (20 %).

2. Pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta pada tingkat cukup sebanyak 17 responden (56.7 %).

3. Pengetahuan ibu nifas tentang kolostrum di Klinik Mojosongo Surakarta pada tingkat kurang sebanyak 7 responden (23.3 %).

B. Saran

1. Bagi responden

Diharapkan ibu nifas di Klinik Mojosongo Surakarta untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang kolostrum serta mengikuti penyuluhan-penyuluhan kesehatan yang diadakan di posyandu, puskesmas, polindes dan instansi kesehatan pemerintah yang terkait.

2. Bagi institusi

a. Klinik Mojosongo

Diharapkan bagi bidan atau petugas kesehatan lainnya dapat lebih meningkatkan penyuluhan tentang kolostrum atau ASI Pertama yang lebih difokuskan kepada ibu nifas.

b. Pendidikan

Diharapkan institusi pendidikan menambah referensi buku tentang kolostrum untuk peneliti selanjutnya.

3. Bagi peneliti selanjutnya

Dapat mengembangkan penelitian yang lebih lanjut lagi dengan dua atau lebih variabel, dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda serta diharapkan jumlah populasi yang digunakan lebih banyak sehingga hasil yang didapatkan akan lebih baik dan bermanfaat.

Arif, N. 2009. Panduan Ibu Cerdas-ASI dan Tumbuh Kembang Bayi. Yogyakarta: Media Pressindo.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V. Jakarta : Rineka Cipta.

–––––––––––– . 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bobak, Irene, M. Dkk. 2008. Buku Ajar Keperawatan Maternitas (Maternity Nursing). Edisi 4. Jakarta: EGC.

Dinkes. 2005. Angka Kematian Bayi Tinggi. Online. Available: http://dinkesjatengprov.co.id. Diakses tanggal 25 September 2012.

Hayati, A.W. 2009. Buku Saku Gizi Bayi. Jakarta: EGC.

Hidayat, A, A. 2010. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.

Kristiyanasari, W. 2009. ASI, Menyusui dan Sadari. Yogyakarta: Nuha Medika.

Mahfoed, I. 2007. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan dan Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.

Mirani, S.A. 2012. Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Colostrum di BPS Harapan Bunda, Ceperan, Sambirejo, Plupuh, Sragen Tahun 2012, Karya Tulis Ilmiah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada, Surakarta.

Kolostrum Kepada Bayi Baru Lahir di Desa Sifalaete Ulu Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias Tahun 2007. Jurnal Kebidanan Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.

Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat : Ilmu dan Seni, Jakarta : Rineka Cipta.

––––––––––––––––– . 2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilkau. Cetakan I. Jakarta : Rineka Cipta.

––––––––––––––––– . 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

–––––––––––––––– . 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi 10. Jakarta : Rineka Cipta.

Priyono, Y. 2010. Merawat Bay Tanpa Baby Sitter. Yogyakarta: Media Pressindo.

Riwidikdo, H. 2010. Statistik untuk Penelitian Kesehatan dengan Aplikasi Program R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Roesli, U. 2008. ASI, Hak Asasi Untaian Bunga Rampai. Yogyakarta: Bengkel Buku Yogyakarta.

Sugiyono. 2010. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

UNICEF. 2008. Pemberian ASI Eksklusif Masih Rendah. Online. Available: http://asiku.wordpress.com. Diakses tanggal 25 September 2012.

Wulandari, S.R, Handayani, S. 2011. Asuhan Kebidanan Ibu Masa Nifas. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Dalam dokumen TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG KO (Halaman 52-61)

Dokumen terkait