• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara menyebar kuesioner di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 130 responden.Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan disajikan sebagai berikut.

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dalam penelitian ini meliputi: analisis karakterisitik responden, analisis statisitik deskriptif yang terdiri dari: nilai maksimal, minimal, mean, dan standar deviasi, serta kategorisasi jawaban responden. Adapun

51

pembahasan mengenai masing-masing analisis deskriptif disajikan sebagai berikut.

a. Karakteristik Responden

Karakteristik responden yang diamati dalam penelitian ini meliputi: jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendapatan responden. Deskripsi karakteristik responden disajikan sebagai berikut:

1) Jenis Kelamin

Deskripsi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

Laki- laki 38 29,2

Perempuan 92 70,8

Jumlah 130 100,0

Sumber: Data Primer 2014

Tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 38 orang (29,2%), dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 92 orang (70,8%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas respondenberjenis kelamin perempuan(70,8%).

2) Usia

Deskripsi karakteristik responden berdasarkan usia disajikan pada tabel berikut ini:

52

Tabel 7. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persentase (%)

18-20 tahun 35 26,9

21-23 tahun 56 43,1

24-26 tahun 39 30,0

Jumlah 130 100,0

Sumber: Data Primer 2014

Tabel di atas menunjukkan bahwa responden denganusia 18-20 tahun sebanyak 35 orang (26,9%), responden dengan usia 21-23 tahun sebanyak 56 orang (43,1%), dan responden dengan usia 24-26 tahun sebanyak 39 orang (30%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dengan usia 21-23 tahun (43,1%).

3) Pekerjaan

Deskripsi karakteristik responden berdasarkan pekerjaan disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 8. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

Mahasiswa 130 100,0

Jumlah 130 100,0

Sumber: Data Primer 2014

Tabel di atas menunjukkan bahwa semua respondendengan pekerjaan Mahasiswa sebanyak 130 orang (100%).

4) Pendapatan

Deskripsi karakteristik responden berdasarkan pendapatan disajikan pada tabel berikut ini:

53

Tabel 9. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan

Pendapatan Frekuensi Persentase (%)

<Rp. 500.000 26 20,0

Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000 59 45,4

Rp. 1.000.000- Rp. 2.500.000 41 31,5

Rp. 2.500.000- Rp. 5.000.000 4 3,1

Jumlah 130 100

Sumber: Data Primer 2014

Tabel di atas menunjukkan bahwa respondendengan pendapatan kurang dari Rp. 500.000 sebanyak 26 orang (20%), responden dengan pendapatan antara Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000 sebanyak 59 orang (45,4%), responden dengan pendapatan antara Rp. 1.000.000- Rp. 2.500.000 sebanyak 41 orang (31,5%) dan respondendengan penghasilan antara Rp. 2.500.000- Rp. 5.000.000 sebanyak 4 orang (3,1%).

b. Deskripsi Kategori Variabel

Deskripsi kategori variabel menggambarkan tanggapan responden mengenai pengaruh persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan terhadap minat beli konsumen. Data hasil penelitian kemudian dikategorikan ke dalam tiga kelompok yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Pengkategorian tersebut didasarkan pada nilai rerata dan simpangan baku pada masing-masing variabel penelitian. Hasil kategorisasi tersebut disajikan berikut ini:

1) Persepsi Harga

Hasil analisis deskriptif pada variabel persepsi harga diperoleh nilai

54

dan standar deviasi sebesar 3,33. Selanjutnya data persepsi harga dikategorikan dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD). Jumlah butir pertanyaan untuk variabel persepsi harga terdiri dari 9 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor 1, 2, 3, 4 dan 5. Kategorisasi untuk variabel persepsi harga disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 10. Kategorisasi Variabel Persepsi Harga

Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%)

Tinggi X ≥ 34,71 22 16,9

Sedang 28,04 ≤ X <34,71 83 63,8

Rendah X<28,04 25 19,2

Jumlah 130 100,0

Sumber: Data Primer 2014

Tabel tersebut menunjukkan bahwa responden yang menilai variabel persepsi harga dalam kategori tinggi sebanyak 22 orang (16,9%), responden yang menilai kesadaran merek dalam kategori sedang sebanyak 83 orang (63,8%), dan responden yang menilai kesadaran merek dalam kategori rendah sebanyak 25 orang (19,2%).

2) Efektivitas Iklan Internet

Hasil analisis deskriptif pada variabel efektivitas iklan interrnet

diperoleh nilai minimum sebesar 22; nilai maksimum sebesar 40; mean

sebesar 31,00; dan standar deviasi sebesar 3,73. Selanjutnya data efektivitas iklan interrnet dikategorikan dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD). Jumlah butir pertanyaan untuk variabel

55

efektivitas iklan interrnet terdiri dari 9 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor 1, 2, 3, 4 dan 5. Kategorisasi untuk variabel efektivitas iklan interrnet disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 11. Kategorisasi Variabel Efektivitas Iklan Interrnet

Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%)

Tinggi X ≥ 34,73 23 17,7

Sedang 27,27 ≤ X <34,73 86 66,2

Rendah X<27,27 21 16,2

Jumlah 130 100,0

Sumber: Data Primer 2014

Tabel tersebut menunjukkan bahwa responden yang memberikan penilaian terhadap variabel efektivitas iklan interrnetdalam kategori tinggi yaitu sebanyak 23 orang (17,7%), responden yang memberikan penilaian terhadap variabel efektivitas iklan interrnetdalam kategori sedang yaitu sebanyak 86 orang (66,2%), dan responden yang memberikan penilaian terhadap variabel efektivitas iklan interrnetdalam kategori rendah yaitu sebanyak 21 orang (16,2%).

3) Promosi Penjualan

Hasil analisis deskriptif pada variabel promosi penjualan diperoleh

nilai minimum sebesar 8; nilai maksimum sebesar 19; mean sebesar

13,98; dan standar deviasi sebesar 2,16. Selanjutnya data promosi penjualan dikategorikan dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD). Jumlah butir pertanyaan untuk variabel promosi penjualan terdiri dari 4 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor

56

1, 2, 3, 4 dan 5. Kategorisasi untuk variabel promosi penjualan disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 12. Kategorisasi Variabel Promosi Penjualan

Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%)

Tinggi X ≥ 16,14 18 13,8

Sedang 11,82 ≤ X <16,14 99 76,2

Rendah X<11,82 13 10,0

Jumlah 130 100,0

Sumber: Data Primer 2014

Tabel tersebut menunjukkan bahwa responden yang memberikan penilaian terhadap variabel promosi penjualandalam kategori tinggi yaitu sebanyak 18 orang (13,8%), responden yang memberikan penilaian terhadap variabel promosi penjualandalam kategori sedang yaitu sebanyak 99 orang (76,2%), dan responden yang memberikan penilaian terhadap variabel promosi penjualandalam kategori rendah yaitu sebanyak 13 orang (10%).

4) Minat Beli

Hasil analisis deskriptif pada variabel minat beli diperoleh nilai

minimum sebesar 7; nilai maksimum sebesar 18; mean sebesar 13,26; dan

standar deviasi sebesar 2,85. Selanjutnya data minat beli dikategorikan dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD). Jumlah butir pertanyaan untuk variabel minat beli terdiri dari 4 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor 1, 2, 3, 4 dan 5. Kategorisasi untuk variabel minat beli disajikan pada tabel berikut ini:

57

Tabel 13. Kategorisasi Variabel Minat Beli

Kategori Interval Skor Frekuensi Persentase (%)

Tinggi X ≥ 16,11 21 16,2

Sedang 10,41 ≤ X <16,11 85 65,4

Rendah X<10,41 24 18,5

Jumlah 130 100,0

Sumber: Data Primer 2014

Tabel tersebut menunjukkan bahwa responden yang memberikan penilaian terhadap variabel minat belidalam kategori tinggi yaitu sebanyak 21 orang (16,2%), responden yang memberikan penilaian terhadap variabel minat belidalam kategori sedang yaitu sebanyak 85 orang (65,4%), dan responden yang memberikan penilaian terhadap variabel minat belidalam kategori rendah yaitu sebanyak 24 orang (18,5%).

2. Uji Prasyarat Analisis

Pengujian prasyarat analisis dilakukan sebelum melakukan analisis regresi linier berganda. Prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas

yangdilakukan menggunakan bantuan komputer program SPSS 19.00 for

58

a.Uji Normalitas

Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel penelitian berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas diujikan pada masing-masing variabel penelitian yang meliputi:persepsi harga, efektivitas iklan internet, promosi penjualandan minat beli. Pengujian

normalitas menggunakan teknik analisis Kolmogorov-Smirnov dan untuk

perhitungannya menggunakan program SPSS 19.00 for Windows. Data

dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05

pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil uji normalitas untuk masing-masing variabel dan variabel penelitian disajikan berikut ini.

Tabel 14. Hasil Uji Normalitas

Variabel Signifikansi Keterangan

Persepsi Harga 0,140 Normal

Efektivitas Iklan Internet 0,598 Normal

Promosi Penjualan 0,081 Normal

Minat Beli 0,242 Normal

Sumber: Data Primer 2014

Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa semua variabel dan variabel penelitian mempunyai nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 pada (sig>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian berdistribusi normal.

b.Uji Linieritas

Tujuan uji linieritas adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat linier atau tidak. Kriteria pengujian linieritas adalah jika nilai signifikasi lebih besar dari 0,05, maka hubungan antara

59

variabel bebas dan variabel terikat adalah linier. Hasil rangkuman uji linieritas disajikan berikut ini:

Tabel 15. Hasil Uji Linieritas

Variabel Signifikansi Keterangan

Persepsi Harga Minat Beli 0,227 Linier

Efektivitas Iklan Internet Minat Beli 0,307 Linier

Promosi Penjualan Minat Beli 0,375 Linier

Sumber : Data primer 2014

Hasil uji linieritas pada tabel di atas dapat diketahui bahwa semua variabel memiliki nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (sig>0,05), hal ini menunjukkan bahwa semua variabel penelitian adalah linier.

c.Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui besarnya interkolerasi antar variabel bebas dalam penelitian ini. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat masalah multikolinieritas. Untuk mendeteksi ada

tidaknya multikolinieritas dapat dilihat pada nilai tolerance dan VIF.

Apabila nilai toleransi di atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10 maka tidak terjadi multikolinieritas. Hasil uji multikolinieritas untuk model regresi pada penelitian ini disajikan pada tabel di bawah ini:

Tabel 16. Hasil Uji Multikolinieritas

Variabel Tolerance VIF Kesimpulan

Persepsi Harga 0,763 1,310 Tidak terjadi

multikolinieritas Efektivitas Iklan

Internet

0,796 1,256 Tidak terjadi

multikolinieritas

Promosi Penjualan 0,849 1,177 Tidak terjadi

multikolinieritas Sumber: Data Primer 2014

60

Dari tabel di atas terlihat bahwa semua variabel mempunyai nilai toleransi di atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas.

d.Uji Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan

ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas dan untuk mengetahui adanya heteroskedastisitas dengan

menggunakan uji Glejser.Jika variabel independen tidak signifikan secara

statistik dan tidak memengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut ini adalah hasil uji heteroskedastisitas terhadap model regresi pada penelitian ini.

Tabel 17. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Variabel Sig. Kesimpulan

Persepsi Harga 0,989 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Efektivitas Iklan Internet

0,984 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Promosi Penjualan 0,243 Tidak terjadi heteroskedastisitas

Sumber: Data Primer 2014

Tabel di atas menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas.

61

3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian bertujuan untuk membuktikan hipotesis yang telah diajukan apakah persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan terhadap minat beli konsumen ZALORA.Analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresiberganda. Di bawah ini akan dibahas hasil analisis regresi bergandayang

dilakukan dengan menggunakan program SPSS 19.00 for Windows.

Tabel 18. Rangkuman Hasil Analisis Regresi Berganda

Variabel Koefisien

Regresi (b)

t-hitung Sig. Kesimpulan

Persepsi Harga 0,275 4,182 0,000 Signifikan

Efektivitas Iklan Internet

0,182 3,169 0,002 Signifikan

Promosi Penjualan 0,404 4,200 0,000 Signifikan

Konstanta = -6,663 R² = 0,432

F hitung = 31,895 Sig. = 0,000

Sumber: Data Primer 2014

Dari hasil analisis regresi dapat diketahui persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y = -6,663+ 0,275X1 + 0,182X2+ 0,404X3+ e

Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan berpengaruh positifdan signifikan terhadap terhadap minat beli konsumen. Pengaruh positif persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan terhadap minat beli konsumen berarti bahwa apabila persepsi harga, efektivitas iklan internet dan

62

promosi penjualan mengalami peningkatan, maka akan meningkatkan minat beli, sebaliknya penurunan pada variabel persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan akan menurunkan minat beli. Hasil pengujian hipotesis dijelaskan sebagai berikut:

a.Uji t (secara parsial)

Uji t merupakan pengujian untuk menunjukkan pengaruh secara individu variabel bebas yang ada didalam model terhadap variabel terikat.Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel bebas menjelaskan variasi veriabel terikat. Apabila nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Penjelasan hasil uji t untuk masing-masing variabel bebas adalah sebagai berikut:

1) Persepsi Harga

Hasil statistik uji t untuk variabel persepsi harga diperoleh nilai t hitung sebesar 4,182 dan t tabel 1,984 (df=129) dengan tingkat signifikansi 0,000 karena t hitung>t tabel (4,182>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), maka hipotesis yang menyatakan

bahwa “persepsi hargaberpengaruh positif pada minat beli konsumen” terbukti.

63

2) Efektivitas Iklan Internet

Hasil statistik uji t untuk variabel efektivitas iklan internet diperoleh nilai t hitung sebesar 3,169 dan t tabel 1,984 (df=129) dengan tingkat signifikansi 0,002 karena t hitung>t tabel (3,169>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,002<0,05), maka hipotesis yang menyatakan

bahwa “iklan internet berpengaruh positif pada minat beli konsumen”

terbukti.

3) Promosi Penjualan

Hasil statistik uji t untuk variabel promosi penjualan diperoleh nilai t hitung sebesar 4,200 dan t tabel 1,984 (df=129) dengan tingkat signifikansi 0,000 karena t hitung>t tabel (4,200>1,984), signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), maka hipotesis yang menyatakan

bahwa “promosi penjualan berpengaruh positif pada minat belikonsumen” terbukti.

b. Uji F

Analisis regresi berganda dengan menggunakan uji F (Fisher) bertujuan

untuk mengetahui pengaruh semua variabel yang meliputi: persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan terhadap minat beli konsumen. Apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05) maka model regresi signifikan secara statistik.

Dari hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 31,895dan F tabel sebesar 2,68 dengan signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena F hitung > F

64

tabel (31,895>2,68) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05

(0,000<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa “persepi harga, iklan internet

dan promosi penjualanbersama- sama berpengaruh pada minat beli

konsumen ”.

c. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk mengukur besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Besarnya koefisien determinasi berkisar antara angka 0 sampai dengan 1, besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai R2 sebesar 0,432. Hal ini menunjukkan bahwa minat belidipengaruhi oleh persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan sebesar 43,2%, sedangkan sisanya sebesar 56,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

B. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan terhadap minat beli konsumen. Pembahasan

berdasarkan tujuan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut.

1. Pengaruh Persepsi Harga terhadap Minat Beli Konsumen ZALORA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi harga terhadap minat beli konsumen, hal ini dibuktikan dari

65

nilai t hitung sebesar 4,182 dan t tabel 1,984 (df=129) dengan tingkat signifikansi 0,000 karena t hitung>t tabel (4,182>1,984), signifikansi lebih

kecil dari 0,05 (0,000<0,05), maka hipotesis yang menyatakan bahwa “persepsi

hargaberpengaruh positif pada minat beli konsumen”.

Salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen adalah persepsi harga. Freddy Rangkuti (2008:103) menyatakan bahwa persepsi harga adalah biaya relative yang harus konsumen keluarkan untuk memperoleh produk atau jasa yang ia inginkan.Sedangkan menurut J. Paul Peter dan Jerry C.Olson

(2008:406) persepsi harga berkaitan dengan bagaimana informasi

harga.Persepsi konsumen tentang harga merupakan anggapan atau pandangan konsumen tentang harga yang ditetapkan perusahaan (Febriana Pramudya Wardani, 2008: 36).

Sedangkan persepsi terhadap kewajaran harga dapat pula dijelaskan dengan

teori acquisition transaction utility. Konsumen akan melakukan pembelian

(acquisitionutility) apabila harga tersebut dikaitkan dengan keuntungan atau

kerugian dalam persfektif fungsi produk. Sedangkan truncation utility,

konsumen mempersepsikan harga dengan kenikmatan dari perbedaan antara

interval reference prices dengan harga pembelian.

Persepsi harga (price perceptions) berkaitan dengan bagaimana informasi

harga dipahami seluruhnya oleh konsumen dan memberikan makna yang dalam bagi mereka.Pendekatan untuk memahami persepsi harga adalah pemrosesan informasi, yang di kemukakan oleh Jacoby dan Olson (2000: 229).

66

Harga merupakan salah satu atribut penting yang dievaluasi oleh konsumen sehingga dapat mempengaruhi sikap konsumen. Dengan kata lain, pada tingkat harga tertentu yang telah dikeluarkan, konsumen dapat merasakan manfaat dari produk yang telah dibelinya. Dan konsumen akan merasa puas apabila manfaat yang mereka dapatkan sebanding atau bahkan lebih tinggi dari nominal uang yang mereka keluarkan.

Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizky

Amalina Bachriansyah (2011) dengan judul “Analisis Pengaruh Kualitas

Produk, Daya Tarik Iklan, dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Konsumen

Pada Produk Ponsel Nokia (Studi Kasus Pada Masyarakat di Kota Semarang)”.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwavariabel independen dalam penelitian ini berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen yaitu minat beli.

2. Pengaruh Efektivitas Iklan Internetterhadap Minat Beli KonsumenZALORA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan efektivitas iklan internet terhadap minat beli, hal ini dibuktikan dari nilai t hitung sebesar 3,169 dan t tabel 1,984 (df=129) dengan tingkat signifikansi 0,002 karena t hitung>t tabel (3,169>1,984), signifikansi lebih

kecil dari 0,05 (0,002<0,05), maka hipotesis yang menyatakan bahwa “iklan

internet berpengaruh positif pada minat beli konsumen”

Faktor kedua yang mempengaruhi minat pembelian adalah efektivitas iklan internet.Saat ini, iklan internet telah menjadi kekuatan pendorong bagi inisiatif

67

dan upaya periklanan. Iklan online yang efektif adalah iklan yang bisa

memberi respon langsung dari konsumen. efektivitas iklan dalam internet di pengaruhi oleh komposisi warna, gaya bahasa, posisi, ukuran font, lokasi, dan jenis.

Iklan yang baik memahami bahwa orang tidak membeli produk, tetapi membeli keuntungan dari produk tersebut dan lebih dari itu iklan yang efektif adalah iklan yang mendapat perhatian dan diingat serta membuat orang-orang yang bertindak untuk melakukan pembelian (Shultz & Tannebaun dalam Shimp, 2000).

Menurut Kotler dalam Durianto dan Liana (2004) efektivitas iklan dapat dilihat dari dua sudut pandang hasil/dampak yaitu dampak komunikasi dari suatu iklan yang meliputi pengaruhnya pada kesadaran, pengetahuan dan preferensi serta dampak terhadap penjualan dimana dampak ini lebih sulit untuk diukur karena penjualan dipengaruhi oleh banyak faktor tidak hanya oleh periklanan.

Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pratama

Suherman (2011) dengan judul “Analisis Pengaruh Efektivitas Iklan Internet Dan Kelompok Referensi Terhadap Persepsi Kualitas Dan Dampaknya

Terhadap Niat Beli Produk Blackberry”. Hasil penelitian tersebut

menunjukkan bahwa efektivitas iklan internet dan kelompok referensi secara bersama-sama berpengaruh terhadap persepsi kualitas dan variabel efektivitas

68

iklan internet, kelompok referensi dan persepsi kualitas mempengaruhi niat beli.

3. Pengaruh Promosi Penjualan terhadap Minat Beli KonsumenZALORA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan promosi penjualan terhadap minat beli konsumen, hal ini dibuktikan dari nilai nilai t hitung sebesar 4,200 dan t tabel 1,984 (df=129) dengan tingkat signifikansi 0,000 karena t hitung>t tabel (4,200>1,984), signifikansi lebih

kecil dari 0,05 (0,000<0,05), maka hipotesis yang menyatakan bahwa “promosi

penjualan berpengaruh positif pada minat belikonsumen”.

Faktor ketiga yang mempengaruhi minat beli adalah promosi penjualan.Promosi penjualan terdiri dari semua kegiatan pemasaran, selain penjualan pribadi, iklan dan hubungan masyarakat yang merangsang pembelian konsumen dan efektivitas iklan. Menurut Charles W. Lamb, Joseph F hair & Carl McDaniel (2001: 146) dalam jurnal Rosida P.Adam, dalam Rani (2008), promosi adalah komunikasi oleh pemasar yang menginformasikan dan mengingatkan calon pembeli mengenai sebuah produk untuk mempengaruhi suatu pendapat atau memperoleh suatu respon Sedangkan Swastha (1997: 350), menyatakan bahwa promosi terbagi menjadi empat kegiatan yaitu: periklanan,

personal selling, publisitas dan promosi penjualan.

Menurut Swastha (1990: 352) menjelaskan bahwa berbagai kegiatan yang termasuk dalam promosi, inti tujuannya adalah memberikan suatu informasi kepada konsumen. Kegiatan yang mencakup peragaan, pertunjukkan, pameran,

69

demonstrasi dan sebagainya tersebut dapat diwujudkan dalam bentukpromosi dilakukan dengan memanfaatkan suatu media, promosi dengan memberikan suatu demonstrasi di tempat umum, promosi dengan menyelenggarakan suatu event atau pameran tertentu, dan memberikan suatu inovasi dalam berpromosi.

Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayu

Ashari Nur (2012) dengan dudul “Pengaruh Promosi Penjualan Pakaian

Wanita Di Group Blackberry Messenger Terhadap Minat Beli Mahasiswi Ilmu

Komunikasi Universitas Hasanuddin”. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengaruh promosi penjualan pakaian wanita di group blackberry messenger tidak berpengaruh terhadap minat beli mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin.

4. Pengaruh Persepsi Harga, Efektivitas Iklan Internet dan Promosi Penjualan

terhadap Minat Beli KonsumenZALORA

Dari hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 31,895dan F tabel sebesar 2,68 dengan signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena F hitung > F tabel (31,895>2,68) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05),

maka dapat disimpulkan bahwa “persepi harga, iklan internet dan promosi

penjualanbersama- sama berpengaruh pada minat beli konsumen”.

Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai R2 sebesar 0,432. Hal ini menunjukkan bahwa minat belidipengaruhi oleh persepsi harga, efektivitas iklan internet dan promosi penjualan sebesar 43,2%, sedangkan sisanya sebesar 56,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

70

Minat beli konsumen adalah sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentuMenurut Keller (1998) dalam Arista (2011: 30), minat konsumen adalah seberapa besar kemungkinan konsumen membeli suatu merek atau seberapa besar kemungkinan konsumen untuk berpindah dari satu merek ke merek lainnya.

Minat beli yang terdapat pada diri konsumen bukan merupakan kegiatan pembelian yang dilakukan sekarang ataupun kegiatan pembelian yang dilakukan di waktu yang akan datang oleh konsumen. Namun, minat beli dalam diri seseorang merupakan gambaran dan refrensi keinginan diri konsumen untuk mengambil sebuah keputusan pembelian.Hal ini sesuai dengan pendapat Kotler (1999) yang menjelaskan bahwa para konsumen tidak asal saja mengambil keputusan pembelian.

71

BAB V

Dokumen terkait