• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “ Penggunaan Pendekatan Kontekstual dan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas V Semester II SD N Cancangan Tahun Ajaran 2010/2011”

dilaksanakan selama dua minggu. Penelitian ini dimulai pada tanggal 15 Juni 2011 sampai dengan 24 Juni 2011.

1. Siklus I

Tindakan siklus I dilaksanakan selama 2 kali pertemuan. Tiap-tiap pertemuan terdiri dari tiga jam pelajaran (3 X 35 menit) yang dilaksanakan selama satu minggu yaitu pada tanggal 15 Juni 2011 dan 17 Juni 2011, yang diikuti oleh siswa kelas V SDN Cancangan sebanyak 23 siswa.

Dalam penelitian ini peneliti berperan langsung sebagai guru yang melaksanakan pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan Pembelajaran kontekstual dan media audiovisual. Adapun tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam siklus I adalah sebagai berikut.

a. Perencanaan

Dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 kelas V mata pelajaran bahasa Indonesia tentang menulis puisi dan dengan menggunakan langkah-langkah pembelajaran kontekstual serta menggunakan mediaaudiovisualantara lain adalah sebagai berikut.

1) Memilih standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang sesuai dengan menulis puisi pada kelas V.

Alasan pemilihan kompetensi dasar dan indikator tersebut adalah:

(1) Kompetensi dasar dan indikator menulis puisi sulit untuk dikuasai karena siswa menemui berbagai kesulitan yang berarti.

(2) Kompetensi dasar dan indikator menulis puisi tersebut merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dituntaskan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, sehingga nantinya akan berguna dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan menulis puisi siswa dapat menanamkan rasa apresiasi terhadap suatu karya baik karyanya sendiri maupun karya orang lain di dalam kehidupan, dengan rasa apresiasi yang dimiliki tersebut secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap sesama.

(3) Pemilihan kompetensi dasar dan indikator tersebut didasarkan pada kurikukum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus I sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang telah dipilih. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada siklus I ini dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan masing-masing pertemuan 3 jam pelajaran dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Juli 2011 dan Jum’at 17 Juli 2011.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut mencakup: SK, KD, indikator, tujuan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, evaluasi, dan format penilaian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan kontekstual, materi menulis puisi pada siklus I ini mengambil objek tentang alam seperti pemandangan atau tumbuh-tumbuhan. Mengenai susunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan langkah-langkahnya semua tercakup di dalam lampiran.

3) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan mengarahkan siswa sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang disusun pada RPP. 4) Membuat lembar observasi untuk mengetahui kondisi pembelajaran

ketika menggunakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Kontekstual dan media audio visual pada pembelajaran menulis puisi. 5) Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang sangat berperan dalam

proses pembelajaran menulis puisi. Adapun sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah sebagai berikut: (1) Ruang belajar

Ruang belajar yang digunakan adalah ruang belajar yang sama digunakan untuk pembelajaran setiap harinya, diatur sedemikian rupa tempat sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman.

( 2) MediaAudiovisual

Perangkat audiovisual (laptop, sound, viewer) digunakan untuk menayangkan tulisan, gambar, dan video dari laptop yang

berkaitan dengan materi menulis puisi. Dengan menggunakan perangkat tersebut hal yang ditayangkan akan lebih jelas, dan lebih besar sehingga semua siswa di dalam ruang kelas dapat melihatnya. Dengan penggunaan media audiovisual ini siswa akan lebih tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran menulis puisi.

(3) Buku Pelajaran

Buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia digunakan sebagai acuan belajar. Di dalam proses pembelajaran menulis puisi peneliti menggunakan buku acuan yang menjadi buku pegangan siswa, adapun buku pelajaran yang digunakan adalah buku karangan Edi Warsidi dan Farika tahun 2008 yang berjudul Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas Kelas V, buku tersebut merupakan Buku Sekolah Elektronik (BSE).

b. Pelaksanaan Tindakan

Setelah rencana tindakan dibuat, peneliti segera melakukan tindakan penelitian dengan melaksanakan proses pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis puisi, menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pendekatan kontekstual yang telah dibuat untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa.

Siklus I yang dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan diuraikan sebagai berikut.

1) Pertemuan 1 ( Siklus I )

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Juni 2011 selama 3 jam pelajaran atau sekitar 105 menit.

Pada pertemuan pertama, indikator pembelajarannya adalah siswa dapat mengetahui unsur-unsur puisi. Peneliti menjelaskan tentang pengertian puisi, unsur-unsur puisi, dengan pembelajaran sebagai berikut : melalui tanya jawab siswa dapat mengetahui unsur-unsur puisi, melalui pengamatan objek siswa dapat menemukan tema puisi dengan tepat, dan melalui diskusi siswa dapat membangun gagasan puisi berdasarkan tema.

Adapun materi yang diajarkan sesuai dengan tujuan tersebut meliputi hakikat puisi (pengertian, unsur-unsur). Dengan menggunakan pembelajaran pendekatan kontekstual siswa diarahkan untuk menentukan tema berdasarkan objek yang diamati, serta dapat menentukan/memilih kata yang akan disusun menjadi puisi. Berikut ini dipaparkan kondisi nyata yang dialami selama proses pembelajaran berlangsung.

(1) kegiatan awal

Peneliti membuka pelajaran dengan doa bersama dan absensi siswa serta mempersiapkan media atau alat peraga yang dibutuhkan. Selanjutnya guru mengkondisikan siswa untuk mengetahui materi dengan memberikan apersepsi melalui pertanyaan yang dikaitkan pada pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan puisi. Misalnya, siapa yang suka menulis puisi?, Siapa yang pernah mengikuti lomba baca puisi?, dan sebagainya. Siswa masih terlihat malu-malu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peneliti, siswa

masih belum begitu berani mengungkapkan pendapat maka peneliti memberikan motivasi kepada siswa agar siswa tetap tertarik dalam mengikuti pembelajaran.

(2) Kegiatan Inti

Peneliti memberikan materi tentang pengertian dan unsur-unsur puisi, kemudian melalui tanya jawab dengan siswa peneliti memberikan penjelasan tentang langkah-langkah menulis puisi secara umum yang terdiri dari menentukan tema/ide, menentukan pilihan kata dan mengembangkan pilihan kata tersebut. Kemudian setelah materi tentang puisi diberikan pada siswa, peneliti memberikan contoh puisi dan siswa mengisi beberapa pertanyaan tentang contoh puisi pada Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dibagikan sebelumnya. Pada kegiatan ini peneliti membagi siswa ke dalam 4 kelompok yang beranggotakan 5-6 siswa untuk mendiskusikan puisi atau hasil pengamatan terhadap puisi tersebut. Kemudian perwakilan siswa dari masing- masing kelompok maju untuk membacakan hasil diskusi mereka. Kegiatan selanjutnya siswa diberikan tugas mengamati lingkungan sekitar bersama masing-masing kelompoknya dan peneliti menugaskan siswa untuk menulis tema puisi.

Peneliti merekam objek pengamatan siswa dan akan ditayangkan kembali di kelas. Setelah selesai/cukup melakukan pengamatan di lingkungan, siswa kembali ke kelas dan diminta untuk mengamati video yang ditampilkan, siswa mulai menuliskan puisi mengenai/berdasarkan objek yang diamati secara langsung maupun melalui video.

Setelah selesai menulis puisi, siswa mengumpulkan puisi yang ditulisnya diakhir pembelajaran.

(3) Kegiatan Penutup

Peneliti mempersilakan siswa untuk bertanya mengenai materi yang baru dipelajari, peneliti memberikan tindak lanjut dengan menjelaskan kembali hal-hal yang ditanyakan siswa.

2) Pertemuan 2 ( Siklus I )

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Jum’at, 17 Juni 2011 selama 3 jam pelajaran atau sekitar 105 menit.

Pada pertemuan ini, indikator yang ditekankan adalah siswa dapat menulis puisi dengan pilihan kata yang tepat dan siswa dapat mengetahui jenis atau ciri gaya bahasa yang terdapat pada sebuah puisi. Siswa dapat mengetahui gaya bahasa melalui pengamatan puisi.

(1) Kegiatan awal

Peneliti mempersiapkan media atau alat peraga yang digunakan. Selanjutnya guru mengkondisikan siswa lalu mengadakan apersepsi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan tujuan memberikan penguatan dan mengingat kembali pada pembelajaran yang telah dilaksanakan.

(2) Kegaiatan inti

Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap puisi yang diberikan peneliti dan selanjutnya siswa mencari kata-kata sukar dalam puisi yang diamati. Kemudian siswa dibentuk dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa untuk mendiskusikan kata-kata sukar yang ditemukan dalam puisi yang diamati, kemudian peneliti dan siswa melakukan pembahasan mengenai kata-kata sukar

yang ditemukan dalam puisi tersebut. Setelah dilakukan penjelasan meneganai sinonim kata dan gaya bahasa siswa diberikan tugas mengamati lingkungan sekitar.

Kegiatan selanjutnya siswa secara individu diberikan tugas untuk menulis puisi berdasarkan obyek yang diamati dan sesuai dengan imajinasi terhadap objek tersebut. siswa diarahkan kembali ke dalam kelas di dalam kelas setelah dirasa cukup melakukan pengamatan. Didalam kelas siswa diberi kesempatan untuk melihat tayangan video dan membaca kembali karya puisi masing-masing. Setelah siswa menyelesaikan tugas menulis puisi kemudian siswa mengumpulkan hasil puisi tersebut kepada peneliti. Peneliti bersama-sama dengan siswa melakukan tanya jawab untuk memperdalam pengetahuan seputar materi menulis puisi.

(3) Kegiatan penutup

Peneliti dan siswa melakukan refleksi mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan selanjutnya membuat kesimpulan tentang materi pembelajaran. Pada akhir kegiatan ini peneliti juga memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa untuk tidak takut menuangkan ide-ide, gagasan, pemikiran dalam sebuah puisi.

c. Observasi Siklus I

Observasi dilaksanakan peneliti dengan bantuan wali kelas IV sebagai mitra peneliti pada saat pembelajaran berlangsung, dari observasi tersebut didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel.5

Hasil Observasi Siklus I Pertemuan ke-1dan 2

No. Nama Hasil skor

Pertemuan 1 Pertemuan 2 1 Yu 63 71 2 Ag 46 50 3 Al 63 83 4 An 54 88 5 Ang 63 79 6 Ap 63 79 7 At 54 71 8 Ba 58 83 9 Dw 58 67 10 Gu 54 58 11 Ke 58 75 12 Mi 50 67 13 Ra 63 75 14 Re 63 79 15 Ri 63 75 16 Si 54 83 17 Su 58 79 18 We 58 67 19 Ye 50 75 20 Dw 58 75 21 Be 50 54 22 Ya 58 71 23 Ri 38 50 Rata-rata skor 56 72

pada tabel tersebut sudah memenuhi target rata-rata yang diinginkan untuk siklus I disetiap pertemuan, namun perlu diadakan perhatian khusus pada pembagian siswa ke dalam kelompok. Hal teresebut perlu dilakukan karena dalam diskusi kelompok ada beberapa kelompok yang merasa tidak cocok/ senang dengan anggota kelompoknya sehingga kerja kelompok kurang maksimal. Pada proses pembelajaran yang dilaksanakan tersebut, siswa merasa senang saat menulis puisi dengan pengamatan objek secara langsung.

pada pembelajaran selanjutnya perlu diadakan pembenahan pada sistem pembagian kelompok dan menambah komponen pembelajaran yang merangsang siswa untuk bertanya agar proses pelajaran yang diinginkan dapat tercapai pada siklus dan pertemuan selanjutnya.

d. Refleksi Siklus I

Setelah melaksanakan tindakan pada siklus I peneliti melakukan refleksi untuk lebih menghayati kekurangan dan kelebihan pada siklus ini. Bahan refleksi peneliti didapat dari observasi dan dari hasil tes menulis puisi. Observasi dilakukan ketika pembelajaran berlangsung dan tes menulis puisi dilakukan di akhir pembelajaran pertemuan II siklus I. Hal-hal yang ditemukan selama proses pembelajaran sebagai berikut.

1) Alokasi waktu yang diberikan pada materi menulis puisi dengan melakukan pengamatan objek langsung masih dirasa terlalu singkat atau kurang mencukupi.

2) Pada pelaksanaan siklus I hasil yang diperoleh dari tes mengarang terdapat peningkatan dari kondisi awal.

3) Nilai rata-rata puisi siswa belum mencapai KKM 65 meskipun ada peningkatan dari kondisi awal.

Kendala-kendala yang dialami pada pembelajaran siklus pertama digunakan sebagai bahan pertimbangan pada pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus selanjutnya.

2. Siklus II

a. Perencanaan Tindakan

Memilih standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang sesuai dengan menulis puisi pada kelas V.

1) Alasan pemilihan kompetensi dasar dan indikator tersebut adalah:

(1) Kompetensi dasar dan indikator menulis puisi tersebut merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dituntaskan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Sehingga dengan rasa apresiasi yang dimiliki tersebut secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap sesama.

(2) Pemilihan kompetensi dasar dan indikator tersebut didasarkan pada kurikukum yang berlaku dan harapan masyarakat terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

dalam 2 kali pertemuan masing-masing pertemuan 3 jam pelajaran atau sekitar 105 menit, yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu minggu yaitu pada hariRabu dan Jum’at.

3) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan mengarahkan siswa sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang disusun pada RPP. 4) Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung yang berperan dalam proses

pembelajaran menulis puisi. Adapun sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembelajaran menulis puisi adalah sebagai berikut:

(1) Ruang belajar

Ruang belajar yang digunakan adalah ruang belajar yang sama digunakan untuk pembelajaran setiap harinya. Sedangkan pengaturan ruangan termasuk tempat duduk siswa dibuat sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman. (2) MediaAudiovisual

Perangkat audiovisual (laptop, sound, viewer) digunakan untuk menayangkan tulisan, gambar, dan video dari laptop yang berkaitan dengan materi menulis puisi. Dengan menggunakan perangkat tersebut hal yang ditayangkan akan lebih jelas, dan lebih besar sehingga semua siswa di dalam ruang kelas dapat melihatnya. Dengan penggunaan media audiovisual ini siswa akan lebih tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran menulis puisi.

acuan belajar. Buku yang digunakan adalah buku karangan Edi Warsidi dan Farika. Tahun 2008 yang berjudul Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas Kelas V

.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan kelas siklus II, dilaksanakan pada hari Rabu tanggal,

22 Juni 2011 dan Jum’at tanggal, 24 Juni. Pembelajaran berlangsung sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu dengan menerapkan pendekatan kontekstual dan media audiovisual yang dirancang oleh peneliti. Pada pertemuan ke-1 siklus II ini, dilakukan tes menulis puisi untuk mengetahui perkembangan keterampilan menulis puisi siswa.

Berikut ini merupakan rician kegiatan siklus II pada setiap pertemuan. 1) Pertemuan 1 ( siklus II )

Pelaksanaan siklus II pada pertemuan ke-1 indikator pembelajarannya adalah siswa dapat mengetahui langkah-langkah menulis puisi.

(1) Kegiatan Awal

Pembelajaran diawali dengan berdoa, kemudian dilanjutkan dengan mengabsensi siswa. Untuk memantapkan dan mengingat kembali pembelajaran sebelumnya, peneliti melakukan apresepsi dengan pertanyaan, Apakah kalian menyukai puisi?, Hal apa yang kalian sukai saat menulis puisi?, dan siswa diberikan kesempatan bertanya mengenai materi/unit yang akan dipelajari.

(2) Kegiatan Inti

pengamatan lingkungan siswa, dimulai dengan membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) peneliti mengarahkan siswa untuk memgamati objek yang ditentukan dan menuliskan ide, gagasan puisi berdasarkan objek yang diamatinya tersebut dan kegiatan ini dilakukan secara individu. Setelah siswa melakukan pengamatan, siswa menulis puisi berdasarkan objek pengamatan dengan arahan peneliti, siswa kembali kedalam ruang kelas didalam kelas pembelajaran dilanjutkan dengan melihat tayangan video yang direkam peneliti waktu di lokasi pengamatan objek. Dari video tersebut peneliti menugaskan siswa untuk mengamati objek sekali lagi, mengigat kembali dan mengaktualkan dalam bentuk menulis puisi. Setelah siswa selesai menulis puisi selanjutnya hasil karya puisi tersebut diserahkan pada peneliti.

Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi dan kendala-kendala yang dialami pada pembelajaran yang baru saja dilaksanakan.

(3) Kegiatan Akhir

Peneliti bersama siswa melakukan tanya jawab seputar kesulitan yang dialami dalam proses pembelajaran. Peneliti membuat kesimpulan menegenai materi yang telah dipelajari.

2. Pertemuan 2 ( Siklus II )

Pertemuan ke-2 pada siklus II, dilaksanakan pada hari jum’at tanggal, 24 Juni 2011 dan diikuti oleh siswa kelas V SDN Cancangan yang terdiri dari 23 siswa. Kegiatan pembelajaran pada siklus II memiliki indikator siswa dapat menulis puisi dengan gaya bahasa dan pilihan kata yang tepat.

(1) Kegiatan Awal

Kegiatan pembelajaran dimulai dengan berdoa, mengabsen siswa untuk mengetahui jumlah siswa yang hadir. Selanjutnya peneliti memberikan motivasi kepada siswa berkenaan dengan hasil puisi pada pertemuan sebelumnya dengan kalimat pujian seperti, puisi yang kalian tulis sudah terlihat bagus, untuk selanjutnya apakah kalian siap untuk membuat puisi yang lebih bagus dari yang kemarin?. Disamping itu siswa juga diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya mengenai pembelajaran menulis puisi dan memilih obyek pengamatan.

(2) Kegiatan Inti

Siswa ditugaskan untuk menulis langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk memulai menulis puisi. Setelah itu siswa bersama dengan peneliti menuju lokasi pengamatan yang telah disetujui, sesampainya dilokasi pengamatan siswa mulai mencatat hal-hal yang dianggap penting selama pengamatan untuk ditulis dalam puisi, setelah dirasa cukup melakukan pengamatan langsung, siswa kembali ke dalam kelas kegiatan selanjutnya mulai memilih kata-kata yang tepat untuk ditulis dalam puisi dengan memperhatikan pemakaian gaya bahasa.

Dalam kelas siswa diajak untuk megamati video dan menulis kembali puisi yang dibuatnya setelah menggabungkan pengalaman yang didapat dari pengamatan langsung dan pengamatan pada mediaaudiovisual.

Siswa mengumpulkan hasil karya puisinya untuk dinilai oleh peneliti dengan menggunakan instrument penilaian yang telah disusun peneliti.

(3) Kegiatan Akhir

Peneliti bertanya jawab dengan siswa mengenai materi menulis puisi yang telah dipelajari.

c. Observasi Siklus II

Observasi dilaksanakan peneliti dengan bantuan wali kelas V pada saat pembelajaran berlangsung didalam kelas. Data hasil observasi disajikan dalam tabel berikut.

Tabel.6

Hasil Observasi Siklus II Pertemuan ke-1dan 2

No. Nama Hasil skor

Pertemuan 1 Pertemuan 2 1 Yu 88 100 2 Ag 67 75 3 Al 88 92 4 An 92 100 5 Ang 88 92 6 Ap 79 96 7 At 79 96 8 Ba 92 88 9 Dw 79 92 10 Gu 75 92 11 Ke 83 96 12 Mi 71 83 13 Ra 83 88 14 Re 92 96 15 Ri 83 96

16 Si 92 92 17 Su 88 92 18 We 79 96 19 Ye 79 83 20 Dw 79 96 21 Be 67 71 22 Ya 79 96 23 Ri 63 79 Rata-rata skor 81 91

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dapat diikuti siswa dengan baik. Siswa bersemangat dalam melakukan kegiatan pengamatan disekitar sekolah dan sudah terlihat terbiasa dengan kegiatan pembelajaran diluar kelas.

d. Refleksi Siklus II

Setelah melaksanakan tindakan pada siklus I peneliti melakukan refleksi untuk lebih menghayati kekurangan dan kelebihan pada siklus ini, bahan refleksi peneliti didapat dari observasi dan dari hasil tes menulis puisi. Observasi dilakukan ketika pembelajaran berlangsung sedangkan tes menulis puisi dilakukan di akhir pembelajaran pertemuan II. Hal-hal yang ditemukan selama proses pembelajaran berlangsung, antara lain :

1) Semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran baik ketika menyelesaikan tugas individu maupun kelompok.

2) Pada pelaksanaan siklus II diperoleh hasil nilai puisi mencapai target yakni 78,26% dari target 75% jumlah siswa kelas V SDN Cancangan, nilainya telah memenuhi KKM.

Dokumen terkait