BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Penelitian
1. Sumber Dana PT. Bank Sulselbar Cabang Utama Makassar
Sebagai suatu lembaga keuangan, PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar sangat membutuhkan dana. Jumlah dana yang dimiliki akan mempengaruhi keberhasilan PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar dalam menjalankan kegiatan operasinya.
Oleh karena itu, Bank Sulselbar melakukan penghimpunan dana dari berbagai sumber, baik berupa modal maupun berupa hutang (kewajiban) yang sifatnya jangka pendek ataupun jangka panjang. Sumber dana PT. Bank Sulselbar berasal dari modal sendiri, pinjaman dari pihak lain, serta dana dari masyarakat.
Untuk lebih jelasnya, berikut disajikan data sumber dana pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013.
Tabel. 3. Sumber Dana PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar
Sendiri 357.955.452.849,90 468.186.643.261,37 5,04 2.
Pinjaman dari Pihak Lain
515.372.520.111,76 401.299.009.484,59 -22,13 3. Dana dari
Masyarakat 1.537.784.492.216,94 2.048.610.310.633,78 33,22 Total
Sumber
Dana 2.411.112.465.178,60 2.918.095.963.379,74
21,03 Sumber : Neraca PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013
Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat dijelaskan bahwa total sumber dana Bank Sulselbar yang terdiri atas modal sendiri, pinjaman dari pihak lain, dan dana dari masyarakat terus mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2012. Pada tahun 2011 ke tahun 2012, total sumber dana meningkat sebesar 21,03% atau sebesar Rp.506.983.498.201,14 dari Rp.2.411.112.465.178,60 menjadi Rp.2.918.095.963.379,74.
Sendiri 468.186.643.261,37 577.999.508.897,35 24,45 2.
Pinjaman dari Pihak Lain
401.299.009.484,59 659.259.250.571,88 64,28 3. Dana dari
Masyarakat 2.048.610.310.633,78 3.324.448.371.072,49 62,28 Total
Sumber
Dana 2.918.095.963.379,74 4.561.707.130.541,72
56,32 Sumber : Neraca PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013
Berdasarkan tabel 4, dapat dijelaskan bahwa total sumber dana Bank Sulselbar yang terdiri atas modal sendiri, pinjaman dari pihak lain, dan dana dari masyarakat terus mengalami peningkatan dari tahun 2012 hingga 2013. Pada tahun 2012 ke tahun 2013, total sumber dana mengalami peningkatan sebesar 56,32% atau sebesar Rp.1.643.611.167.161,98 dari Rp.2.918.095.963.379,74 menjadi Rp.4.561.707.130.541,72.
Adanya peningkatan total sumber dana terjadi karena adanya peningkatan yang cukup besar pada sumber dana dari masyarakat. Pada tahun 2004-2005, total dana dari masyarakat meningkat sebesar 33,22% atau sebesar Rp.510.825.818.416,84 dari Rp.1.537.784.492.216,94 menjadi Rp.2.048.610.310.633,78. Kemudian pada tahun 2012-2013, total dana dari masyarakat meningkat sebesar 62,28% atau sebesar Rp.1.275.838.060.438,71 dari Rp. 2.048.610.310.633,78 menjadi Rp.3.324.448.371.072,49.
Peningkatan total sumber dana menunjukkan bahwa Bank Sulselbar mengalami peningkatan dalam kegiatan operasinya. Di satu sisi, semakin banyak dana yang berhasil dihimpun akan memperbesar peluang Bank Sulselbar untuk melakukan perluasan usaha dalam mencapai tujuan yaitu memperoleh pendapatan (Income). Namun di sisi lain, semakin meningkatnya total sumber dana yang dimiliki menyebabkan semakin meningkat pula biaya bunga yang harus dibayar oleh Bank Sulselbar. Oleh karena itu, untuk mengetahui besarnya persentase perbandingan antara biaya bunga yang dibayar oleh Bank Sulselbar dengan total sumber dana, maka digunakan rasio Cost of Fund.
% 100 Fund x
Total
Expense Interest
Fund of
Cost
Untuk menghitung besarnya Cost of Fund Ratio, diperlukan data mengenai Interest Expense dan Total Fund. Dimana Interest Expense merupakan biaya bunga yang harus dibayar oleh Bank Sulselbar. Biaya bunga tersebut meliputi Bunga Kredit Likuiditas BI, Bunga Antar Bank, Bunga Pihak Ketiga
bukan Bank, serta Provisi dan Komisi Kredit yang diberikan. Berikut data Total Interest Expense PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013.
Tabel. 5. Total Interest Expense (Biaya Bunga) PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
(dalam rupiah)
Sumber : Lap.Laba-Rugi PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013.
Total Fund merupakan total dana diluar modal sendiri, yang terdiri dari dana yang bersumber dari masyarakat dan dana pinjaman dari pihak lain. Total Fund ini merupakan total dana berbiaya (dana yang mendatangkan biaya berupa biaya bunga).
Berikut data Total Fund (Total dana diluar modal) PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013 pada tabel 6.
Tabel. 6. Total Fund (Total dana diluar modal) PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
Uraian 2011 2012 2013
Bunga BI 612.555.818,80 395.770.687,36 467.180.860,11 Bunga Antar Bank 8.295.774.845,01 8.404.768.806,00 6.616.017.142,00 Bunga Pihak
Ketiga Bukan Bank
46.966.366.259,00 68.815.938.346,08 133.959.551.267,54 Provisi dan Komisi
Kredit 3.986.729.294,00 1.983.630.095,00 0
Total Interest
Expense 59.861.426.216,81 79.600.107.934,44 141.042.749.269,65
(dalam rupiah)
Uraian 2011 2012 2013
Kewajiban Segera 105.571.803.700,07 135.658.034.705,60 182.116.599.843,79 Giro 1.108.565.529.920,92 1.533.670.109.028,84 2.493.694.647.281,15 Tabungan 250.640.426.961,02 330.979.648.384,94 546.008.310.146,34 Deposito 178.578.535.335,00 183.960.553.220,00 284.745.413.645,00 Simpanan Bank Lain 382.581.685.126,69 206.750.749.358,76 419.052.093.678,50 Pinjaman yg
Diterima 20.955.212.184,57 18.187.542.333,52 49.270.112.833,75 Est.Kerugian
Komitmen &
Kontijensi
34.527.124,90 26.173.595,13 24.614.200,48 Kewajiban Lain-lain 6.229.291.975,53 40.676.509.491,58 8.795.830.015,36 Total Fund 2.053.157.012.328,70 2.449.909.320.118,37 3.983.707.621.644,37
Sumber : Neraca PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013
1) COF tahun 2011 100%
COF Ratio sebesar 2,92 % berarti bahwa setiap Rp.100 dana (diluar modal) yang telah dihimpun oleh bank Sulselbar dalam kegiatan operasionalnya, bank mengeluarkan biaya bunga rata-rata sebesar Rp.2,92.
2) COF tahun 2012 100%
COF Ratio sebesar 3,25 % berarti bahwa setiap Rp.100 dana (diluar modal) yang telah dihimpun oleh bank Sulselbar dalam kegiatan operasionalnya, bank mengeluarkan biaya bunga rata-rata sebesar Rp.3,25.
3) COF tahun 2013 100%
COF Ratio sebesar 3,54 % berarti bahwa setiap Rp.100 dana (diluar modal) yang telah dihimpun oleh bank Sulselbar dalam kegiatan operasionalnya, bank mengeluarkan biaya bunga rata-rata sebesar Rp.3,54.
Untuk lebih jelas, berikut dipaparkan rekapitulasi dari hasil analisis Cost of Fund Ratio tahun 2011-2013.
Tabel. 7. Tingkat Cost of Fund Ratio PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar
Sumber : Hasil Pengolahan Data tahun 2013
Berdasarkan tabel 5, 6, dan 7, dapat dijelaskan bahwa :
1) Total Funds (dana diluar modal) dari tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar Rp.396.752.307.789,67 dari Rp.2.053.157.012.328,70 menjadi Rp.2.449.909.320.118,37. Hal itu menyebabkan meningkatnya
Interest Expense pada tabel 5 yaitu sebesar Rp.19.738.681.717,63 dari Rp.59.861.426.216,81 menjadi Rp.79.600.107.934,44. Peningkatan tersebut juga menyebabkan meningkatnya rasio COF sebesar 11,30% dari 2,92% pada tahun 2011 menjadi 3,25% pada tahun 2012.
2) Total Funds (dana diluar modal) dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp.1.533.798.301.526,00 dari Rp.2.449.909.320.118,37 menjadi Rp. 3.983.707.621.644,37. Hal itu menyebabkan meningkatnya Interest Expense pada tabel 5 yaitu sebesar Rp.61.442.641.335,21 dari Rp.79.600.107.934,44 menjadi Rp.141.042.749.269,65. Peningkatan tersebut juga menyebabkan meningkatnya rasio COF sebesar 8,92% dari 3,25%
menjadi 3,54%.
2. Penggunaan Dana PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar
Penggunaan dana pada PT. Bank Sulselbar menggunakan Assets Allocation Approach, yaitu penggunaan dana ke berbagai aktiva dengan memperhatikan sifat, jangka waktu, dan tingkat bunga dari sumber dana. Berikut data penggunaan dana pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013.
Tabel. 8 Penggunaan Dana PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
2.411.112.465.178,60 2.918.095.963.379,74 21,03
Sumber : Neraca PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar (data diolah tahun 2013) Berdasarkan tabel 8, dapat dijelaskan bahwa total penggunaan dana PT. Bank Sulselbar yang ditempatkan pada dua bentuk aktiva yaitu aktiva produktif dan aktiva non produktif mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga tahun 2012. Pada tahun 2011 ke tahun 2013, total penggunaan dana meningkat sebesar 21,03% dari Rp.2.411.112.465.178,60 menjadi Rp.2.918.095.963.379,74. Peningkatan total penggunaan dana terjadi karena adanya peningkatan yang cukup besar pada total aktiva produktif (Earning Assets). Pada tahun 2011 ke tahun 2012, total aktiva produktif meningkat sebesar 24,98% dari Rp.2.188.370.172.935,40 menjadi Rp.2.735.034.941.556,90.
Tabel. 9. Penggunaan Dana PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2012-2013.
2.918.095.963.379,74 4.561.707.130.541,72 56,32 Sumber : Neraca PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar (data diolah tahun 2013)
Berdasarkan tabel 9 di atas, dapat dijelaskan bahwa total penggunaan dana PT. Bank Sulselbar mengalami peningkatan dari tahun 2012 hingga tahun 2013.
Pada tahun 2012 ke tahun 2013, total penggunaan dana mengalami peningkatan sebesar 56,32% dari Rp.2.918.095.963.379,74 menjadi Rp.4.561.707.130.541,72.
Peningkatan total penggunaan dana terjadi karena adanya peningkatan yang cukup besar pada total aktiva produktif (Earning Assets). Pada tahun 2012 ke tahun 2013,total aktiva produktif meningkat sebesar 58,38% dari Rp.2.735.034.941.556,90 menjadi Rp.4.331.785.330.305,28.
Peningkatan total aktiva produktif menunjukkan bahwa Bank Sulselbar telah mengalokasikan dananya pada bentuk penggunaan dana yang dapat memberikan Income bagi bank. Semakin besar dana yang digunakan pada aktiva produktif, maka semakin besar pula peluang untuk memperoleh Income yang lebih besar. Namun, penggunaan dana pada aktiva produktif juga akan menimbulkan biaya bagi pihak Bank Sulselbar. Semakin besar aktiva produktif, semakin besar pula biaya yang harus dibayar. Oleh karena itu, untuk mengetahui besarnya persentase perbandingan antara biaya yang dibayar oleh Bank Sulselbar dengan penggunaan dana pada aktiva produktif, digunakan rasio Cost of Efficiency.
X 100%
Assets Earning
Total
Expenses Total
Efficiency of
Cost
Untuk menghitung besarnya rasio COE, diperlukan data mengenai Total Expense dan Total Earning Assets. Total Expense (total biaya) terdiri atas biaya operasional dan biaya non operasional. Berikut data Total Expense PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013.
Tabel. 10. Total Expense PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
(dalam rupiah)
Uraian 2011 2012 2013
Biaya Bunga 59.861.426.216,81 79.600.107.934,44 141.042.749.269,65 Biaya Operasional
Lainnya 115.257.383.796,50 135.045.448.673,27 179.893.774.919,38 Biaya Non Operasional 2.785.837.380,56 3.306.665.555,95 5.473.430.793,45 Total Expense 177.904.647.393,87 217.952.222.163,66 326.409.954.982,48 Sumber : Lap. laba rugi PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013
Total Earning Assets (aktiva produktif) Bank Sulselbar terdiri atas Kredit yang diberikan, Giro pada BI, Giro pada Bank Lain, Penempatan pada Bank Lain, serta Penyertaan Modal. Berikut data Total Earning Assets PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013.
Tabel. 11. Total Earning Assets PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
(dalam rupiah)
Uraian 2011 2012 2013
Kredit
yang diberikan 1.027.446.244.348,54 1.493.874.769.834,54 2.034.027.732.952,58 Giro pada BI 116.797.078.025,15 292.686.122.613,16 321.803.927.042,43 Giro pada
Bank Lain 5.456.472.561,71 13.408.671.109,20 3.887.345.310,27 Penempatan pada
Bank Lain 1.038.605.000.000,00 935.000.000.000,00 1.972.000.000.000,00
Penyertaan 65.378.000,00 65.378.000,00 66.325.000,00
Tot. Earning
Assaet 2.188.370.172.935,40 2.735.034.941.556,90 4.331.785.330.305,28 Sumber : Neraca PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013
1) COE tahun 2011 100%
0,08130 X 100%
= 8,13%
COE Ratio sebesar 8,13 % berarti bahwa setiap Rp.100 Earning Assets yang diperoleh bank sulsel, maka bank mengeluarkan rata-rata biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.8,13.
2) COE tahun 2012 100%
COE Ratio sebesar 7,97 % berarti bahwa setiap Rp.100 Earning Assets yang diperoleh bank sulselbar, maka bank mengeluarkan rata-rata biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.7,97.
3) COE tahun 2013 100% diperoleh bank sulselbar, maka bank mengeluarkan rata-rata biaya operasional dan non operasional sebesar Rp.7,54.
Untuk lebih jelas, berikut dipaparkan rekapitulasi dari hasil analisis Cost of Efficiency Ratio tahun 2011-2013.
Tabel.12. Tingkat Cost of Efficiency Ratio PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
Tahun Cost of Efficiency Ratio (%)
Pertumbuhan (%)
2011 8,13 -
2012 7,97 -1,97
2013 7,54 -5,39
Sumber : Hasil Pengolahan Data tahun 2013
Berdasarkan tabel 10, 11 dan 12, dapat dijelaskan bahwa :
1) Total Earning Assets dari tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar Rp.546.664.768.621,50 dari Rp.2.188.370.172.935,40 menjadi Rp.2.735.034.941.556,90. Hal itu menyebabkan meningkatnya total Expense yaitu sebesar Rp.40.047.574.769,79 dari Rp.177.904.647.393,87 menjadi Rp.217.952.222.163,66.Peningkatan tersebut menyebabkan menurunnya rasio COE sebesar 1,97% dari 8,13% pada tahun 2011 menjadi 7,97% pada tahun 2012.
2) Total Earning Assets dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp.1.596.750.388.748,38 dari Rp.2.735.034.941.556,90 menjadi Rp.4.331.785.330.305,28. Hal itu menyebabkan meningkatnya total Expense yaitu sebesar Rp.108.457.732.818,82 dari Rp.217.952.222.163,66 menjadi Rp.326.409.954.982,48 Peningkatan tersebut menyebabkan menurunnya rasio COE sebesar 5,39% dari 7,97% pada tahun 2012 menjadi 7,54% pada tahun 2013.
3. Rasio Rentabilitas
Pada penjelasan sebelumnya, telah dikemukakan bahwa tujuan PT. Bank Sulselbar dalam menghimpun dan menyalurkan dana adalah untuk memperoleh pendapatan (Income). Untuk mengukur besarnya pendapatan yang diperoleh, digunakan analisis rasio rentabilitas sebagai berikut :
a. Rasio BOPO
BOPO =
Beban Operasional
X 100 % Pendapatan Operasional
Untuk menghitung besarnya rasio BOPO, diperlukan data mengenai Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional. Biaya Operasional terdiri atas Biaya Bunga dan Biaya Operasional lainnya.
Berikut disajikan data Biaya Operasional PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013 pada tabel 13.
Tabel. 13. Total Biaya Operasional PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
(dalam rupiah)
Sumber : Lap.Laba Rugi PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013
Uraian 2011 2012 2013
1. Biaya Bunga 59.861.426.216,81 79.600.107.934,44 141.042.749.269,65 2. Biaya
Operasional Lainnya
115.257.383.796,50 135.045.448.673,27 179.893.774.919,38 Total Biaya
Operasional 175.118.810.013,31 214.645.556.607,71 320.936.524.189,03
Total Pendapatan Operasional Bank Sulselbar terdiri dari Pendapatan Bunga dan Pendapatan Operasional Lainnya. Berikut data Pendapatan Operasional PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013.
Tabel. 14. Total Pendapatan Operasional PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013.
(dalam rupiah)
Uraian 2011 2012 2013
Pendapatan Bunga 295.169.885.808,15 357.869.931.761,63 515.462.612.347,07 Pendapatan
Operasional Lainnya
17.963.940.376,03 23.552.725.199,01 29.583.561.952,70
Total Pendapatan
Operasional 313.133.826.184,18 381.422.656.960,64 545.046.174.299,77 Sumber : Lap.Laba Rugi PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013.
1) BOPO tahun 2011 100%
BOPO sebesar 55,92% berarti bahwa setiap Rp.100 pendapatan operasional yang diperoleh Bank Sulselbar, maka bank mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp.55,92.
BOPO sebesar 56,27% berarti bahwa setiap Rp.100 pendapatan operasional yang diperoleh Bank Sulselbar, maka bank mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp.56,27.
BOPO sebesar 58,88% berarti bahwa setiap Rp.100 pendapatan operasional yang diperoleh Bank Sulselbar, maka bank mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp.58,88.
Untuk lebih jelas, berikut dipaparkan rekapitulasi dari hasil analisis rasio BOPO tahun 2011-2013.
Tabel.15. Tingkat BOPO PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
Tahun BOPO (%) Pertumbuhan (%)
2011 55,92 -
2012 56,27 0,63
2013 58,88 4,64
Sumber : Hasil Pengolahan Data tahun 2013
Berdasarkan tabel 13, 14, dan 15, dapat dijelaskan bahwa :
1) Total pendapatan operasional dari tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar Rp.68.288.830.776,46 dari Rp.313.133.826.184,18 menjadi Rp.381.422.656.960,64. Hal itu sejalan meningkatnya total biaya operasional yaitu sebesar Rp.39.526.746.594,40 dari Rp.175.118.810.013,31 menjadi Rp.214.645.556.607,71. Peningkatan tersebut menyebabkan
meningkatnya rasio BOPO sebesar 0,63% dari 55,92% pada tahun 2011 menjadi 56,27% pada tahun 2012.
2) Total pendapatan operasional dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp.163.623.517.339,13 dari Rp.381.422.656.960,64 menjadi Rp.545.046.174.299,77. Hal itu sejalan meningkatnya total biaya operasional yaitu sebesar Rp.106.290.967.581,32 dari Rp.214.645.556.607,71 menjadi Rp.320.936.524.189,03. Peningkatan tersebut menyebabkan meningkatnya BOPO sebesar 4,64% dari 56,27% menjadi 58,88%.
b. Net Interest Margin (NIM)
NIM =
Pendapatan Bunga Bersih
X 100 % Aktiva Produktif
Untuk menghitung besarnya rasio NIM, diperlukan data mengenai Pendapatan Bunga Bersih dan Total Aktiva Produktif. Dimana Pendapatan Bunga Bersih merupakan selisih antara Pendapatan Bunga (Interest Income) dan Biaya Bunga (Interest Expense).
Untuk lebih jelas, berikut akan disajikan data total pendapatan bunga bersih dan aktiva produktif PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013 pada tabel 16.
Tabel. 16. Total Pendapatan Bunga Bersih PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
(dalam rupiah)
Uraian 2011 2011 2013
Pendapatan
Bunga Bersih 235.308.459.591,34 278.269.823.827,19 374.419.863.077,42 Sumber : Lap.laba rugi PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2013
aktiva produktif yang dilakukan oleh Bank Sulselbar, menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp.10,93.
2) NIM tahun 2012 100% aktiva produktif yang dilakukan oleh Bank Sulselbar, menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp.10,34.
3) NIM tahun 2013 100%
NIM sebesar 8,80% berarti bahwa setiap Rp.100 penggunaan dana pada aktiva produktif yang dilakukan oleh Bank Sulselbar, menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp.8,80.
Untuk lebih jelas, berikut dipaparkan rekapitulasi dari hasil analisis rasio Net Interest Margin tahun 2011-2013.
Tabel.17. Tingkat Net Interest Margin PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
Tahun Net Interest Margin (%)
Pertumbuhan (%)
2011 10,93 -
2012 10,34 -5,40
2013 8,80 -14,89
Sumber : Hasil Pengolahan Data Tahun 2013
Berdasarkan tabel 16 dan 17, dapat dijelaskan bahwa :
1) Total pendapatan bunga bersih dari tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar Rp.42.961.364.235,85 dari Rp.235.308.459.591,34 menjadi Rp.278.269.823.827,19. Hal itu sejalan meningkatnya total aktiva produktif yaitu sebesar Rp.537.179.150.969,36 dari Rp.2.152.806.069.767,30 menjadi Rp.2.689.985.220.736,66. Namun, rasio NIM menurun sebesar 5,40% dari 10,93% pada tahun 2011 menjadi 10,34% pada tahun 2012. Hal itu terjadi karena peningkatan biaya bunga yang dibayar oleh Bank Sulselbar dari tahun 2011 ke tahun 2012.
2) Total pendapatan bunga bersih dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar Rp.96.150.039.250,23 dari Rp.278.269.823.827,19 menjadi Rp.374.419.863.077,42. Hal itu sejalan meningkatnya total aktiva produktifyaitusebesarRp.1.565.970.089.915,08 dari Rp.2.689.985.220.736,66
menjadi Rp. 4.255.955.310.651,74. Namun, rasio NIM menurun sebesar 14,89% dari 10,34% pada tahun 2012 menjadi 8,80% pada tahun 2013. Hal itu terjadi karena peningkatan biaya bunga yang dibayar oleh Bank Sulsel dari tahun 2011 ke tahun 2013.
D. Pembahasan
Total sumber dan penggunaan dana pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar terus mengalami peningkatan dari tahun 2011-2013.Hal itu menyebabkan terjadinya perubahan pada Cost of Fund Ratio (COF), Cost of Efficiency Ratio (COE), rasio BOPO, dan Net Interest Margin (NIM) dari tahun 2011-2013.
Untuk lebih jelas, berikut dipaparkan rekapitulasi mengenai perubahan tingkat Cost of Fund Ratio, Cost of Efficiency Ratio, rasio BOPO, dan Net Interest Margin dari tahun 2011-2013.
Tabel.18. Tingkat COF, COE, BOPO dan NIM PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2011-2013
(dalam Persen) Keterangan Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013
Cost of Fund 2,92 3,25 3,54
Cost of Efficiency 8,13 7,97 7,54
BOPO 55,92 56,27 58,88
Net Interest Margin 10,93 10,34 8,80
Sumber : Hasil Pengolahan Data tahun 2013
Berdasarkan hasil analisis pada tabel di atas, rasio Cost of Fund menunjukkan peningkatan dari tahun 2011-2013. Hal ini menunjukkan bahwa biaya bunga rata-rata yang dibayarkan oleh Bank Sulselbar atas dana yang telah dihimpun semakin meningkat dari tahun 2011-2013.
Rasio Cost of Efficiency mengalami penurunan dari tahun 2011-2013. Hal ini menunjukkan rata-rata biaya operasional dan non operasional yang dikeluarkan oleh Bank Sulselbar semakin menurun dari tahun 2011-2013.
Penurunan Cost of Efficiency menunjukkan tingkat efisiensi biaya Bank Sulselbar semakin baik.
Rasio BOPO terus mengalami peningkatan dari tahun 2011-2013. Namun, peningkatan tersebut masih dibawah standar rasio BOPO yang dapat ditolerir oleh perbankan di Indonesia yaitu sebesar 92,3%. Ini berarti Bank Sulselbar memiliki tingkat efisiensi yang cukup tinggi.
Rasio NIM terus menurun dari tahun 2011-2013. Penurunan NIM disebabkan karena biaya bunga dan aktiva produktif PT. Bank Sulselbar semakin meningkat. Namun meskipun terjadi penurunan NIM dari 2011-2013, Bank Sulselbar tetap memperoleh keuntungan. Hal itu dapat dilihat dari pendapatan bunga bersih (selisih pendapatan bunga dengan biaya bunga) yang terus mengalami peningkatan dari tahun 2011-2013.
Berdasarkan pembahasan hasil analisis rasio yang dipaparkan di atas, masih lebih kecil dari Net Interest Margin (NIM), serta BOPO dibawah standar perbankan di Indonesia, maka terbukti bahwa pengelolaan sumber dana dan penggunaan dana pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar sudah efisien.
68 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut, yaitu :
1. Analisis efisiensi sumber dana dan penggunaan dana ditinjau dari Cost of Fund Ratio, dan rasio BOPO dari tahun 2011-2013 menunjukkan peningkatan. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya biaya bunga (Interest Expense) yang ditanggung oleh Bank Sulselbar. Sedangkan ditinjau dari Cost of Effciency Ratio dan Net Interest Margin dari tahun 2011-2013 menunjukkan penurunan. Hal itu disebabkan oleh meningkatnya penggunaan dana pada aktiva produktif (Earning Assets) yang dilakukan oleh Bank Sulselbar. Namun meskipun terjadi peningkatan Cost of Fund, namun peningkatannya masih lebih kecil dari Net Interest Margin. Rasio Cost of Effciency lebih kecil dari Net Interest Margin, dan BOPO masih dibawah standar rasio yang berlaku.
2. Hipotesis yang diajukan yaitu ”pengelolaan sumber dana dan penggunaan dana PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar sudah efisien” diterima. Hal ini disebabkan oleh hasil analisis rasio efisiensi usaha dan rasio rentabilitas yang dilakukan menunjukkan bahwa PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar sudah efisien dalam pengelolaan sumber dana dan penggunaan dananya.
B. Saran - saran
Sebagai sumbangan pemikiran kepada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar, maka pada kesempatan ini penulis menyarankan agar PT. Bank Sulselbar lebih meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber dana dan penggunaan dananya. Hal itu dapat dilakukan dengan cara antara lain :
1. Menekan biaya secara optimal. Salah satu komponen biaya yang perlu ditekan adalah biaya operasional yang pada umunya terdiri atas biaya bunga, biaya administrasi dan umum, biaya personalia serta biaya promosi dan pemasaran.
2. Meningkatkan komposisi dana murah, seperti giro dan tabungan. Sehingga biaya dana yang harus dibayar tidak begitu besar.
3. Meningkatkan penggunaan Teknologi Informasi dalam pengembangan produk dan layanan jasa sehingga dapat membantu menekan biaya operasional.
DAFTAR PUSTAKA
Dendawijaya, Lukman. 2005. Manajemen Perbankan Edisi 2. Bogor : Ghalia Indonesia Anggota IKAPI.
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ketiga. Jakarta : Balai Pustaka.
Hasibuan, Malayu SP. 2006. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Ilyas, Baharuddin dan Muhammad Arif Tiro. 2002. Metodologi Penelitian untuk Ilmu Sosial dan Ekonomi. Makassar : Andhira
Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Bumi Aksara.
Kamil, Ahmad dan Fauzan. 2007. Kitab Undang-Undang Hukum Perbankan dan Ekonomi Syariah Edisi 1. Jakarta : Kencana
Kasmir. 2004. Manajemen Perbankan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Kuncoro, Mudrajad dan Suhardjono. 2002. Manajemen Perbankan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.
Martono. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi Pertama. Yogyakarta : EKONISIA Kampus Fakultas Ekonomi UII.
Noor, Henry Faisal. 2007. Ekonomi Manajerial. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Riyadi, Selamet. 2004. Banking Assets and Liability Management. Jakarta:
Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sawir, Agnes. 2005. Manajemen Keuangan Dan Perencanaan Kinerja Perusahaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Siamat, Dahlan. 2004. Manajemen Lembaga Keuangan Edisi Keempat. Jakarta : Lembaga Penerbit FE UI.
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi 4.
Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.
Taswan. 2006. Manajemen Perbankan (Konsep, Teknik dan Aplikasi).
Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
The Liang Gie. 2000. Administrasi Perkantoran Modern Edisi Keempat Cetakan ketujuh. Yogyakarta : Liberty.
Triandaru, Sigit dan Budi Santoso. Totok. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2. Jakarta : Salemba Empat.
RIWAYAT HIDUP
Nurul Rahma, lahir di Ujung Pandang 09 November 1991.Anak pertama dari tiga bersaudara dari Pasangan Ngatimen Karyo dan Rahmatia.Penulis masuk SD Mangkura III Makassar Tahun 1999, danTamatTahun 2004, padaTahun yang sama, Penulis melanjutkan sekolah di SLTP Negeri 2 Makassar, Tamat Tahun 2007’ masuk SMA Negeri 11 Makassar,TamatTahun 2010. Selanjutnya pada tahun yang sama melalui Tanpa tes dan akhirnya lulus masuk di Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas EkonomidanBisnis, JurusanManajemen.Selama menimba Ilmu di bangku kuliah penulis menjadi Anggota pengurus HMJ Manajemen Periode 2010-2011.