BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum LAZISMU Kota Banjarmasin a. Sejarah singkat LAZISMU Kota Banjarmasin
LAZISMU merupakan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah tingkat Nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq/ sedeqah, wakaf dan kemanusiaan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.
LAZISMU awalnya didirikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tahun 2002, selanjutnya dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional melalui SK No. 457/21 November 2002. Dengan berlakunya UU Zakat nomor 23 tahun 2011, Peraturan Pemerintah nomor 14 tahun 2014 dan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 333 tahun 2015. LAZISMU sebagai Lembaga amil zakat nasional telah dikukuhkan kembali melalui SK Menteri Agama Republik Indonesia nomor 730 tahun 2016.
Di Kalimantan Selatan LAZISMU resmi beroperasional semenjak adanya Surat Keputusan Depag No. 529 Tahun 2019, maka sejak itu LAZISMU melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat ta’awun, memberi untuk negeri &
berbagi untuk warga banua. LAZISMU berupaya untuk menjadi lembaga zakat nasional yang terpercaya, transparan dan profesional dalam pengelolaannya. Sehingga mampu memberikan sumbangsih dalam masalah masyarakat di Kota Banjarmasin yang semakin berkembang.
LAZISMU Kota Banjarmasin hadir sejak tahun 2018 dan secara resmi beroperasional dengan Surat Keputusan No.
170/KEP/III/O/D/2018, tanggal 21 Dzulkaidah 1439/ 3 Agustus 2018. Sebagai lembaga nirlaba, LAZISMU berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat, melalui optimalisasi pendayagunaan dana ZISKA dari masyarakat.
b. Visi dan misi LAZISMU Kota Banjarmasin
LAZISMU merupakan lembaga zakat yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq/ sedekah, wakaf dan kemanusiaan. Visi LAZISMU menjadi lembaga amil zakat yang terpercaya. Dalam mewujudkan visi tersebut LAZISMU mempunyai misi, sebagai berikut:
1) Optimalisasi pengelolaan ZISKA yang amanah, profesional dan transparan.
2) Optimalisasi pendayagunaan ZISKA yang kreatif, inovatif dan produktif.
3) Optimalisasi pelayanan donatur.
c. Sruktur organisasi LAZISMU Kota Banjarmasin
Gambar 4. 1. Struktur Organisasi LAZISMU Kota Banjarmasin Sumber: LAZISMU Kota Banjarmasin, diolah penulis (2021)
31
Pada LAZISMU Kota Banjarmasin ada terdapat beberapa kantor layanan (baik dari masjid, sekolah ataupun rumah sakit) yang sebagai sub unit layanan dari LAZISMU Kota Banjarmasin yaitu sebagai berikut:
1) Kantor Layanan (KL) Al-Mujahidin cabang 1
2) Kantor Layanan (KL) Masjid Muhammadiyah Kelayan cabang 2
3) Kantor Layanan (KL) Pondok Pesantren Al-Furqon cabang 3 4) Kantor Layanan (KL) Al-Istiqomah Kelayan Timur cabang 6 5) Kantor Layanan (KL) Al-Mukhlisin cabang 9
6) Kantor Layanan (KL) Al-Ummah cabang 11 7) Kantor Layanan (KL) Al-Muhajirin cabang 13 8) Kantor Layanan (KL) LAZISMU Al-Jihad cabang 4 9) Kantor Layanan (KL) LAZISMU Al-Far’u As-Tsamaniyah
d. Program LAZISMU Kota Banjarmasin
Program-program Nasional untuk Penyaluran Dana Zakat dan Infak/Sedekah (ZIS) yang dilaksanakan oleh LAZISMU Kota Banjarmasin terbagi masing-masing pilar yaitu:
1) Pilar Pendidikan
a) Program Beasiswa Sang Surya b) Program Beasiswa Mentari c) Program Sekolah Cerdas
d) Program Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP)
e) Program Peduli Guru f) Program Save Our School g) Program Goes to Campus 2) Pilar Kesehatan
a) Program Peduli Kesehatan
b) Program Klinik Apung Said Tuhuleley
c) Program Indonesia Mobile Clinic
d) Program Timbang (Tingkatkan Kemampuan Gizi Seimbang)
e) Program Pesantren Bebas Skabies 3) Pilar Ekonomi
a) Program Pemberdayaan UMKM b) Program Riasa Corner
c) Program Tani Bangkit
d) Program Peternakan Masyarakat Mandiri 4) Pilar Dakwah
a) Program Dai Mandiri
b) Program Pemberdayaan Mualaf c) Program Da’i Perkotaan 5) Pilar Sosial Kemanusiaan
a) Program Muhammadiyah Senior Care b) Program Pemberdayaan Difable c) Program Indonesia Terang d) Program Indonesia Siaga e) Program Muhammadiyah Aid f) Program Sanitasi Untuk Masyarakat 6) Pilar Rutin
a) Program Ramadhan Mencerahkan b) Program Kado Ramadhan
c) Program Kurban Untuk Kemanusiaan d) Program Mudikmu Aman
e) Program Kampung Berkemajuan
2. Hasil Penelitian
Aspek transparansi dalam pengelolaan zakat merupakan suatu hal yang penting karena Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) adalah lembaga yang mengelola dana zakat, infak serta sedekah dari masyarakat umum,
33
sehingga dalam pengelolaannya membutuhkan praktik transparansi yang sangat baik dengan cara mengukur sejauh mana prinsip transparansi diimplementasikan oleh OPZkhususnya bagi lembaga amil zakat. Pusat Kajian Strategis BAZNAS telah mengeluarkan buku mengenai sebuah metode mengukur tingkat transparansi di OPZ secara akurat yaitu menggunakan indeks transparansi OPZ agar mendapat kepercayaan dari masyarakat luas dan tidak berdampak secara sistematik(Puskas Baznas, 2020).
Mekanisme transparansi dalam pengelolaan LAZISMU Kota Banjarmasin dalam mengukur indeks transparansi OPZ terdapat 3 dimensi utama yaitu dimensi transparansi keuangan, transparansi manajemen dan transparansi program. Pada penelitian ini penulis melakukan pengamatan pada LAZISMU Kota Banjarmasin dengan melakukan wawancara langsung bersama Bapak Rahmatullah selaku bagian keuangan LAZISMU Kota Banjarmasin. Penulis telah melakukan hasil wawancarayang di dapat dengan menentukan skor skala likert yang diukur menggunakan rumus indeks transparansi OPZ pada masing-masing variabel dimensi transparansi.Hasil skor skala likert pada setiap dimensi tersebut berisikan dari semua indikator yang sudah ditentukan oleh Puskas BAZNAS. Dibawah ini merupakan hasilwawancara penulis dengan pihak LAZISMU Kota Banjarmasin berdasarkan indikator untuk menentukan skor skala likert yaitu sebagai berikut :
a. Publikasi laporan keuangan
1) Laporan melalui website, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin mempublikasikan Laporan Keuangan melalui website yaitu https://lazismubanjarmasin.godaddysites.com sekurang-kurangnya 3 bulan sekali diwebsite karena LAZISMU Kota Banjarmasin harus meupdate data secara internal terlebih dahulu setiap bulan nya. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 4.
2) Publikasi media massa, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin tidak melakukan publikasi laporan keuangan baik melalui media sosial, media massa, maupun media elektronik lainnya karena LAZISMU Kota Banjarmasin hanya mempublikasi laporan keuangan hanya melalui website saja dan LAZISMU Kota Banjarmasin hanya mempublikasi kegiatan yang dilakukan melalui media sosial, media massa maupun media elektronik lainnya. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 1.
b. Laporan Keuangan
1) Menggunakan sistem informasi, dimana di LAZISMU Kota Banjarmasin menggunakan sistem informasi yang terkoneksi dengan LAZISMU Pusat yang berfungsi untuk memasukan data dan menginput data sesuai petunjuk akuntansi prosedur LAZISMU Pusat. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 5.
2) Ketepatan waktu pelaporan, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin melakukan pelaporan laporan keuangan dilakukan secara tepat waktu setiap tanggal awal. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 5.
3) Opini auditor independen, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin melakukan audit pada laporan keuangan dan proses pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor memiliki kewajaran dimana LAZISMU Kota Banjarmasin memiliki kewajaran dalam hal persentase telah dilaporkan ke donator dan sesuai dengan program penghimpunan dan penyaluran.Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 5.
35
c. Tata Kelola
1) SOP dan ISO, dimana Standar Operasional (SOP) yang ada di LAZISMU Kota Banjarmasin ada yaitu mengikuti kebijakan dari persarikatan muhammadiyah dan pola dari LAZISMU Pusat sedangkan standarisasi ISO tidak ada di LAZISMU Kota Banjarmasin tetapi hanya ada di pusat LAZISMU yang memiliki standardisasi ISO sekitar 4-5 artinya LAZISMU Kota Banjarmasin hanya memiliki SOP dan ISO hanya ada di pusat LAZISMU Kota Banjarmasin.Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 2.
2) Rencana strategi tahunan, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin tidak memiliki rencana strategis tahunan hanya LAZISMU Pusat saja yang memiliki rencana strategi tahunan.Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert1.
3) Rencana kerja anggaran tahunan, dimana LAZISMU Kota Banjarmasintidak memiliki rencana kerja anggaran tahunan yang diturunkan dari rencana strategis (RENSTRA) tetapi rencana kerja anggaran secara global sajaseperti RAB (Rencana Anggaran Bulanan) yang dilaporkan ke wilayah, jadi dari kantor layanan ke kota dan dari kota ke wilayah dan dari wilayah ke pusat. Jadi LAZISMU ini bejerjenjang yang berfokus pada warga muhammadiyah saja yang terikat maupun tidak terikat. Jadi, LAZISMU Kota hanya bisa mengelola 10%
saja sisanya itu kantor layanan yang mengelola dan tidak dilaporkan ke LAZISMU pusat.Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert1.
d. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi yang ada di LAZISMU Kota Banjarmasin, memiliki visi misi dan profile anggota serta sistem kepegawaian yang terdokumentasi dengan baik. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert5.
e. Portal Informasi dan Dokumentasi (PID) Publik
LAZISMU Kota Banjarmasin tidak memiliki pejabat PID secara khusus akan tetapi yang mengelola LAZISMU Kota Banjarmasin dalam bentuk tim maka sebagai orang LAZISMU Kota Banjarmasin harus siap (fleksibel) dalam portal informasi dan dokumentasi publik. Portal informasi yang ada di LAZISMU Kota Banjarmasin ada seperti website,sosial media dan media lainnya.Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert2.
f. Saluran Pengaduan
LAZISMU Kota Banjarmasin memiliki saluran pengaduan bagi masyarakat jika ada keluhan atau kritik. Kebanyakan masyarakat jika ada keluhan atau kritik mereka langsung menemui badan pengarahdan badan ekskutif yang ada di LAZISMU Kota Banjarmasin dan tidak ada diumumkan ke publik karena itu secara internal saja. Akan tetapi ada juga masyarakat yang memberikan masukan atau saran lewat email LAZISMU Kota Banjarmasin.
Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert3.
g. Aktivitas Realtime
1) Aktivitas penghimpunan realtime, dimanaLAZISMU Kota Banjarmasin melakukan aktivitas penghimpunan dengan membuat program open donasi dan memuktahirkan (meupdate) data penghimpunan dilakukan setiap bulan. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert4
37
2) Aktivitas penyaluran realtime, LAZISMU Kota Banjarmasin melakukan aktivitas penyaluran dengan mengadakan rapat terlebih dahulu ketika mendapatkan dana dari donasi dan memuktahirkan (meupdate) data penyaluran dilakukan setiap bulan. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert4.
h. Database Muzaki dan Mustahik
1) Muzaki individu, dimana LAZISMU Kota Banjarmasinmemiliki data muzaki secara individudan tidak ada data muzaki yang tetap, maka dari itu tidak dimuktahirkan (meupdate) data muzaki.Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 3.
2) Muzaki badan, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin tidak ada memiliki data muzaki badan karena LAZISMU Kota Banjarmasin punya persyarikatan di bawah Muhammadiyah.Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 1.
3) Mustahik, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin memiliki data mustahik dan dimuktahirkan (terupdate). Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 5.
i. Data Penghimpunan dan Penyaluran
1) Data penghimpunan, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin terdapat data penghimpunan yang dirinci menurut jenis dana dan diupdate. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 5.
2) Data penyaluran, dimana LAZISMU Kota Banjarmasin terdapat data penyaluran yang dirinci menurut jenis dana dan diupdate. Sehingga dari penjelasan tersebut LAZISMU Kota Banjarmasin diberi skor skala likert 5.
Berdasarkan hasil wawancara diatas yang di dapat penulis dengan pengurus LAZISMU Kota Banjarmasin. Maka penulis dapat menentukan skor skala likert indeks transparansi dari ketiga dimensi transparansi yang ada di LAZISMU Kota Banjarmasin Maka. dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.1 Hasil Skor Skala Likert Indeks Transparansi LAZISMU Kota Banjarmasin
Variabel Indikator Skor Keterangan
Transparansi Keuangan Publikasi Laporan
Keuangan
Laporan melalui website 4 Kuat Publikasi media masa 1 Sangat Lemah Laporan
Keuangan
Menggunakan Sistem
Informasi 5 Sangat Kuat
Ketepatan waktu pelaporan 5 Sangat Kuat Opini Auditor Independen 5 Sangat Kuat
Transparansi Manajemen
Tata Kelola
SOP dan ISO 2 Lemah
Rencana Strategi Tahunan 1 Sangat Lemah Rencana Anggaran Tahunan 1 Sangat Lemah Struktur
PID Portal informasi dan
Dokumentasi Publik 2 Lemah
Saluran
Pengaduan Saluran Pengaduan 3 Cukup
Transparansi Program
Database Muzaki Individu 3 Cukup Database Muzaki Badan 1 Sangat Lemah Database Mustahik 5 Sangat Kuat Data program
penghimpunan dan penyaluran
Data penghimpunan 5 Sangat Kuat
Data penyaluran 5 Sangat Kuat
Sumber: diolah oleh penulis (2021)
39
Dari hasil skor skala likert indeks transparansi di atas yang di dapat penulis melalui wawancara dengan pihak LAZISMU Kota Banjarmasin.
Maka, dapat dihitung berdasarkan rumus perhitungan indeks Transparansi OPZ yang ada di Puskas BAZNAS yaitu:
a. Perhitungan indeks transparansi keuangan
Berdasarkan rumus indeks transparansi keuangan untuk dimensi transparansi keuangan pada variabel publikasi laporan keuangan terdapat D11dengan bobot senilai 0,39 dan V11 diketahui bobot dengan nilai 0,55 yang dibutuhkan untuk variabel publikasi laporan keuangan. Sedangkan untuk variabel laporan keuangan terdapat D11 diketahui memiliki bobot yang sama senilai 0,39 dan V12diketahui dengan bobot 0,45. Sedangkan untuk skala yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis didapat skalalikert untuk variabelpublikasi laporan keuangan pada indikator laporan melalui website diperoleh skor skala likert 4 dan indikator publikasi media masa diperoleh skor skala likert 1. Selain itu, variabel laporan keuangan pada indikator menggunakan sistem Informasi diperoleh skor skala likert 5, indikator ketepatan waktu pelaporan diperoleh skor skala likert 5 dan indikator opini auditor independen diperoleh skor skala likert 5. Perhitungan indeks transparansi keuangan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Perhitungan Indeks Transparansi Keuangan Indeks Transparansi Keuangan (I-TK01)
D11 0,39 0,39 D11 0,39 0,39 0,39 Sumber: diolah oleh penulis (2021)
Dari tabel diatas dapat diketahui hasil perhitungan untuk variabel publikasi laporan keuangan diperoleh sebesar 0,536 dan untuk variabel laporan keuangan diperoleh hasil sebesar 0,878.
Maka, dari hasil perhitungan tersebut didapatkan hasil indeks transparansi keuangan di LAZISMU Kota Banjarmasin sebesar 0,283.
b. Perhitungan indeks transparansi manajemen
Berdasarkan rumus indeks transparansi manajemen untuk dimensi transparansi manajemen pada variabel tata kelola terdapat D22 dengan bobot senilai 0,29 dan V23diketahui bobot 0,32 yang dibutuhkan untuk variabel tata kelola. Sedangkan untuk variabel struktur organisasi terdapat D22diketahui memiliki bobot yang sama senilai 0,29 dan V24 diketahui dengan bobot 0,23 yang dibutuhkan untuk variabel struktur organisasi. Selain itu, untuk variabel portal informasi dan dokumentasi publik terdapat D22 yang diketahui memiliki bobot yang sama yaitu 0,29 dan V25 diketahui memiliki bobot 0,21 yang dibutuhkan untuk variabel portal informasi dan dokumentasi publik. Kemudian, untuk variabel saluran pengaduan terdapat D22 yang diketahui memiliki bobot senilai 0,29 juga dan V26 diketahui memiliki bobot 0,24 yang dibutuhkan untuk variabel saluran pengaduan.Sedangkan untuk skala yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis didapat skala untuk variabel tata kelola pada indikator SOP dan ISO diperoleh skor skala likert2, pada indikator rencana strategi tahunan diperoleh skor skala likert 1, pada indikator rencana anggaran tahunan diperoleh skor skala likert 1 dan pada variabel struktur organisasi untuk indikator profil manajemen, profil member, sistem kepegawaian diperoleh skor skala likert 5 dan untuk variabel Portal Informasi dan Dokumentasi Publik diperoleh skor skala likert 2 selain itu, variabel
41
saluran pengaduan dengan diperoleh skor skala likert3. Perhitungan indeks transparansi manajemen dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Perhitungan Indeks Transparansi Manajemen Indeks Transparansi Manajemen (I-TM02)
D22 0,29 0,29 0,29 D22 0,29 D22 0,29 D22 0,29`
V23 0,32 0,32 0,32 V24 0,23 V25 0,21 V26 0,24
S 2 1 1 S 5 S 2 S 3
ITM3 0,186 0,093 0,093 ITM4 0,334 ITM5 0,122 ITM6 0,209 (02) 0,124 (02) 0,334 (02) 0,122 (02) 0,209
I-TM020,158 Sumber: diolah oleh penulis (2021)
Dari tabel diatas dapat diketahui hasil perhitungan untuk variabel tata kelola diperoleh nilai sebesar 0,124, untuk variabel struktur organisasi diperoleh nilai sebesar 0,334, untuk variabel PID diperoleh nilai sebesar 0,122 dan untuk variabel saluran pengaduan 0,209. Maka, dari hasil perhitungan tersebut didapatkan hasil indeks transparansi manajemen di LAZISMU Kota Banjarmasin sebesar 0,158.
c. Perhitungan indeks transparansi program
Berdasarkan rumus indeks transparansi program untuk dimensi transparansi program pada variabel aktivitas realtime, aktivitas penghimpunan dan aktivitas penyaluran (realtime) terdapat D33dengan bobot senilai 0,32 dan V37diketahui bobot 0,52 yang dibutuhkan untuk variabel aktivitas realtime, aktivitas penghimpunan dan aktivitas penyaluran (realtime). Sedangkan untuk variabel database muzaki dan mustahik terdapat D33diketahui memiliki bobot yang sama senilai 0,32 dan V38 diketahui dengan bobot 0,23 yang dibutuhkan untuk variabel database muzaki dan mustahik. Selain itu, untuk variabel data penghimpunan dan
penyaluran terdapat D33 yang diketahui memiliki bobot yang sama yaitu 0,32 dan V39 diketahui memiliki bobot 0,25 yang dibutuhkan untuk variabel data penghimpunan dan penyaluran. Sedangkan untuk skala yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis didapat skala untuk variabel aktivitas realtime pada indikator aktivitas penghimpunan realtime diperoleh skor skala likert 4, indikator aktivitas penyaluran realtime diperoleh skor skala likert 4. Sedangkan pada variabel database muzaki dan mustahik untuk indikator database muzaki individu diperoleh skor skala likert 3, indikator database muzaki badan diperoleh skor skala likert 1 dan indikator database mustahik diperoleh skor skala likert 5. Dan pada variabel data program penghimpunan dan penyaluran untuk indikator data penghimpunan diperoleh skor skala likert 5 dan indikator data penyaluran diperoleh skor skala likert 5. Perhitungan indeks transparansi program dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Perhitungan Indeks Transparansi Program Indeks Transparansi Program (I-TP03)
D33 0,32 0,32 D33 0,32 0,32 0,32 D33 0,32 0,32 V37 0,52 0,52 V38 0,23 0,23 0,23 V39 0,25 0,25
S 4 4 S 3 1 5 S 5 5
ITP7 0,666 0,666 ITP8 0,221 0,074 0,368 ITP9 0,4 0,4 (03) 0,666 (03) 0,221 (03) 0,4
I-TP03 0,257 Sumber: diolah oleh penulis (2021)
Dari tabel diatas dapat diketahui hasil perhitungan untuk varibel aktivitas realtime diperoleh nilai sebesar 0,666, untuk variabel database muzaki dan mustahik diperoleh nilai sebesar 0,221 dan variabel data program penghimpunan dan penyaluran diperoleh nilai sebesar 0,4. Maka, dari hasil perhitungan tersebut
43
didapatkan hasil indeks transparansi program di LAZISMU Kota Banjarmasin sebesar 0,257.
Dari perhitungan indeks 3 dimensi transparansi di atas, maka hasil indeks transparansi LAZISMU Kota Banjarmasin dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.5 HasilIndeks Transparansi LAZISMU Kota Banjarmasin
No Dimensi Variabel Perhitungan Hasil
1 Transpransi Keuangan (X1)
Publikasi Laporan
Keuangan (X1.1) 0,536
0,28
dan Mustahik (X3.2) 0,221 Data Program
Penghimpunan dan Penyaluran (X3.3)
0,4
Itranz 0,70
Sumber: diolah oleh penulis (2021)
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diperoleh nilai indeks di LAZISMU Kota Banjarmasin sebesar 0,70. Puskas BAZNAS telah mengkategorikan penilaian dari hasil perhitungan indeks dengan rentang nilai indeks transparansi yang dihasilkan berada di antara angka 0,51 –
0,75 maka dapat dikatakan masuk dalam kategori cukup transparan, meskipun harus lebih meningkatkan tingkat transparansinya agar mencapai tingkat yang transparan.