• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi SOP Audit Inspektorat Kota Makassar

Berdasarkan NOMOR SOP : SOP-ITKOMS-WMM-05, langkah-langkah yang dilakukan Inspektorat Kota Makassar dalam melaksanakan audit adalah sebagai berikut :

a. Melakukan persiapan dan jadwal audit.

b. Lakukan rapat koordinasi dengan tim auditor untuk jadwal dan perisapan pelaksanaan audit dan distribusikan kepada auditee/unit kerja terkait. Jadwal audit harus dikonfirmasikan dahulu ke auditor dan auditee. Auditor yang ditunjuk harus sudah mendapatkan pelatihan audit mutu dan bukan merupakan bagian dari unit kerja yang akan diaudit. Jadwal audit didistribusikan ke auditor internal dan unit kerja yang akan diaudit.

c. Pembuatan check list pertanyaan audit. Auditor meminta Salinan prosedur terkendali dari Adm.WMM sesuai dengan unit kerja yang diauditnya. Check list audit dibuat sebelum pelaksanaan audit dan ditinjau serta disetujui oleh ketua tim audit.

d. Kordinasi rapat pembukaan dengan tim auditor. Hanya jika diperlukan, dihadiri oleh semua auditor, auditee, ketua tim audit, WMM, pimpinan unit kerja, dan top manajemen jika memungkinkan.

e. Pelaksaan audit. Tujuan audit adalah untuk memeriksa keefektifan dan pelaksanaan dari sistem manajemen mutu yang ada.

g. Koordinasi rapat penutupan audit dengan tim auditor. Rapat penutupan dihadiri oleh semua auditor, auditee, ketua tim audit, WMM, pimpinan unit kerja, dan top manajemen jika memungkinkan.

h. Pembuatan NCR (pelaporan) audit.

i. Dsitribusikan kepada auditee/unit kerja terkait.

j. Tindak lanjuti NCR audit dan permintaan tindakan perbaikan & pencegahan. Tindakan perbaikan harus dapat menghilangkan akar masalah, dilengkapi dengan penanggung jawab dan batas waktu.

k. Verifikasi NCR audit/permintaan tindakan perbaikan & pencegahan apakah sudah efektif atau tidak ?. verifikasi dapat dilakukan sesudah batas waktu tindakan perbaikan berakhir atau pada audit berikutnya.

l. Analisa masalah. Analsa masalah dapat berkoordinasi dengan WMM jika diperlukan.

m. Lengkapi NCR audit/permintaan tindakan perbaikan & pencegahan dengan data pendukung untuk memberikan status “Closed”. Data-data pendukung digunakan sebagai bukti sudah dilakukannya tindakan perbaikan dan pencegahan.

n. Serahkan form NCR audit/permintaan tindakan perbaikan & pencegahan dan data pendukung kepada WMM. Hasil verifikasi oleh auditor akan di verifikasi ulang pada internal audit berikutnya.

2. Hasil kuesioner

Hasil kuesioner ini dapat mendukung untuk menentukan apakah pelaksanaan audit di Inspektorat Kota Makassar sudah sesuai SOP audit, serta apakah dapat meningkatkan kinerja pemerintah pada kantor Inspektorat Kota Makassar.

Berdasarkan hasil kuesioner mengenai audit operasional pada Kantor Inspektorat Kota Makassar, diperoleh hasil sebagai berikut :

a. Independensi Tabel 4.1 Independensi Auditor No Pertanyaan Jawaban ”Ya” Jawaban “Tidak” 1 Apakah auditor merupakan staf khusus yang

terpisah dari kegiatan operasional Instansi? 21 0 2 Apakah auditor cukup independen terhadap

bagian yang diperiksanya dan mempertahankan sikap netral yang independen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya?

21 0

3 Apakah auditor dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mudah dipengaruhi oleh pihak manajemen?

21 0

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa sebanyak 21 responden menjawab “Ya” untuk semua pertanyaan mengenai Independensi. Hal ini membuktikan bahwa auditor pada Kantor Inspektorat Kota Makassar sudah sangat independen dalam melaksanakan pekerjaannya dengan cara mempertahankan sikap netral dan tidak mudah dipengaruhi oleh pihak manajemen.

b. Kompetensi Tabel 4.2 Kompetensi Auditor No Pertanyaan Jawaban ”Ya” Jawaban “Tidak” 4 Apakah audit dilaksanakan oleh orang yang

cukup terlatih dan memiliki keahlian teknis yang

memadai?

21 0

5 Apakah auditor memiliki pengalaman profesional dan pendidikan formal dalam menjalankan

tugasnya?

21 0

6 Apakah auditor memiliki kemampuan untuk

menganalisa masalah?

21 0

7 Apakah auditor mampu menghadapi dan menilai berbagai situasi yang mempengaruhi

bidang yang diaudit?

21 0

8 Apakah auditor memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi yang efektif dengan pihak

manajemen?

21 0

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa sebanyak 21 responden menjawab “Ya” untuk semua pertanyaan mengenai kompetensi auditor. Hal ini membuktikan bahwa auditor yang bekerja pada Kantor Inspektorat Kota Makassar sudah memiliki kompetensi yang memadai sebagai seorang auditor.

c. Program Audit Operasional

Tabel 4.3

Program Audit Operasional

No Pertanyaan

Jawaban ”Ya”

Jawaban “Tidak” 9 Apakah auditor menyusun program audit sebelum

melaksanakan suatu audit? 21 0

10 Apakah dalam penyusunan program audit

tersebut melibatkan Semua auditor? 20 1

11 Apakah auditor melaksanakan audit sesuai

dengan program audit yang telah dibuat? 21 0 12 Apakah auditor sebelum melaksanakan audit

melakukan komunikasi dan koordinasi dengan bagian yang diaudit?

21 0

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa sebanyak 20 responden menjawab “Ya” untuk semua pertanyaan mengenai program audit operasional, sedangkan seorang responden menjawab “Tidak” untuk pertanyaan nomor 10 dan menjawab “Ya” untuk pertanyaan nomor 9, nomor 11 dan nomor 12. Hal ini membuktikan bahwa auditor selama melaksanakan audit telah menyusun program audit terlebih dahulu demi tercapainya tujuan audit yang telah ditetapkan.

Adapun seorang responden yang menjawab “Tidak” untuk pertanyaan nomor 10 memiliki argument sebagai berikut, yaitu ”Menurut saya dalam penyusunan program audit tidaklah melibatkan semua auditor, karena begini nak program audit itu disusun oleh tim audit yang sudah ditunjuk ji saja, maksudnya begini eh yang dapatji mandat saja untuk melakukan suatu audit. Gunanya

penyusunan program audit ini supaya ada landasan untuk pembagian tugas audit dalam tim audit yang telah ditunjuk itu.”

d. Pelaksanaan Audit Operasional

Tabel 4.4

Pelaksanaan Audit Operasional

No Pertanyaan

Jawaban ”Ya”

Jawaban “Tidak”

13 Apakah auditor mengkaji struktur organisasi untuk mengetahui apakah tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian telah ditetapkan dengan jelas?

21 0

14 Apakah auditor melakukan observasi langsung terhadap proses operasional dalam meningkatkan

kinerja pemerintah? 21 0

15 Apakah pada tahap pendahuluan auditor melakukan penelaahan dokumen tertulis Instansi mengenai:

a. sasaran dan tujuan Instansi?

b. kebijaksanaan dan prosedur Instansi?

21 0

16 Apakah auditor menelaah dokumen-dokumen yang berhubungan dengan proses operasional dalam meningkatkan kinerja pemerintah?

21 0

17 Apakah auditor melakukan wawancara dengan

18 Apakah dalam wawancara, auditor dapat:

a. memahami pandangan kepala bagian yang bersangkutan?

b. mengidentifikasi masalah yang dihadapi kepala bagian audit?

21 0

19 Apakah auditor melakukan penelitian dan penilaian atas:

a. sistem pengendalian intern b. arus transaksi

c. laporan-laporan

21 0

20 Apakah auditor melakukan pencatatan dan analisa terhadap penyimpangan yang terjadi dalam proses operasional dalam meningkatkan kinerja pemerintah?

21 0

21 Apakah setelah melaksanakan analisa, auditor dapat mengetahui:

a. efisiensi kegiatan operasional Instansi b. masalah yang dihadapi

c. kemungkinan dilakukakan tindakan perbaikan

21 0

22 Apakah auditor menggunakan kuesioner untuk

memperoleh data yang diperlukan? 21 0

Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa sebanyak 21 responden menjawab “Ya” untuk semua pertanyaan mengenai pelaksanaan audit operasional. Hal ini membuktikan bahwa auditor telah melaksanakan audit operasional dengan sangat baik, karena auditor telah menjalankan semua langkah-langkah yang ada dalam Tabel 4.4 yang dimana tujuan utamanya adalah melakukan audit secara mendalam.

e. Laporan Audit Operasional

Tabel 4.5

Laporan Audit Operasional

No Pertanyaan

Jawaban ”Ya”

Jawaban “Tidak”

23 Apakah auditor menyusun laporan audit setelah tahap pemeriksaan mendalam selesai dilakukan?

21 0

24 Apakah laporan tersebut telah memuat tujuan dan ruang lingkup penugasan, serta disusun secara objektif, jelas, dan singkat?

21 0

25 Apakah auditor mengungkapkan temuannya

berdasarkan fakta yang didapat ? 21 0

26 Apakah temuan-temuan yang diperoleh auditor a. dikonfirmasikan kepada pihak yang diaudit? b. dilaporkan kepada pihak pimpinan tertinggi?

21 0

27 Apakah saran dan rekomendasi yang diberikan cukup konservatif untuk melakukan tindakan perbaikan?

21 0

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa sebanyak 21 responden menjawab “Ya” untuk semua pertanyaan mengenai laporan audit operasional. Hal ini membuktikan bahwa laporan audit operasional pada Kantor Inspektorat Kota Makassar telah disusun dengan sangat baik, karena laporan audit disusun setelah tahap mendalam selesai dilakukan dan memuat :

1) Pernyataan tentang tujuan dan ruang lingkup audit 2) Uraian mengenai pekerjaan yang dilakukan dalam audit 3) Temuan-temuan berdasarkan fakta

4) Rekomendasi perbaikan f. Kegiatan dan Tindak Lanjut

Tabel 4.6

Kegiatan dan Tindak Lanjut

No Pertanyaan

Jawaban ”Ya”

Jawaban “Tidak” 28 Apakah terdapat tindak lanjut atas hal-hal yang

disarankan dan direkomendasikan oleh auditor?

21 0

29 Apakah follow up atas saran dan rekomendasi

dari auditor selalu dilakukan?

21 0

30 Apakah auditor melakukan pemeriksaan tehadap: a. pelaksanaan follow up?

b. hasil follow up yang dilakukan?

21 0

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa sebanyak 21 responden menjawab “Ya” untuk semua pertanyaan mengenai kegiatan dan tindak lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa setelah melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap laporan audit, maka perlu dilakukan tindak lanjut atau follow up.

3. Hasil Wawancara

Adapun hasil dari wawancara yang telah dilakukan terhadap bapak Andi Wahidin selaku auditor internal pada kantor Inspektorat Kota Makassar untuk mendukung hasil kuesioner yang telah dibagikan, yaitu :

a. Apakah audit operasional memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pemerintah ?

1) Jawaban responden yaitu ”Ya memiliki peran penting. Artinya gini perannya tidak secara langsung. Di dalam suatu organisasi, auditor itu kedudukannya bukan pengambilan keputusan tetapi sekedar melakukan evaluasi atau pemeriksaan terhadap apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah. Selain itu, auditor itu bukan pelaksana melainkan pengawas, inspektorat itu lembaga yang mengawasi kinerja lembaga pemerintah yang lainnya. Jadi, artinya eee auditor itu ibaratnya dokter, yang mau sehat itu pasien. Jadi yang eee pasien itu yang melaksanakan itu, semakin bagus dia turuti resepnya si doker itu pasien itu jauh akan lebih baik, tetapi bukan dokter yang menjadi pelaksananya maka dari itu dokter tersebut berperan secara tidak langsung.

Berdasarkan jawaban responden, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa audit operasional memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pemerintah. Di dalam suatu organisasi, kedudukan auditor adalah sebagai pengawas yang bertugas untuk melakukan evaluasi atau pemeriksaan terhadap apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah, dalam hal ini inspektorat adalah lembaga yang mengawasi kinerja lembaga pemerintah yang lainnya.

b. Apakah audit operasional dalam meningkatkan kinerja pemerintah mengalami hambatan ?

1) Jawaban responden yaitu “Sebenarnya kalau mengenai hambatan dalam audit operasional itu tentang regulasi saja. Kenapa saya bilang regulasi karena prinsipnya operasional itu ada 3E, yaitu efektivitas, efesiensi, dan ekonomisasi tambah lagi satu ketaatan atau kepatuhan.

Terkait dengan audit operasional ini eeee dia lebih cenderung mengenai masalah muatannya terkait kepatuhan itu sendiri. Karena kepatuhan itu yang menyebabkan 3E ini. Selain itu, dalam audit operasional ini hanya membandingkan aturan dengan kondisi yang ada, selisihnya itu itulah yang jadi masalah, tetapi kalau masalah hambatan itu di SKPD atau yang lain daripada itu disebabkan karena :

a) pertama kurang memahami regulasi yang berlaku

b) kedua memang ada rasa kesengajaan melakukan tindakan itu.” Berdasarkan jawaban responden, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa audit operasional dalam meningkatkan kinerja pemerintah mengalami hambatan mengenai kepatuhan regulasi saja yang disebabkan oleh dua hal, yang pertama adalah kurang memahami regulasi yang berlaku dan kedua adalah faktor kesengajaan.

c. Apa saja langlah-langkah yang dilakukan agar audit operasional dapat meningkatkan kinerja pemerintah ?

1) Jawaban responden yaitu “Tentunya setiap pemeriksaan akan bermuara pada rekomendasi, artinya kalau pimpinan SKPD atau dengan kata lain manajemen suatu SKPD atau kantor itu melaksanakan rekomendasi dengan baik itu eee secara tidak langsung itu akan berpengaruh baik pada kinerjanya artinya mengembalikan sesuatu pada perannya. Artinya dari suatu rekomendasi harus dilakukan tindak lanjut oleh kantor tersebut. Nah, itulah yang menjadi ukuran apakah kantor itu bisa berkinerja baik atau tidak.”

Berdasarkan jawaban responden, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa langlah-langkah yang dilakukan agar audit operasional dapat

meningkatkan kinerja pemerintah adalah melaksanakan rekomendasi dengan baik, kemudian melakukan tindak lanjut dari hasil rekomendasi tersebut.

Berdasarkan hasil wawancara, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa audit operasional memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pemerintah dengan cara melakukan tahap-tahap audit operasional yang nantinya akan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang akan berpengaruh pada kinerja. Adapun hambatan yang muncul pada pelaksanaan audit operasional dalam rangka menigkatkan kinerja pemerintah adalah mengenai regulasi saja yang harus dipatuhi.

Dokumen terkait