BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Hasil Pajak Restoran Di Kabupaten Pinrang
Pajak restoran merupakan salah satu hasil Pendapatan Asli Daerah yang dimiliki oleh Kabupaten Pinrang, Kabupaten Pinrang memiliki beberapa restoran yang harus wajib bayar pajak restoran/rumah makan. Adapun pajak restoran yang dimiliki olegh Kabupaten Pinrang dari Tahun 2017-2019 sebagai berukut:
Tabel 4.2. Pajak Restoran 2017-2019
No Tahun Target Realisasi %
1 2017 705.000.000,00 852.680.022,00 120,95 2 2018 754.500.000,00 977.045.904,00 129,50 3 2019 1.250.000.000,00 2.098.668.304,00 167,89 Sumber data: Pajak Restoran Kabupaten Pinrang
Tebel di atas menunjukan hasil data observasi pajak dari tahun 2017-2019 di mana pajak setiap tahunnya penghasilan restoran mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang cukup tinggi di mana pada tahun 2017 relalisasi sebanyak 852.680.022,00 dan pajak penghasilan sebanyak 120,95% dan memasuki tahun
2018 mengalami peningkatan realisas sebanyak 124.365.882 sehingga realisasi pada tahun 2018 sebanyak 977.045.904,00 dan pajak penghasilan 129,50% dan begitupun pada tahun 2019 di mana peningkatan realisasi sebanyak 1.121.622.400 sehingga realisasi pada tahun 2019 sebanyak 2.098.668.304,00 dan pajak penghasilan sebanyak 167,89%, sehingga target dalam pendapatan pajak rumah makan/restoran setiap realisasinya selalu mencapai target dari tahun 2017-2019.
2. Kinerja Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Dalam Pengelolaan Pajak Restoran /Rumah Makan Di Kabupaten Pinrang
Menurut Darma (1991:1), menyatakan bahwa pengukuran kinerja dari dinas pengelolaan keuangan aset daerah dalam pengelolaan pajak dapat dilihat melalui tiga indikator yaitu dimana indikator pertama adalah kuantitas dengan melihat pencapaian target yang sesuai dengan tujuan utama, yaitu melihat seberapa besar pencapaian wajib pajak yang membayar pajak, indikator kedua adalah kualitas yaitu dengan melihat mutu yang dihasilkan oleh dinas pengelolaan keuangan daerah melalui tingkat kepuasan pelayanan kepada wajib pajak, indikator yang terakhir adalah ketepatan waktu yang melihat apakah sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan dalam pembayaran pajak restoran dari wajib pajak.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Kepala BKUD Kabupaten Pinrang H. Islamuddin, SH., MH pada tanggal 18 Maret 2020 menyatakan:
“Kalau soal bagaimana cara kami selaku BKUD Kabupaten Pinrang dalam menangani pajak restoran di Kabupaten pinran ini alhamdulillah sekarang cukup baik, karena selama ini alhamdulillah wajib pajak belum ada yang pernah komplen atas pajak yang dibayar karena kami juga selalu sesuai dengan
48
prosedur dalam menangani hal ini, kalau soal cara kami memberikan kinerja kami selaku BKUD Kabupaten Pinrang kami selalu sesuai dengan UU yang ada yaitu Undang-Undang No. 16 tahun 2020 tentang ketentuan umum tata cara perpajakan yaitu Kuantitas, Kualitas, dan juga ketepatan waktu bagi wajib pajak”.
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Kepala BPKUD Kabupaten Pinrang oleh Bapak Islamuddin, SH., MH menyatakan kinerja dari BKUD atau Dinas Pengelolaan Keuangan Aset daerah berdasarkan UU No. 16 Tahun 2020 tentang ketentuan umum tata cara perpajakan, yaitu dengan melihat dari kuantitas, kualitas, ketepatan waktu oleh wajib pajak. Adapun pernyataan selanjutnya oleh sekretaris BKUD Kabupaten Pinrang oleh Ibu Hj. St. Hadhiah, SH pada tanggal 18 Maret 2020 menyatakan bahwa:
“Iya betul sekali kami memang mengukur memberikan kinerja kami selaku BKUD Kabupaten Pinrang berdasarkan UU No. 16 Tahun 2020 dengan 3 landasan yaitu kuantitas, seberapa besar pencapaian kami, kualitas, seberapa besar kepuasan yang dirasakan oleh wajib pajak kepada pelayanan kami, dan ketepatan waktu, dengan melihat ketepatan waktu membayar yang dilakukan oleh wajib pajak”.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada Ibu Hj. St. Hadhiah selaku Sekretaris BKUD Kabupaten Pinrang menyatakan bahwa kinerja dari Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah/ BKUD berdasarkan UU No. 16 Tahun 2020 dengan tiga dasar yaitu kuantitas dimana melihat seberapa besar pencapaian yang kita miiliki, ke dua kualitas dengan melihat pelayanan yang kami berikan kepada setiap wajib pajak yang ada di Kabupaten Pinrang, ketepatan waktu yaitu dengan melihat ketepatan waktu bagi wajib pajak memenuhi kewajibannya yaitu membayar pajak khususnya pajak restoran.
a. Kuantitas
Aspek Kuantitas adalah aspek yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah yang dihasilkan, diberikan, atau diselesaikan dalam suatu tugas pokok seorang pegawai dengan target yang telah disepakati dalam tugas pokok tersebut. Kuantitas pekerjaan dapat diperoleh dari hasil pengukuran kerja atau penetapan tujuan partisipatif. Penetapan kuantitas kerja dapat dilakukan melalui pembahasan antara atasan dengan para bawahannya, dimana materi pembahasan mencakup sasaran-sasaran pekerjaan, peranannya dalam hubungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain, persyaratan-persyaratan organisasi, dan kebutuhan pegawai. Dengan demikian kuantitas ini bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang pegawai. Dalam penilaian kuantitas pekerjaan ini, masing-masing pegawai dinilai seberapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam tugas jabatannya selama satu tahun. Tugas dan pekerjaan tersebut dibagi menjadi tugas dan pekerjaan yang dilakukan dalam kurun waktu satu bulan, trimester, caturwulan, semester ataupun dalam kurun waktu satu tahun.
Berdasarkan data yang diperoleh, dengan melihat target output pekerjaan dan hasil yang dapat direalisasikan oleh pegawai Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah dalam pengolahan pajak restoran di Kabupaten Pinrang maka dapat dilihat bahwa setiap pegawai telah menyelesaikan tugas dan pekerjaan dalam jabatannya sesuai dengan target pekerjaan yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan bahwa untuk kuantitas dari beban pekerjaan yang
50
diberikan terhadap masing-masing pegawai tidak menjadi masalah dan mampu diselesaikan oleh masing-masing pegawai. Sehingga tidak perlu mengurangi beban pekerjaan dan bahkan mungkin dapat diberikan tugas yang lebih. Namun lebih jauh dalam mengukur aspek kuantitas ini, tentunya tidak hanya dilihat dari seberapa banyak ataupun seberapa besar beban kerja yang diselesaikan oleh pegawai setiap tahunnya, tentunya harus dikaitkan dengan aspek kualitas, waktu dan biaya sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan apakah pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing pegawai dapat dikatakan telah memenuhi harapan dan menunjang pencapaian tujuan organisasi.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada Kepala BPKUD Kabupaten Pinrang Oleh Bapak Islamuddin, SH., MH pada tanggal 18 Maret 2020 adalah sebagai berikut:
“Kami selaku dinas pengelolaan keuangan aset daerah kabupaten pinrang telah memasang alat transaksi pajak online di sejumlah restoran dengan adanya teknologi ini yang diterapkan maka dapat mempermudah para pengusaha untuk melaksanakan kewajibannya yaitu memungut pajak dari setiap transaksi yang dilakukan sehingga membantu Pemerintah Kabupaten dalam meningkatkan PAD dari sektor ini.”
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah telah memasang alat transaksi pajak online di sejumlah restoran dengan adanya teknologi ini yang diterapkan maka dapat mempermudah para pengusaha untuk melaksanakan kewajibannya yaitu memungut pajak dari setiap transaksi yang dilakukan sehingga membantu Pemerintah Kabupaten dalam meningkatkan PAD. Selanjutnya hasil wawancara yang dilakukan kepada sekretaris BKUD Kabupaten Pinrang atas nama Ibu Hj. St. Hadiah, SH, pada tanggal 18 maret 2020 mengatakan bahwa:
“Kami dari dinas pengelolaan pengelolaan keuangan aset daerah telah melakukan kinerja yang terbaik terhadap masyarakat yaitu salah satunya transparan terhadap pengelolaan dana dari pajak dan retribusi, kami sangat terbuka kepada masyarakat, apabila ada masyarakat yang ingin mengetahui data atau bagaimana perkembangan pengelolaan dana dari pajak dan retribusi, ya kami akan memberikan, selama masyarakat melalui prosedur yang ada, artiya ada izin meminta informasi. Kami juga sudah melakukan publikasi melalui website, walaupun masih ada kendala. Jadi transparan dalam mengelola keuangan daerah”
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa transparansi pengelolaan yang dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah dalam pengelolaan pajak sudah transparan sesuai prosedur yang ada, bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap penerimaan asli daerah, diharuskan melalui prosedur yang ada dan sudah melakukan publikasi melalui website, walaupun masih ada kendala. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Bapak Ilyas selaku Manager Caffe Brother pada tanggal 19 maret 2020 mengatakan bahwa:
“Kami selaku pembayar pajak belum mengetahui tentang pengelolaan pajak yang dilakukan dinas tersebut karena masih sedikitnya informasi yang disebarkan dan dapat diterima masyarakat mengenai peranan pajak sebagai sumber penerimaan daerah dan segi-segi positif lainnya.”
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah masih kurang mensosialisasikan terkait pengelolaan mengenai peranan pajak restoran sebagai sumber penerimaan daerah dan segi-segi positifnya.
52
b. Kualitas
Pekerjaan ini berhubungan dengan mutu yang dihasilkan oleh para pegawai Dinas Pengelolaan Keuaangan Aset Daerah dari suatu pekerjaan dalam organisasi dalam mengelola pajak restoran, dimana kualitas pekerjaan ini mencerminkan tingkat kepuasan dalam penyelesaian pekerjaan dan kesesuaian pekerjaan yang diharapkan oleh instansi dalam mengelola pajak restoran di Kabupaten Pinrang. Selain itu kualitas juga bisa diartikan dengan melihat bagaimana pekerjaan dilakukan sesuai dengan yang diperintahkan sehingga pekerjaan yang dilakukan berdasarkan input yang ada akan mencapai target/sasaran kerja yang ditetapkan.
Pengukuran kualitas pekerjaan ini dilakukan oleh pejabat penilai dengan tentunya melalui pertimbangan sumber-sumber yang diperoleh. Misalnya dengan melibatkan semua individu yang terkait dalam pekerjaan tersebut yang dapat menjadi sumber informasi untuk menilai proses pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dengan melibatkan semua individu yang terkait, penialaian ini dapat dikatakan bersifat partispatif dan memungkinkan penialaian terhadap kualitas pekerjaan dapat lebih akurat. Dalam mengukur kualitas pekerjaan ini dilakukan dalam tiga proses yaitu pada tingkat proses, tingkat output dan tingkat outcome, sehingga dalam mengukur kualitas pekerjaan pegawai tidak hanya terpaku pada outputnya saja. Tetapi bagaimana proses penyelesaian pekerjaan itu dan bagaiamana tingkat outcome nya apakah akan memberikan manfaat kedepannya ataupun tidak. Hal inilah yang juga menjadi kekurangan dalam penelitian ini, karena didalam memberikan
penilaian terhadap kualitas pekerjaan, tidak terdapat kriteria-kriteria pedoman yaitu tiga aspek tersebut, sehingga kecenderungannya pejabat penilai tidak mempunyai aturan yang jelas dalam menentukan nilai dari kualitas kerja pegawai, sehingga memungkinkan kesalahan terjadi pada penilaian ini dan tidak menutup kemungkinan pejabat penilai dapat memberikan nilai yang kurang tepat.
Berdasarkan dengan indikator tersebut peneliti kemudian mewawancarai Kepada Bapak Islamuddin SH.MH selaku kepala BKUD pada tanggal 18 Maret 2020, mengatakan:
“Hal tersebut sebenarnya sudah kami tunjukkan bahwa kami selaku pegawai di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pinrang sudah memiliki kemampuan yang memadai, namun hal itu belum cukup karena pegawai terkadang masih memerlukan sikap dan tindakan dari para wajib pajak untuk menegur baru mereka bertindak dan ini mengindikasikan bahwa kami juga memiliki kelemahan dalam hal tersebut. Namun secara umum kami telah menunjukkan kemampuan dalam memberikan layanan yang berkualitas, terutama dalam pelayanan pajak restoran dan pajak yang lainnya.”
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa Hasil tersebut sebenarnya sudah menunjukkan bahwa pegawai di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Pinrang telah memiliki kemampuan yang memadai, namun hal itu belum cukup karena hasil tersebut menunjukkan bahwa pegawai terkadang masih memerlukan sikap dan tindakan dari para wajib pajak untuk menegur baru mereka bertindak dan ini mengindikasikan bahwa mereka juga memiliki kelemahan dalam hal tersebut. Namun secara umum mereka telah menunjukkan kemampuannya dalam memberikan layanan yang berkualitas, terutama dalam pelayanan pajak
54
restoran. Selanjutnya hasil wawancara yang dilakukan kepada sekretaris BKUD Kabupaten Pinrang atas nama Ibu Hj. St. Hadiah, SH, pada tanggal 18 maret 2020 mengatakan bahwa:
“Kami selaku pegawai Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Pinrang sudah menunjukkan kepercayaan kepada para wajib pajak tiap restoran dikarenakan dengan adanya sistem komputerisasi sehingga dapat menghindari kecurangan dalam pelayanan.
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa kualitas layanan yang dilihat jaminan atas pelayanan yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa pegawai pemberi layanan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Pinrang memberikan pelayanan yang dapat dipercaya disebabkan oleh adanya sistem komputerisasi sehingga dapat menghindari kecurangan dalam pelayanan. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Ibu Sahara selaku Manager Caffe Anggi pada tanggal 19 maret 2020 mengatakan bahwa:
“Menurutku sih pelayanan yang dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah sudah berkualitas soalnya mereka pegawai yang berkompeten di setiap bidangnya maka dari itu mereka menerapkan sistem transaksi pajak online tentunya memberikan kemudahan bagi para wajib pajak yang dilayani mudah dan cepat.”
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh pegawai pemberi layanan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Pinrang mengindikasikan bahwa dalam memberikan pelayanan mereka menunjukkan kualitasnnya, di mana kualitas pelayanan yang mereka dapatkan disebabkan oleh pengetahuan dari pegawai yang berkompeten di bidangnya. Pengetahuan tersebut tentunya
dapat meningkatkan kualitas pelayanan pajak restoran dan pajak yang lainnya di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Pinrang dan tentunya memberikan kemudahan bagi para wajib pajak yang dilayani. c. Ketepatan waktu
Ketepatan waktu ini berhubungan dengan waktu penyelesaian tugas (pekerjaan) sesuai dengan waktu yang diberikan. Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai memiliki standar waktu yang telah ditentukan. Visi dan misi suatu organisasi akan tercapai apabila pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, dalam hal ini diantaranya; Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan dan Pekerjaan selesai pada saat dibutuhkan.
Menurut Muchdoro (1997:180) “Efisiensi adalah tingkat kehematan dalam menggunakan sumber daya yang ada dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Efisiensi terbagi menjadi dua, yaitu efisiensi waktu dan efisiensi biaya.
Namun didalam penelitian ini pengkuran waktu penyelesaian belum mampu mengukur secara akurat, karena meskipun rata-rata pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu, tetapi kadang masih terkendala dalam keterlambatan menyelesaikan kegiatan yang intensif seperti kegiatan yang dilakukan setiap bulan, trimester ataupun caturwulan, disebabkan karena jumlah pegawai yang belum memadai dan juga keterbatasan yang dimiliki oleh pegawai. Oleh karenanya sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh
56
Muchdoro (1997:180), kinerja pegawai bidang tenaga kerja terkait dengan waktu, maka dapat dikatakan sudah efisien.
Berdasarkan dengan indikator tersebut peneliti kemudian mewawancarai Kepada Bapak Islamuddin SH.,MH selaku kepala BKUD pada tanggal 18 Maret 2020 , mengatakan:
“Kami dari dinas sudah melakukan upaya penagihan dengan sesuai aturan dengan unsur ketegasan, yaitu ketegasan tentang waktu pembayaran, dimana dalam waktu tujuh hari setelah jatuh tempo pembayaran pajak maka kepada para wajib pajak diberikan surat tagihan yang berupa surat teguran atau surat peringatan, kemudian dalam waktu tujuh hari setelah surat tagihan yang berupa surat teguran atau surat peringatan tersebut diterima oleh para wajib pajak maka para wajib pajak tersebut sudah harus melunasi pajaknya. Prosedur dan tata cara penagihan Pajak hotel dan restoran yang dilaksanakan di Kabupaten Pinrang memang benar-benar telah mengimplementasikan Peraturan Daerah yang telah disusun.
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Pinrang sudah melakukan upaya penagihan pajak restoran dan pajak yang lainnya dengan tertib dan waktu yang ditetapkan sesuai dengan peraturan apabila dalam waktu tujuh hari setelah jatuh tempo pembayaran pajak maka kepada para wajib pajak diberikan surat tagihan yang berupa surat teguran atau surat peringatan, kemudian dalam waktu tujuh hari setelah surat tagihan yang berupa surat teguran atau surat peringatan tersebut diterima oleh para wajib pajak maka para wajib pajak tersebut sudah harus melunasi pajaknya agar Dinas terserbut bisa mengelola pajak ini dengan baik. Selanjutnya hasil wawancara yang dilakukan kepada sekretaris BKUD Kabupaten Pinrang atas nama Ibu Hj. St. Hadiah, SH, pada tanggal 18 maret 2020 mengatakan bahwa:
“Ya kami dari Dinas sudah melakukan prosedur kerja pengawasan dan restoran melalui tata cara penagihan pajak sudah cukup jelas, seperti melakukan peninjauan langsung ke lokasi, sambil mengadakan pemeriksaan SPTPD dan ijin usaha pertambangan, memberikan penyuluhan mengenai dasar pengenaan dan tarif pajak, mengoptimalkan ketentuan yang berlaku di bidang perpajakan. Jangka waktu yang diperlukan dalam melakukan pengawasan tidak menentu, terkadang satu minggu, satu bulan, triwulan bahkan semesteran. Oleh karena itu wajib pajak cenderung melakukan upaya penyimpangan dengan tidak membayar pajak dan berusaha untuk tidak memperpanjang ijin usaha.
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah telah menjalankan sesuai prosedur tata cara penagihan pajak restoran dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi supaya pembayar pajak lebih tertib lagi sesuai dengan waktu tempo yang telah ditetapkan supaya mereka sadar akan pentingnya membayar pajak dan mampu memberi kontribusi terhadap penerimaan daerah khususnya Pendapatan Asli Daerah lebih mantap lagi. Selanjutnya mewawancarai Kepada Bapak Islamuddin SH,.MH selaku kepala BKUD pada tanggal 18 Maret 2020 mengatakan bahwa:
“Adapun hal-hal yang kami lakukan yaitu melakukan monitoring dan pengawasan terhadap perijinan usaha restoran, melakukan pemeriksanaan para wajib pajak yang belum melaksanakan kewajiban dalam membayar pajak sebagaimana yang sudah ditetapkan. Secara aktual aparat Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah dalam melaksanakan pengelolaan pajak hotel dan restoran berdasarkan dengan ketentuan sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 7 tahun 2011 tentang pajak restoran tersebut, namun pelaksanaan operasional pemungutan di lapangan dijumpai adanya hambatan dan permasalahan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius agar peranan pajak restoran mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah khususnya Pendapatan Asli Daerah lebih mantap lagi.
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa aparat dari Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Kabupaten Pinrang
58
sudah melakukan monitoring dan pengawasan dan melakukan pemeriksanaan para wajib pajak yang belum melaksanakan kewajiban dalam membayar pajak sebagaimana yang sudah ditetapkan sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Pinrang Nomor 7 tahun 2011 tentang pajak restoran namun pelaksanaan operasional pemungutan di lapangan dijumpai adanya hambatan dan permasalahan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius agar peranan pajak restoran mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah khususnya Pendapatan Asli Daerah lebih mantap lagi. Selanjutnya hasil wawancara berikutnya dengan Ibu Rohani selaku Manager Caffe Hollywood pada tanggal 19 maret 2020 mengatakan bahwa:
“Saya sebagai pembayar pajak menurut saya Dinas DPKAD Kabupaten Pinrang seharusnya memberikan motivasi kepada masyarakat atau pegawai restoran yang lainnya untuk membayar pajak, khususnya pajak restoran agar masyarakat tahu tentang manfaat dan pentingnya keberadaan pajak hotel dan pajak restoran dalam proses pelaksanaan pembangunan daerah. Kegiatan pemberian pengarahan ini penting, karena dengan adanya kegiatan pemberian pengarahan tentang arti pentingnya pajak daerah tersebut, maka diharapkan masyarakat sebagai objek pajak akan mengerti, serta memahami tentang manfaat dari pajak daerah tersebut, kemudian dengan adanya pengertian dan pemahaman dari pengusaha restoran, dengan demikian diharapkan akan muncul kesadaran pengusaha restoran untuk membayar pajak restoran.
Berdasarkan hasil wawancara informan tersebut mengatakan bahwa seharusnya Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah seharusnya memberikan motivasi kepada masyarakat atau pegawai restoran yang lainnya untuk membayar pajak, khususnya pajak restoran agar masyarakat tahu tentang manfaat dan pentingnya keberadaan pajak hotel dan pajak restoran dalam proses pelaksanaan pembangunan daerah. Kegiatan pemberian pengarahan ini penting, karena dengan adanya kegiatan pemberian pengarahan tentang arti
pentingnya pajak daerah tersebut, maka diharapkan masyarakat sebagai objek pajak akan mengerti, serta memahami tentang manfaat dari pajak daerah tersebut.