BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Beban Bunga (Biaya Operasional)
Dari data dibawah ini diperoleh beban bunga lebih rendah 11,04%
pada tahun 2013. Penurunan beban bunga disebabkan oleh adanya penurunan simpanan deposito yang sangat signifikan sebesar 32,44% pada tahun 2013.
Berikut tabel (1) yang menampilkan beban bunga Bank Sulselbar tahun 2012-2013,yaitu:
Tabel Beban Bunga Bank Sulselbar Tahun 2012-2013
Keterangan 2013 2012 Pertumbuhan
Rp Juta Rp Juta %
Pinjaman yang diterima 10.156 8.915 1.241 13,92 %
Giro 91.464 86.428 5.036 5,83 %
Deposito 116.316 172.177 (55.861) (32,44) %
Tabungan 27.246 27.805 (559) (2,01) %
Bagi Hasil Syariah 22.024 12.204 9.820 80,47 %
Surat berharga yang
diterbitkan 51.120 51.330 210 0,41 %
Lainnya 15.120 16.480 (1.360) (8,25) %
Jumlah beban bunga 333.919 375.339 (41.420) (11,04) % (Sumber: PT. Bank Sulselbar)
Beban Bunga Pinjaman Yang Diterima
Beban bunga dari pinjaman yang diterima lebih tinggi 13,92%
pada tahun 2013, naik dari Rp 8.915 juta di tahun 2012 menjadi Rp 10.156 juta pada tahun 2013. Beban bunga pinjaman yang diterima bersumber dari pinjaman pada Bank Indonesia, PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank BTN dan Kementerian Keuangan pada tahun 2013 sebesar Rp 100.145 juta. Jumlah tersebut lebih rendah dari total pinjaman tahun 2012 sebesar Rp 150.632. Beban bunga ini memberikan kontribusi terhadap jumlah beban bunga pada tahun 2013 sebesar 3,04%.
Beban Bunga Giro
Beban bunga giro pada tahun 2013 meningkat 5,83% dari Rp 86.428 juta pada tahun 2012 menjadi Rp 91.464 juta pada tahun 2013.
Porsi beban bunga giro per 31 Desember 2013 sebesar 27,39% terhadap total beban bunga. Tingkat suku bunga giro rata – rata pada tahun 2013 sebesar 3% dan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2012.
Beban Bunga Deposito
Beban bunga deposito per 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp 116.316 juta atau menurun 32,44% dibandingkan beban bunga deposito tahun 2012 yang tercatat sebesar Rp 172.177 juta. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk deposito pada tahun 2013 sebesar 32,44% dari Rp 1.826.220 juta di tahun 2012 menjadi Rp 1.455.042 juta di tahun 2013. Tingkat suku bunga rata – rata deposito pada tahun 2013 berada di kisaran 6,75% - 7,00% atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2012 dengan kisaran 5,25% - 5,50%. Meskipun terjadi penurunan total nilai deposito, porsi beban bunga deposito terhadap total beban bunga di tahun 2012 tercatat paling tinggi yaitu mencapai 34,83%.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat, khususnya deposan, terhadap Bank Sulselbar berada pada level yang cukup tinggi untuk tetap loyal dalam memanfaatkan salah satu produk pendanaan Bank Sulselbar.
Beban Bunga Tabungan
Suku bunga rata – rata tabungan Bank Sulselbar pada tahun 2013 berada di kisaran 0% - 4,00%. Tingkat suku bunga tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suku bunga tahun 2012 yang berada pada kisaran 0,25% - 4,50%. Meskipun demikian, total penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk tabungan tidak termasuk Syariah pada tahun 2013 meningkat sebesar 23,45%. Beban bunga tabungan terhadap total beban bunga tahun 2013 kontribusinya mencapai 8,16%.
Beban Bagi Hasil Syariah
Beban bagi hasil Syariah mengalami peningkatan sebesar 80,47%
dari sebesar Rp 12.204 juta di tahun 2012 menjadi Rp 22.024 juta pada tahun 2013. Kenaikan beban bagi hasil Syariah dipengaruhi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga Syariah pada tahun 2013 sebesar 35,66%
dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari penghimpunan deposito mudharabah yang mencapai 41,52%.
Beban Bunga Surat Berharga Yang Diterbitkan
Pada tahun 2013, beban bunga surat berharga yang diterbitkan mempengaruhi total beban bunga sebesar 15,45%. Beban bunga surat berharga yang diterbitkan meningkat 0,51% lebih tinggi pada tahun 2013, dari Rp 51.330 juta pada tahun 2012 naik menjadi sebesar Rp 51.120 juta pada tahun 2013.
2. Biaya Operasional Lainnya
Pada tahun 2013, biaya operasional lainnya meningkat 38,72% dari Rp 408.984 juta pada tahun 2012 menjadi Rp 524.815 juta pada tahun
2013. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan beban personalia sebesar 13,47% dan peningkatan beban administrasi dan umum sebesar 70,22%. Selama tahun 2013, kredit yang diberikan (tidak termasuk Unit Usaha Syariah) meningkat 7,79% lebih tinggi dari tahun 2012.
Berdasarkan analisis kolektibilitas kredit pada tahun 2013, meski kredit meningkat tetapi kredit bermasalah turun. Sebesar 98,83% dari pinjaman tahun 2013 merupakan kredit performing dan 1,17% merupakan non performing loan (bermasalah). Dengan demikian, penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non keuangan tahun 2013 menjadi lebih rendah dari Rp 9.424 juta pada tahun 2012 menjadi Rp 913 juta pada tahun 2013.
Berikut adalah tabel (2) yang menyajikan data mengenai beban operasional lainnya, yaitu:
Tabel Biaya Operasional Lainnya Tahun 2012-2013
Keterangan 2013 2012 Pertumbuhan
Rp Juta Rp Juta %
Beban personalia 312.355 275.279 37.076 13,47 % Beban Adm. &
Umum 211.547 124.281 87.266 70,22 %
Penyisihan
kerugian penurunan nilai atas keuangan dan non keuangan-bersih
913 9.424 (8.511) (90,31) %
Jumlah beban
operasional lainnya 524.815 408.984 115.831 38,72 %
Tahun 2013, Bank Sulselbar mengalami peningkatan beban personalia, di antaranya akibat meningkatnya, biaya pendidikan dan pelatihan, gaji pokok pegawai dan tunjangan jabatan bagi para pejabat serta mendistribusikan jasa produksi. Dengan adanya peningkatan tersebut, diharapkan kesejahteraan juga meningkat. Peningkatan beban personalia tertinggi pada tahun 2013 ada pada biaya pendidikan dan pelatihan yang mencapai 63,32% dari Rp 7.192 juta pada tahun 2012 menjadi Rp 11.746 jutapada tahun 2013. Kemudian, kenaikan beban umum dan administrasi terjadi akibat kenaikan signifikan pada beban pajak lain sebesar 798,74%, beban asuransi sebesar 282,94%, beban lain – lain sebesar 114,34% dan beban perjalanan dinas sebesar 100,41%.
3. Laba Operasional
Laba bersih Bank Sulselbar pada tahun 2013 tercatat sebesar Rp 315.926 juta. Jumlah tersebut 13,75% lebih tinggi dari capaian laba bersih tahun 2012 sebesar Rp 277.728 juta. Bank Sulselbar tahun 2013 telah melampaui target laba bersih tahun 2013 yang ditetapkan sebesar Rp 270.950 juta (realisasi Rp 315.926 juta) dan target laba sebelum pajak sebesar Rp 387.071 juta (realisasi Rp 432.945 juta).
Bank Sulselbar mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 13,75%
dari Rp 277.728 juta pada tahun 2012 menjadi Rp 315.926 juta di tahun 2013. Kenaikan perolehan laba bersih antara lain disebabkan adanya kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 26,44%, dari Rp 721.403 juta pada tahun 2012 menjadi Rp 912.106 juta pada tahun 2013. Kenaikan
pendapatan bunga bersih antara lain karena kenaikan pendapatan bunga dan pendapatan bagi hasil Syariah masing – masing sebesar 12,19% dan 44,51%.
Kenaikan pendapatan bunga dipengaruhi oleh peningkatan portofolio kredit sebesar 8,88% pada tahun 2013.
Berikut ini adalah tabel (3) yang menyajikan data mengenai pendapatan bunga bersih, yaitu:
Tabel Pendapatan Bunga Bersih Tahun 2012-2013
Keterangan 2013 2012 Pertumbuhan
Rp Juta Rp Juta %
Pendapatan Bunga 1.176.464 1.048.608 127.856 12,19%
Pendapatan Bagi Hasil
Syariah 69.561 48.135 21.426 44,51%
Total Pendapatan Bunga
dan Bagi Hasil Syariah 1.246.025 1.096.743 149.282 13,61%
Beban Bunga 260.301 311.806 (51.505) (16,52)%
Bagi Hasil Syariah 22.024 12.204 9.821 80,47 %
Surat berharga yang
diterbitkan 51.593 311.806 263 0,51%
Total Beban Bunga dan
Bagi Hasil Syariah 333.919 375.340 (41.421) (11,04)%
Pendapatan Bunga
Bersih 912.106 721.403 190.703 26,44%
( Sumber: PT. Bank sulselbar)
Pendapatan operasional lainnya tahun 2013 lebih rendah 20,94%, dari Rp 72.088 juta pada tahun 2012 menjadi Rp 56.991 juta pada tahun 2013. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan provisi dan komisi selain kredit yang diberikan, dari Rp 25.390 juta pada tahun 2012, kemudian turun sebesar 40,98% menjadi Rp 14.984 juta pada tahun 2013.
Tabel Laba Komprehensif Tahun 2009-2013
Keterangan 2013 2012 2011 2010 2009 Pertumbuhan
Rp Juta Rp Juta %
Provisi dan komisi selain dari kredit yang
diberikan 14.984 25.390 27.500 29.000 30.102 (10.406) (40,98)
%
Administrasi 36.740 36.766 36.000 35.956 35.800 (26) (0,07)%
Pendapatan
Operasional Lainnya 5.267 9.932 10.543 11. 600 12.967 (4.665) (46,97) Total Pendapatan %
Operasional Lainnya 56.991 72.088 74.043 77.556 78.869 (15.097) (20,94) Beban personalia 312.355 275.279 255.433 244.321 240.456 37.076 13,47%% Beban umum dan
administrasi 211.547 124.281 122.567 121.540 120.345 87.266 70,22%
Penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan non keuangan – bersih
913 9.424 8.675 8.555 8.340 (8.511) (90,31)
%
Total Beban
Operasional Lainnya 524.815 408.984 386.675 374.443 369.241 115.831 28,32%
Total Pendapatan (Beban) Operasional
Lainnya (467.824) (336.896) (312.632) (296.887) (290.372) (130.928) 38,86%
Laba (Rugi)
Operasional 444.282 384.507 380.965 350.560 34.970 59.775 15,55%
Pendapatan Non
Operasional 1.686 4.961 5.987 5.900 6.000 (3.275) (66,01)
Beban Non %
Operasional 13.023 12.837 11.340 10.950 9.995 186 1,45%
Pendapatan (Beban)
Non Operasional (11.337) (7.876) (5.353) (5.050) (3.995) (3.461) 43,94%
Laba Sebelum Taksiran Manfaat
Pajak Penghasilan 432.945 376.631 365.543 360.540 355.055 56.314 14,95%
Beban (Manfaat)
Pajak Penghasilan 117.019 98.903 95.450 94.550 92.100 18.116 18,32%
Laba Bersih 315.926 277.728 270.093 265.990 262.955 38.198 13,75%
Total Laba
Komprehensif Tahun
Berjalan 315.926 277.728 270.093 265.990 262.955 38.198 13,75%
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti pada PT. Bank Sulselbar menunjukkan bahwa sistem pengendalian biaya operasional seperti biaya bunga mengalami peningkatan pada tahun 2013 karena itu dapat meningkatan laba/pendapatan perusahaan, sedangkan beban operasional lainnya belum dapat meningkatkan laba perusahaan. Untuk lebih jelasnya, penulis menguraikannya sebagai berikut:
1. Biaya operasional yang didapat meliputi biaya bunga (bunga pinjaman yang diterima, bunga giro, bunga deposito, bunga tabungan, bunga bagi hasil syariah & bunga surat berharga yang diterbitkan lainnya) mengalami peningkatan dari tahun 2013, kecuali pada bunga simpanan deposito yang mengalami penurunan yang sangat signifikan ditahun 2013.
2. Beban operasional lainnya (beban personalia, beban adm. & umum, dan penyisihan kerugian penurunan nilai atas keuangan dan non keuangan-bersih) mengalami peningkatan ditahun 2013 karena didorong oleh kenaikan beban personalia dan peningkatan beban adm. & umum.
B. Saran
Untuk mencapai sasaran yang diinginkan agar biaya operasional
mengetengahkan beberapa saran atau usulan yang merupakan salah satu input yang dapat dipertimbangkan oleh pimpinan perusahaan untuk mencapai target yang diinginkan, adapun sarannya meliputi:
1. Perusahaan diharapkan lebih memperhatikan beban bunga karena dengan meningkatkan beban bunga maka akan menarik nasabah untuk menyimpan dananya di bank sehingga apabila bank kekurangan dana sementara pinjaman meningkat maka dana tersebut akan cepat terpenuhi. Dengan meningkatnya pinjaman tersebut maka akan meningkatkan pendapatan bunga. Apabila pendapatan bunga jauh lebih besar dari beban bunga yang dikeluarkan oleh bank maka dapat meningkatkan laba bersih perusahaan.
2. Perusahaan diharapkan juga untuk mengefisienkan biaya personalia seperti biaya pendidikan dan pelatihan, gaji pokok pegawai, dan tunjangan jabatan bagi para pejabat, dan biaya administrasi dan umum seperti biaya pajak, biaya asuransi, biaya perjalanan dinas, dan biaya lain-lain karena dengan meningkatnya biaya-biaya tersebut maka akan mengurangi laba yang ada diperusahaan. Dengan menghemat biaya pengeluaran sehingga dapat memperoleh keuntungan yang meningkat dari tahun ke tahun.
62
DAFTAR PUSTAKA
Adikoesoemo, Soemita, R. 2000. Biaya dan Harga Pokok, Tarsito, Bandung.
Afif, Faisal. 2001. Operasional Bank, Rineka Cipta, Jakarta.
Asri dan Gunawan. 1999. Anggaran Perusahaan, UGM, Yogyakarta.
Assauri, Sofyan. 2000. Manajemen Untuk Perusahaan, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Baridwan, Zaki. 2001. Sistem Akuntansi, Penyusunan Prosedur dan Metode, BPFE, Yogyakarta.
Earl, P. Straing dan Roberth D Smith, 2001. Manajemen, CV. Intermedia, Jakarta.
Ernawati, Zuni Dwi, 2000. Pengendalian Biaya Operasioanal Dalam Upaya Meningkatkan Laba Operasi Pada PT. BPR Pulau Intan Sejahtera Kecamatan Kasemben Kabupaten Blitar. Skripsi, Universitas Muhammadiyah, Malang.
Hartanto D. 1998. Akuntansi Untuk Usahawan, FEUI, Jakarta.
Howard, Heins, W. 2000. Manajemen, Erlangga, Yogyakarta.
Kartadinata, Abbas. 1999. Akuntansi dan Analisis Biaya, Bina Aksara, Jakarta.
Kasmir, 2014. Manajemen Perbankan, Edisi Revisi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Mardiasmo. 2004. Akuntansi Biaya, BPFE, Yogyakarta.
Matz, Adolph. 1999, Cost Accounting, Planning and Control Publicshing, South Westrn Co, USA.
Mulyadi, 2000. Akuntansi Biaya, BPFE, Yogyakarta.
Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi, Edisi ke-2. Jakarta. Salemba Empat.
Mulyono, Teguh Pudjo, 1992, Aplikasi Akuntansi Manajemen Dalam Praktek
62
Sigit, Soehardi. 1999. Manajemen, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Sostronidjoyo, Madenan. 1999. Sistem Pengendalian Intern, STIE, Yogyakarta.
Stoner, A F. 2000. Manajemen, Intermedia, Jakarta.
Suyatno, Thomas. 2000. Kelembagaan Perbankan, Gramedia, Jakarta.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, Tentang Pokok-Pokok Perbankan, Jakarta.
63
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI
Nama : RISKA DAMAYANTI
Stambuk : 10573 02137 10
Jurusan : Akuntansi
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Pembimbing : 1. Dr. Hj. Euis Eka Pramiarsih, M.Pd 2. Dra. Murni, SE, M.Si
Judul Skripsi : Evaluasi Terhadap Sistem Pengendalian Biaya Operasioanal dan Aktivitasnya Pada PT Sulselbar.
Mengetahui,
No Hari/Tgl Uraian Perbaikan Tanda
Tangan
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI
Nama : RISKA DAMAYANTI
Stambuk : 10573 02137 10
Jurusan : Akuntansi
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Pembimbing : 1. Dr. Hj. Euis Eka Pramiarsih, M.Pd 2. Dra. Murni, SE, M.Si
Judul Skripsi : Evaluasi Terhadap Sistem Pengendalian Biaya Operasioanal Pada PT Bank Sulselbar.
Mengetahui,
Ketua Jurusan Akuntansi
No Hari/Tgl Uraian Perbaikan Tanda
Tangan
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
KARTU KONTROL BIMBINGAN PROPOSAL
Nama : RISKA DAMAYANTI
Stambuk : 10573 02137 10
Jurusan : Akuntansi
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Pembimbing : 1. Dr. Hj. Euis Eka Pramiarsih, M.Pd 2. Dra. Murni, SE, M.Si
Judul Proposal : Evaluasi Terhadap Sistem Pengendalian Biaya Operasioanal dan Aktivitasnya Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Tanahlemo Kab. Bulukumba
No Hari/Tgl Uraian Perbaikan Tanda
Tangan
RIWAYAT PENDIDIKAN
RISKA DAMAYANTI. Lahir di Desa Ara Kec. Bontobahari Kab. Bulukumba pada Tanggal 02 Januari 1993. Penulis anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan Demmatajang dan Rohayati. Perjalanan hidup penulis penuh suka dan duka, ini tergambar dalam riwayat pendidikan penulis.
Penulis masuk Sekolah Dasar pada tahun 1999 di SD 162 Ara dan tamat pada tahun 2004. Pada tahun yang sama selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 33 Bulukumba dan tamat pada tahun 2007. Kemudian masuk SMA Negeri 3 Bulukumba pada tahun 2007 dan tamat pada tahun 2010.
Pada tahun yang sama penulis melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi.