• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Adapun deskripsi hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dapat peneliti uraikan dalam tahapan siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajarn inkuiri dengan menggunakan media grafis yang dilakukan sebanyak dua siklus. Namun demikian peneliti terlebih dahulu akan memaparkan hasil pembelajaran IPA pada pratindakan sebagai pembanding untuk melihat adanya peningkatan sebelum dan sesudah diadakannya tindakan penelitian. Adapun pembahasannya adalah sebagai berikut :

1. Pra Tindakan

Pada tahap pra tindakan peneliti mengambil data hasil ulangan siswa pada pokok bahasan Cahaya dan Alat Optik dari guru kelas V SDN 002 Muara Jalai. Proses pembelajaran pada tahap pra tindakan masih

konvensional. Pada tahap pra tindakan guru kelas V SDN 002 Muara Jalai menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab. Proses pembelajaran pada pokok bahasan Cahaya dan Alat Optik pada pertemuan terakhir dengan indikator menjelaskan bahwa benda terlihat oleh mata karena benda memantulkan cahaya, menjelaskan bahwa mata mata tidak dapat melihat benda yang sangat kecil, menjelaskan cara menjaga mata agar tidak rusak, menyebutkan cacat pada mata, dan menyebutkan contoh-contoh alat optik dapat dideskripsikan sebagai berikut :

a. Guru mengucapkan salam dan menyiapkan kelas

b. Guru melakukan apersepsi

c. Guru menjelaskan materi pelajaran mengenai benda terlihat oleh mata karena benda memantulkan cahaya,

d. Guru menjelaskan materi pelajaran mengenai mata tidak dapat melihat benda yang sangat kecil

e. Guru menjelaskan materi pelajaran mengenai cara menjaga mata agar tidak rusak

f. Guru menyebutkan macam-macam cacat pada mata

g. Guru menjelaskan materi pelajaran contoh alat optik

h. Guru dan siswa mengadakan tanya jawab seputar materi pelajaran yang telah dipelajari

i. Guru memberikan PR

j. Guru menutup pelajaran

Setelah mengadakan pertemuan terakhir pada pokok bahasan Cahaya dan Alat Optik, guru mengadakan ulangan harian. Hasil ulangan siswa pada tahap pra tindakan dapat dilihat pada tabel IV. 4.

Tabel IV. 4. Nilai Hasil Belajar Siswa pada Tahap Pra Tindakan

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

Tuntas

1 Afgani 35 √

2 Agung Pangestu 45 √

3 Aldi Ahmad Farezi 85 √

4 Daniel 45 √

5 Faza Sara Salsabila 45 √

6 Fazil Hazman 55 √ 7 Heru Permana 65 √ 8 M. Alwys Alqarni 80 √ 9 M. Rizki Februi 65 √ 10 M. Khairun Na’im 75 √ 11 Putri Amelia 35 √ 12 Silvi Ramadhani 60 √ 13 Theni Syuhada 60 √

14 Zikri Agustia Sakti 60 √

Jumlah 810 5 9

Rata-rata 57,86

Ketuntasan klasikal = x 100

= x 100 % = 35, 71%

Berdasarkan data pada tabel dapat diketahui rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA sebelum tindakan siswa tergolong rendah yaitu 57,86 dan ketuntasan klasikal belum tercapai

yaitu 35,71%. Hasil belajar pada pra tindakan akan dijadikan pembanding keberhasilan pembelajaran tindakan dengan menggunakan startegi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media garfis.

2. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan akan dilakukan dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media grafis untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Kedua siklus terdiri dari perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Kedua siklus dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Siklus I

1) Pertemuan Pertama (Senin, 04 Maret 2013)

Pada pertemuan pertama dilakukan selama dua jam pelajaran atau (2 x 35 menit) pada materi Bumi dan Alam Semesta dengan indikator menjelaskan pengertian pelapukan, mendeskripsikan proses pelapukan fisika, mendeskripsikan proses pelapukan kimia, mendeskripsikan proses pelapukan biologi, menjelaskan jenis tanah berpasir, menjelaskan jenis tanah berhumus, menjelaskan jenis tanah liat, menjelaskan jenis tanah berkapur. Pembelajaran ini menggunakan strategi pembelajarn inkuiri dengan menggunakan media grafis.

a) Perencanaan

Peneliti mempersiapkan perangkat mengajar yang diperlukan seperti :

(1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (2) Lembar Kerja Siswa (LKS)

(3) Mempersiapkan alat peraga yaitu media Grafis (4) Menyusun alat tes hasil belajar siswa

(5) Membuat lembar observasi siswa dan guru

b) Implementasi

Kegiatan ini berpedoman pada RPP 1, LKS 1, dan latihan -1 yang akan dipertanggungjawabkan siswa. Guru melaksanakan proses pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah strategi pembelajarn inkuiri dengan menggunakan grafis. Impelentasi tindakan dapat dilihat sebagai berikut :

(1) Guru mengadakan kesiapan kelas seperti mengucapkan salam dan berdo’a sebelum pelajaran dimulai

(2) Guru mengadakan apersepsi

(3) Guru memberikan motivasi seperti penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan dengan materi yang diajarkan dan menyampaikan informasi tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

(4) Guru menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran

(5) Guru mengorganisasikan siswa ke dalam beberapa kelompok belajar, dan membagikan LKS kepada setiap kelompok belajar (6) Guru memperagakan media grafis

(7) Siswa mengajukan hipotesis pada lembar LKS yang telah dibagikan berdasarkan peragaan media grafis

(8) Guru meminta kepada setiap kelompok belajar untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas

(9) Guru meminta kepada siswa untuk mengkoreksi kesalahan yang dilakukan

(10) Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru

(11) Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari proses pembelajaran

Tabel IV. 5. Nilai Hasil Kelompok Belajar Siswa Melalui LKS pada Pertemuan Pertama Siklus I

No Kelommpok I Kelompok II Kelompok III

1 Aldi Ahmad Farezi Agung Pangestu Afgani

2 M. Rizki Februi Daniel Faza Sara S.

3 Heru Permana Zikri Agustia Sakti Putri Amelia 4 M. Khairun Na’im Theni Syuhada M. Alwys

5 Fazil Hazman Silvi Ramadhani

Nilai 100 100 80 Tuntas Tidak Tuntas Rata-rata 92,86 Ketuntasan klasikal = x 100% = x 100 % = 100 %

Tabel IV. 6. Nilai Hasil Belajar Siswa Melalui Latihan pada Pertemuan Pertama siklus I

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

Tuntas

1 Afgani 60 √

2 Agung Pangestu 50 √

3 Aldi Ahmad Farezi 100 √

4 Daniel 45 √

5 Faza Sara Salsabila 30 √

6 Fazil Hazman 40 √ 7 Heru Permana 70 √ 8 M. Alwys Alqarni 80 √ 9 M. Rizki Februi 85 √ 10 M. Khairun Na’im 80 √ 11 Putri Amelia 80 √ 12 Silvi Ramadhani 60 √ 13 Theni Syuhada 70 √

14 Zikri Agustia Sakti 60 √

Jumlah 910 7 7

Rata-rata 65

Ketuntasan klasikal = x 100%

= x 100 % = 50 %

Berdasarkan data dari tabel IV.5 diperoleh hasil belajar siswa melalui LKS secara berkelompok sudah tergolong baik yaitu rata-rata sebesar 92,86 dan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Sedangkan pada tabel IV. 6 diperoleh hasil belajar siswa melalui latihan secara individu masih tergolong rendah, hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata mencapai 65 dan ketuntasan klasikal 50%.

c) Observasi

Pengamatan dilakukan dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan, yaitu lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Observer mengamati aktivitas guru dan aktivitas siswa pada pertemuan pertama seperti terlihat pada tabel.

Tabel IV. 7. Lembar Observasi Aktivitas Guru pada Pertemuan Pertama Siklus I

No Jenis Aktivitas Guru Skala Penilaian Jumlah

1 2 3 4 5

1 Melakukan apersepsi √ 3

2 Melakukan penjajakan kesiapan belajar siswa

√ 2 3 Menyampaikan tujuan pembelajaran √ 3 4 Menyampaikan pokok kegiatan √ 3 5 Membentuk siswa ke dalam beberapa kelompok belajar √ 4 6 Membagikan LKS √ 4 7 Memperagakan media grafis √ 3 8 Menjelaskan materi pelajaran secara ringkas

√ 3

9 Membimbing siswa dalam mengerjakan LKS

√ 4

10 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok belajarnya

√ 4

11 Mengoreksi dan meluruskan hasil kerja siswa √ 3 12 Memberikan latihan kepada siswa √ 4 13 Menutup pelajaran √ 3 Jumlah 2 21 20 43

Berdasarkan data pada tabel IV. 7, maka aktivitas guru dalam penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media grafis dikumpulkan melalui observasi, data tersebut diolah dengan menggunakan rumus presentase, yaitu sebagai berikut : P = x 100%

P = x 100% P = 66 %.

Keterangan : N = skala penilaian tertinggi x jumlah jenis aktivitas guru

= 5 x 13 = 65

Berdasarkan rumus persentase tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan kelas telah dilaksanakan dengan baik oleh guru walaupun masih terdapat kekurangan yang memang membutuhkan perbaikan. Hal ini dapat terlihat bahwa aktivitas guru hanya mencapai 66% dengan kategori “cukup”. Karena sesuai dengan penjelasan Bab III bahwa 66% berada pada rentang 56% -75% dengan kategori cukup.

Tabel IV. 8. Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pertemuan Pertama Siklus I

No Nama Siswa Aktivitas siswa (0 tidak melakukan, 1 = melakukan) Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 Afgani 1 1 1 1 1 1 1 7

2 Agung Pangestu 1 1 1 1 1 1 1 1 8

3 Aldi Ahmad Farezi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

4 Daniel 1 1 1 1 1 1 1 7

5 Faza Sara Salsabila 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

6 Fazil Hazman 1 1 1 1 1 1 1 7 7 Heru Permana 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 8 M. Alwys Alqarani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 9 M. Rizki Februi 1 1 1 1 1 1 1 1 8 10 M. Khairun Naim 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 11 Putri Amelia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 12 Silvi Ramadhani 1 1 1 1 1 1 1 7 13 Theni Syuhada 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

14 Zikri Agustia Sakti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

Jumlah 7 9 14 14 14 14 14 3 8 3 14 14 0 128

Berdasarkan data pada tabel IV. 8, maka aktivitas siswa dalam penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media grafis dikumpulkan melalui observasi, data tersebut diolah dengan menggunakan rumus presentase, yaitu sebagai berikut :

P = x 100% P = x 100% P = 70 %.

Keterangan : N = jumlah siswa x skor aktivitas siswa tertinggi = 14 x 13

= 182

Berdasarkan rumus persentase tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran

melalui penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media gafis sudah terlaksana cukup baik. Hal ini dapat terlihat bahwa aktivitas siswa mencapai 70% dengan kategori “cukup”. Karena sesuai dengan penjelasan Bab III bahwa 70% berada pada rentang 56% -75% dengan kategori cukup.

d) Refleksi

Refleksi pertemuan pertama diperoleh berdasarkan hasil analisis dan untuk tiap-tiap langkah pelaksanaan tindakan yang akan dideskripsikan peneliti pada tahap ini. Selanjutnya didiskusikan dengan observer, yang berperan sebagai observer yaitu guru kelas V SDN 002 Muara Jalai. Adapun refleksi pertemuan pertama adalah sebagai berikut :

(1) Pada tahap perencanaan, pada dasarnya guru telah melakukan persiapan pembelajaran dengan semaksimal mugkin. Kegiatan pembelajaran telah tergambar jelas pada silabus dan RPP yang telah dipersiapkan. Demikian pula dengan persiapan media grafis, dan LKS. Dengan demikian, pada pertemuan berikutnya guru tidak akan melakukan perubahan pada tahap perencanaan melainkan hanya akan lebih meningkatkan kinerja guna mengoptimalkan proses pembelajaran sesuai dengan prosedur strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media grafis untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.

(2) Pada tahap implementasi yaitu kegiatan inti pelaksanaan tindakan untuk pertemuan pertama, secara keseluruhan persentase aktivitas guru sebesar 66% berada pada interval 56% - 75% dengan kategori cukup. Berdasarkan analisis peneliti bersama observer bahwa ada beberapa aspek aktivitas guru yang tergolong rendah dan perlu dilakukan perbaikan terutama pada aspek melakukan apersepi, melakukan penjajakan kesiapan belajar siswa, mengoreksi dan meluruskan hail kerja siswa, dan menutup pelajaran. Sedangkan persentase aktivitas belajar siswa sebesar 70% berada pada interval 56% -75% dengan kategori cukup. Berdasarkan analisis peneliti bersaa observer bahwa ada beberapa aspek aktivitas belajar siswa yang tergolong rendah yaitu pada aspek mendengarkan apersepsi guru sebanyak 7 siswa, aspek siswa mengerjakan kegiatan yang ada di LKS sebanyak 8 siswa, aspek menulikan penemuannya pada LKS sebanyak siswa, dan aspek mendengarkan penutup dari guru sebanyak 0 siswa, sedangkan pada aspek siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas sebanyak 3 siswa dalam satu kali pertemuan karena hanya perwakilan setiap kelompok yang mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas, banyak kelompok belajar siswa adalah 3 kelompok.

(3) Untuk hasil belajar siswa melalui LKS secara berkelompok pada pertemuan pertama sudah tergolong baik, yaitu ketuntasan klasial sebesar 100%. Sedangkan hasil belajar siswa melalui latihan secara individu pada pertemuan pertama secara keseluruhan mencapai rata-rata 65 dan ketuntasan klasikal 50%. 50 % berada pada interval 41% - 60% dengan kategori cukup. Maka hasil ini belum tercapai dengan maksimal dan akan dilakukan tindakan perbaikan pada pertemuan kedua.

Berdasarkan hasil refleksi di atas, maka peneliti sekaligus merangkap sebagai guru melakukan tindakan perbaikan dengan cara meningkatkan kinerja pada pertemuan kedua.

2) Pertemuan Kedua (Rabu, 06 Maret 2013)

Pada pertemuan pertama dilakukan selama dua jam pelajaran atau (2 x 35 menit) pada materi Bumi dan Alam Semesta dengan indikator menjelaskan proses pembentukan batuan beku, menyebutkan contoh batuan beku, menjelaskan proses pembentukan batuan sedimen, menyebutkan contoh batuan sedimen, menjelaskan proses pembentukan batuan metamorf, menyebutkan contoh batuan metamorf. Pembelajaran ini menggunakan strategi pembelajarn inkuiri dengan menggunakan media grafis.

Peneliti mempersiapkan perangkat mengajar yang diperlukan seperti :

(1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (2) Lembar Kerja Siswa (LKS)

(3) Mempersiapkan alat peraga yaitu media Grafis (4) Menyusun alat tes hasil belajar siswa

(5) Membuat lembar observasi siswa dan guru

b) Implementasi

Kegiatan ini berpedoman pada RPP -II, LKS -II, dan latihan -II yang akan dipertanggungjawabkan siswa. Guru melaksanakan proses pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah strategi pembelajarn inkuiri dengan menggunakan grafis. Impelentasi tindakan dapat dilihat sebagai berikut :

(1) Guru mengadakan kesiapan kelas seperti mengucapkan salam dan berdo’a sebelum pelajaran dimulai

(2) Guru mengadakan apersepsi

(3) Guru memberikan motivasi seperti penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan dengan materi yang diajarkan dan menyampaikan informasi tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

(4) Guru menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran

(5) Guru mengorganisasikan siswa ke dalam beberapa kelompok belajar, dan membagikan LKS kepada setiap kelompok belajar (6) Guru memperagakan media grafis

(7) Siswa mengajukan hipotesis pada lembar LKS yang telah dibagikan berdasarkan peragaan media grafis

(8) Guru meminta kepada setiap kelompok belajar untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas

(9) Guru meminta kepada siswa untuk mengkoreksi kesalahan yang dilakukan

(10) Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru

(11) Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari proses pembelajaran

Tabel IV. 9. Nilai Hasil Kelompok Belajar Siswa Melalui LKS pada Pertemuan Kedua Siklus I

No Kelommpok I Kelompok II Kelompok III

1 Aldi Ahmad Farezi Agung Pangestu Afgani

2 M. Rizki Februi Daniel Faza Sara S.

3 Heru Permana Zikri Agustia Sakti Putri Amelia 4 M. Khairun Na’im Theni Syuhada M. Alwys

5 Fazil Hazman Silvi

Ramadhani Nilai 100 100 100 Tuntas Tidak Tuntas Rata-rata 100 Ketuntasan klasikal = x 100% = x 100 %

= 100 %

Tabel IV. 10. Nilai Hasil Belajar Siswa Pada Pertemuan Kedua Siklus I

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

Tuntas

1 Afgani 65 √

2 Agung Pangestu 90 √

3 Aldi Ahmad Farezi 90 √

4 Daniel 85 √

5 Faza Sara Salsabila 95 √

6 Fazil Hazman 80 √ 7 Heru Permana 90 √ 8 M. Alwys Alqarni 100 √ 9 M. Rizki Februi 85 √ 10 M. Khairun Na’im 85 √ 11 Putri Amelia 60 √ 12 Silvi Ramadhani 65 √ 13 Theni Syuhada 100 √

14 Zikri Agustia Sakti 90 √

Jumlah 1180 13 1

Rata-rata 84,28

Ketuntasan klasikal = x 100%

= x 100 % = 92,85 %

Berdasarkan tabel IV.9 hasil belajar siswa melalui LKS secara berelompok masih tetap tergolong baik yaitu diperoleh rata-rata 100 dan ketuntasan klasikal 100%. Sedangakan Hasil belajar siswa melalui latihan secara individu pada pertemuan kedua terdapat pada

tabel IV. 10. Pada pertemuan kedua terjadi peningkatan terlihat dari rata-rata kelas menjadi 84,28 dan ketuntasan klasikal 92,85%.

Setelah mengadakan pertemuan pertama dan pertemuan kedua pada siklus pertama guru megadakan ulangan harian -1, hasil ulangan harian -1 siswa dapat dilihat pada tabel berikut IV. 11

Tabel IV. 11. Nilai Ulangan Harian -1

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

Tuntas

1 Afgani 60

2 Agung Pangestu 50

3 Aldi Ahmad Farezi 85

4 Daniel 45

5 Faza Sara Salsabila 65 √

6 Fazil Hazman 40 7 Heru Permana 70 8 M. Alwys Alqarni 95 9 M. Rizki Februi 70 √ 10 M. Khairun Na’im 75 11 Putri Amelia 65 √ 12 Silvi Ramadhani 60 13 Theni Syuhada 65

14 Zikri Agustia Sakti 60 √

Jumlah 905 8 6 Rata-rata 64,64 Ketuntasan klasikal= x 100% = x 100 % = 57,14 % c) Observasi

Pengamatan dilakukan dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan, yaitu lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Observer mengamati aktivitas guru pada aktivitas siswa pada pertemuan pertama seperti terlihat pada tabel IV. 12

Tabel IV. 12. Lembar Observasi Aktivitas Guru pada Pertemuan Kedua Siklus I

No Jenis Aktivitas Guru Skala Penilaian Jumlah

1 2 3 4 5

1 Melakukan apersepsi √ 4

2 Melakukan penjajakan kesiapan belajar siswa

√ 3

3 Menyampaikan tujuan pembelajaran

√ 4

4 Menyampaikan pokok kegiatan √ 4

5 Membentuk siswa ke dalam beberapa kelompok belajar

√ 5

6 Membagikan LKS √ 5

7 Memperagakan media grafis √ 5

8 Menjelaskan materi pelajaran secara ringkas

√ 4

9 Membimbing siswa dalam mengerjakan LKS

√ 4

10 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok belajarnya

√ 5

11 Mengoreksi dan meluruskan hasil kerja siswa

√ 4

12 Memberikan latihan kepada siswa

√ 5

13 Menutup pelajaran √ 4

Jumlah 3 28 25 56

Berdasarkan data pada tabel IV. 12, maka aktivitas guru dalam penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media grafis dikumpulkan melalui observasi, data tersebut diolah dengan menggunakan rumus presentase, yaitu sebagai berikut :

P = x 100% P = x 100% P = 86 %.

Berdasarkan rumus persentase tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan kelas pada pertemuan kedua yang telah dilaksanakan oleh guru mengalami peningkatan, walaupun masih terdapat beberapa aspek yang belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini dapat terlihat bahwa aktivitas guru meningkat dari 66% dengan kategori “cukup” menjadi 86% dengan kategori “baik”. Karena sesuai dengan penjelasan Bab III bahwa 86% berada pada rentang 76% -100% dengan kategori baik.

Tabel IV. 13. Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pertemuan Kedua Siklus I

No Nama Siswa Aktivitas siswa (0 tidak melakukan, 1 = melakukan) Jumlah

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 Afgani 1 1 1 1 1 1 1 1 8

2 Agung Pangestu 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9

3 Aldi Ahmad Farezi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

4 Daniel 1 1 1 1 1 1 1 1 8

5 Faza Sara Salsabila 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

6 Fazil Hazman 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 7 Heru Permana 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 8 M. Alwys Alqarani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 9 M. Rizki Februi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 10 M. Khairun Naim 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 11 Putri Amelia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 12 Silvi Ramadhani 1 1 1 1 1 1 1 7 13 Theni Syuhada 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

14 Zikri Agustia Sakti 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

Jumlah 11 12 14 14 14 14 14 10 10 3 10 13 5 145

Berdasarkan data pada tabel IV. 12, maka aktivitas belajar siswa dalam penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media grafis

dikumpulkan melalui observasi, data tersebut diolah dengan menggunakan rumus presentase, yaitu sebagai berikut :

P = x 100% P = x 100%

P = 79,67 %.

Berdasarkan rumus persentase tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran melalui penerapan strategi pembelajaran inkuiri dengan menggunakan media gafis sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat terlihat bahwa aktivitas siswa mencapai 79,67% dengan kategori “baik”. Karena sesuai dengan penjelasan Bab III bahwa 79,67% berada pada interval 75% -100% dengan kategori baik.

d) Refleksi

Refleksi pertemuan kedua diperoleh berdasarkan hasil analisis dan untuk tiap-tiap langkah pelaksanaan tindakan yang akan dideskripsikan peneliti pada tahap ini. Selanjutnya didiskusikan dengan observer, yang berperan sebagai observer yaitu guru kelas V SDN 002 Muara Jalai. Adapun refleksi pertemuan kedua adalah sebagai berikut :

(1) Pada tahap implementasi yaitu kegiatan inti pelaksanaan tindakan untuk pertemuan kedua, aktivitas guru secara keseluruhan diperoleh persentase sebesar 86% berada pada interval 75%

-100% tergolong baik. Berdasarkan analisis peneliti bersama observer bahwa ada beberapa aspek aktivitas guru yang masih tergolong rendah dan perlu dilakukan perbaikan yaitu pada aspek melakukan penjajakan kesiapan belajar siswa. Sedangkan persenatase aktivitas belajar siswa pada pertemuan sebesar 79,67% berada pada interval 75%-100% tergolong baik. Berdasarkan analisis peneliti bersama observer bahwa ada beberapa aspek yang masih tergolong rendah yaitu aspek mendengarkan penutup dari guru.

(2) Untuk hasil belajar siswa melalui LKS secara individu pada pertemuan kedua Siklus I telah mengalami peningkatan dari rata-rata 65 menjadi 84,28 dan ketuntasan klasikal mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dari 50% menjadi 92,85%. Sedangkan untuk hasil belajar melalui ulangan harian I masih terolong rendah dan belum mencapai KKM yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65, diperoleh nilai rata-rata 57,14 dan ketuntasan klasikal 42,85%.

Berdasarkan refleksi antara guru bersama observer pada pertemuan kedua siklus I maka guru masih harus meningkatkan kinerjanya utuk memperoleh hasil nilai ulangan harian sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu sebesar 65.

Pada siklus II dilakukan dalam satu kali pertemuan yaitu dua jam pelajaran atau (2 x 35 menit) pada materi Bumi dan Alam Semesta dengan indikator menjelaskan lapisan penyusun sturktur bumi, menyebutkan fungsi atmosfer, menyebutkan lapisan penyusun atmosfer, menyebutkan zat-zat penyusun kerak bumi, menyebutkan zat penyusun mantel bumi, menyebutkan zat penyusun inti bumi luar, menyebutkan zat penyusun inti bumi dalam. Pembelajaran ini menggunakan strategi pembelajarn inkuiri dengan menggunakan media grafis.

1) Perencanaan

Peneliti mempersiapkan perangkat mengajar yang diperlukan seperti :

a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) b) Lembar Kerja Siswa (LKS)

c) Mempersiapkan alat peraga yaitu media Grafis d) Menyusun alat tes hasil belajar siswa

e) Membuat lembar observasi siswa dan guru

2) Implementasi

Kegiatan ini berpedoman pada RPP III, LKS III, dan latihan -III yang akan dipertanggungjawabkan siswa. Guru melaksanakan proses pembelajaran disesuaikan dengan langkah-langkah strategi pembelajarn inkuiri dengan menggunakan grafis. Impelentasi tindakan dapat dilihat sebagai berikut :

a) Guru mengadakan kesiapan kelas seperti mengucapkan salam dan berdo’a sebelum pelajaran dimulai

b) Guru mengadakan apersepsi

c) Guru memberikan motivasi seperti penjajakan kesiapan belajar siswa dengan memberikan pertanyaan dengan materi yang diajarkan dan menyampaikan informasi tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

d) Guru menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran

e) Guru mengorganisasikan siswa ke dalam beberapa kelompok belajar, dan membagikan LKS kepada setiap kelompok belajar f) Guru memperagakan media grafis

g) Siswa mengajukan hipotesis pada lembar LKS yang telah dibagikan berdasarkan peragaan media grafis

h) Guru meminta kepada setiap kelompok belajar untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas

i) Guru meminta kepada siswa untuk mengkoreksi kesalahan yang dilakukan

j) Siswa mengerjakan latihan yang diberikan oleh guru

k) Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari proses pembelajaran

Tabel IV. 14. Nilai Hasil Kelompok Belajar Siswa Melalui LKS pada Siklus II

No Kelommpok I Kelompok II Kelompok III

1 Aldi Ahmad Farezi Agung Pangestu Afgani 2 M. Rizki Februi Daniel Faza Sara S. 3 Heru Permana Zikri Agustia Sakti Putri Amelia 4 M. Khairun Na’im Theni Syuhada M. Alwys

5 Fazil Hazman Silvi

Ramadhani Nilai 100 100 100 Tuntas √ √ √ Tidak Tuntas Rata-rata 100 Ketuntasan klasikal= x 100% = x 100 % = 100 %

Tabel IV. 15. Nilai Hasil Belajar Siswa Melalui Latihan pada Siklus II

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

Tuntas

1 Afgani 90 √

2 Agung Pangestu 90 √

3 Aldi Ahmad Farezi 100 √

4 Daniel 85 √

5 Faza Sara Salsabila 95 √

6 Fazil Hazman 90 √

8 M. Alwys Alqarni 100 √ 9 M. Rizki Februi 100 √ 10 M. Khairun Na’im 85 √ 11 Putri Amelia 90 √ 12 Silvi Ramadhani 50 √ 13 Theni Syuhada 90 √

14 Zikri Agustia Sakti 90 √

Jumlah 1255 13 1

Rata-rata 89,64

Ketuntasan klasikal= x 100%

= x 100 % = 92,85 %

Tabel IV. 16. Nilai Ulangan Harian -II

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

Tuntas

1 Afgani 70

2 Agung Pangestu 95

3 Aldi Ahmad Farezi 95

4 Daniel 50

5 Faza Sara Salsabila 65

6 Fazil Hazman 60 7 Heru Permana 85 8 M. Alwys Alqarni 100 9 M. Rizki Februi 80 10 M. Khairun Na’im 90 11 Putri Amelia 70 12 Silvi Ramadhani 60 13 Theni Syuhada 90

14 Zikri Agustia Sakti 65

Jumlah 1075 11 3

Rata-rata 76,79

Ketuntasan klasikal= x 100%

= x 100 % = 78,57 %

a) Observasi

Pengamatan dilakukan dengan mengisi lembar observasi yang telah disediakan, yaitu lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Observer mengamati aktivitas guru pada aktivitas siswa pada pertemuan pertama seperti terlihat pada table IV.17

Tabel IV. 17. Lembar Observasi Aktivitas Guru pada Siklus II

No Jenis Aktivitas Guru Skala Penilaian Keterangan

1 2 3 4 5

1 Melakukan apersepsi √ 4

2 Melakukan penjajakan kesiapan belajar siswa

√ 4

3 Menyampaikan tujuan pembelajaran

√ 4

4 Menyampaikan pokok kegiatan √ 4

5 Membentuk siswa ke dalam beberapa kelompok belajar

√ 5

6 Membagikan LKS √ 5

7 Memperagakan media grafis √ 5

8 Menjelaskan materi pelajaran secara ringkas

√ 5

9 Membimbing siswa dalam mengerjakan LKS

√ 5

10 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok belajarnya

Dokumen terkait