BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Hasil Tes Belajar Siswa Sebelum Tindakan
Hasil belajar sains siswa sebelum dilakukan tindakan yang di dapat dari guru kelas kemudian dianalisis, hasil analisis menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dalam pelajaran Sains hanya mencapai angka 36%, angka ketuntasan ini belum mencapai KKM yang telah ditetapkan di sekolah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel IV.4:
Tabel IV. 4
Hasil Tes Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan
No Kode Siswa Jumlah Soal Jumlah Benar Skor Keterangan
1 Siswa 001 20 10 50 Tidak Tuntas
2 Siswa 002 20 12 65 tuntas
3 Siswa 003 20 12 70 tuntas
4 Siswa 004 20 10 55 Tidak Tuntas
5 Siswa 005 20 19 85 tuntas
6 Siswa 006 20 10 50 Tidak Tuntas
7 Siswa 007 20 19 80 tuntas
8 Siswa 008 20 10 50 Tidak Tuntas
9 Siswa 009 20 11 55 Tidak Tuntas
10 Siswa 010 20 12 65 tuntas
11 Siswa 011 20 6 30 Tidak Tuntas
12 Siswa 012 20 5 25 Tidak Tuntas
13 Siswa 013 20 7 35 Tidak Tuntas
14 Siswa 014 20 6 30 Tidak Tuntas
15 Siswa 015 20 14 70 tuntas
16 Siswa 016 20 6 30 Tidak Tuntas
17 Siswa 017 20 9 45 Tidak Tuntas
18 Siswa 018 20 13 65 tuntas
19 Siswa 019 20 12 60 Tidak Tuntas
20 Siswa 020 20 9 45 Tidak Tuntas
21 Siswa 021 20 6 30 Tidak Tuntas
22 Siswa 022 20 12 75 tuntas 1165 53 8 14 36% Jumlah Rata-rata Tuntas Tidak Tuntas Ketuntasan
Sumber: Data olahan peneliti 2011
Berdasarkan tabel IV. 4, dapat diketahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran sains sebelum diterapkan Pendekatan Pengajaran Terbalik dari 22 orang jumlah keseluruhan, hanya 8 orang siswa yang memperoleh ketuntasan dalam belajar sains atau mencapai nilai indikator keberhasilan individu yaitu 65, dan 14 orang siswa yang tidak tuntas, dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan klasikal secara persentase hanya 36%. Artinya angka ini belum mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian yaitu siswa yang mencapai KKM secara persentase mencapai 75%.
Upaya yang peneliti untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah menerapkan strategi pembelajaran yang dapat melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, dan dapat membuat siswa aktif dalam pembelajaran, yaitu menerapkan Pendekatan Pengajaran Terbalik. Agar lebih jelasnya penulis akan menguraikan hasil penelitian penulis yaitu penerapan Pendekatan Pengajaran Terbalik untuk meningkatkan hasil belajar sains siswa.
2. Siklus Pertama
a. Perencanaan Tindakan
Dalam tahap perencanaan atau persiapan tindakan ini, Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1)
Menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan standar kompetensi yang telah ada dalam silabus.2) Guru membuat soal untuk evaluasi tentang materi pelaajaran.
3) Guru meminta kesedian teman sejawat atau guru kelas V untuk menjadi observer.
b. Pelaksanaan Tindakan
1) Pertemuan Pertama Siklus Pertama
Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 12, 15, dan 19 September 2011. dalam proses pelaksanaan pembelajaran melibatkan seluruh siswa kelas kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan dan berpedoman pada silabus dan kurikulum, satu siklus dilakukan dalam tiga kali
pertemuan, pada pertemuan pertama dan kedua guru melakukan tindakan dengan menerapakan pendekatan pengajaran terbalik, dan pada pertemuan ketiga guru melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan pengajaran terbalik, adapun yang membedakan tiap pertemuan adalah indikator yang dipelajari. Adapun indikator yang dipelajari pada pertemuan pertama dan kedua siklus I adalah menjelaskan setiap organ pada saluran pencernaan dengan namanya, menjelaskan fungsi setiap organ pencernaan, menjelaskan penyakit yang menyerang alat pencernaan manusia, dan menjelaskan cara memelihara kesehatan alat pencernaan. Dalam pelaksanaan tindakan terdiri dari beberapa tahap yaitu: kegiatan awal atau pembukaan pelajaran, yang dilaksanakan selama kurang lebih 10 menit. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti. Dalam kegiatan inti dalam pelaksanaan pembelajaran berdasarkan strategi pembelajaran yang diteliti yaitu pendekatan pengajaran terbalik, yang dilaksanakan kurang lebih 45 menit, dan dilanjutkan dengan kegiatan akhir atau sebagai penutup pelajaran dilaksanakan selama lebih kurang 15 menit. Secara terperinci tentang pelaksanaan tindakan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan Awal : (10 Menit)
a. Guru memulai pelajaran dengan salam dan do’a b. Guru melakukan absensi Siswa
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti : ( 45 Menit)
a. Guru menugaskan siswa membaca bacaan dalam kelompok-kelompok kecil.
b. Guru mengajukan pertanyaan yang bisa diajukan yaitu dengan menerangkan bacaan
c. Guru mengklarifikasi poin-poin yang sulit.
d. Guru menunjuk seorang siswa untuk menggantikan peranannya sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut. e. Guru beralih peranan dalam kelompok tersebut sebagai motivator, mediator,
pelatih, dan memberi dukungan, umpan balik, serta semangat bagi siswa. f. Guru secara berangsur-angsur mengalihkan tanggung jawab pengajaran
yang lebih banyak kepada siswa dalam kelompok, dengan memberikan pengawasan dan bimbingan.
Kegiatan Akhir : (15 Menit)
a. Guru membimbing siswa menyimpulkan pelajaran
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi pelajaran yang belum dipahami.
c. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
c. Observasi
1) Observasi Aktivitas Guru
Aktivitas guru yang diamati oleh observer adalah aktivitas yang tercantum dalam langkah-langkah pembelajaran pendekatan pengajaran terbalik yang terdiri 6 aktivitas, penilaian pada aktivitas guru adalah dengan
cara diamati oleh obsever, jika guru melakukan satu aktivitas dengan baik dan benar, maka observer akan menceklis pada kolom “ya”, jika guru melakukan satu aktivitas kurang baik, maka observer akan menceklis pada kolom “tidak”, agar lebih jelasnya aktivitas guru pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel IV. 5
Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Pertemuan I, dan II Siklus I
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak 1 Guru menugaskan siswa membaca bacaan dalam
kelompok-kelompok kecil. √ √ 2 0
2 Guru mengajukan pertanyaan yang bisa diajukan yaitu dengan
menerangkan bacaan √ √ 2 0
3 Guru mengklarifikasi poin-poin yang sulit. √ √ 1 1 4 Guru menunjuk seorang siswa untuk menggantikan peranannya
sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut.
√ √ 1 1
5 Guru beralih peranan dalam kelompok tersebut sebagai motivator, mediator, pelatih, dan memberi dukungan, umpan balik, serta semangat bagi siswa.
√ √ 0 2
6 Guru secara berangsur-angsur mengalihkan tanggung jawab pengajaran yang lebih banyak kepada siswa dalam kelompok, dengan memberikan pengawasan dan bimbingan
√ √ 0 2
2 4 4 2 6 6
33% 67% 67% 33% 50% 50%
Total
NO AKTIVITAS YANG DIAMATI Pertemuan II
F Siklus I Pertemuan I F F Persentase Jumlah
Sumber: Data olahan peneliti 2011
Berdasarkan tabel IV 5, dapat diketahui bahwa aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama, dan kedua masih dikatakan rendah, dengan persentase 50%, angka ini berada pada interval 46%-55%, interval ini berada pada kategori rendah, pada pertemuan pertama aktivitas rata-rata guru memperoleh alternatif “Ya” adalah 33%, dan alternatif “Tidak” adalah 67%, pada pertemuan kedua aktivitas rata-rata
guru memperoleh alternatif “Ya” adalah 67%, dan alternatif “Tidak” adalah 33%. Adapun aktivitas guru secara lebih rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Guru menugaskan siswa membaca bacaan dalam kelompok-kelompok kecil. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua melakukan dengan baik.
b. Guru mengajukan pertanyaan yang bisa diajukan yaitu dengan menerangkan bacaan. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua melakukan dengan baik.
c. Guru mengklarifikasi poin-poin yang sulit. Guru pada aspek ini pertemuan pertama, observer menilai guru kurang menjurus kepada materi pelajaran, sedangkan pada pertemuan kedua guru melakukan dengan baik.
d. Guru menunjuk seorang siswa untuk menggantikan peranannya sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut. Guru pada aspek ini pertemuan pertama melakukan dengan tidak baik dan pertemuan kedua guru melakukan dengan baik.
e. Guru beralih peranan dalam kelompok tersebut sebagai motivator, mediator, pelatih, dan memberi dukungan, umpan balik, serta semangat bagi siswa. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua observer menilai melakukan kurang baik.
f. Guru secara berangsur-angsur mengalihkan tanggung jawab pengajaran yang lebih banyak kepada siswa dalam kelompok, dengan memberikan pengawasan dan bimbingan. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua melakukan kurang baik.
2) Observasi Aktivitas Siswa
Aktivitas guru dalam proses pembelajaran akan berpengaruh besar terhadap aktivitas siswa, karena dengan meningkatnya aktivitas guru dalam proses pembelajaran, maka akan dapat juga meningkatkan aktivitas siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada aktivitas siswa siklus I pertemuan pertama pada tabel IV. 6 berikut ini:
Tabel IV. 6
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I Pertemuan Pertama
1 2 3 4 5 6 Ya Tidak 1 Siswa 001 √ √ √ √ 4 2 2 Siswa 002 √ √ √ 3 3 3 Siswa 003 √ √ √ √ 4 2 4 Siswa 004 √ √ √ 3 3 5 Siswa 005 √ √ √ √ 4 2 6 Siswa 006 √ √ √ 3 3 7 Siswa 007 √ √ √ 3 3 8 Siswa 008 √ √ √ √ 4 2 9 Siswa 009 √ √ √ 3 3 10 Siswa 010 √ √ √ √ 4 2 11 Siswa 011 √ √ √ 3 3 12 Siswa 012 √ √ √ 3 3 13 Siswa 013 √ √ √ √ 4 2 14 Siswa 014 √ √ 2 4 15 Siswa 015 √ √ √ √ 4 2 16 Siswa 016 √ √ 2 4 17 Siswa 017 √ √ √ 3 3 18 Siswa 018 √ √ √ 3 3 19 Siswa 019 √ √ √ √ 4 2 20 Siswa 020 √ √ 2 4 21 Siswa 021 √ √ √ 3 3 22 Siswa 022 √ √ √ √ 4 2 15 14 14 9 11 9 72 60 68.2 63.6 63.6 40.9 50.0 40.9 54.5 45.5 Rata-rata (%) Indikator
NO Kode Siswa Alternatif
Jumlah
Sumber: Data olahan peneliti 2011
Berdasarkan tabel IV. 6, dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menerapkan pendekatan pengajaran terbalik pada siklus pertama pertemuan pertama secara klasikal diperoleh rata-rata 54,5%, angka ini masih tergolong rendah, angka tersebut berada pada interval 46%-55%, Lebih rinci rata-rata aktivitas belajar siswa untuk tiap indikator dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Siswa membaca bacaan dalam kelompok-kelompok kecil dengan baik dan benar. Pada aspek ini setelah diamati oleh observer dengan baik maka siswa memperoleh rata-rata persentase 68,2%.
b. Siswa menyimak dan menulis pertanyaan yang bisa diajukan menerangkan bacaan yang telah diajukan oleh guru dengan baik dan benar. Pada aspek ini setelah diamati oleh observer dengan baik maka siswa memperoleh rata-rata persentase 63,6%.
c. Siswa memperhatikan guru mengklarifikasi poin-poin yang sulit dengan baik dan benar. Pada aspek ini setelah diamati oleh observer dengan baik maka siswa memperoleh rata-rata persentase 63,6%.
d. Siswa menggantikan peranan sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut dengan baik dan benar. Pada aspek ini setelah diamati oleh observer dengan baik maka siswa memperoleh rata-rata persentase 40,9%.
e. Siswa menjadi serius, dan bersemangat dengan motivator, mediator, pelatih, dan dukungan, umpan balik, serta semangat yang diberikan oleh guru dengan baik. Pada aspek ini setelah diamati oleh observer dengan baik maka siswa memperoleh rata-rata persentase 50,0%.
f. Siswa bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan kepada mereka tanpa guru dengan baik dan benar. Pada aspek ini setelah diamati oleh observer dengan baik maka siswa memperoleh rata-rata persentase adalah 40,9%.
Aktivitas siswa pada pertemuan kedua siklus I juga dipengaruhi oleh aktivitas guru pada pertemuan kedua, pada pertemuan kedua siklus I aktivitas
siswa meningkat, seiring meningkatnya aktivitas guru pada pertemuan kedua. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel IV. 7.
Tabel IV. 7
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I Pertemuan Kedua
1 2 3 4 5 6 Ya Tidak 1 Siswa 001 √ √ √ √ 4 2 2 Siswa 002 √ √ √ √ 4 2 3 Siswa 003 √ √ √ √ 4 2 4 Siswa 004 √ √ √ 3 3 5 Siswa 005 √ √ √ √ 4 2 6 Siswa 006 √ √ √ √ 4 2 7 Siswa 007 √ √ √ 3 3 8 Siswa 008 √ √ √ √ 4 2 9 Siswa 009 √ √ √ 3 3 10 Siswa 010 √ √ √ √ 4 2 11 Siswa 011 √ √ √ √ 4 2 12 Siswa 012 √ √ √ √ 4 2 13 Siswa 013 √ √ √ 3 3 14 Siswa 014 √ √ √ 3 3 15 Siswa 015 √ √ √ √ 4 2 16 Siswa 016 √ √ √ √ 4 2 17 Siswa 017 √ √ √ √ 4 2 18 Siswa 018 √ √ √ 3 3 19 Siswa 019 √ √ √ √ 4 2 20 Siswa 020 √ √ √ 3 3 21 Siswa 021 √ √ √ √ 4 2 22 Siswa 022 √ √ √ √ 4 2 17 15 14 9 11 15 81 51 77.3 68.2 63.6 40.9 50.0 68.2 61.4 38.6 Jumlah Rata-rata (%) Indikator Alternatif NO Kode Siswa
Sumber: Data olahan peneliti 2011
Berdasarkan tabel IV. 7, dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menerapkan pendekatan pengajaran terbalik pada siklus pertama pertemuan kedua secara klasikal memperoleh rata-rata 61,4%, angka ini berada pada interval 56%-75%, interval ini berada pada kategori tinggi.
3) Hasil Belajar Siswa
Berdasarkan hasil tes belajar siswa, pada siklus I pertemuan ketiga terlihat bahwa hasil belajar siswa secara klasikal belum mencapai ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu 75%, hasil belajar siswa meningkat di bandingkan sebelum penerapan pendekatan pengajaran terbalik yaitu dengan persentase ketuntasan klasikal adalah 64%. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel IV. 8 berikut ini:
Tabel IV. 8
Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I
No Nama Siswa Skor Keterangan
1 Siswa 001 65 tuntas
2 Siswa 002 70 tuntas
3 Siswa 003 75 tuntas
4 Siswa 004 65 tuntas
5 Siswa 005 85 tuntas
6 Siswa 006 60 Tidak Tuntas
7 Siswa 007 85 tuntas
8 Siswa 008 80 tuntas
9 Siswa 009 80 tuntas
10 Siswa 010 60 Tidak Tuntas
11 Siswa 011 50 Tidak Tuntas
12 Siswa 012 55 Tidak Tuntas
13 Siswa 013 60 Tidak Tuntas
14 Siswa 014 50 Tidak Tuntas
15 Siswa 015 75 tuntas
16 Siswa 016 50 Tidak Tuntas
17 Siswa 017 85 tuntas
18 Siswa 018 70 tuntas
19 Siswa 019 80 tuntas
20 Siswa 020 55 Tidak Tuntas
21 Siswa 021 75 tuntas 22 Siswa 022 75 tuntas 1505 68 14 8 64% Jumlah Rata-rata Tuntas Tidak Tuntas Ketuntasan
Sumber: Data olahan peneliti 2011
Berdasarkan tabel IV. 8, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran menerapkan pendekatan pengajaran terbalik dari 22 orang jumlah siswa 14 orang siswa yang mencapai angka ketuntasan individu atau
mencapai KKM yang telah ditetapkan di sekolah yaitu 65, dan 8 orang siswa yang tidak tuntas, secara klasikal siswa yang mencapai ketuntasan adalah 64%, artinya hasil belajar siswa belum mencapai ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu 75%. d. Refleksi
Refleksi pada siklus pertama diperoleh berdasarkan hasil belajar analisa data untuk tiap-tiap langkah pelaksanaan tindakan yang akan dideskripsikan peneliti pada tahap ini. Setelah itu kelemahan-kelemahan yang ada pada siklus I guru dan observer akan melakukan upaya untuk perbaikan, adapun kelemahan-kelemahan yang didapatkan pada siklus I adalah sebagai berikut:
1) Pada tahap perencanaan, guru telah melakukan persiapan pembelajaran dengan optimal. Kegiatan pembelajaran telah tergambar jelas pada lembaran RPP yang telah dipersiapkan dan berpedoman pada silabus. Artinya pada tahap perencaan tindakan guru dan observer telah mempersiapkan dengan baik, untuk selanjutnya guru dan observer tidak akan mengubah pada tahap perencaan ini, dan akan lebih memaksimalkan dalam persiapan.
2) Rata-rata aktivitas guru pada siklus pertama tergolong rendah, jadi masih perlu melakukan perbaikan pada pertemuan berikutnya terutama pada aspek:guru beralih peranan dalam kelompok tersebut sebagai motivator, mediator, pelatih dan member dukungan, umpan balik, serta semangat bagi siswa dan guru secara berangsur-angsur mengalihkan tanggung jawab pengajaran yang lebih banyak kepada siswa dalam kelompok, serta membantu memonitor berpikir dan strategi yang di gunakan. Karena masih
ada kelemahan yang terjadi maka perlu diadakan perbaikan pada siklus berikutnya yaitu dengan lebih memfokuskan pada mata pelajaran, dan siswa akan diberikan tanggung jawab yang mana mereka dapat melakukannya, dan keributan yang terjadi dalam pembelajaran, guru akan meminta kepada observer untuk membantu dalam mengawasi siswa.
3) Hasil belajar siswa, belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam penelitian, yaitu apabila siswa mencapai 75% yang mencapai nilai KKM, sedangkan hasil tes siklus I hanya 14 orang siswa yang mencapai nilai KKM, artinya jumlah yang tuntas hanya sebesar 64%, belum mencapai KKM yang telah ditetapkan di sekolah. Oleh sebab itu pada siklus selanjutnya guru akan berusaha untuk meningkatkan aktivitasnya, agar dapat meningkatkan aktivitas siswa, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
3. Siklus Kedua
a. Perencanaan Tindakan
Siklus II guru tidak melakukan perubahan pada perencanaan, hanya saja indikator yang akan dibahas pada siklus II tidak sama dengan indikator yang dibahas pada siklus I. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1)
Menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan standar kompetensi yang telah ada dalam silabus.2) Guru membuat soal untuk evaluasi tentang materi pelajaran.
3) Guru meminta kesedian teman sejawat atau guru kelas V untuk menjadi observer.
b. Pelaksanaan Tindakan
Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 22, 26, dan 29 September 2011. dalam proses pelaksanaan pembelajaran melibatkan seluruh siswa kelas kelas V Sekolah Dasar Negeri 006 Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan dan berpedoman pada silabus dan kurikulum, satu siklus dilakukan dalam tiga kali pertemuan, pada pertemuan pertama dan kedua guru melakukan tindakan dengan menerapakan pendekatan pengajaran terbalik, dan pada pertemuan ketiga guru melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa melalui penerapan pendekatan pengajaran terbalik, adapun yang membedakan tiap pertemuan adalah indikator yang dipelajari. Adapun indikator yang dipelajari pada pertemuan pertama dan kedua siklus II adalah kandungan zat dalam makanan bergizi, menu makanan bergizi seimbang, dan mengolah bahan makan dengan benar. Dalam pelaksanaan tindakan terdiri dari beberapa tahap yaitu: kegiatan awal atau pembukaan pelajaran, yang dilaksanakan selama kurang lebih 10 menit. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti. Dalam kegiatan inti dalam pelaksanaan pembelajaran berdasarkan strategi pembelajaran yang diteliti yaitu pendekatan pengajaran terbalik, yang dilaksanakan kurang lebih 45 menit, dan dilanjutkan dengan kegiatan akhir atau sebagai penutup pelajaran dilaksanakan selama lebih kurang 15 menit. Secara terperinci tentang pelaksanaan tindakan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kegiatan awal : (10 Menit)
a. Guru memulai pelajaran dengan salam dan do’a b. Guru melakukan absensi Siswa
c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
d. Guru memberikan apersepsi tentang materi pelajaran Kegiatan inti : ( 45 Menit)
a. Guru menugaskan siswa membaca bacaan dalam kelompok-kelompok kecil.
b. Guru mengajukan pertanyaan yang bisa diajukan yaitu dengan menerangkan bacaan
c. Guru mengklarifikasi poin-poin yang sulit.
d. Guru menunjuk seorang siswa untuk menggantikan peranannya sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut. e. Guru beralih peranan dalam kelompok tersebut sebagai motivator, mediator,
pelatih, dan memberi dukungan, umpan balik, serta semangat bagi siswa. f. Guru secara berangsur-angsur mengalihkan tanggung jawab pengajaran
yang lebih banyak kepada siswa dalam kelompok, dengan memberikan pengawasan dan bimbingan.
Kegiatan akhir : (15 Menit)
a. Guru membimbing siswa menyimpulkan pelajaran
b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi pelajaran yang belum dipahami.
c. Observasi
1) Observasi Aktivitas Guru
Aktivitas guru yang diamati oleh observer adalah aktivitas yang tercantum dalam langkah-langkah pembelajaran pendekatan pengajaran terbalik yang terdiri 6 aktivitas, penilaian pada aktivitas guru adalah dengan cara diamati oleh obsever, jika guru melakukan satu aktivitas dengan baik dan benar, maka observer akan menceklis pada kolom “ya”, jika guru melakukan satu aktivitas kurang baik, maka observer akan menceklis pada kolom “tidak”, agar lebih jelasnya aktivitas guru pada pertemuan pertama, dan kedua dapat dilihat pada tabel IV.9
Tabel IV. 9
Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Pertemuan I, dan II Siklus II
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1 Guru menugaskan siswa membaca bacaan dalam
kelompok-kelompok kecil. √ √ 2 0
2 Guru mengajukan pertanyaan yang bisa diajukan yaitu dengan
menerangkan bacaan √ √ 2 0
3 Guru mengklarifikasi poin-poin yang sulit. √ √ 2 0
4
Guru menunjukkan seorang siswa untuk menggantikan peranannya sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut.
√ √ 2 0
5 Guru beralih peranan dalam kelompok tersebut sebagai motivator, mediator, pelatih, dan memberi dukungan, umpan balik, serta semangat bagi siswa.
√ √ 1 1
6
Guru secara berangsur-angsur mengalihkan tanggung jawab pengajaran yang lebih banyak kepada siswa dalam kelompok, dengan memberikan pengawasan dan bimbingan
√ √ 2 0
5 1 6 0 11 1
83% 17% 100% 0% 92% 8%
Jumlah
NO AKTIVITAS YANG DIAMATI
Siklus II
Pertemuan I Pertemuan II Total
Persentase
F F F
Berdasarkan tabel IV 9, dapat diketahui bahwa aktivitas guru pada siklus II pertemuan pertama, dan kedua sudah mencapai kategori sangat tinggi, dengan persentase 92%, angka ini berada pada interval 76%-100%, interval ini berada pada kategori sangat tinggi, pada pertemuan pertama rata-rata yang guru memperoleh alternatife “Ya” adalah 83%, dan alternatife “Tidak” adalah 17%, pada pertemuan kedua alternatife “Ya” guru memperoleh rata-rata 100%, artinya guru telah melakukan seluruh langkah-langkah pembelajaran dengan baik dan sempurna. Adapun aktivitas guru secara lebih rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Guru menugaskan siswa membaca bacaan dalam kelompok-kelompok kecil. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua melakukan dengan baik.
b. Guru mengajukan pertanyaan yang bisa diajukan yaitu dengan menerangkan bacaan. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua guru melakukan dengan baik.
c. Guru mengklarifikasi poin-poin yang sulit. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua melakukan dengan baik.
d. Guru menunjuk seorang siswa untuk menggantikan peranannya sebagai guru dan bertindak sebagai pemimpin diskusi dalam kelompok tersebut. Guru pada aspek ini pertemuan pertama dan kedua melakukan dengan baik.
e. Guru beralih peranan dalam kelompok tersebut sebagai motivator, mediator, pelatih, dan memberi dukungan, umpan balik, serta semangat bagi siswa. Guru pada aspek ini pertemuan pertama, melakukannya belum baik, sedangkan pada pertrmuan kedua melakukan dengan baik.
f. Guru secara berangsur-angsur mengalihkan tanggung jawab pengajaran yang lebih banyak kepada siswa dalam kelompok, dengan memberikan pengawasan
dan bimbingan. Guru pada aspek ini pertemuan pertama, dan kedua melakukan dengan baik.
2) Observasi Aktivitas Siswa
Sebagaimana telah diuraiankan pada siklus I, bahwa aktivitas guru sangat berpengaruh pada aktivitas siswa, dan telah dapat kita lihat dari hasil siklus I, begitu juga pada siklus II, aktivitas guru juga pengaruh pada aktivitas siswa, agar lebih jelas dapat kita lihat pada table IV.10 di bawah ini:
Tabel IV. 10
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus II Pertemuan Pertama
1 2 3 4 5 6 Ya Tidak 1 Siswa 001 √ √ √ √ √ 5 1 2 Siswa 002 √ √ √ √ √ 5 1 3 Siswa 003 √ √ √ √ 4 2 4 Siswa 004 √ √ √ √ √ 5 1 5 Siswa 005 √ √ √ √ 4 2 6 Siswa 006 √ √ √ √ 4 2 7 Siswa 007 √ √ √ √ √ 5 1 8 Siswa 008 √ √ √ √ 4 2 9 Siswa 009 √ √ √ √ 4 2 10 Siswa 010 √ √ √ √ √ 5 1 11 Siswa 011 √ √ √ √ 4 2 12 Siswa 012 √ √ √ √ 4 2 13 Siswa 013 √ √ √ √ 4 2 14 Siswa 014 √ √ √ 3 3 15 Siswa 015 √ √ √ √ √ √ 6 0 16 Siswa 016 √ √ √ √ √ 5 1 17 Siswa 017 √ √ √ √ √ 5 1 18 Siswa 018 √ √ √ √ √ 5 1 19 Siswa 019 √ √ √ √ 4 2 20 Siswa 020 √ √ √ √ √ 5 1 21 Siswa 021 √ √ √ √ 4 2 22 Siswa 022 √ √ √ √ 4 2 21 18 16 13 12 18 98 34 95.5 81.8 72.7 59.1 54.5 81.8 74.2 25.8
NO Kode Siswa Indikator
Rata-rata (%) Jumlah
Alternatif
Berdasarkan tabel IV. 10, dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menerapkan pendekatan pengajaran terbalik pada siklus kedua pertemuan pertama secara klasikal diperoleh rata-rata 74,2%, angka ini dikategorikan pada interval tinggi, angka tersebut berada pada interval 56%-75%, Lebih rinci rata-rata aktivitas belajar siswa untuk tiap indikator dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Siswa membaca bacaan dalam kelompok-kelompok kecil dengan baik dan benar. Pada aspek ini setelah diamati oleh observer dengan baik maka siswa memperoleh rata-rata persentase klasikal adalah 95,5%.
b. Siswa menyimak dan menulis pertanyaan yang bisa diajukan menerangkan