BAB IV METODE PENELITIAN
BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil penelitian
5.1.1 Gambaran umum lokasi penelitian
Desa Bareng adalah salah satu Desa dari 13 Desa yang terletak di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang yang terbentuk sejak tahun 1955 dengan luas wilayah 869,10 Ha. Letak wilayah Desa Bareng adalah terbentang pada koordinat 112.300045 Bujur Timur / -7.691039 Lintang Selatan. Desa Bareng terbagi atas 8 Dusun yaitu Dusun Bareng, Dusun Tegalrejo, Dusun Banjar Sari, Dusun Kedung Galih, Dusun Mojounggul, Dusun Kuwik, Dusun Kembang Tanjung,
dan Dusun Kedung Pring dengan batas wilayah sebelah utara Desa Banjaragung, sebelah selatan Desa Nganpungan, sebelah timur Desa Jenisgelaran dan sebelah barat Desa Tebet. Jumlah penduduk di Desa Bareng sampai akhir Desember 2016 yaitu 11.090 jiwa terdiri dari laki-laki 5.451 jiwa dan perempuan 5.295 jiwa.
5.1.2 Data umum
Data umum menyajikan karakteristik responden yang meliputi umur responden, pendidikan, pekerjaan, menarche, paritas, usia terakhir melahirkan, dan kontrasepsi terakhir yang digunakan.
1. Karakteristik responden berdasarkan umur
Karakteristik responden berdasarkan umur dibagi menjadi tiga yaitu umur < 40 tahun, umur 40 - 52 tahun, dan umur > 52 tahun, yang dapat dilihat pada tabel 5.1 berikut:
Tabel 5.1 Distribusi frekuensi berdasarkan umur responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No. Umur Frekuensi Persentase (%)
1 < 40 tahun 1 0,8
2 40-52 tahun 39 32,5
3 > 52 tahun 80 66,7
Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.1 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden berusia > 52 tahun yaitu 80 (66,7%) 2. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, yang dapat dilihat pada tabel 5.2 berikut:
Tabel 5.2 Distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan terakhir responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No. Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
1 SD/SMP 90 75,0
2 SMA/SMK 27 22,5
3 Perguruan tinggi 3 2,5
Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.2 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden berpendidikan SD/SMP yaitu 90 (75,0%) 3. Karakteristik berdasarkan pekerjaan
Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dibagi menjadi empat yaitu IRT, Wiraswasta, Swasta dan PNS yang dapat dilihat pada tabel 5.3 berikut:
Tabel 5.3 Distribusi frekuensi berdasarkan pekerjaan responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017. No. Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)
1 IRT 30 25,0
2 Wiraswasta 50 41,7
3 Swasta 37 30,8
4 PNS 3 2,5
Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.3 menunjukkan bahwa hampir setengahnya dari responden bekerja sebagai wiraswasta yaitu 50 (41,7%)
4. Karakteristik berdasarkan menarche
Karakteristik responden berdasarkan menarche dibagi menjadi tiga yaitu usia < 12 tahun, usia 12-15 tahun, dan usia > 15 tahun yang dapat dilihat pada tabel 5.4 berikut:
Tabel 5.4 Distribusi frekuensi berdasarkan menarche responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017. No. Menarche Frekuensi Persentase (%)
1 < 12 tahun 8 6,7
2 12-15 tahun 68 56,7
3 > 15 tahun 44 36,7
Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.4 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden mengalami menarche pada usia 12-15 tahun yaitu 68 (56,7%)
5. Karakteristik berdasarkan jumlah anak / paritas
Karakteristik responden berdasarkan jumlah anak/paritas dibagi menjadi empat yaitu tidak ada, 1-2 anak, 3-4 anak, > 4 anak yang dapat dilihat pada tabel 5.5 berikut:
Tabel 5.5 Distribusi frekuensi berdasarkan jumlah anak/paritas responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No. Paritas Frekuensi Persentase (%)
1 Tidak ada 0 0,0
2 1-2 anak 47 39,2
3 3-4 anak 56 46,7
4 > 4 anak 17 14,2
Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.5 menunjukkan bahwa hampir setengahnya dari responden memiliki jumlah anak 3-4 anak yaitu 56 (46,7%)
6. Karakteristik berdasarkan usia terakhir melahirkan
Karakteristik responden berdasarkan usia terakhir melahirkan dibagi menjadi tiga yaitu < 20 tahun, 20-30 tahun, dan > 30 tahun yang dapat dilihat pada tabel 5.6 berikut:
Tabel 5.6 Distribusi frekuensi berdasarkan usia terakhir melahirkan responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No. Usia terakhir melahirkan Frekuensi Persentase (%)
1 < 20 tahun 0 0,0
2 20-30 tahun 71 59,2
3 > 30 tahun 49 40,8
Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.6 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden terakhir melahirkan usia 20-30 tahun yaitu 71 (59,2%)
7. Karakteristik berdasarkan kontrasepsi yang terakhir digunakan sebelumnya
Karakteristik responden berdasarkan kontrasepsi yang terakhir digunakan sebelumnya dibagi menjadi enam yaitu KB Suntik, KB Pil, KB IUD, KB Implan, KB MOW, dan tidak KB yang dapat dilihat pada tabel 5.7 berikut:
Tabel 5.7 Distribusi frekuensi berdasarkan kontrasepsi yang terakhir digunakan sebelumnya responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No. Kontrasepsi Frekuensi Persentase (%)
1 KB Suntik 12 10,0 2 KB Pil 82 68,3 3 KB IUD 5 4,2 4 KB Implan 2 1,7 5 KB MOW 8 6,7 6 Tidak KB 11 9,2 Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.7 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden menggunakan alat kontrasepsi pil yaitu 82 (68,3%)
5.1.3 Data Khusus
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 29 Mei -2 Juni -2017 pada responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang diperoleh data khusus sebagai berikut
1. Menopause
Jenis-jenis menopause dapat dibagi menjadi tiga yaitu Prematur < 40 tahun, Normal 40-52 tahun, dan Terlambat > 52 tahun yang dapat dilihat pada tabel 5.8 berikut:
Tabel 5.8 Distribusi frekuensi menopause responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No. Menopause Frekuensi Persentase (%) 1 Prematur < 40 tahun 1 0,8
2 Normal 40-52 tahun 56 46,7
3 Terlambat > 52 tahun 63 52,5
Total 120 100,0
Sumber : Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.8 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden mengalami menopause terlambat yaitu 63 (52,5%)
2. Kadar asam urat responden
Kadar asam urat responden dapat dibagi menjadi dua yaitu Normal (2,4-6 mg/dl) dan Tinggi (>6 mg/dl) yang dapat dilihat pada tabel 5.9 berikut:
Tabel 5.9 Distribusi frekuensi kadar asam urat responden di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No. Kadar asam urat Frekuensi Persentase (%)
1 Normal (2,4-6 mg/dl) 42 35,0
2 Tinggi (>6 mg/dl) 78 65,0
Total 120 100,0
Berdasarkan tabel 5.9 menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden mengalami kadar asam urat tinggi yaitu 78 (65,0%)
3. Hubungan menopause dengan kadar asam urat dalam darah
Tabel 5.10 Distribusi frekuensi tabulasi silang hubungan menopause dengan kadar asam urat dalam darah di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang tahun 2017.
No Jenis menopause
Kadar asam urat
Total Normal Tinggi N % N % N % 1 Premature 0 0,0 1 0,8 1 0,8 2 Normal 29 24,2 27 22,5 56 46,7 3 Terlambat 13 10,8 50 41,7 63 52,5 Total 42 35,0 78 65,0 120 100,0
Uji Chi-Square value 0,001 < α 0,05 Sumber: Data Primer, 2017
Berdasarkan tabel 5.10 tabulasi silang hubungan menopause dengan kadar asam urat dalam darah menggunakan bantuan perangkat komputer dengan proses crosstab menunjukkan bahwa responden menopause prematur yaitu 1 (0,8%) dimana sebagian kecil responden memiliki kadar asam urat tinggi. Kemudian responden menopause normal yaitu 56 (46,7%) dimana 29 (24,2%) responden memiliki kadar asam urat normal dan 27 (22,5%) responden memiliki kadar asam urat tinggi. Kemudian responden menopause terlambat yaitu 63 (52,5%) dimana 13 (10,8%) responden memiliki kadar asam urat normal dan 50 (41,7%) responden memiliki kadar asam urat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden yaitu menopause terlambat memiliki kadar asam urat tinggi.
Berdasarkan data di atas dan menurut uji statistik Chi-square dengan bantuan program SPSS 16 pada taraf kesalahan 5% dilakukan perhitungan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Hasil dari perhitungan value adalah 0,001 < α (0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan menopause dengan kadar asam urat dalam darah di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.