• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

Data penelitian yang akan diteliti adalah jawaban subjektif responden mengenai situasi-situasi yang menjadi pemicu kambuhnya migrain.

1. Hasil Analisis Jawaban Responden

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama adalah kategorisasi jawaban-jawaban responden. Pengkategorisasian jawaban-jawaban responden ini disusun berdasarkan

20

teori Gerpen, et al., (2000) dan Rikara (dalam Pippin, 2007). Tahap yang kedua adalah analisis frekuensi jawaban subjek. Hasil dari kedua tahap analisis data ini dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5.

Hasil Analisis Jawaban Responden

Situasi Pemicu Migrain Jawaban Responden Responden N = 42 %

Faktor Psikologis

Emosi Marah, tertawa berlebihan. 3 7.1 Pola makan Telat makan, puasa 9 21.4 Pola tidur Kurang tidur, begadang 14 33.3

Merokok Terlalu banyak rokok 3 7.1

Tekanan

Terlalu banyak pikiran, banyak tekanan, terlalu banyak masalah, cemas ga punya duit. 28 66.7 Faktor Fisiologis Kelelahan fisik

Capek, aktivitas terlalu

banyak, pekerjaan menumpuk, deadline tugas.

32 76.2

Sakit (pain)

Sakit, sakit gigi, terlalu banyak melihat layar komputer, situasi ketika terkena panas dengan intensitas tinggi, terik

matahari siang, cuaca dingin.

12 28.6

Hormonal Menjelang datang bulan 2 4.8 Makanan Kopi, makanan berminyak,

makanan berlemak 4 9.5

Kategori lain Gerakan headspin 1 2.4 Data hasil analisis jawaban responden pada tabel 5 menunjukkan bahwa dari 42 responden, 32 responden (76.2%) menjawab faktor fisiologis berupa kelelahan fisik sebagai pemicu kambuhnya serangan migrain, 28 responden (66.7%) menjawab tekanan sebagai pemicu migrain, 14 responden (33.3%) menjawab pola tidur yang tidak teratur, 12 responden (28.6%) yang migrainnya dipicu oleh faktor fisiologis berupa rasa sakit

21

(pain), 9 responden (21.4%) menjawab pola makan yang tidak teratur sebagai pemicu migrain, 4 responden (9.5%) menjawab makanan sebagai pemicu migrain, masing-masing 3 responden (7.1%) menjawab faktor psikologis berupa emosi dan perilaku merokok sebagai pemicu migrain, 2 responden (4.8%) menjawab sakit kepala migrain dipicu oleh hormon menjelang datang bulan, dan 1 responden (2.4%) menjawab gerakan headspin yang termasuk kategori lain dalam faktor fisiologis sebagai pemicu migrain.

Dari hasil pengumpulan data, sumber informasi yang dimiliki responden mengenai migrain bervariasi, yaitu diperoleh dari diagnosis dokter, informasi dari orang tua, diagnosis diri sendiri, informasi dari majalah atau buku kesehatan, dan internet. Data rekapitulasi mengenai sumber informasi dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6.

Rekapitulasi Data Sumber Informasi Responden Tentang Migrain Sumber Informasi Jumlah Persentase (%)

Diri Sendiri 16 38.1

Buku/Majalah Kesehatan

& Internet 7 16.7

Dokter 6 14.3

Orang Tua 6 14.3

Dokter & Orang Tua 5 11.9

Diri Sendiri & Orang Tua 2 4.8

Dari hasil rekapitulasi data pada tabel 6, dapat dilihat bahwa 16 responden (38.1%) memperoleh sumber informasi dari diagnosis pribadi, sebanyak 7 responden (16.7%) mengetahui dari buku/majalah kesehatan dan internet, 6 responden (14.3%) mengetahui dari diagnosis dokter, sebanyak 6

22

responden (14.3%) mengetahui migrain dari orang tua, sebanyak 5 responden (11.9%) mengetahui dari dokter dan orang tua, dan sebanyak 2 responden (4.8%) mengetahui bahwa dirinya memiliki sakit kepala migrain dari diri sendiri dan orang tua.

Jawaban responden mengenai cara mengatasi serangan migrain juga bervariasi, yaitu tidur, relaksasi, minum obat, menggunakan minyak kayu putih, makan, dipijat, minum minuman hangat, pergi ke dokter, mengompres dengan es, dan mencari hiburan. Data rekapitulasi mengenai cara mengatasi serangan migrain dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 7.

Rekapitulasi Data Cara Mengatasi Serangan Migrain

Jawaban Responden Jumlah Persentase (%)

Tidur 33 78.6

Minum obat 24 57.1

Makan 5 11.9

Relaksasi 2 4.8

Minum minuman hangat 2 4.8

Mencari hiburan 2 4.8

Memakai minyak kayu putih 2 4.8

Pergi ke dokter 1 2.4

Memijat 1 2.4

Mengompres dengan es 1 2.4

Data dari hasil rekapitulasi jawaban responden mengenai cara mengatasi serangan migrain menunjukkan, dimana 33 responden (78.6%) mengatasinya dengan tidur, 24 responden (57.1%) mengatasinya dengan minum obat, dan sebanyak 5 responden (11.9%) mengatasi serangan migrain dengan makan. Responden yang melakukan relaksasi, minum minuman hangat, mencari hiburan, serta memakai minyak kayu putih untuk

23

meredakan serangan migrain masing-masing ada 2 responden (4.8%), dan responden yang mengatasi serangan migrain dengan pergi ke dokter, memijat, dan mengkompres dengan es masing-masing ada 1 responden (2.4%).

2. Analisis Tambahan Berdasarkan Jenis Kelamin Responden

Kelompok kategori yang digunakan dalam analisis tambahan sama dengan kelompok kategori yang telah disajikan pada tabel 5. Analisis tambahan dalam penelitian ini adalah analisis tambahan berdasarkan jenis kelamin responden.

a. Analisis data untuk kelompok tambahan berdasarkan jenis kelamin perempuan

Jumlah responden perempuan yang diperoleh dalam penelitian data ini sebanyak 24 responden (57.1%) dari 42 responden. Hasil analisis data responden berdasarkan jenis kelamin perempuan dapat dilihat pada tabel 8.

Tabel 8.

Analisis Data untuk Kelompok Tambahan Berdasarkan Jenis Kelamin Perempuan

Jenis

Kelamin Situasi Pemicu Migrain

Responden N=24 % Perempuan Faktor Psikologis Emosi 2 8.3 Tekanan 18 75.0 Pola makan 5 20.8 Pola tidur 7 29.2 Merokok 1 4.2 Faktor Fisiologis Kelelahan fisik 16 66.7 Sakit (pain) 7 29.2 Hormonal 2 8.3 Makanan 1 4.2

24

Dari hasil tabel 8 dapat diketahui bahwa situasi-situasi yang menjadi pemicu migrain pada responden perempuan adalah faktor psikologis berupa tekanan sebanyak 18 responden (75.0%), faktor fisiologis berupa kelelahan fisik sebanyak 16 responden (66.7%), faktor psikologis berupa pola tidur dan kategori faktor fisiologis berupa rasa sakit (pain) masing-masing sebanyak 7 responden (29.2%), faktor psikologis berupa pola makan sebanyak 5 responden (20.8%). Responden yang mengalami migrain karena faktor psikologis berupa emosi dan faktor hormonal masing-masing 2 responden (8.3%) dan hanya 1 responden (4.2%) yang migrainnya kambuh karena dipicu oleh makanan dan perilaku merokok.

b. Analisis data untuk kelompok tambahan berdasarkan jenis kelamin laki-laki

Jumlah responden laki-laki yang diperoleh dalam penelitian data ini sebanyak 18 responden (42.9%) dari 42 responden. Analisis jawaban responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki dapat dilihat pada tabel 9.

25

Tabel 9.

Analisis Data untuk Kelompok Tambahan Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-laki

Jenis

Kelamin Situasi Pemicu Migrain

Responden N=18 % Laki-Laki Faktor Psikologis Emosi 1 5.6 Tekanan 10 55.6 Pola makan 4 22.2 Pola tidur 7 38.9 Merokok 2 11.1 Faktor Fisiologis Kelelahan fisik 16 88.9 Sakit (pain) 5 27.8 Makanan 3 16.7 Headspin move 1 5.6

Dari hasil analisis tabel 9, diketahui bahwa situasi-situasi pemicu migrain pada laki-laki adalah faktor fisiologis berupa kelelahan fisik pada 16 responden (88.9%), 10 responden (55.6%) pada kategori faktor psikologis berupa tekanan, sebanyak 7 responden (38.9%) pada kategori faktor psikologis berupa pola tidur, sebanyak 5 responden (27.8%) migrainnya kambuh dipicu oleh kategori faktor fisiologis berupa rasa sakit (pain), sebanyak 4 responden (22.2%) migrainnya dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, dan sebanyak 3 responden (16.7%) menjawab makanan sebagai pemicu migrain. Responden yang migrainnya kambuh karena dipicu oleh rokok dalam jumlah yang terlalu banyak ada 2 responden (11.1%), dan masing-masing 1 responden (5.6%) yang migrainnya kambuh karena dipicu oleh faktor psikologis berupa emosi dan headspin move atau gerakan headspin.

26

Dokumen terkait