HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pucangsawit dan Puskesmas Sibela yang terletak di wilayah Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Puskesmas Pucangsawit melayani imunisasi, pemeriksaan kehamilan , Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, pemeriksaan darah, pemeriksaan gigi dan penyakit ringan. Puskesmas Pucangsawit merupakan puskesmas induk dengan dua puskesmas pembantu dibawahnya, yaitu Puskesmas Kampung Sewu dan Puskesmas Sorogenen. Dari data sekunder yang ada maka dapat diketahui bahwa terdapat 43 ibu hamil dengan usia kehamilan pada trimester II.
Sedangkan Puskesmas Sibela melayani imunisasi, pemeriksaan kehamilan, persalinan, Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, pemeriksaan darah, pemeriksaan gigi, pemeriksaan penyakit ringan sampai rawat inap. Puskesmas Sibela merupakan puskesmas induk yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di Kelurahan Mojosongo yang terdiri dari 35 RW. Dari data sekunder yang ada maka dapat diketahui bahwa terdapat 122 ibu hamil dengan usia kehamilan pada trimester II.
Penelitian dilakukan terhadap ibu hamil trimester II dalam kondisi sehat (tidak mengidap penyakit infeksi) dan tidak pantang terhadap makanan apapun yang melakukan pemeriksaan hamil di Puskesmas Pucangsawit dan Sibela kecamatan Jebres. Jumlah responden yang diperoleh adalah 50 orang. Jumlah tersebut sesuai dengan penghitungan estimasi besar sampel.
Sebelum dilakukan penelitian pada bulan Juni 2010 penulis telah melakukan uji validitas kuesioner lebih dahulu kepada 20 orang ibu hamil trimester II yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Ngoresan yang juga terletak di Kecamatan Jebres. Uji validitas ini sebagai prasyarat kuesioner yang akan dipakai sebagai instrumen penelitian.
Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan program computer “Statistical Package for the Social Sciences” (SPSS) versi 17. 2. Karakteristik Responden
Karakteristik responden meliputi umur responden, pendidikan, pekerjaan, paritas dan pendapatan keluarga per bulan.
a. Umur
Diagram 4.1 Distribusi Frekuensi Umur Responden
Diagram 4.1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia reproduksi sehat yaitu 21-35 tahun sebanyak 38 orang (76%). Sedangkan pada usia < 20 tahun yang merupakan resiko tinggi pada kehamilan sebanyak 7 orang (14%).
b. Pendidikan
Diagram 4.2 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pendidikan sampai tingkat SMA/SMK yaitu sebanyak 27 orang (54%) sedangkan ibu hamil lainnya berpendidikan sampai tingkat SMP adalah 18 orang (36%) dan SD sebanyak 5 orang (10%). c. Pekerjaan
Diagram 4.3 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden
Diagram 4.3 menunjukkan bahwa responden yang bekerja sebagai IRT sebanyak 33 orang (66%); 17 orang (34%) bekerja swasta diantaranya menjadi karyawan swasta dan berdagang atau berjualan dengan membuka usaha/toko.
d. Paritas
Diagram 4.4 menunjukkan bahwa responden dengan paritas 0 terdapat 13 orang (26%); paritas 1 terdapat 25 orang (50%) dan paritas lebih dari 1 sebanyak 12 orang (24%).
e. Pendapatan Keluarga
Diagram 4.5 Distribusi Frekuensi Pendapatan Per bulan Keluarga
Diagram 4.5 menunjukkan bahwa responden dengan pendapatan rata-rata keluarga cukup yaitu sebesar 35 responden atau 70%.
f. Keteraturan Konsumsi Tablet Besi
Diagram 4.6 Distribsi Frekuensi Keteraturan Konsumsi Tablet Besi
Pada diagram 4.6 menunjukkan bahwa responden yang rutin setiap satu hari sekali mengkonsumsi tablet besi sebanyak 33 orang (66%), sedangkan sisanya tidak rutin.
Dari data kuesioner tingkat pengetahuan tentang gizi diperoleh nilai terendah adalah 11 dan nilai tertinggi adalah 26. Data tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi 3 kategori tingkat pengetahuan dengan distribusi sebagai berikut :
Tabel 4.1 Distribusi Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi
Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
Rendah 3 6
Sedang 25 50
Tinggi 23 46
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer 2010
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang gizi sebagian besar responden berada dalam taraf sedang yaitu sejumlah 25 orang (50%). Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang gizi tinggi sejumlah 23 orang (46%) dan tingkat pengetahuan tentang gizi rendah sejumlah 3 orang (6%).
4. Kadar Hemoglobin
Dari pengukuran kadar hemoglobin pada ibu hamil diperoleh data hasil terendah adalah 10,0 gr% dan tertinggi adalah 11,4 gr%. Data tersebut kemudian diklasifikasikan menjadi 2 kategori dengan distribusi sebagai berikut :
Tabel 4.2 Distribusi Kadar Hemoglobin Responden Kadar Hemoglobin Frekuensi Persentase%
Anemia 33 66
Tidak Anemia 17 34
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer diolah tahun 2010
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa responden yang menderita anemia dengan kadar hemoglobin <11 gr% sejumlah 33 orang (66%), sedangkan yang tidak menderita anemia sejumlah 17 orang (34%).
Untuk mengetahui rata tingkat pengetahuan tentang gizi dan rata-rata kadar hemoglobin responden, maka dibuat tabulasi serta dihitung mean seperti yang terlihat pada tabel berikut :
Tabel 4.3 Hasil Statistik Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi, Kadar Hemoglobin
Indikator Maksimal Minimal Mean Standar Deviasi Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi 26 11 20 3,512 Kadar Hemoglobin (gr%) 11,4 10,0 10,8 0,3191
Sumber : Data Primer, 2010
Pada tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa mean / rata-rata skor pengetahuan responden tentang gizi adalah 20 dengan standar deviasi 3,512. Hal ini berarti bahwa dari 27 item soal yang ditanyakan, rata-rata responden menjawab pertanyaan dengan benar sebesar 74,1%. Sedangkan untuk mean / rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 10,8 gr%. Hal ini berarti rata-rata kadar hemoglobin responden masih kurang dari normal yaitu 11 gr%.
5. Rata-Rata Konsumsi Pangan Responden Per Hari
Rata-rata asupan pangan di Kecamatan Jebres terdiri dari makanan pokok yaitu nasi dan ditambah unsur penyusun menu seperti lauk, sayur, buah dan makanan selingan. Dari hasil wawancara dengan responden didapatkan bahwa frekuensi makan ibu hamil berkisar antara 2-3 kali/hari. Secara keseluruhan rata-rata asupan pangan yang paling banyak dikonsumsi responden per hari dapat dilihat seperti berikut :
Tabel 4.4 Rata-Rata Konsumsi Pangan Responden Per Hari Di Wilayah Kecamatan Jebres
No. Jenis Makanan Jumlah Responden Persen (%)
1. Nasi 49 98% 2. Sayuran a. Bayam 9 18% b. Kacang panjang 8 16% c. Buncis 6 12% 3. Lauk a. Tempe dele 42 84%
b. Tahu putih / kuning 40 80%
c. Telur ayam 18 36% 4. Buah a. Pisang susu 18 36% b. Jeruk 6 12% c. Pepaya 5 10% 5. Minuman a. Teh 49 98% b. Susu coklat 21 42% c. Susu putih 17 34% 6. Makanan selingan a. Biskuit 21 42% b. Roti basah 14 28% c. Krupuk 4 8%
Sumber : Data Primer diolah tahun 2010 6. Asupan Zat Besi Responden
Jumlah masukan zat besi dari makanan dihitung berdasarkan perkiraan jumlah rata-rata masukan zat besi dari makanan dan minuman per hari yang dihitung menggunakan program komputer Nutri Survey. Bagi responden yang rutin setiap hari sekali mengonsumsi suplemen tablet besi Sulfas Ferrosus 300 mg, maka jumlah asupan zat besi yang didapat dari hasil perhitungan Nutri Survey ditambahkan 30 mg. Angka Kecukupan Gizi rata-rata yang dianjurkan untuk zat besi bagi wanita usia subur adalah 26-27 mg/hr. sedangkan bagi ibu hamil adalah 26+30 mg/hr (Arisman, 2004).
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Asupan Zat Besi Responden
Asupan Zat Besi (mg/hr) Frekuensi Persentase (%)
Mencukupi AKG 6 12
Tidak mencukupi AKG 44 88
Jumlah 50 100
Sumber : Data Primer diolah tahun 2010
Data dari tabel 4.4 menunjukkan bahwa responden yang memiliki asupan zat besi yang mencukupi Angka Kecukupan Gizi sejumlah 6 orang (12%). Sedangkan yang belum mencukupi sejumlah 44 orang (88%).
Tabel 4.6 Hasil Statistik Asupan Zat Besi Responden Asupan Zat Besi
(mg/hr)
Maksimal Minimal Mean Standar Deviasi
Nutri Survey 59,40 4,10 27,19 15,80
%AKG 106,07 6,00 47,48 28,79
Sumber : Data Primer diolah tahun 2010
Pada tabel 4.5 menunjukka bahwa mean / rata-rata asupan zat besi ibu hamil per hari adalah 27,19 mg/hr. Hal ini berarti rata-rata asupan zat besi
ibu hamil di wilayah Kecamatan Jebres belum memenuhi Angka Kecukupan Gizi (<56 mg/hr). Asupan zat besi dinilai telah memenuhi Angka Kecukupan Gizi jika sudah memenuhi setidaknya 80% dari standar yang telah ditetapkan.