• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian Terhadap Informan Mengenai Pengawasan

Kabupaten Pangkep

Pelaksanaan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan melalui penugasan PT Pupuk Indonesia (Persero), sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan No. 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Faktor yang perlu diperhatikan dalam memperbaiki sistem distribusi pupuk adalah

harus dapat menjamin ketersediaan pupuk di tingkat petani melalui penerapan 7 tepat (jenis, jumlah, tempat, mutu, waktu, sasaran dan harga yang terjangkau oleh petani) sehingga program peningkatan ketahanan pangan tidak terganggu. Dalam penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani diperlukan upaya pengamanan melalui pengawalan/pengawasan secara terkoordinasi dan komprehensif oleh instansi terkait baik di pusat maupun daerah melalui Komisi Pengawasan Pupuk Pestisida (KP3).

Dinas Pertanian Provinsi melakukan pengawalan dan pembinaan terhadap pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi agar sesuai dengan peruntukannya. Salah satunya dengan pengawalan terhadap pelaksanaan verifikasi dan validasi penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kecamatan bersama-sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten. Pengawasan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pengawasan langsung dilakukan secara berkala atau sewaktu waktu dengan cara pengawasan di tingkat pengadaan, penggunaan dan peredaran. Pengawasan tidak langsung dilakukan berdasarkan laporan produsen, distributor atau yang diterima dari petani atau masyarakat pengguna pupuk.

1. Pengawasan Langsung

Menurut Situmorang (1994:27), dimaksud pengawasan langsung ialah apabila pimpinan organisasi melakukan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan oleh para bawahannya. Dengan melakukan pengawasan dapat diketahui sampai dimana penyimpangan, penyalahgunaan, kebocoran, pemborosan, penyelewengan, dan lain-lain

kendala dimasa yang akan datang. Jadi dari adanya pengawasan dapat diketahui apa yang sedang atau sudah dikerjakan dengan apa yang direncanakan sebelumnya, karena itu perlu kriteria, norma, standar dan ukuran tentang hasil yang ingin dicapai.

Dalam melaksanakan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi pada KP3 Kabupaten Pangkep yaitu dengan melakukan pemeriksaan secara detail dan cermat terhadap pelaksanaan setiap kegiatan KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) yang dilakukan dengan observasi langsung atau meninjau langsung tempat pelaksanaan kegiatan yang berkaitan langsung dengan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.

Adapun indikator-indikator yang perlu dilakukan dalam pengawasan distribusi pupuk bersubsidi pada KP3 Kabupaten Pangkep adalah sebagai berikut:

a. Inspeksi Langsung

Inspeksi langsung merupakan pemeriksaan secara detail dan cermat terhadap pelaksanaan kegiatan distribusi pupuk bersubsidi pada KP3 Kabupaten Pangkep yang dilakukan dengan observasi langsung atau meninjau langsung tempat pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan Pengawasan Distibusi Pupuk Bersubsidi Pada KP3 Kabupaten Pangkep. Menurut Danamik dalam Ihyaul Ulum (2009:129), salah satu aspek dari kegiatan pengawasan adalah pelaksanaan pemeriksaan yang secara umum diartikan sebagai proses yang sistematis untuk mengidentifikasi masalah.

Hal ini juga ditegaskan oleh Pengawas pupuk bersubsidi dari PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Dinas Pertanian TPH Kabupaten Pangkep melalui wawancara dengan penulis, yang mengatakan bahwa :

“Iya ada. Pengawasan itu rutin dilakukan akan tetapi karena kita diatur oleh anggaran makanya ada jadwal tertentu yaitu per triwulan, itu jadwal untuk kegiatan pemeriksaan tapi bukan berarti pemeriksaan diliput berfokus pada triwulan itu kadang kita turun kelapangan bukan pada jadwal itu tetapi kita turun kelapangan secara mendadak sesuai dengan aturan karena memang kita mengawasi sesuai amanah ditegaskan di dalam Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan, maka diperlukan instrumen untuk melakukan pelaksanaan pengawasan penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi. Setiap penyimpangan/pelanggaran terhadap ketentuan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi harus ditindak tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Wawancara dengan MR 17 Mei 2019).

Berdasarkan hasil wawancara di atas menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara rutin yang diatur oleh anggaran yang memiliki jadwal tertentu yaitu per-triwulan sebagai jadwal untuk kegiatan pemeriksaan namun bukan berarti pemeriksaan yang dilakukan berfokus pada triwulan tersebut sebab turun langsung mengawasi dilapangan dilakukan sesuai aturan sehingga pemeriksaan kadang dilakukan secara mendadak. Hal ini diperkuat dengan Maghfiro (2013), yang menyatakan bahwa dengan peran pemerintah ini, tidak lengkap jika tidak diimbangi dengan program yang dibuat. Dalam hal ini ada KP3 dan pemerintah melakukan pengawasan, monitoring, maupun melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan. Seperti KP3 (Komisi

dibentuk dan ditujukan untuk mengawasi penyaluran pupuk hingga ke masyarakat. Senada dengan itu Anggota KP3 dari Unsur KABID Prasarana dan Sarana Kabupaten Pangkep, menyatakan pula bahwa :

“Waktu pemeriksaan secara mendadak yang dilakukan oleh pihak dari KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) Kabupaten Pangkep berperan penting dalam melakukan inspeksi langsung terkait dengan masalah tersebut. Maka dari itu kami selaku dari pihak KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) harus melakukan pemeriksaan secara detail dan cermat terhadap pendistribusian pupuk, apakah prosedur dalam menjalankan usaha sesuai dengan aturan atau standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Pangkep. Dengan tujuan agar perencanaan yang telah disusun terlaksana dengan baik sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya maka dengan pemeriksaan yang kami lakukan semoga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat agar tidak sulit lagi mendapatkan pupuk bersubsidi untuk pertaniannya” (Wawancara dengan BS, 17 Mei 2019)

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat disimpulkan bahwa : anggota KP3 terkadang melakukan pengawasan dengan inspeksi langsung dan mendadak. Inspeksi langsung yaitu pemantauan langsung ke lapangan sesuai dengan prosedur dan jadwal yang telah ditentukan. Sedangkan inspeksi mendadak yaitu jika terdapat masalah yang serius maka langsung mengadakan inspeksi mendadak di lapangan, akan tetapi inspeksi mendadak juga dilakukan berdasarkan aturan. Inspeksi langsung dilakukan dengan pengawasan langsung atau pemeriksaan secara cermat dan mendetail terhadap pengadaan, penyediaan, hingga pendistribusian pupuk ke kelompok tani.

Tabel 4.6

Perbandingan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi dengan Harga Beli Masyarakat Petani di Pasaran.

No Jenis Pupuk Harga Eceran Tertinggi (HET) Harga jual di pasaran Kenaikan harga dalam % (persen) 1 Urea Rp. 90.000 Rp. 135.000 30% 2 ZA Rp. 70.000 Rp. 140.000 100% 3 NPK Phonska Rp. 115.000 Rp. 220.000 95% 4 Organik Rp. 25.000 Rp. 50.000 100%

Sumber: Data diolah penulis, 2019

b. Pengamatan Langsung (On the spot observation)

Pengamatan langsung adalah pengamatan yang dilakukan secara pribadi oleh pimpinan atau pengawasan dengan mengamati, meneliti, memeriksa, mengecek sendiri secara “on the spot observation” di tempat pekerjaan, dan menerima laporan-laporan secara langsung pula dari pelaksana. Pengamatan ini dilakukan terhadap distribusi pupuk bersubsidi di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa sehingga observasi berada bersama pupuk bersubsidi yang diselidikinya. Dalam hal ini yaitu meninjau langsung lokasi yang terjadi kelangkaan pupuk pada pengawasan distribusi pupuk bersubsidi pada KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) Kabupaten Pangkep. Pengamatan Langsung adalah suatu cara untuk mengumpulkan data penelitian dengan mempunyai sifat dasar naturalistik yang berlangsung dalam konteks natural, pelakunya berpartisipasi secara wajar dalam interaksi.

Menurut informasi yang didapat dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep melalui wawancara dengan penulis, yaitu :

“Kami selaku pihak dinas pertanian TPH telah meninjau lokasi atau mengamati langsung proses distribusi pupuk bersubsidi dari lini III ke lini IV yaitu dari Distributor ke Pengecer pupuk, setelah kami mendapatkan aduan dari masyarakat terkait dengan masalah sulitnya ditemukan pupuk bersubsidi. Maka dari itu kami melakukan pengamatan dan penindakan terhadap KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida). Dan kemudian kami tidak lanjuti adanya dugaan itu lalu dibawa kelegislatif untuk diverifikasi ulang dan setelah itu kami bawa sampel untuk diperiksa”. (Wawancara dengan JA, 20 Mei 2019)

Dari hasil wawancara mengatakan bahwa Dinas Pertanian TPH Kabupaten Pangkep bekerja sama dengan KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) dalam melakukan pengawasan. Apabila ditemukan kejanggalan dalam pengawasan di lapangan maka akan ditindak lanjuti hingga ke legislatif.

Adapun hasil wawancara dengan Seksi Bagian Pupuk dan Pestisida mengungkapkan bahwa :

“pengamatan langsung saya lakukan secara rutin yaitu setiap akhir hari kerja dengan cara turun langsung meninjau pupuk dan pestisida yang ada pada pengecer. Akan tetapi, karena unit pengecer agak banyak sehingga saya tidak bisa melakukan pengawasan ke semuanya. Agar pengawasan bisa optimal ke seluruh pengecer saya selaku seksi pupuk bersama tim membuat jadwal pengawasan secara bergiliran pada pengecer pupuk dan pestisida”.(Wawancara dengan AH, 22 Mei 2019)

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa pengawas dari seksi bagian pupuk dan pestisida melakukan pengamatan langsung di lapangan setiap akhir kerja. Disamping itu, karena banyaknya unit pengecer sehingga terbentuk jadwal pengamatan dengan cara bergiliran akan ditinjau.

c. Melaporkan Langsung (on the spot report)

Melaporkan langsung merupakan pengawasan pada laporan yang diberikan oleh bawahan secara langsung atas hasil pekerjaannya. Pada KP3 Kabupaten Pangkep pengawasan bawahan terhadap atasan sangat jarang terjadi hal ini karena antara pimpinan dan bawahan sama-sama malas ke perusahaan. Antara pimpinan dan bawahan sama-sama cuek dan tidak peduli pada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Seperti penjelasan oleh salah satu kelompok tani B yang memberikan tanggapan terhadap kinerja KP3 Kabupaten Pangkep mengungkapkan bahwa :

“....banyak yang mengeluhkan kinerja pagawai pada KP3 itu, mereka sangat jarang datang mengawasi, bagaimana mau mengawasi proses distribusi pupuk bersubsidi kalau ke KP3 saja malas, contoh yang paling perlu diperhatikan sekarang yaitu distribusi pupuk dari pengecer ke petani sering kali dikenakan biaya transpportasi padahal masyarakat petani datang ke kios sendiri mengambilnya. Selain itu perbedaan harga distributor dengan pengecer juga meresahkan masyarakat sehingga masyarakat melakukan transaksi pupuk di tempat lain untuk mendapatkan harga yang lebih murah.(Wawancara dengan MM, 22 Mei 2019)

Berdasarkan pada wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa sangat banyak yang mengeluhkan pengawasan pada KP3 Kabupaten Pangkep, untuk datang saja ke lapangan atau kios pengecer sangat jarang dilakukan. Sehingga terjadi perbedaan harga yang menyulitkan masyarakat dalam transaksi pupuk. Salah satu mamfaat yang dapat diperoleh dengan adanya pengawasan yaitu segala aktivitas dalam bertugas pegawai dapat diketahui, apakah berjalan sesuai dengan

prosedur atau tidak. Dengan adannya kedisiplinan pegawai dalam bekerja dapat diketahui, dapat dilihat manakah pegawai yang disiplin dan mana yang kurang disiplin, sehingga tujuan dari organisasi dapat tercapai.

Tabel 4.7

langsung dilakukan oleh pimpinan dalam suatu perusahaan dengan cara mempelajari lapooran-laporan yang diterima dari bawahan baik lisan maupun tulisan, Situmorang dan Juhir (dalam Dessy Nindya Ningsih: 2017). Pengawasan tidak langsung yang biasanya dilakukan pada KP3 Kabupaten Pangkep yaitu dengan cara lisan dan tulisan, secara lisan dapat berbentuk berkala, mendadak dan rutin dilakukan. Dan secara tulisan berbentuk laporan-laporan dan juga absensi pegawai. Dalam pengawasan tidak langsung yang dilakukan pegawai pada KP3 Kabupaten Pangkep yaitu pengawasan tidak langsung berbentuk tulisan.

a. Laporan tertulis

Pengawasan dalam bentuk tulisan pada KP3 Kabupaten Pangkep ini berbentuk laporan dalam bentuk tertulis yang disampaikan oleh bawahan kepada ketua KP3. Laporan itu terdiri dari absensi pegawai, tiap harinya pegawai mengisi absen dan jika ada pegawai yang henndak meninggalkan kantor maka pegawai tersebut diwajibkan untuk meminta izin dari pimpinan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Seksi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep :

“Untuk pengawasn secara tidak langsung saya mendapat laporan dari bawahan, selain iitu dengan melihat absensi rutin tiap hari, pengawasan tidak langsung ini sering saya lakukan karena saya kadang tidak punya banyak waktu dan tidak bisa 24 jam mengawasi pegawai yang ada dikantor maupun pegawai yanng bertugas dibagian lapangan saat KP3 beroperasi jadi yah saya melakukan pengawasan kadang dari melihat absensi”

Berbeda dengan yang diungkapkan Kelompok Tani A pada KP3 “Pimpinan pada KP3 sangat jarang masuk kantor, itupun datang cuma absen lalu pulang”(Wawancara dengan AA, 24 Mei 2019) Hal serupa dikatakan oleh salah satu pengecer pupuk bersubsidi di Kabupaten Pangkep :

“Untuk pengawasan pihak KP3 jarang terlihat dikantor lebih lagi di lapangan. Jarang ada yang datang untuk mengawasi transaksi pupuk di kios-kios pengecer pupuk”(Wawancara dengan ST, 24 Mei 2019)

Berdasarkan hasil wawancara diatas petani mengungkapkan bahwa pegawai pengawas sangat jarang masuk ke kantor dan juga jarang melakukan pemeriksaan di kios-kios pengecer pupuk sehingga menyebabkan perbedaan harga, atau tidak tersedianya pupuk sehingga petani harus membeli ke toko lain.

b. Laporan lisan

Pengawasn tidak langsung secara lisan yaitu pengawasan yang dilakukan pimpinan pada KP3 Kabupaten Pangkep dalam bentuk pengawasan dari jarak jauh yang seringkali berbentuk pengawasan secara mendadak. Pengawasan secara mendadak merupakan pengawasan yang biasanya dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dan dilakukan secara mendadak atau yang biasa disebut dengan sidak. Seperti yang diungkapkan pegawai bagian seksi pupuk dan pestisida Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep.

“pengawasan yang biasa dilakukan pimpinan kebanyakan juga pengawasan tidak langsung karena terkadang dia sibuk mengurus pengawasan lapangan jadi tidak sempat datang

dikantor maka tidak sempat datang mengawasi di KP3, kadang beliau mengadakan rapat dadakan dan meminta laporan-laporan mingguan dan memeriksa absensi pegawai”(Wawancara dengan AH, 10 Juni 2019)

Berdasarkan pada wawancara tersebut pengawasan secara tidak langsung yang dilakukan pimpinan karena terkadang dia sibuk mengurus pegawai yang bertugas pada bagian pengawasan di lapangan jadi tidak sempat ke kantor mengawasi kinerja pegawainya. Pimpinan juga terkadang mengadakan rapat dadakan dan meminta laporan-laporan mingguan dan memeriksa absensi harian pegawai. Selain pengawasan secara mendadak, pengawasan secara berkala juga biasa dilakukan pada KP3 Kabupaten Pangkep, seperti pada saat rapat yang biasa dilakukan pada tiap minggu, atau satu kali dalam sebulan. Pengawasan ini guna untuk mengawasi kinerja pegawai dalam distribusi pupuk bersubsidi apakah sudah berjalan dengan maksimal, memaksimalkan kinerja pegawai juga bukan hanya dilakukan melalui proses pengawasan juga dengan memberikan motivasi-motivasi kerja terhadap pegawai agar kinerja dalam distribusi pupuk bersubsidi berjalan dengan baik.

Dalam pendistribusian pupuk bersubsidi untuk meningkatakan kinerja pegawai dalam melakukan pengawasan agar tetap baik pada KP3 yaitu memberikan motivasi-motivasi, adapun bentuk motivasi yang diberikan :

1) Dengan pencapaian kinerja terbaik pertahunnya, pihak perusahaan memberikan apresiasi kepada pegawainya dan mendapatkan penghargaan

2) Pihak perusahaan membayar gaji para pegawai dengan tepat waktu

3) Perusahaan menyediakan kotak kritik dan saran untuk menyuarakan perusahaan yang lebih baik.

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa pengawasan tidak langsung yang dilakukan pimpinan baik lisan maupun tulisan menggunakan tiga cara yaitu berkala, mendadak dan melalui absensi harian pegawai.

1) Pengawasan berkala adalah pengawasan barang dan/atau jasa yang dilakukan dalam waktu tertentu berdasarkan prioritas barang dan/atau jasa yang akan diawasi sesuai program.

2) Pengawasan mendadak, adalah pengawasan yang dilakukan secara mendadak untuk mengetahui apakah pelaksanaan atau peraturan-peraturan yang ada telah dilaksanakan atau tidak dilaksanakan dengan baik. Pengawasan mendadak ini sekali-sekali perlu dilakukan, supaya kedisiplinan karyawan tetatp terjaga dengan baik.

3) Absensi harian pegawai adalah pengawasan yang dilihat dari daftar hadir para pegawai.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengawasan Terhadap Distribusi

Dokumen terkait