• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN Karakteristik Responden

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEPUASAN PASIEN

HASIL PENELITIAN Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden (56,45%) memiliki jenis kelamin laki-laki, sebagian besar responden(67,9%) memiliki umur pada >35 tahun, sebagian besar responden (47,4%) memiliki pendidikan pada tingkat SMA, persentase terbesar (48,7%) responden mempunyai pekerjaan wiraswasta

Pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pada pemasangan infus Tabel 1 Pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pada pemasangan infus

Komunikasi Terapeutik Frekuensi Persentase

Baik 27 34,6%

Cukup 33 42,3%

Kurang 18 23,1%

Jumlah 78 100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar melakukan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada kategori cukup berjumlah 33 responden (42,3%).

Kepuasan pasien

Tabel 2 Distribusi Frekuensi kepuasan pasien

Kepuasan Frekuensi Persentase

Sangat Puas 11 14,1%

Puas 40 51,3%

Kurang Puas 23 29,5%

Tidak Puas 4 5,1%

Jumlah 78 100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar memiliki kepuasan pada kategori puas berjumlah 40 responden (51,3%).

% 100 X N f P

492 Hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus

Tabel 3 Crosstabs hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien Komunikasi Terapeutik Kepuasan Total Jumlah χ2 ρ value Sangat Puas Puas Kurang Puas Tidak

Puas n % N % n % n % n % Baik 8 10,3% 17 21,8% 2 2,6% 0 0% 27 34,6% 18,545 0,005 Cukup 3 3,8% 14 17,9% 14 17,9% 2 2,6% 33 42,3% Kurang 0 0 % 9 11,5% 7 9,0% 2 2,6% 18 23,1% T o t a l 11 14,1% 40 51,3% 23 29,5% 4 5,1% 78 100%

Berdasarkan hasil analisa statistik di atas, χ2

hitung (18,545) > χ2tabel (12,6) dan ρ value = 0,005 (ρ<0,050), maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013.

PEMBAHASAN

Pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pada pemasangan infus

Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 78 responden di ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan pelaksanaan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat pada kategori cukup berjumlah 33 responden (42,3%). Hal ini disebabkan karena perawat yang ada diruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai telah terbiasa melakukan komunikasi terapeutik kepada pasien dan sudah menjadi standar operasional prosedur sehingga pada saat melakukan tindakan keperawatan selalu didahului dengan komunikasi terapeutik yang baik.

Komunikasi terapeutik merupakan keterampilan dasar untuk melakukan wawancara dan penyuluhan dalam praktek keperawatan. Kegunaan komunikasi terapeutik itu sendiri adalah untuk mendorong dan mengajarkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat pasien. Dimana proses komunikasi yang baik dapat memberikan pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien dalam rangka mengatasi persoalan yang dihadapi.6

Kepuasan pasien

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 78 responden di ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 diketahui bahwa berjumlah 40 responden (51,3%) yang menyatakan puas pada saat pemasangan infus di Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon, hal ini di sebabkan karena perawat menjelaskan manfaat, tujuan serta dampak apabila tidak dilakukan pemasangan infus.

Kepuasan seseorang (pekerja, pasien atau pelanggan) berarti terpenuhinya kebutuhan yang diinginkan yang diperoleh dari pengalaman melakukan sesuatu, pekerjaan, atau memperoleh perlakuan tertentu dan memperoleh sesuatu sesuai kebutuhan yang diinginkan.7

Hasil penelitian ini sesuai juga dengan pendapat Nugroho yang menyatakan bahwa kepuasan adalah suatu tingkatan rasa pasien setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya.7

Pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan Pasien.

Hasil analisa statistikChi Square diperoleh nilai χ2hitung (18,545) > χ2tabel (12,6) dan ρ

493

pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013.

Responden yang melakukan komunikasi terapeutik terhadap tindakan infus sejumlah 33 responden (42,3%) yaitu berkategori cukup, sedangkan responden yang menyatakan puas pada saat pemasangan infus di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon sebanyak 40 responden (51,3%).

Adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik terhadap tindakan infus dengan kepuasan pasien di Ruang IGD Rumah Sakit Ciremai Cirebon, hal tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa perawat dituntut untuk melakukan komunikasi terapeutik dalam melakukan tindakan keperawatan agar pasien atau keluarganya tahu tindakan apa yang akan dilakukan terhadap pasien.6Penerapan komunikasi terapeutik dalam pelayanan keperawatan oleh perawat dapat meningkatkan hubungan saling percaya, namun penerapan yang tidak efektif dapat mengganggu hubungan yang terapeutik antara pasien dan perawat dan akan berdampak pada ketidakpuasan pasien. Kepuasan pasien sangat berkaitan erat dengan kemampuan komunikasi atau komunikasi terapeutik yang diterapkan perawat dalam berhubungan dengan pasien. Kepuasan pasien itu sendiri adalah hasil penilaian pasien berdasarkan perasaanya, terhadap penyelenggaraan pelyanan kesehatan di rumah sakit yang telah menjadi bagian dari pengalaman atau yang dirasakan pasien dirumah sakit; atau dapat dinyatakan sebagai cara pasien rumah sakit mengevaluasi sampai seberapa besar tingkat kualitas pelayanan dari rumah sakit, sehingga dapat menimbulkan tingkat rasa kepuasan.7

Sehingga pada penelitian ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dengan kondisi yang ada dilapangan dimana, sebagian sebasar menyatakan puas terhadap pelaksaan komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh petugas kesehatan (perawat dan dokter).

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, makan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pada pemasangan infus di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 berada kategori cukup 33 responden (42,3%).

2. Kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 sebagian besar pada kategori puas 40 responden (51,3%).

3. Ada hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013.

SARAN

1. Bagi Ilmu Keperawatan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk menambah khasanah keilmuan khususnya pada pelaksanaan komunikasi terapeutik antara perawat dengan klien.

2. Bagi Perawat

Hasil penelitian ini hendaknya dipraktikan oleh perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik sehingga kepuasan pasien terhadap pelayanan di Rumah Sakit Ciremai dapat meningkat.

3. Bagi Rumah Sakit

Pihak rumah sakit hendaknya menganjurkan pelaksanaan komunikasi terapeutik bagi perawat saat melakukan tindakan asuhan keperawatan pemasangan infus sehingga pelaksanaan komunikasi antara perawat dengan klien dapat berjalan dengan baik.

494

4. Pasien

Pasien hendaknya melakukan komunikasi dengan baik agar perawat dapat melakukan asuhan keperawatan dengan baik dan maksimal.

5. Bagi peneliti Lain

Dapat digunakan sebagai bahan penelitian selanjutnya, khususnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap komunikasi terapeutik oleh perawat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Suryawati, S. Improving access to narcotic analgesics: the international control system

and options for quantification method. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan;2011

2. J. Supranto. “Pengukuran Tingkat kepuasan Pelanggan”.Jakarta:Rineka Cipta;2003 3. Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan

Pengendalian,

Jilid 2. Jakarta:Penerbit Erlangga;2004

4. Notoatmodjo,Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan II. Edisi Revisi.Jakarta: Rineka Cipta;2005

5. Arikunto. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Adi Mahastya;2006 6. Abdul, N. dkk. Komunikasi dalam Keperawtan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Salemba

Medika.Komunikasi Untuk Perawat. Jakarta: EGC;2009

495

HUBUNGAN PERAN SERTA KADER DENGAN CAKUPAN