ASPEK KEBAHASAAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitalitif untuk mengetahui begaimana kemampuan berbicara mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia khususnya dari aspek kebahasaan. Peneliti melalukan penelitian sesuai dengan tahap-tahap yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya.
Adapun hasil tes kemampuan berbicara dan wawancara secara umum yang peneliti temui di uraikan sebagai berikut :
a. Hasil tes dengan mahasiswa
Tes dengan mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia angkatan 2012 pada hari kamis 23 mei 2016 di Universitas Muhammadiyah Makassar. Dalam observasi ini peneliti melakukan tes kemampuan berbicara dengan mendengarkan cerita tentang pangalaman pribadi dari responden secara langsung berdasarkan aspek kebahasaan yaitu
lafal, kosa kata, dan struktur dengan kriteria baik sekali, baik, Cukup, kurang, dan sangat kurang. Adapun hasil tes kemampuan berbicara yang peneliti peroleh di lapangan dapat di uraikan sebagai berikut :
1) Penggunaan lafal yang yang tidak tepat
Dalam tuturan ada sejumlah fonem yang dilafalkan tidak sesuai dengan lafal yang tepat sehingga lafal tersebut menjadi tidak baku. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada bulan april sampai dengan juni 2016 dari 20 mahasiswa terdapat 1 mahasiswa yang mendapat nilai A, 7 mahasiswa mendapat nilai B, 10 mahasiswa mendapat nilai C, dan 2 mahasiswa mendapat nilai D, Hal ini digambarkan pada tabel berikut
Tabel 1.tes kesalahan pelafalan
Pelafalan Baku Pelafalan Tidak Baku
Menghafal Aktip Segera Pitnah Sebelum Repisi Negatif Ijin Mencolok Ijasah Negeri Jaman Daftar Pitamin Masjid Rapih November Cedera Karena Insyaf Kreatif Lobang
Berdasarkan tabel hasil tes kemampuan berbicara di atas, terdapat 11 pelafalan baku dan 11 pelafalan tidak baku. Contohnya dalam kalimat dibawah ini :
Mahasiswa 1
“Sewaktu SMA saya aktip dalam kegiatan ektrakurikuler”.
Pada kutipan kalimat di atas terdapat kasalahan pelafalan yaitu kata aktip seharusnya menjadi aktif
Mahasiswa 2
“Saya telah di pitnah mencuri uang teman”.
Pada kutipan kalimat di atas terdapat kesalahan pelafalan yaitu kata pitnah seharusnya menjadi fitnah.
Mahasiswa 3
“Proposal saya sudah 2 kali repisi”.
Pada kutipan kalimat di atas terdapat kesalahan pelafalan yaitu kata repisi seharusnya menjadi revisi.
Mahasiswa 4
“ Pada waktu itu saya tidak diberi ijin untuk pergi ke objek wisata tanjung bira”.
Pada kutipan kalimat di atas terdapat kesalahan pelafalan yaitu kata ijin seharusnya menjadi izin .
Mahasiswa 5
Pada kutipan kalimat di atas terdapat kesalahan pelafalan yaitu kata ijasah seharusnya menjadi ijazah.
Mahasiswa 6
“ Sekarang baju itu sudah di anggap ketinggalan jaman”.
Pada kutipan kalimat di atas terdapat kesalahan pelafalan yaitu kata jaman seharusnya menjadi zaman.
Mahasiswa 7
“ Saya harus minum pitamin tiga kali sehari”.
Pada kutipan kalimat di atas terdapat kesalahan pelafalan yatu kata pitamin seharusnya menjadi vitamin.
2) Kesalahan dalam bentuk kosa kata.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapar kesalahan dalam bentuk kosa kata yaitu sebagai berikut :
Kosa kata yang tidak tepat Kosa kata yang tepat
Silakan Silahkan Aktivitas Aktifitas Kwalitas Kualitas Manfa’at Manfaat Merubah Mengubah Praktek Praktik
Berdasarkan tabel kesalahan dalam bentuk kosakata diatas terdapat tujuh kosa kata yang tidak tepat. Adapun kutipan kalimatnya adalah sebagai berikut: Mahasiswa 1
“ Silakan duduk di kursi kosong itu”.
Pada kutipan kalimat tersebut terdapat kesalahan dalam bentuk kosakata yaitu silakan seharunya menjadi silahkan.
Mahasiswa 2
“ Semoga masalah ini saya tidak mengganggu aktivitas kamu”.
Pada kutipan kalimat tersebut terdapat kesalahan dalam bentuk kosakata yaitu aktivitas seharusnya menjadi aktifitas.
Mahasiswa 3
“ Sekolah SMK itu menghasilkan siswa siswi yang berkwalitas”.
Pada kutipan kalimat tersebut terdapat kesalahan dalam bentuk kosakata yaitu kwalitas seharusnya menjadi kualitas.
Mahasiswa 4
“Saya tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya”.
Pada kultipan kalimat tersebut terdapat kesalahan dalam bentuk kosakata yaitu manfa’at seharusnya menjadi manfaat.
Mahasiswa 5
“ Saya Telah Merubah Bentuk Muka Dengan Melakukan Operasi Plastik”.
Pada kultipan kalimat tersebut terdapat kesalahan dalam bentuk kosakata yaitu merubah seharusnya menjadi mengubah.
Mahasiswa 6
“ Sewaktu SMK saya mengikuti latihan praktek membua cake”.
Pada kutipan kalimat tersebut terdapat kesalahan dalam bentuk kosakata yaitu praktek seharusnya menjadi praktik.
3) Penggunaan struktur kalimat yang tidak tepat.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapar penggunaan struktur kalimat yang tidak tepat yaitu sebagai berikut :
Contoh 1
“ ayah mengajari menyetir”
Pada kutipan kalimat tersebur tidak sesuai dengan struktur kalimat yang tepat karena tidak sesuai dengan SPOK. Adapun contoh kalimat yang tepat adalah sebagai berikut:
Ayah mengajari saya menyetir mobil di jalan raya S P O K
Contoh 2
Informasi itu saya dapatkan dari minggu lalu
Pada kutipan kalimat tersebut tidak sesuai dengan struktur kalimat yang tepat karena OSPK bukan SPOK. Adapun contoh kalimat yang tepat adalah sebagai berikut:
Saya mendapatkan informasi itu sejak minggu lalu S P O K
Contoh 3
Sewaktu kecil di lapangan saya suka bermain layangan
Pada kutipan kaliamat dia atas tidak sesuai dengan struktur kalimat yang tepat karena tidak berdasarkan SPOK. Adapun contoh kalimat yang tepat adalah sebagai berikut:
Saya suka bermain layangan sewaktu kecil di lapangan S P O K
Contoh 4
Sejak duduk di bangku sekolah dasar saya suka belajar bahasa indonesia
Pada kutipan kaliamat dia atas tidak sesuai dengan struktur kalimat yang tepat karena tidak berdasarkan SPOK. Adapun contoh kalimat yang tepat adalah sebagai berikut:
Saya suka belajar bahasa indonesia sejak duduk di bangku sekolah dasar S P O K
b. Hasil wawancara dengan mahasiswa
Wawancara deng an mahasiswa pada hari seni, selasa, dan rabu, tanggal 16, 17, dan 18 mei 2016 di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Apakah yang anda ketahui tentang bahasa indonesia? Pertanyaan 1
Narasumber 1
“Menurut pendapat saya bahasa indonesia itu, bahasa yang mesti di pelajari mulai di SD, ESEMP, dan ESEMkA”.
Narasumber 2
“Menurut saya bahasa indonesia adalah bahasa bahasa resmih yang digunakang dalam situasi formal”.
Narasumber 3
“Menurut pendapat saya bahasa indonesia adalah bahasa yang mengatur segalah tata bahasa”.
Narasumber 4
”Menurut pendapat saya bahasa indonesia adalah bahasa persatuan indone sia”.
Narasumber 5
”Menurut saya bahasa indonesia itu bahasa yang tumbuh dan berkembang di indonesia”.
Jawaban dari kelima narasumber di atas dapat peneliti simpulkan bahwa kemampuan berbicara yang dimiliki jika ditinjau dari aspek
kebahasaan masih kurang, Dari segi pelafalan kata ESEMPE dan ESEMKA seharusnya SMP dan SMK, kata resmih seharusnya resmi, kata segalah seharusnya segala dan kata digunakang seharusnya digunakan. Dari segi struktur kalimat kurang tepat.
Pertanyaan 2
Mengapa anda memilih jurusan bahasa indonesia di Universitas Muhammadiyah Makassar?
Narasumber 1
“Saya memilih jurusan bahasa indonesia karena saya senang belajar bahasa indonesia”.
Narasumber 2
“Saya memilih jurusan bahasa karena ingin tmendalami ilmu bahasa indonesia”.
Narasumber 3
“Saya memilih jurusan bahasa indonesia karena saya ingin belajar tampil didepan umum”.
Narasumber 4
“Saya memilih jurusan bahasa indonesia awalnya terpaksa namun terus saya jalani lambat laun saya jadi faham bahwa belajar bahasa indonesia itu penting”.
Narasumber 5
Berdasarkan hasil wawancara dari 5 responden dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kesalahan saat melafalkan kata demi kata sehingga terkesan tersendat-sendat saat berbicara dan jawaban yang diberikan asal-asalan.
Pertanyaan 3
Sejauh ini kendala apa sajakah yang anda peroleh saat mengikuti perkuliahan?
Narasumber 1
“Sejauh ini kendala yang saya hadapi saat mengikuti perkuliahan yaitu terlalu banyak tugas yang diberikan oleh dosen belum selesai yang satu ada lagi tugas lainnya dan waktu yang diberikan hanya sedikit.
Narasumber 2
“ Kendala yang saya hadapi saat mengikuti perkuliahan yaitu dosen yang terlalu pelit ssat memberikan nilai dan terkadang saya sudah rajin dan aktif didalam kelas tetapi nilai yang diberikan kurang memuaskan”. Narasumber 3
“ Kendala yang dihadapi pada saat perkuliahan yaitu biaya kuliah yang mahal sehingga terkedala pada saat pembayaran tiba”.
Narasumber 4
“ Kendala yang dihadapi yaitu sulutnya membagi waktu untuk kuliag dan waktu untuk organisasi”.
“ Kendala yang saya hadapi yaitu dosen yang terkadang terlambat dan tidak masuk sehingga aktifitas perkulihan menjadi lumpuh”.
Berdasarkan wawancara yang dilakakukan terhadap 5 responden dapat dismpulkan bahwa struktuktur kalimat yang diucapkan masih kurang tepat ”.
Pertanyaan 4
Menurut anda apakah pelayanan yang diberikan oleh kampus sudah maksimal?
Narasumber 1
“ Menurut pendapat saya pelayanannya masih kurang memuaskan karena sering terjadi perubahan jadwal diawal semester oleh beberapa dosen”. Narasumber 2
“Menurut pendapat saya pelayanan yang diberikan oleh kampus ,asih kurang maksimal karena keterlambatan penginfutan nilai yang dilakukan oleh prodi”.
Narasumber 3
“ Menurut pendapat saya palayanan yang diberikan oleh kampus kurang maksimal karena pelayanannya sangat lambat”.
Adapun hasil wawancara yang dilakukan terhadap 4 responden dapat disimpulkan bahwa struktur penyusunan kalimatnya kurang tepat kerena reponden hanya memberikan jawaban singkat
B. Pembahasan
Kemampuan berbicara dalam aspek kebahaaan sangat penting diterapkan dalam kegiatan berbicara mahasiswa karena itu merupakan bekal yang sangat penting untuk kedepannya penerapannya pun mudah, cukup mengaitkan topik maupun materi atau topik pembelajaran dengan kehidupan nyata. Untuk mengaitkannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, selain karena memang materi yang dipelaj ari secara langsung terkait dengan kondisi. Juga bisa disiasati dengan sumber belajar, media dan sebagainya, yang memang baik secara langsung dan terkait Sehingga pembelajaran tidak hanya difokuskan kepada pembekalan kemampuan pemahaman yang bersifat teotri.
Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap 20 mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia dengan malakukan tes kemampuan berbicara menujukkan bahwa masih terdapat I mahasiswa mendapat nilai A, 7 mahasiswa mendapat nilai B, 10 mahasiswa yang mendapatkan nilai C, dan 2 mahasiswa mendapat nilai D dan hasil wawancara dari lima pertanyaan terhadap lima narasumber yaitu masih terdapat kesalahan pelafalan, Kasalahan dalam bentuk kosa kata, dan penggunaan struktur kalimat yang tidak tepat. dari hasil tes kemampuan berbicara dan wawancara menunjukkan kamampuan berbicara mahasiswa masih kurang terutama dalam aspek kebahasaan,
45
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, peneliti mengambil kesimpulan bahwa kegiatan berbicara mahasiswa FKIP Unismuh Makassar, hampir setiap hari bahkan dalam setiap aktifitas dalam kehidupan sehari-hari, penelitian yang dilakukan terhadap 20 mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia dengan malakukan tes kemampuan berbicara menujukkan bahwa terdapat I mahasiswa mendapat nilai A, 7 mahasiswa mendapat nilai B, 10 mahasiswa yang mendapatkan nilai C, dan 2 mahasiswa mendapat nilai D dan hasil wawancara dari empat pertanyaan terhadap lima narasumber yaitu masih terdapat kesalahan pelafalan, Kasalahan dalam bentuk kosa kata, dan penggunaan struktur kalimat yang tidak tepat. dari hasil tes kemampuan berbicara dan wawancara menunjukkan kamampuan berbicara mahasiswa masih kurang terutama dalam aspek kebahasaan,
Sedangkan, faktor penyebab terjadinya kesalahan berbicara mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan sastra indonesia Unismuh Makassar, yaitu:
1. Faktor bahasa, Dalam berkomunikasi mahasiswa menggunakan bahasa sebagai media lisan. .
2. Ingin membangun keakraban,
4. Ada pula yang ingin terlihat sebagai orang terpelajar, 5. Tidak kaku atau luwes untuk meningkatkan solidaritas. B. Saran
Dalam penelitian ini, penulis mempunyai beberapa saran yaitu:
1. Khusus kepada mahasiswa, hendaknya membiasakan menggunakan bahasa baku sehingga tidak terjadi kesalahan berbicara dalam situasi formal.
2. Mahasiswa FKIP Unismuh Makassar, agar dalam berbicara hendaknya selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar tidak terjadi kesalahan dalam berbicara atau bertutur dengan lawan bicara.
3. Mahasiswa FKIP Unismuh Makassar, sebagai calon pendidik yang akan berbagi ilmu dengan peserta didik kelak, agar mulai dari sekarang mengurangi menggunakan bahasa daerah apabila berada dalam situasi formal.
4. Mahsiswa/rekan yang ingin melanjutkan penelitian yang sama, diharapkan dapat menggunakan karya ini sebagai bahan perbandingan.
pertama dari 2 bersaudara, pasangan suami istri Muhammad Sopyan dengan Halija. Penulis mulai memasuki pendidikan formal pada tahun 2001 dan menamatkan pendidikan pada tahun 2006 di SD Inpres Palakka, kemudian pada tahun 2009 penulis menamatkan pendidikan di SMP Negeri 3 Barru, selanjutnya pada tahun 2012 penulis menamatkan pendidikan di SMKN 1 Barru. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke Universitas Muhammadiyah Makassar dengan mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Tahun 2016 penulis sedang menyelesaikan sebuah karya ilmiah yang berjudul “Kemampuan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar”.