• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi umum daerah penelitian ini dideskripsikan bertujuan untuk

memberikan gambaran yang jelas mengenai keadaan penelitian dan objek penelitian

yang berhubungan dengan masalah penelitian. Latar belakang yang dideskripsikan

meliputi kondisi fisik dan kondisi sosial daerah penelitian.

1. Kondisi Fisik Daerah Penelitian a) Letak Astronomis

Waduk Cacaban Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal

secara geografis terletak antara 109‟11‟28” BT sampai dengan 109‟14‟58” BT dan 7‟1‟31” LS sampai dengan 7‟4‟18” LS.

b) Letak Administrasi

Secara Administrasi kawasan obyek wisata Waduk Cacaban merupakan bagian dari desa Karanganyar Kecamatan Kedungbanteng dengan batas-batas sebagai berikut :

Utara : Kecamatan Suradadi

Timur : Kec. Jatinegara, Kec. Warureja Barat : Kecamatan Jatinegara

Kabupaten Tegal, Desa Karanganyar ini memiliki 34 RT dan 14 RW dan memiliki luas wilayah sekitar 457.289 hektar. Kelurahan Karanganyar berbatasan langsung dengan Kelurahan Dukuhjati Wetan di sebelah utara, sedangkan di wilayah timur berbatasan langsung dengan Kelurahan Tonggara, sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Panujah, dan di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Pangkah. Berikut adalah Kondisi Umum Kelurahan Karanganyar:

2. Kondisi Penggunaan Lahan

Data mengenai penggunaan lahan suatu daerah sangat diperlukan, guna mengetahui pemanfaatan lahannya sesuai dengan aturan atau tidak, berikut adalah penggunaan lahan di Kelurahan Karanganyar.

Tabel 4.1 Penggunaan Lahan di Kelurahan Karanganyar

Penggunaan lahan Jumlah (Ha) Persentase (%)

Tanah Keperluan Fasilitas sosial

a. Masjid/Musholla b. Gereja Tanah kering a. Pekarangan b. Tegalan - 22 - 61.666 Ha 207.731 Ha - 0,004 - 13,48 45,42 Jumlah 457.289 Ha 100,00

Sumber: Data Monografi Kelurahan Karanganyar tahun 2011

Berdasarkan Tabel 4.1 Penggunaan lahan di kelurahan Karanganyar paling banyak

adalah Tegalan yaitu sebesar 207.731 Ha atau sekitar (45,42%), dan yang paling sedikit

informasi mengenai data demografis suatu wilayah. Data mengenai jumlah penduduk, persebaran dan susunan penduduk menurut berbagai kelompok umur yang sesuai dengan perencanaan akan sangat membantu keberhasilan suatu kebijakan pembangunan yang akan diambil.

a) Komposisi Penduduk Menurut Umur

Distribusi penduduk menurut kelompok umur dimaksudkan untuk

mengetahui dengan jelas jumlah penduduk yang memiliki usia produktif, dan jumlah

penduduk yang memiliki usia non produktif. Untuk lebih jelasnya mengenai penduduk

yang memiliki usia produktif dan penduduk yang memiliki usia non produktif dalam

penelitian ini dapat dilihat pada pada Tabel 4.2.

Tabel 4 . 2 Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kelurahan Karanganyar

Kelompok umur L P Jumlah Persentase (%)

0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ 456 259 177 200 225 559 235 460 210 345 200 125 177 350 45 26 340 110 747 109 205 115 450 101 107 210 116 350 210 124 360 139 796 369 924 309 430 674 685 561 317 555 316 475 387 474 405 165 10,15 4,7 11,78 3,9 5,4 8,5 8,7 7,1 4,0 7,0 4,0 6,0 5,0 6,0 5,1 2,1 Jumlah 4.049 3.793 7.842 100,00 Sumber: Data Monografi Kecamatan Kedungbanteng Tahun 2011

b) Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Data mengenai mata pencaharian penduduk bisa menggambarkan karakteristik suatu daerah, berikut adalah komposisi penduduk menurut mata pencaharian di Kelurahan Karanganyar disajikan dalam Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Komposisi Penduduk menurut Mata Pencaharian di Kelurahan Karanganyar

Jenis mata pencaharian Jumlah Persentase (%)

Pertanian pertambangan Industri

Listrik, Gas dan Air kontruksi Pedagang Jasa Persewaan Perantara keuangan Jasa sosial Lain-lain 1738 1 28 - 4 103 28 220 3 34 23 79,65 0,04 1,28 - 0,18 4,72 1,28 10,08 0,13 1,55 1,05 Jumlah 2182 100,00

Sumber: Data Monografi Kelurahan Karanganyar Tahun 2011

Berdasarkan Tabel 4.3 komposisi penduduk menurut mata pencaharian di Kelurahan Karanganyar didominasi Pertanian sebesar 1738 atau (79,65%), karena wilayah Kelurahan Karanganyar sebagian besar lahan pertanian.

c) Gambaran umum obyek wisata waduk Cacaban

Waduk cacaban mulai digagas sejak tahun 1914 dan dibuat perencanaan detailnya pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan fisiknya dimulai pada tahun 1952 dimana peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno pada tanggal 16 September 1952.

daerah perbukitan. Kondisi ini akan mempengaruhi ”Charakteristics run off” yang

akan masuk ke waduk Cacaban.

Berdasarkan data dari Kantor Pariwisata Kabupaten Tegal, jumlah wisatawan yang datang ke obyek wisata waduk Cacaban antara periode 2005-2012 cenderung mengalami penurunan bisa dilihat dalam tabel 4.4.

Tabel 4.4 Jumlah Pengunjung Obyek Wisata Waduk Cacaban 2008 – 2012.

Sumber : Kantor Pariwisata Kabupaten Tegal

Berdasarakan Tabel 4.4 bahwa jumlah pengunjung obyek wisata waduk Cacaban pada tahun 2008 sebesar 22.302 jiwa, namun pada tahun 2009 mengalami penurunan yaitu 20,65% menjadi 17.696 jiwa. Tahun 2010 jumlah pengunjung mengalami penurunan kembali yaitu 20,75% menjadi 3.672 jiwa. Namun pada tahun 2011 dan tahun 2012 jumlah pengunjung mengalami peningkatan yaitu 10,59% dan 6,03%.

No. Tahun Kunjungan Pengunjung

(jiwa) Kenaikan Angka % 1. 2. 3. 4. 2008 2009 2010 2011 22.302 17.696 14.024 15.510 -4.606 -3.672 1.486 936 20,65 20,75 10,59 6,03

wisata agar memiliki daya tarik lebih sehingga dapat menaikkan kembali jumlah pengunjung.

d) Unsur-unsur yang menunjung daya tarik di obyek wisata waduk Cacaban di Kecamatang Kedungbanteng Kabupaten Tegal.

1. Daya tarik wisata

Waduk cacaban selain mempunyai fungsi sebagai sumber air untuk irigasi, juga merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai wisata air maupun wisata alam. Kawasan wisata alam obyek wisata waduk Cacaban merupakan salah satu aset pemerintah Kabupaten Tegal sebagai obyek wisata dari beberapa obyek wisata lainnya.

Potensi wisata yang ada di kawasan wisata alam obyek wisata waduk Cacaban antara lain meliputi :

a. Pemandangan alam

Sebagai kawasan wisata alam pemandangan alam yang indah merupsksn modal dasar yang diandalkan dan kawasan waduk Cacaban memang memiliki pemandangan yang indah, hamparan air waduk sejauh mata memandang dilingkari oleh bukit-bukit sebagai sabuk hijau dan pulau-pulau kecil yang ada didalamnya melengkapi keindahannya.

b. Bangunan bersejarah pada waduk

Disamping mempunyai pemandangan yang indah kawasan obyek wisata waduk Cacaban menyuguhkan bangunan bersejarah berupa bendungan atau waduk yang dibangun tahun 1952 yang diresmikan oleh presiden Soekarno.

difungsikan sebagai wisata air antara lain menggunakan kapal dengan membayar Rp. 20.000 penggunjung sudah bisa berkeliling menikmati pemandangan waduk Cacaban.

d. Panggung hiburan

Obyek wisata waduk Cacaban disamping sebagai mempuyai pemandangan yang indah juga mempunyai panggung hiburan untuk pentas musik atau event-event lainnya.

e. Taman bermain

Taman bermain terletak di bawah bangunan bendungan utama yang fungsinya untuk tempat bermain dan bersantai para pengunjung, ditempat ini pengunjung dapat sepuasnya bermain terutama anak-anak karena ditempat ini disediakan fasilitas bermain sseperti ayunan dan papan luncur.

f. Bukit mbah Santi

Bukit mbah Santi merupakan tempat untuk yang ingin melakukan aktivitas bumi perkemahan dilakukan kebanyak oleh para pelajar baik yang dari dalam Kabupaten Tegal maupun dari luar Kabupaten Tegal khususnya Kota Tegal. 2. Prasarana

Prasarana adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan wisata, diantaranya adalah :

berlobang dan jalan tersebut masih terbilang kecil yang masih bisa dilalui oleh kendaraan pribadi, sepeda motor dan angkutan.

b. Listrik

Obyek wisata waduk Cacaban sumber daya listrik digunakan untuk penerangan dan sumber tenaga, saat ini kebutuhan listrik sebagian besar terlayani oleh PLN namun belum secara keseluruhan, kebutuhan listrik di obyek wisata waduk Cacaban hanya terpakai di warung makan karena kawasan-kawasan yang dirasa kurang memerlukan penerangan tidak menggunakan listrik.

c. Air bersih

Kebutuhan air bersih di obyek wisata waduk Cacaban dimanfaatkan untuk keperluan wisatawan, penduduk yang berjualan di obyek wisata waduk Cacaban, dan untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus). Dalam pemanfaatan sumber air bersih penduduk maupun pengunjung memanfaatkan air PDAM yang sudah masuk obyek wisata waduk Cacaban.

3. Sarana wisata

Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalan wisatanya. Sarana itu meliputi :

a. Masjid terletak di bawah kawasan obyek wisata waduk Cacaban.

b. Lahan parkir di obyek wisata waduk Cacaban ada dua yaitu di bawah kawasan obyek wisata waduk Cacaban dan di atas kawasan bukit mbah Santi.

warung yang lain umumnya menjual nasi pecel, makanan dan minuman kecil yang terletak diatas bangunan utama waduk secara berkelompok meskipun sudah ada tanda larangan, dan warung yang lain tersebar di bukit mbah Santi dan area bermain anak.

d. Menara pandang sarana untuk melihat pemandangan waduk Cacaban dan pulau-pulau yang berada ditengah-tengahnya.

e. Persewaan di obyek wisata waduk Cacaban ada tiga yaitu persewaan kapal, tenda dan tikar. Obyek wisata waduk Cacaban menyediakan ฀ 20 kapal yang berada di badan bangunan utama obyek wisata waduk Cacaban karena belum tersedianya dermaga yaitu pada batu repkop, kemudian menyediakan ฀ 15 tenda dan tikar yang berada di bukit mbah Santi terletak menyebar di setiap sudut obyek wisata waduk Cacaban.

f. Jasa di obyek wisata waduk cacaban meliputi jasa parkir, tiket, toilet maupun satpam. Jasa tersebut berada di bawah obyek wisata waduk Cacaban, untuk toilet di kawasan obyek wisata ada dua diantaranya di kawasan bawah dan di kawasan atas bukit mbah Santi.

4. Aksesbilitas

Obyek wisata waduk Cacaban terletak di dua jalur yaitu pertama dari kota Tegal dengan jarak 20 km dan yang kedua dari kota Slawi dengan jarak 9 km, dimana pada saat sekarang sudah tersedia angkutan umum dengan trayek Slawi–Cacaban sebanyak 25 armada, sedangkan dalam persiapan sekarang adalah pelaksanaan

Analisis deskriptif persentase bertujuan untuk memperjelas gambaran terhadap variabel-variabel penelitian, yaitu tingkat pendidikan penduduk dan aktivitas perkonomian.

a. Variabel tingkat pendidikan a) Sektor Perdagangan

Berdasarkan hasil penelitian persepsi tentang tingkat pendidikan untuk penduduk kelurahan Karanganyar yang bekerja disektor perdagangan rata-rata pendidikannya sangat tinggi yaitu SMA yaitu 11 dari 15 responden atau sekitar 73,33% dan yang SMP hanya 4 responden atau sekitar 26,67%.

Tabel 4.5 Persepsi Tingkat Pendidikan Penduduk di Sektor Perdagangan di Kelurahan Karanganyar. No Tingkat Pendidikan Penduduk % 1 SMA 11 73,33 2 SMP 4 26,67 3 SD - - 4 Tidak Sekolah - - Jumah 15 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.5 bahwa persepsi tingkat pendidikan penduduk yang bekerja di sektor perdagangan sudah banyak yang sudah lulus SMA dibandingkan dengan SMP, hal itu sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban, dengan persepsi tingkat pendidikan yang sangat tinggi akan mempengaruhi aktivitas ekonomi untuk menjadi lebih baik.

mereka bekerja disektor perdagangan yang ada di obyek wisata waduk Cacaban sehingga mereka pandai untuk berbisnis.

Untuk lebih lengkapnya data dari variable persepsi tingkat pendidikan penduduk bekerja disektor perdagangan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Hasil pengukuran variabel tingkat pendidikan penduduk yaitu dengan memberikan enam pertanyaan dengan kisaran aktual 45 % - 100 % dengan rata-rata sebesar 85,56 % dihasilkan dua kategori 70,83% - 75,00% termasuk kategori tinggi, 75,01% - 100% dengan katergori sangat tinggi.

Dengan rata-rata sebesar 85,56% dapat diketahui bahwa persepsi tingkat pendidikan penduduk di obyek wisata waduk Cacaban adalah sangat tinggi. Secara rinci hasil analisis deskripsi variabel persepsi tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dalam Tabel 4.6.

Tabel 4.6 Rangkuman Analisis Deskriptif Presentase Persepsi Penduduk Yang Bekerja di Sektor Perdagangan Terhadap Tingkat Pendidikan.

NO Interval (%) Kriteria Jumlah

Frekuensi Persen 1 56,25 - ≤ 71,25 Sangat tinggi 11 73,33 2 41,25 - ≤ 56,25 Sedang 4 26,67 3 26,25 - ≤ 41,25 Rendah 0 0,00 4 11,25 - ≤ 26,25 Sangat rendah 0 0,00 Jumlah 15 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh gambaran persepsi tingkat pendidikan sebanyak 11 responden (73,33%) termasuk dalam kategori sangat tinggi, sebanyak 4 responden (26,67%) termasuk dalam kategori sedang.

meliputi penjual nasi pecel, penjual makanan dan minuman kecil dan penjual ikan bakar di warung apung. Berikut tabel profesi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan.

Tabel 4.7 Profesi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan.

No Tingkat

Pendidikan

Frekuens i

Profesi (%)

1 SMA 2 Penjual ikan

bakar 13,33 2 SMP 5 Penjual nasi pecel 33,33 3 SD 8 Penjual makanan dan minuman 53,33 Jumla h 15 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.7 diperoleh gambaran tingkat pendidikan terhadap profesi di obyek wisata waduk Cacaban dari 15 responden menunjukkan bahwa 2 responden atau 13,33% pendidikan SMA berprofesi sebagai penjual ikan bakar kemudian 5 responden atau 33,33% pendidikan SMP berprofesi sebagai penjual nasi pecel dan 8 responden atau 53,33% berprofesi sebagai penjual makanan dan minuman.

b)Sektor Jasa

Berdasarkan hasil penelitian jumlah penduduk yang bekerja disektor jasa ada 5 responden, dengan berbagai tingkat pendidikan 2 responden bekerja disektor jasa toilet kemudian 3 responden lainnya bekerja sebagai jasa tiket masuk, juru

Pendidikan penduduk yang bekerja disektor jasa toilet dari 2 responden rata-rata persepsi tentang tingkat pendidikannya sangat tinggi 100% sudah lulus SMA, menunjukan penduduk yang bekerja disektor jasa toilet persepsi terhadap tingkat pendidikan sangat tinggi.

Tabel 4.8 Persepsi Tingkat Pendidikan Penduduk di Sektor Jasa Toilet di Kelurahan Karanganyar. No Tingkat Pendidikan Penduduk % 1 SMA 2 100 2 SMP - - 3 SD - - 4 Tidak Sekolah - - Jumah 2 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.8 bahwa persepsi tingkat pendidikan penduduk yang bekerja disektor jasa toilet sudah lulus SMA, membuktikan bahwa persepsi tingkat pendidikan tidak hanya wajib belajar 9 tahun.

Untuk lebih lengkapnya data dari variabel tingkat pendidikan penduduk bekerja di sektor jasa toilet dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Hasil pengukuran variabel tingkat pendidikan penduduk yaitu dengan memberikan enam pertanyaan dengan kisaran aktual 45 % - 100 % dengan rata-rata sebesar 93,75% dihasilkan 1 kategori 93,67% - 100% dengan katergori sangat tinggi.

Dengan rata-rata sebesar 93,75% dapat diketahui bahwa pendidikan penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban adalah sangat tinggi. Secara rinci hasil analisis deskripsi variabel tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dalam tabel 4.9.

Frekuensi Persen 1 7,50 - ≤9,50 Sangat tinggi 2 100 2 5,50 - ≤7,50 Sedang 0 0,00 3 3,50 - ≤5,50 Rendah 0 0,00 4 1,50 - ≤3,50 Sangat rendah 0 0,00 Jumlah 2 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.9 diperoleh gambaran tingkat pendidikan sebanyak 2 responden (100%) termasuk dalam kategori sangat tinggi walaupun mereka hanya bekerja di sektor jasa toilet namun mereka juga mementingkan pendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian pendidikan untuk penduduk kelurahan Karanganyar yang bekerja di sektor jasa satpam keamanan pendidikannya sangat tinggi lulus SMA yaitu 1 responden atau 100%.

Tabel 4.10 Persepsi Tingkat Pendidikan Penduduk di Sektor Jasa Satpam di Kelurahan Karanganyar. No Tingkat Pendidikan Penduduk % 1 SMA 1 100 2 SMP - - 3 SD - - 4 Tidak Sekolah - - Jumah 1 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.10 bahwa tingkat pendidikan penduduk yang bekerja di sektor satpam sudah lulus SMA, hal itu sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban, dengan tingkat pendidikan yang sangat tinggi akan mempengaruhi aktivitas ekonomi untuk menjadi lebih baik.

membekali ilmu pengetahuan juga dapat mempengaruhi ilmu mereka sebagai satpam keamanan obyek wisata Waduk Cacaban.

Untuk lebih lengkapnya data dari variabel tingkat pendidikan penduduk bekerja sebagai satpam dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Hasil pengukuran variabel tingkat pendidikan penduduk yaitu dengan memberikan enam pertanyaan dengan kisaran aktual 45 % - 100 % dengan rata-rata sebesar 83,33 % dihasilkan satu kategori 83,33% - 100% dengan katergori sangat tinggi.

Dengan rata-rata sebesar 83,33% dapat diketahui bahwa pendidikan penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban adalah sangat tinggi. Secara rinci hasil analisis deskripsi variabel tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dalam tabel 4.11.

Tabel 4.11 Rangkuman Analisis Deskriptif Presentase Persepsi Penduduk Yang Bekerja di Sektor Jasa Satpam Terhadap Tingkat

Pendidikan.

NO Interval Kriteria Jumlah

Frekuensi Persen 1 7,50 - ≤9,50 Sangat tinggi 1 100 2 5,50 - ≤7,50 Sedang 0 0,00 3 3,50 - ≤5,50 Rendah 0 0,00 4 1,50 - ≤3,50 Sangat rendah 0 0,00 Jumlah 1 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.11 diperoleh gambaran tingkat pendidikan sebanyak 1 responden (100%) termasuk dalam kategori sangat tinggi.

Tabel 4.12 Persepsi Tingkat Pendidikan Penduduk di Sektor Jasa Penjual Tiket di Kelurahan Karanganyar.

No Tingkat Pendidikan Penduduk % 1 SMA 1 100 2 SMP - - 3 SD - - 4 Tidak Sekolah - - Jumah 1 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.12 bahwa tingkat pendidikan penduduk yang bekerja di sektor penjual tiket sudah lulus SMA, hal itu sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban, dengan tingkat pendidikan yang sangat tinggi akan mempengaruhi aktivitas ekonomi untuk menjadi lebih baik.

Berdasarkan data penelitian pentingnya sekolah menurut para penduduk obyek wisata Waduk Cacaban itu adalah sangat penting karena sekolah dapat membekali ilmu pengetahuan juga dapat mempengaruhi ilmu mereka di sektor penjual tiket.

Untuk lebih lengkapnya data dari variabel tingkat pendidikan penduduk dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Hasil pengukuran variabel tingkat pendidikan penduduk yaitu dengan memberikan enam pertanyaan dengan kisaran aktual 45 % - 100 % dengan rata-rata sebesar 91,67 % dihasilkan satu kategori 91,67% - 100% dengan kategori sangat tinggi.

Dengan rata-rata sebesar 91,67% dapat diketahui bahwa pendidikan penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban adalah sangat tinggi. Secara rinci hasil

Tabel 4.13 Rangkuman Analisis Deskriptif Presentase Persepsi Penduduk Yang Bekerja di Sektor Jasa Penjual Tiket Terhadap Tingkat Pendidikan.

NO Interval (%) Kriteria Jumlah

Frekuensi Persen 1 7,50 - ≤9,50 Sangat tinggi 1 100 2 5,50 - ≤7,50 Sedang 0 0,00 3 3,50 - ≤5,50 Rendah 0 0,00 4 1,50 - ≤3,50 Sangat rendah 0 0,00 Jumlah 1 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan tabel 4.13 diperoleh gambaran tingkat pendidikan sangat tinggi membuktikan bahwa pendidikan sangat penting untuk memperoleh pekerjaan.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat pendidikan penduduk yang bekerja disektor juru parkir didapat hasil seperti berikut: dari 1 responden atau 100%.

Tabel 4.14 Persepsi Tingkat Pendidikan Penduduk di Sektor Jasa Juru Parkir di Kelurahan Karanganyar.

No Tingkat Pendidikan Penduduk % 1 SMA 1 100 2 SMP - - 3 SD - - 4 Tidak Sekolah - - Jumah 1 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.14 bahwa tingkat pendidikan penduduk yang bekerja di sektor juru parkir sudah lulus SMA, hal itu sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban, dengan tingkat

Berdasarkan data penelitian pentingnya sekolah menurut para penduduk obyek wisata Waduk Cacaban itu adalah sangat penting karena sekolah dapat membekali ilmu pengetahuan juga dapat mempengaruhi ilmu mereka disektor juru parkir.

Untuk lebih lengkapnya data dari variabel tingkat pendidikan penduduk dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Hasil pengukuran variabel tingkat pendidikan penduduk yaitu dengan memberikan enam pertanyaan dengan kisaran aktual 45 % - 100 % dengan rata-rata sebesar 87,50 % dihasilkan satu kategori 87,50% - 100% dengan kategori sangat tinggi.

Dengan rata-rata sebesar 87,50% dapat diketahui bahwa pendidikan penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban adalah sangat tinggi. Secara rinci hasil analisis deskripsi variabel tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dalam Tabel 4.15.

Tabel 4.15 Rangkuman Analisis Deskriptif Presentase Persepsi Penduduk Yang Bekerja di Sektor Jasa Juru Parkir Terhadap Tingkat Pendidikan.

NO Interval (%) Kriteria Jumlah

Frekuensi Persen 1 7,50 - ≤9,50 Sangat tinggi 1 100 2 5,50 - ≤7,50 Sedang 0 0,00 3 3,50 - ≤5,50 Rendah 0 0,00 4 1,50 - ≤3,50 Sangat rendah 0 0,00 Jumlah 1 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.15 diperoleh gambaran tingkat pendidikan sangat tinggi membuktikan bahwa pendidikan sangat penting untuk memperoleh pekerjaan.

jasa tukang parkir, toilet, penjual tiket dan satpam. Berikut tabel profesi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di sektor jasa.

Tabel 4.16 Profesi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan.

No Tingkat

Pendidikan

Frekuens i

Profesi (%)

1 SMA 3 Penjual tiket,

Satpam dan tukang parkir 60 2 SMP 1 Toilet 20 3 SD 1 Toilet 20 Jumla h 5 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.16 diperoleh gambaran tingkat pendidikan terhadap profesi di obyek wisata waduk Cacaban dari 5 responden menunjukkan bahwa 2 responden atau 40% pendidikan SMA berprofesi sebagai penjual tiket, satpam dan tukang parkir kemudian 1 responden atau 20% pendidikan SMP berprofesi sebagai jasa toilet dan 1 responden atau 20% berprofesi ssebagai jasa toilet.

c) Sektor Persewaan

Berdasarkan hasil penelitian jumlah penduduk yang bekerja disektor persewaan ada 33 responden, dengan berbagai tingkat pendidikan 20 responden yang bekerja di sektor persewaan kapal, 8 responden bekerja di sektor persewaan tenda, dan 6 responden bekerja di sektor persewaan tikar di obyek wisata Waduk Cacaban.

Kapal di Kelurahan Karanganyar. No Tingkat Pendidikan Penduduk % 1 SMA 15 75,00 2 SMP 2 10,00 3 SD 3 15,00 4 Tidak Sekolah - - Jumah 20 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.17 dari 20 responden bahwa 15 responden lulus SMA atau sekitar 75,00%, kemudian 2 responden lulus SMP atau sekitar 10,00% dan pendidikan rendah 3 responden lulus SD atau sekitar 15,00%.

Berdasarkan data penelitian pentingnya sekolah menurut para penduduk obyek wisata Waduk Cacaban itu adalah sangat penting karena sekolah dapat membekali ilmu pengetahuan juga dapat mempengaruhi ilmu mereka bekerja disektor Persewaan kapal.

Untuk lebih lengkapnya data dari variabel tingkat pendidikan penduduk dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Hasil pengukuran variabel tingkat pendidikan penduduk yaitu dengan memberikan enam pertanyaan dengan kisaran aktual 45 % - 100 % dengan rata-rata sebesar 85,33 % dihasilkan tiga kategori 83,33% - 100% kategori sangat tinggi, kemudian 66,67 – 75,00 kategori tinggi dan 45,83% - 62,50% dengan kategori rendah.

Dengan rata-rata sebesar 85,33% dapat diketahui bahwa pendidikan penduduk di obyek wisata Waduk Cacaban adalah sangat tinggi. Secara rinci hasil analisis deskripsi variabel tingkat pendidikan penduduk dapat dilihat dalam Tabel

Yang Bekerja di Sektor Persewaan Kapal Terhadap Tingkat Pendidikan.

NO Interval (%) Kriteria Jumlah

Frekuensi Persen 1 75,00 - ≤95,00 Sangat tinggi 15 75,00 2 55,00 - ≤75,00 Sedang 2 10,00 3 35,00 - ≤55,00 Rendah 3 15,00 4 15,00 - ≤35,00 Sangat rendah 0 0,00 Jumlah 20 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh gambaran tingkat pendidikan penduduk bahwa frekuensi paling tinggi adalah 15 responden dari 20 responden membuktikan penduduk yang bekerja disektor persewaan kapal masih ada yang pendidikannya lulus SMP maupun SD.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai tingkat pendidikan penduduk yang bekerja disektor persewaan tenda didapat hasil seperti berikut:

Tabel 4.19 Persepsi Tingkat Pendidikan Penduduk di Sektor Persewaan Tenda di Kelurahan Karanganyar.

No Tingkat Pendidikan Penduduk % 1 SMA 4 50,00 2 SMP 3 37,50 3 SD 1 12,50 4 Tidak Sekolah - - Jumah 8 100

Sumber: Hasil Analisis Data Penelitian Tahun 2012

Berdasarkan Tabel 4.19 dari 8 responden bahwa 4 responden lulus SMA atau sekitar 50,00%, kemudian 3 responden lulus SMP atau sekitar 37,50% dan 1

obyek wisata Waduk Cacaban itu adalah sangat penting karena sekolah dapat membekali ilmu pengetahuan juga dapat mempengaruhi ilmu mereka bekerja disektor persewaan tenda.

Untuk lebih lengkapnya data dari variabel tingkat pendidikan penduduk

Dokumen terkait