BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
B. Hasil penelitian
Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil peneltian ini yaitu, efektivitas UPTP BLK menteri ketenagakerjaan dalam mengatasi angka penganggura di kota Makassar, di mana penelitian menggunakan metode kualitatif yang dapat di paparkan, menjelaskan, menggambarkan dan menggali berdasarkan apa yang di ucapkan melalui wawancara dan observasi.
1. Deskriptif karakteristik informan penelitian
Jumlah imforman dalam penelitian ini adalah sebanyak 3 orang, yang terdiri dari kepala Kasubag TU yang bernama Murtono Anja A,Md, kemudian Yudha Prawira Putra seabagai staff TU, dan Andi Musakkir.
Berdasarkan wawancara yang di lakukan peneliti terhadap imforman atau hasi wawancara dengan narasumber sebagai berikut :
a. Seleksi peserta dan syarat untuk mendaftar di BLK Makassar
Adapun syarat untuk masuk di BLK Makassar menyiapkan foto copy terakhir, foto copy kk dan ktp, pas foto, mengisi formulir. Setelah mendaftar dan memenuhi persyaratan semua calon peserta harus mengikuti seleksi, dan di adakan penyaringan calon peserta yang telah terdaftar, sehingga didapatkan peserta yang memenuhi kriteria baik dalam hal standar jumlah maupun kemampuan. Berdasarkan hasil wawancara yang di kemukakan oleh salah satu imforman yaitu :
“Dalam seleksi peserta ada beberapa tahap yaitu ujian tertulis dan tes wawancara hal ini di lakukan kesusaian antara latar belakang pendidikan dan kejuruan, sehingga dalam pelatihan dapat berjalan dengan baik” (Murtono Anja A,Md) tanggal kamis,10 september 2020.
Hal yang sama pula yang di kemukakan bapak Yudha Prawira Putra selaku staff kasubag TU:
“Sesuai yang di adakan oleh UPTP BLK Makassar melalui tes tertulis dan wawancara, BLK Makassar ini di bawah naungan langsung dari kementerian ketenaga kerjaan dan bahkan bekerja sama dengan pihak perusahaan dan kependidikan universitas atau sekolah yang berada di Sulawei Selatan terkhususnya di kota Makassar sehingga dalam praktek tidak mengalami kesulitan dalam pelatihan ataupun mencari kerja (wawancara dengan Yudha Prawira Putra)” tanggal senin, 14 september 2020.
Dalam hasil wawancara dapat di simpulkan bahwa seleksi peserta memiliki beberapa tahap yaitu tes tertulis dan wawancara agar`pelatihan sesuai dengan program yang di pilih.
“Bila jumlah peserta yang lulus melebihi dari 20 orang maka sisanya menunggu atau bisa di katakan cadangan atau menunggu sampai paket pelatihan di buka kembali”
“Setiap kejuruan dapat menampung hanya 16 orang, jika yang mendaftar melebihi dari jumlah tersebut maka akan di seleksi dengan nilai yang tertingi”
Berdasarkan hasil wawancara dapat di simpulkan, daya tampung setiap jurusan maksimal 16 orang sehingga yang tidak lulus harus menunggu hingga pendaftaran terbuka kembali.
b. Metode pelatihan
Metode pelatihan yang di gunakan dalam proses pelatihan ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan shop talk. Di BLK ini diadakan evaluasi yang di pakai dalam pelatihan dengan tes terakhir komprhensif dengan menggunakan tes tertulis, berdasarkan wawancara di lapangan oleh imforman yaitu:
“Jadi dalam hal ini pedoman 20% teori dan 80% praktek. Dalam pelaksanaannya selalu didasarkan pada kebutuhan masingmasing kejuruan yang memang berbeda. Seperti pada kejuruan otomotif dimana 10% teori dan 90% praktek dan dikejuruan aneka kejuruan khususnya sub kejuruan menjahit dan bordir 25% teori dan 75% praktek. Namun perbedaan ini bukan masalah karena setiap instruktur di masing-masing kejuruan berhak untuk menentukan seberapa banyak teori yang dibutuhkan dan seberapa banyak praktek yang harus dilakukan.” (Wawancara dengan Andi Musakkir) tanggal jumat, 18 september 2020.
“Tiap kejuruan memiliki cara yang berbeda dalam pemberian materi dan praktiknya. Tapi, disetiap pelatihan memang lebih mengutamakan praktik agar para peserta dapat memahami materi dan dapat mempraktekkannya langsung”
c. Biaya pelatihan
Berdasarkan hasil wawancara maka di peroleh informasi tentang biaya pelatihan BLK Makassar yang mengemukakan tentang sumber biaya pelatihan yaitu:
“Program ini di peruntukan untuk pencari kerja dengan sumber biaya dari Anggara Belanja Negara (APBN). Pelatihan di laksanakan di dalam ataupun di luar BLK dengan program dan kurikulum yang di susun dengan kebutuhan pasar kerja. (wawancara dengan Yudha Prawira Putra) tanggal senin, 21 september 2020.
Berdasarkan hasil wawancara maka dapat di simpulkan biaya di tanggung oleh APBN dalam naungan kementerian ketebagakerjaan
d. Peran UPTP BLK dalam mengatasi pengangguran
Peran balai latihan kerja Makassar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan BLK berupa pelaksanaan tugas dan fungsinya demi mencapai tujuan, didirikannya BLK yaitu untuk menghasilkan tenaga kerja dan para pencari kerja yang berkualitas dan kompetitif melalui pelatihan,sertifikasi
kompetensi dan penempatan tenaga kerja. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan, mengemukakan bahwa:
“BLK berperan untuk memberikan kursus atau pelatihan pada masyarakat yang telah putus sekolah atau yang belum mendapatkan pekerjaan dengan meningkatkan keterampilan dalam berbagai jurusan yang tersedia sehingga mereka yang telah mendapatkan pelatihan mampu menciptakan lapangan pekerjaan atau bekerja pada perusahan industri serta menyediakan fasilitas belajar seperti penyediaan alat tulis kantor,penyediaan tenaga pengajar, penyediaan kurikulum dan penyediaan metode pelatihan.” (Wawancara dengan Murtono Anja A,Md) tanggal rabu, 23 september 2020.
“Sebagai instruktur didirikannya balai latihan kerja ini memberi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, apalagi target kita itu masyarakat yang sudah putus sekolah atau yang sedang cari pekerjaan. Disini tersedia banyak jurusan yang nantinya bisa mendukung masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan” (Wawancara dengan Yudha Prawira Putra) tanggal jumat, 25 september 2020.
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan, bahwa peran balai latihan kerja yaitu memberikan kursus atas pelatihan berbasis kompetensi terhadap angkatan kerja yang putus sekolah atau yang belum mendapatkan pekerjaan serta memberikan keterampilan di berbagai kejuruan sehingga mampuuntuk melakukan kerja sendiri atau berwirausaha.
e. Efektivitas BLK Makassar dalam mengatasi angka pengangguran.
Sejalan dengan peran BLK dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja peserta dilihat secara berhasil atau tidak berhasilnya dengan melihat indikator kualitas kerja yang mengacu pada kualitas sumber daya manusia.
1) Realisasi pelatihan UPTP BLK Makassar tahun 2017-2019. Table 4.2
Daftar peserta pelatihan institusional
Tahun Jumlah
Pendaftar Lulus seleksi
2017 1089 712
2018 875 513
2019 987 874
Sumber: data sekunder diolah UPTP BLK Makassar Table 4.3
Daftar peserta pelatihan Non institusional
Tahun Jumlah
Pendaftar Lulus seleksi
2017 614 497
2018 573 416
2019 540 432
Sumber: data sekunder diolah UPTP BLK Makassar 2) Monitoring
Sejalan dengan peran BLK dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja peserta di lihat secara berhasil atau tidak berhasilnya kualitas dan sumber tenaga manusia. Monitoring pelatihan di lakukan BLK Makassar untuk melihat efektif setidaknya pelatihan baik pelatihan institusional maupun non institusional, dalam wawancara informan mengemukakan.
“Monitoring di lakukan agar dapat melihat apakah lulusan dari pelatihan sudah atau belum bekerja, biasanya untuk melihat hasil pelatihan kita memiliki jangka waktu pelaksanaan monitoring minimal 1 tahun, karena banyaknya alumni
yang sudah bekerja baik di kota Makassar, sulawesi selatan dan seuluruh wilayah indonesia bahkan keluar negeri (wawancara dengan Murtono Anja A,Md)” tanggal senin 28 september 2020.
“monitoring dilaksanakan pada setiap tahun anggarannya untuk melihat hasil pelatihan tahun sebelumnya, lulusan 2017 akan dimonitoring pada tahun anggaran 2018, lulusan 2018 akan dimonitoring pada tahun anggaran 2019 dan begitu seterusnya” (Wawancara dengan Murtono Anja A,Md) tanggal 28 September 2020
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa monitoring dilakukan dalam jangka waktu maksimal 1 tahun setelah pelatihan selesai dalam prosedur pelaksanaan monitoring dilakukan pada pelatihan konstitusional dan non-konstitusional, informan mengemukakan bahwa :
“biasanya pada pelatihan konstitusional kami memberikan blanko yang didalamnya berisi informasi peserta yang sudah lulus apakah sudah bekerja atau belum. Blanko nantinya dikembalikan pada kami dalam jangka waktu maksimal 1 tahun atau segera dikembalikan setelah mereka bekerja sedangkan pada pelatihan non konstitusional kami akan mendatangi langsung tempat dilaksanankannya pelatihan.” (Wawancara dengan Murtono Anja A,Md ) tanggal 28 September 2020
Dari hasil monitoring imforman dapat dapat hasil dari monitoring yang di lakukan pada tahun 2017-2019.
Tabel 4.3
Jumlah lulusan tahun anggaran 2017-2019 yang dapat di monitoring. Tahun Jumla lulusan Jumlah yang dapat di
monitoring Presentase (%) 2017 1212 647 52, 7 2018 938 477 50, 7 2019 1287 569 43, 5 Jmlh 3437 1963 49, 25%
Dari jumlah peserta yang lulus apakah semua dapat termonitor imforman mengukakan bahwa:
“tidak semua peserta dapat dimonitor karena beberapa peserta yang telah lulus tidak mengembalikan blanko dan juga tidak melapor pada kami” (Wawancara dengan Yudha Prawira Putra) Tanggal 29 September 2020 “belum termonitor semuanya, kendalanya berada pada peserta pelatihan.
Mereka ada yang langsung merantau atau juga mengembangkan potensinya sehingga yang termonitor cuma sebagian saja” (Wawancara dengan Yudha Prawira Putra) tanggal 29 September 2020
Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa dari hasil monitoring sudah berjalan cukup efektif dapat dilihat dari hasil presentase jumlah peserta yang lulus dapat terserap dalam dunia kerja yang diukur sesuai dengan skala dan klasifikasi efektifitas pada tabel 2.1, dimana jika mencapai 41%-60% dikatakan cukup efektif.