BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
Berdasarkan kesepakatan dengan guru kelas, pelaksanaan penelitian dimulai pada hari kamis, 17 April 2014. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA sejumlah 30 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian siklus I dilaksanakan dalam 3 pertemuan yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
4.2.1. Siklus I 4.2.1.1Perencanaan
Perencanaan tindakan dimulai dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan matematika realistik indonesia (PMRI), dan mempersiapakan semua perangkat pembelajaran yang diperlukan yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS), dan media pembelajaran yg
digunakan dalam penelitian. Peneliti juga menyiapkan instrumen yang akan digunakan, yaitu lembar observasi keterlaksanaan Pendekatan Matematika Realistik Indonesia siswa, angket untuk keperluan pengumpulan data dan Tes Kemampuan Memahami Geometri Bangun Ruang.
Waktu pelaksanaan penelitian siklus I yang telah disepakati dengan guru kelas VA dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.1 Pelaksanaan Penelitian Siklus I
Siklus Pertemuan ke- Hari/tanggal
I 1 Kamis, 17 April 2014 2 Senin, 21 April 2014 3 Selasa, 22 April 2014
4.2.1.2 Tindakan
Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan Pendekatan Matematika Realistik Indonesia karakteristik Interaktifitas siswa. Guru mengajar sesuai dengan RPP yang telah disusun sebelumnya. Adapun hal-hal yang dilaksanakan dalam pelaksanaan tindakan ini adalah:
a) Pertemuan pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 17 April 2014, guru mengajar sesuai dengan perangkat pembelajaran yang sudah disusun dan disiapkan oleh peneliti. Pertemuan pertama disiklus I adalah penerapan Pendekatan PMRI karakteristik interaktifitas siswa. Materi yang dipelajari pada pertemuan pertama adalah mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang balok, kubus, limas.
Berikut adalah uraian kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama siklus 1 :
1. Kegiatan Awal
Pada awal pembelajaran, Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, kemudian absensi. Setelah itu, Guru memberi motivasi belajar kepada siswa serta memberi penjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
2. Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti guru membagi kelas ke dalam 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5-6 siswa. Kemudian siswa dalam kelompok memilih satu benda yang mereka amati, dan juga mengambil Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Siswa dalam kelompok mengamati benda yang sudah mereka pilih. Kemudian siswa menuliskan sifat-sifat yang dimiliki benda tersebut. Siswa juga menuliskan nama bangun dari benda yang sudah mereka pilih. Kemudian setelah menuliskan sifat dan nama bangun, siswa menggambar bangun tersebut pada kertas yang sudah dibagikan oleh guru. Setiap sifat diwarnai dengan warna yang berbeda, misalnya untuk warna rusuk merah, titik sudut biru dan untuk sisi kuning. Guru berkeliling untuk membantu apabila ada siswa kesulitan untuk mengerjakan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Guru juga meminta siswa untuk bekerjasama dalam kelompok selama mengerjakan LKS, jadi tidak ada siswa yang berbicara atau bermain sendiri selama kegiatan pembelajaran. Setelah LKS yang mereka diskusikan selesai, setiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil
diskusi kelompok dengan mengambil kertas lotre. Kelompok lain diminta untuk memperhatikan dan mencatat hasil pekerjaan dari kelompok yang sedang melakukan presentasi. Selain itu, kelompok lain yang belum presentasi diminta memberikan pertanyaan atau pendapat terhadap hasil pekerjaan kelompok yang sedang presentasi di depan kelas. Guru menanyakan kepada siswa mengenai hasil presentasi, kemudian jika masih ada jawaban yang kurang tepat guru membetulkannya. Setelah seluruh kelompok sudah presentasi di depan kelas, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari yaitu mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang yaitu balok, kubus dan limas.
3. Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir, guru memberikan evaluasi mengengai apa yang sudah dipelajari. Kemudian guru memberikan permainan “sebut benda” jika guru menyebutkan kubus, siswa secara berurutan harus menyebutkan benda yang menyerupai kubus dan guru akan mengganti bangun sesuai keinginannya. Sebagai tindak lanjut, guru memberikan PR kepada siswa untuk mencari benda-benda yang ada di sekitar mereka yang menyerupai kubus, balok dan limas. Kemudian pembelajaran ditutup dengan ucapan salam dan terimakasih.
b) Pertemuan kedua
. Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 21 April 2014, guru mengajar sesuai dengan perangkat pembelajaran yang
sudah disusun dan disiapkan oleh peneliti. Pertemuan kedua disiklus I adalah penerapan Pendekatan PMRI karakteristik interaktifitas siswa. Materi yang dipelajari pada pertemuan kedua adalah mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang tabung, kerucut dan prisma segitiga.
Adapun uraian kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan kedua, yaitu sebagai berikut.
1. Kegiatan Awal
Pada awal pembelajaran, Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, kemudian absensi. Setelah itu, Guru memberi motivasi belajar kepada siswa serta memberi penjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
2. Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti guru membagi kelas ke dalam 6 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5-6 siswa. Kemudian siswa dalam kelompok memilih satu benda yang mereka amati, dan juga mengambil Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Siswa dalam kelompok mengamati benda yang sudah mereka pilih. Kemudian siswa menuliskan sifat-sifat yang dimiliki benda tersebut. Siswa juga menuliskan nama bangun dari benda yang sudah mereka pilih. Kemudian setelah menuliskan sifat dan nama bangun, siswa menggambar bangun tersebut pada kertas yang sudah dibagikan oleh guru. Setiap sifat diwarnai dengan warna yang berbeda, misalnya untuk warna rusuk merah, titik sudut biru dan untuk sisi kuning. Guru
berkeliling untuk membantu apabila ada siswa kesulitan untuk mengerjakan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Guru juga meminta siswa untuk bekerjasama dalam kelompok selama mengerjakan LKS, jadi tidak ada siswa yang berbicara atau bermain sendiri selama kegiatan pembelajaran. Setelah LKS yang mereka diskusikan selesai, setiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok dengan mengambil kertas lotre. Kelompok lain diminta untuk memperhatikan dan mencatat hasil pekerjaan dari kelompok yang sedang melakukan presentasi. Selain itu, kelompok lain yang belum presentasi diminta memberikan pertanyaan atau pendapat terhadap hasil pekerjaan kelompok yang sedang presentasi di depan kelas. Guru menanyakan kepada siswa mengenai hasil presentasi, kemudian jika masih ada jawaban yang kurang tepat guru membetulkannya. Setelah seluruh kelompok sudah presentasi di depan kelas, guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari yaitu mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang yaitu tabung, kerucut dan prisma segitiga.
3. Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir, guru memberikan evaluasi mengengai apa yang sudah dipelajari. Kemudian guru memberikan permainan “angkat jempol” guru menyebutkan sebuah pernyataan, siswa secara berurutan harus mengangkat jempol ke atas jika pernyataan guru benar, membalikkan jempol ke bawah apabila pernyataan guru salah,
dan menggoyangkan jempol tangannya apabila siswa tersebut ragu-ragu. Sebagai tindak lanjut, guru memberikan PR kepada siswa untuk mencari benda-benda yang ada di sekitar mereka yang menyerupai tabung, prisma segitiga dan kerucut. Kemudian pembelajaran ditutup dengan ucapan salam dan terimakasih
c) Pertemuan ketiga
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 22 April 2014, guru mengajar sesuai dengan perangkat pembelajaran yang sudah disusun dan disiapkan oleh peneliti. Pada pertemuan ini, siswa diajak untuk mengulang kembali materi yang sudah dipelajari pada pertemuan pertama dan kedua yaitu mengenai sifat-sifat bangun ruang balok, kubus, limas, tabung, prisma, dan kerucut dengan menggunakan pendekatan PMRI karakteristik interaktifitas siswa. Kemudian, siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi yang berupa soal Tes kemampuan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang sifat-sifat bangun ruang balok, kubus, limas, prisma, tabung, dan kerucut.
Adapun uraian kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan ketiga yaitu sebagai berikut
1. Kegiatan Awal
Pada awal pembelajaran, guru membuka kegiatan pembelajaran dengan berdoa, mengucapkan salam, kemudian absensi. Setelah itu,
guru memberi motivasi belajar kepada siswa serta memberi penjelasan mengenai tujuan pembelajaran yang akan dipelajari
2. Kegiatan Inti
Guru memulai dengan permainan “Sebut benda” kemudian setelah siswa terkondisi, guru membagikan soal evaluasi siklus I pada setiap siswa. Sebelum membagikan guru meminta siswa untuk mengerjakan secara mandiri dan jujur. Siswa yang sudah selesai mengerjakan kemudian mengumpulkan lembar soal dan jawaban ke depan kelas. Kemudian menunggu teman-teman lain yang belum selesai di luar kelas.
3. Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir, guru bertanya kepada siswa apakah mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi. Beberapa siswa menjawab kalau soal yang diberikan susah karena banyak menggambar, tetapi kebanyakan siswa mampu mengerjakan dengan baik dan tidak mengalami kesulitan. Kemudian Siswa bersama guru merefleksikan kegiatan belajar yang sudah mereka pelajari sejak pertemuan pertama sampai pertemuan kegita.
4.2.1.3Observasi
Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Dalam tahap ini, observer mengamati jalannya pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistic indonesia yang dibantu oleh dua orang yang bertugas sebagai observer pembantu. Pengamatan ini
bertujuan untuk melihat keterlaksanaan PMRI terutama pada karakteristik interaktifitas siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang dan juga melihat kemampuan memahami konsep geometri siswa.
Pada tahap ini, peneliti memperoleh empat data yaitu hasil kemampuan memahami yang diukur melalui tes kemampuan memahami, hasil keterlaksanaan PMRI karakteristik interaktifitas siswa yang diukur dengan menggunakan lembar observasi, angket atau koesioner respon siswa dan pedoman wawancara guru.
Hasil tes kemampuan memahami, observasi, koesioner dan wawancara dapat dilihat pada tabel berikut :
4.2.1.3.1 Tes Kemampuan Memahami
Tabel 4.2 Hasil tes kemampuan memahami Indikator memberikan contoh dari suatu konsep
No
Resp. 1 2 Nilai Ketuntasan
1 4 3 8,75 Tuntas 2 4 4 10 Tuntas 3 4 3 8,75 Tuntas 4 4 3 8,75 Tuntas 5 4 1 6,25 Tidak Tuntas 6 4 3 8,75 Tuntas 7 4 3 8,75 Tuntas 8 4 3 8,75 Tuntas 9 4 3 8,75 Tuntas 10 4 3 8,75 Tuntas 11 2 3 6,25 Tindak Tuntas 12 4 3 8,75 Tuntas 13 4 3 8,75 Tuntas 14 4 3 8,75 Tuntas 15 4 3 8,75 Tuntas 16 4 3 8,75 Tuntas 17 3 2 6,25 Tindak Tuntas 18 4 3 8,75 Tuntas
19 4 3 8,75 Tuntas 20 3 3 7,5 Tuntas 21 4 4 10 Tuntas 22 4 3 8,75 Tuntas 23 2 2 5 Tidak Tuntas 24 4 3 8,75 Tuntas 25 3 4 8,75 Tuntas 26 3 3 7,5 Tuntas 27 4 2 7,5 Tuntas 28 4 3 8,75 Tuntas 29 4 4 10 Tuntas 30 3 3 7,5 Tuntas
Jumlah siswa tuntas 26 Persentase 86,66 %
Dari tabel di atas, diketahui bahwa siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 75 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep terdapat 26 siswa atau sebesar 86,66% dari total keseluruhan siswa yaitu 30 siswa.
Hasil dari tes kemampuan memahami siswa indikator kedua, yaitu menggambarkan konsep dengan suatu model yaitu berikut ini :
Tabel 4.3 Hasil tes kemampuan memahami Indikator menggambarkan konsep dengan suatu model
No
Resp. 3 4 Nilai Ketuntasan
1 2 4 7,5 Tuntas 2 2 3 6,25 Tidak Tuntas 3 3 3 6,25 Tidak Tuntas 4 2 4 7,5 Tuntas 5 2 2 5 Tidak Tuntas 6 3 4 8,75 Tuntas 7 4 4 10 Tuntas 8 2 2 5 Tidak Tuntas 9 2 4 7,5 Tuntas 10 2 4 7,5 Tuntas 11 2 4 7,5 Tuntas
12 2 4 7,5 Tuntas 13 2 3 6,25 Tidak Tuntas 14 2 4 7,5 Tuntas 15 3 4 8,75 Tuntas 16 2 4 7,5 Tuntas 17 2 4 7,5 Tuntas 18 3 4 8,25 Tuntas 19 3 3 7,5 Tuntas 20 3 3 7,5 Tuntas 21 2 4 7,5 Tuntas 22 2 4 7,5 Tuntas 23 3 4 8,25 Tuntas 24 3 4 8,25 Tuntas 25 3 4 8,25 Tuntas 26 3 3 7,5 Tuntas 27 2 2 5 Tidak Tuntas 28 3 4 8,25 Tuntas 29 2 4 7,5 Tuntas 30 3 3 7,5 Tuntas
Jumlah siswa tuntas 24 Persentase 80 %
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 75 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep terdapat 24 siswa atau sebesar 80% dari total keseluruhan siswa yaitu 30 siswa.
Hasil dari tes kemampuan memahami siswa indikator ketiga, yaitu mengubah suatu bentuk ke bentuk lain, yaitu berikut ini :
Tabel 4.4 Hasil tes kemampuan memahami Indikator mengubah suatu bentuk ke bentuk lain
No
Resp. 5 6 Nilai Ketuntasan 1 4 3 8,25 Tuntas 2 4 1 6,25 Tidak Tuntas 3 4 4 10 Tuntas 4 4 4 10 Tuntas
5 3 1 5 Tidak Tuntas 6 4 3 8,25 Tuntas 7 4 4 10 Tuntas 8 4 4 10 Tuntas 9 4 4 10 Tuntas 10 4 4 10 Tuntas 11 4 3 8,25 Tuntas 12 2 2 5 Tidak Tuntas 13 4 4 10 Tuntas 14 4 4 10 Tuntas 15 4 3 8,25 Tuntas 16 4 3 8,25 Tuntas 17 4 3 8,25 Tuntas 18 4 2 7,5 Tuntas 19 4 4 10 Tuntas 20 4 4 10 Tuntas 21 3 3 7,5 Tuntas 22 4 3 8,25 Tuntas 23 4 4 10 Tuntas 24 4 2 7,5 Tuntas 25 4 4 10 Tuntas 26 4 3 8,25 Tuntas 27 4 2 7,5 Tuntas 28 4 2 7,5 Tuntas 29 4 3 8,25 Tuntas 30 4 3 8,25 Tuntas
Jumlah siswa tuntas 27 Persentase 90 %
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 75 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep terdapat 27 siswa atau sebesar 90% dari total keseluruhan siswa yaitu 30 siswa.
Hasil dari tes kemampuan memahami siswa indikator keempat, yaitu membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep yaitu berikut ini :
Tabel 4.5 Hasil tes kemampuan memahami
Indikator membandingkan beberapa bentuk dalam sebuah konsep
No
Resp 7 8 Nilai Ketuntasan
1 4 4 10 Tuntas 2 4 4 10 Tuntas 3 3 2 6,25 Tidak Tuntas 4 3 3 7,5 Tuntas 5 2 2 5 Tidak Tuntas 6 4 4 10 Tuntas 7 4 4 10 Tunvtas 8 4 4 10 Tuntas 9 4 4 10 Tuntas 10 4 4 10 Tuntas 11 3 4 8,25 Tuntas 12 3 2 6,25 Tidak Tuntas 13 4 1 6,25 Tidak Tuntas 14 4 2 7,5 Tuntas 15 4 4 10 Tuntas 16 4 4 10 Tuntas 17 4 4 10 Tuntas 18 4 4 10 Tuntas 19 4 4 10 Tuntas 20 4 4 10 Tuntas 21 2 2 5 Tidak Tuntas 22 4 4 10 Tuntas 23 4 3 8,25 Tuntas 24 4 2 7,5 Tuntas 25 4 4 10 Tuntas 26 4 4 10 Tuntas 27 2 2 5 Tidak Tuntas 28 4 1 6,25 Tidak Tuntas 29 3 2 6,25 Tidak Tuntas 30 4 4 10 Tuntas Jumlah siswa tuntas 22
Persentase 73,33 %
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 75 pada tes kemampuan memahami dengan indikator
memberikan contoh dari suatu konsep terdapat 22 siswa atau sebesar 73,33% dari total keseluruhan siswa yaitu 30 siswa.
Hasil dari tes kemampuan memahami siswa indikator kelima, yaitu menyatakan ulang sebuah konsep yaitu berikut ini :
Tabel 4.6 Hasil tes kemampuan memahami Indikator menyatakan ulang sebuah konsep
No
Resp 9 10 Nilai Ketuntasan
1 4 2 7,5 Tuntas 2 4 2 7,5 Tuntas 3 4 4 10 Tuntas 4 3 2 6,25 Tidak Tuntas 5 3 3 7,5 Tuntas 6 4 4 10 Tuntas 7 4 4 10 Tuntas 8 4 4 10 Tuntas 9 4 1 6,25 Tidak Tuntas 10 3 4 8,25 Tuntas 11 4 2 7,5 Tuntas 12 4 1 6,25 Tidak Tuntas 13 1 2 3,75 Tidak Tuntas 14 4 2 7,5 Tuntas 15 4 2 7,5 Tuntas 16 4 4 10 Tuntas 17 4 2 7,5 Tuntas 18 2 3 6,25 Tidak Tuntas 19 4 4 10 Tuntas 20 2 3 6,25 Tidak Tuntas 21 2 2 5 Tuntas 22 4 4 10 Tuntas 23 4 4 10 Tuntas 24 4 4 10 Tuntas 25 4 4 10 Tuntas 26 4 3 8,25 Tuntas 27 4 2 7,5 Tuntas 28 4 3 7,5 Tuntas 29 1 3 5 Tidak Tuntas 30 2 3 6,25 Tidak Tuntas
Jumlah siswa yang tuntas 22 Persentase 73,33 %
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang tuntas mencapai nilai ketuntasan yaitu nilai 75 pada tes kemampuan memahami dengan indikator memberikan contoh dari suatu konsep terdapat 22 siswa atau sebesar 73,33% dari total keseluruhan siswa yaitu 30 siswa.
4.2.1.3.2. Kuisioner respon siswa
Hasil kuisioner respon siswa terhadap pendekatan PMRI yang telah dilakukan oeh guru pada karakteristik intertwining adalah sebagai berikut :
Tabel 4.7 Hasil kuesioner respon siswa mengenai karakteristik intertwining
No
Resp. 1 2 3 4 5 6 Jumlah Kategori
1 3 3 4 4 3 2 19 Sangat Tinggi 2 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 3 3 2 3 3 2 2 15 Sangat Rendah 4 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 5 3 2 3 3 2 3 16 Rendah 6 3 4 3 3 4 4 21 Sangat Tinggi 7 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 8 3 2 3 3 3 2 16 Rendah 9 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 10 2 3 3 3 4 3 18 Sangat Tinggi 11 3 2 3 3 3 3 17 Tinggi 12 3 2 3 3 3 3 17 Tinggi 13 2 3 2 4 3 4 18 Sangat Tinggi 14 3 2 3 1 4 2 15 Sangat Rendah 15 4 3 2 3 4 4 20 Sangat Tinggi 16 3 3 3 3 4 3 19 Sangat Tinggi 17 2 1 3 2 4 3 15 Rendah 18 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 19 3 3 3 3 2 2 16 Rendah 20 4 3 3 3 3 3 19 Sangat Tinggi 21 3 4 3 3 3 3 19 Sangat Tinggi 22 3 3 4 4 4 4 20 Sangat Tinggi
23 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 24 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 25 3 2 3 2 3 3 16 Rendah 26 3 3 2 3 3 2 16 Rendah 27 3 3 3 3 4 3 19 Sangat Tinggi 28 4 3 4 3 4 3 21 Sangat Tinggi 29 3 3 3 3 2 2 16 Rendah 30 3 1 4 3 3 4 18 Sangat Tinggi Rata-rata 17,73
Dari tabel di atas, diketahui bahwa terdapat 19 siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi, 2 siswa memiliki minat tinggi, 6 siswa memiliki minat rendah dan 2 siswa memiliki minat yang sangat rendah.
Hasil kuesioner respon siswa terhadap pendekatan PMRI yang dilakukan guru pada karakteristik interaktivitas siswa adalah.
Tabel 4.8 Hasil kuesioner respon siswa mengenai karakteristik Interaktifitas Siswa
No
Resp. 7 8 9 10 11 12 Jumlah Kategori
1 2 3 2 2 1 2 12 Sangat Rendah 2 3 3 2 3 3 3 17 Tinggi 3 2 2 4 1 3 3 15 Rendah 4 3 3 4 2 2 3 17 Tinggi 5 3 3 3 2 3 1 15 Rendah 6 3 4 4 4 4 4 23 Sangat Tinggi 7 3 3 3 2 2 3 16 Tinggi 8 3 3 2 3 3 3 17 Tinggi 9 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 10 4 3 4 3 2 3 19 Sangat Tinggi 11 3 3 4 2 2 3 17 Tinggi 12 2 2 4 2 1 2 13 Sangat Rendah 13 4 3 4 3 4 4 22 Sangat Tinggi 14 2 4 3 3 4 3 19 Sangat Tinggi 15 4 3 4 3 2 3 19 Sangat Tinggi 16 3 3 4 3 4 4 21 Sangat Tinggi 17 3 3 4 2 1 4 17 Tinggi 18 3 3 3 3 2 3 17 Tinggi
19 3 3 3 1 2 3 15 Rendah 20 3 3 2 3 3 3 17 Tinggi 21 3 4 4 4 3 4 20 Sangat Tinggi 22 3 3 3 2 1 3 15 Rendah 23 3 3 3 2 2 3 16 Tinggi 24 3 3 3 2 3 3 17 Tinggi 25 2 3 2 3 3 3 16 Rendah 26 4 4 3 2 4 4 21 Sangat Tinggi 27 4 3 2 3 3 3 18 Sangat Tinggi 28 3 4 4 3 2 3 19 Sangat Tinggi 29 3 4 3 2 3 3 18 Sangat Tinggi 30 1 2 2 1 1 4 11 Sangat Rendah Rata-rata 17, 23
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 12 siswa memiliki minat sangat tinggi, 10 siswa memiliki minat tinggi, 5 siswa memiliki minat yang rendah, dan 3 siswa memiliki minat sangat rendah.
Hasil kuesioner respon siswa terhadap pendekatan PMRI yang dilakukan guru pada karakteristik pemodelan adalah.
Tabel 4.9 Hasil kuesioner respon siswa mengenai karakteristik pemodelan
No
Resp. 13 14 15 16 17 18 Jumlah Kategori
1 3 3 3 3 4 1 17 Tinggi 2 3 3 3 1 2 3 15 Rendah 3 4 3 3 2 3 3 17 Tinggi 4 3 2 3 3 3 2 16 Tinggi 5 4 3 3 3 3 3 19 Sangat Tinggi 6 3 3 4 3 3 3 19 Sangat Tinggi 7 3 2 3 3 3 3 17 Tinggi 8 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 9 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 10 4 3 3 3 3 3 19 Sangat Tinggi 11 3 3 3 2 3 2 16 Tinggi 12 1 1 3 2 1 2 10 Sangat Rendah 13 3 2 3 2 3 4 17 Tinggi 14 3 1 3 3 1 3 14 Sangat Rendah 15 4 4 4 3 3 2 20 Sangat Tinggi
16 4 4 3 3 3 3 20 Sangat Tinggi 17 4 4 4 2 4 1 19 Sangat Tinggi 18 3 3 3 3 3 2 17 Tinggi 19 3 2 3 2 3 2 15 Rendah 20 3 3 3 3 2 3 17 Tinggi 21 4 4 4 4 3 3 20 Sangat Tinggi 22 3 1 3 1 3 4 15 Rendah 23 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Rendah 24 4 4 4 3 3 2 20 Sangat Tinggi 25 3 3 3 2 3 2 16 Tinggi 26 4 4 4 2 3 2 19 Sangat Tinggi 27 3 3 4 3 3 3 19 Sangat Tinggi 28 3 3 3 2 2 1 14 Sangat Rendah 29 2 3 2 3 3 2 15 Rendah 30 3 4 4 2 3 1 17 Tinggi Rata-rata 17,1
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 12 siswa memiliki minat yang sangat tinggi, 10 siswa dengan minat tinggi, 4 siswa memiliki minat yang rendah dan 4 siswa memiliki minat yang sangat rendah.
Hasil kuesioner respon siswa terhadap pendekatan PMRI yang dilakukan guru pada karakteristik kontribusi siswa adalah.
Tabel 4.10 Hasil kuesioner respon siswa mengenai karakteristikKontribusi Siswa
No
Resp. 19 20 21 22 23 24 Jumlah Kategori
1 3 3 3 1 2 4 16 Tinggi 2 3 3 3 2 3 4 18 Sangat Tinggi 3 2 2 3 2 3 3 15 Rendah 4 2 2 3 2 3 3 15 Rendah 5 3 2 3 2 3 3 16 Tinggi 6 3 4 4 3 3 3 20 Sangat Tinggi 7 3 2 3 3 3 3 17 Tinggi 8 2 2 3 3 3 3 16 Tinggi 9 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 10 4 3 4 3 3 3 20 Sangat Tinggi 11 3 3 3 2 3 3 17 Tinggi
12 1 4 2 1 2 1 11 Sangat Rendah 13 3 3 2 3 2 3 16 Tinggi 14 3 1 3 3 1 3 14 Sangat Rendah 15 3 3 4 4 3 4 21 Sangat Tinggi 16 3 3 3 3 3 4 19 Sangat Tinggi 17 4 2 4 4 2 1 17 Tinggi 18 3 3 3 3 3 3 18 Tinggi 19 2 2 3 2 2 2 13 Sangat Rendah 20 3 3 3 3 2 2 16 Tinggi 21 4 3 3 4 3 3 20 Sangat Tinggi 22 3 4 3 4 4 4 22 Sangat Tinggi 23 2 2 3 3 3 3 16 Tinggi 24 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 25 3 2 2 2 2 2 13 Sangat Rendah 26 3 2 3 3 2 3 16 Tinggi 27 3 4 4 3 3 2 22 Sangat Tinggi 28 2 2 4 3 3 3 17 Tinggi 29 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 30 1 1 1 4 1 3 11 Sangat Rendah Rata-rata 16,86
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 11 siswa yang memiliki minat sangat tinggi, 10 siswa memiliki minat yang tinggi, 2 siswa memiliki minat yang rendah dan 6 siswa dengan minat yang sangat rendah.
Hasil kuesioner respon siswa terhadap pendekatan PMRI yang dilakukan guru pada karakteristik masalah kontekstual adalah
Tabel 4.11 Hasil kuesioner respon siswa mengenai karakteristik Masalah kontekstual
No
Resp. 25 26 27 28 29 30 Jumlah Kategori
1 1 1 2 2 1 3 9 Sangat Rendah 2 1 3 3 2 3 3 15 Rendah 3 3 3 3 3 3 3 18 Sangat Tinggi 4 3 2 3 2 2 3 15 Rendah 5 3 3 3 2 4 2 17 TInggi 6 3 4 3 2 4 4 20 Sangat Tinggi 7 3 3 4 1 4 3 18 Sangat Tinggi
8 3 2 3 2 3 3 16 Tinggi 9 3 3 3 2 2 4 17 Tinggi 10 3 3 3 2 3 3 17 Tinggi 11 2 2 2 3 3 3 15 Rendah 12 3 1 3 4 1 1 13 Sangat Rendah 13 2 2 3 1 4 3 15 Rendah 14 3 1 3 3 1 3 14 Sangat Rendah 15 3 3 4 2 3 4 19 Sangat Tinggi 16 3 3 3 1 3 4 17 Tinggi 17 4 2 4 3 4 4 21 Sangat Tinggi 18 2 3 3 2 2 3 15 Rendah 19 2 3 3 2 3 2 15 Rendah 20 3 3 3 2 3 3 17 Tinggi 21 1 2 4 1 1 4 14 Sangat Rendah 22 3 4 3 2 4 4 20 Sangat Tinggi 23 3 2 3 2 3 3 16 Tinggi 24 3 3 4 2 4 3 21 Sangat Tinggi 25 3 1 3 2 3 4 16 Tinggi 26 4 4 3 3 2 3 19 Sangat Tinggi 27 3 4 3 3 4 3 20 Sangat Tinggi 28 4 3 3 1 2 3 16 Tinggi 29 3 3 3 2 3 4 18 Sangat Tinggi 30 4 1 3 2 4 1 15 Tinggi Rata-rata 16,6
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 10 siswa memiliki minat yang sangat tinggi, 10 siswa memiliki minat yang tinggi, 6 siswa dengan minat yang rendah dan 4 siswa memiliki minat yang sangat rendah.
4.2.1.3.3. Observasi keterlaksanaan PMRI
Hasil observasi keterlaksanaan PMRI pada karakteristik penggunaan masalah kontekstual adalah.
Tabel 4.12 Hasil observasi penggunaan konteks
No. Aspek Narasi Singkat
1 Menggunakan masalah kontekstual Guru menggunakan soal cerita yang dekat dengan kehidupan siswa. Saat
mengenalkan bangun balok guru a. Menggunakan soal cerita yang
menggunakan tempat pensil dan lemari yang ada di sekitar siswa. Begitu juga dengan bangun-bangun yang lain, Guru juga mengenalkan dengan benda-benda yang ada di sekitar siswa.
b. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mampu
mengarahkan siswa menemukan konsep
Guru memberikan contoh dengan masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa, yang membuat siswa mudah untuk menemukan konsep mengenai bangun ruang. Contohnya saat Guru menunjukkan tempat pensil, siswa akan langsung menjawab benda tersebut berbentuk balok.
c. Permasalahan kontekstual yang disampaikan mudah dimengerti siswa
Karena masalah yang diberikan berkaitan dengan benda-benda yang sering dijumpai siswa, hal tersebut memudahkan siswa untuk memahami permasalahan yang diberikan siswa.
2 Menggunakan permainan a. Permainan yang digunakan
membangkitkan semangat siswa
Guru menggunakan permainan tebak benda. Permainan ini membuat siswa bersemangat ketika mengikuti pembelajaran.
b. Permainan menggambarkan apa yang akan dipelajari
Permainan tebak benda menggambarkan yang akan dipelajari, contohnya guru menyebutkan kubus kemudian siswa secara berurutan akan menyebutkan benda yang bentuknya menyerupai kubus. 3 Menggunakan media dan alat
peraga
Guru menggunakan media yang dekat siswa. Contohnya Guru menggunakan kardus makanan, tempat pensil untuk mengenalkan balok dan kubus. Cetakan tumpeng dan cone es krim untuk mengenalkan kerucut. Untuk Prisma, Guru menggunakan kardus coklat troblerone. Toples dan Celengan untuk mengenalkan tabung. Dan miniature piramida, untuk mengenalkan limas. a. Media dan alat peraga yang
digunakan mudah ditemukan/ dekat dengan siswa
b. Media dan alat peraga dapat menarik perhatian siswa
Media yang digunakan Guru dapat menarik perhatian siswa karena, benda-benda yang selama ini dekat dengan siswa ternyata adalah dapat dijadikan media/alat peraga dalam pembelajaran matematika. 4 Menggali pengetahuan awal yang
dimiliki siswa
Guru menggali pengetahuan sesuai dengan materi, Contohnya guru menanyakan benda apa saja yang menyerupai bangun ruang yang ada di dalam kelas atau yang sering dijumpai. a. Pengetahuan awal yang digali
Dari tabel diatas, terlihat bahwa guru sudah menggunakan masalah kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga mudah dipahami oleh siswa, selain itu pengetahuan awal yang digali juga sudah sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru juga sudah menggunakan permainan dan juga media yang dapat menarik perhatian siswa, sehingga siswa dapat aktif dan tidak merasa bosan saat pembelajaran berlangsung.
Hasil observasi keterlaksanaan PMRI pada karakteristik penggunaan model adalah.
Tabel 4.13 Hasil observasi penggunaan model
No. Aspek Narasi Singkat
1 Penggunaan strategi informal oleh siswa dalam pemecahan masalah
Siswa menggunakan strategi informal dalam memecahkan masalah, seperti saat menggambar bangun ruang mereka mengganti alas menjadi sisi bawah. 2 Penggunaan strategi formal oleh
siswa dalam pemecahan masalah
Siswa mampu memodelkan masalah dalam kalimat matematika, seperti saat salah seorang siswa menyebutkan alas dengan sisi bawah, siswa lain akan membenarkannya.
a. Memodelkan masalah dalam kalimat matematika
b. Menggunakan rumus
matematika dalam pemecahan masalah
Tidak guru tidak menggunkan rumus matematika dalam pemecahan masalah karena dalam bab ini tidak ada rumus yang digunakan.
c. Menggunakan langkah-langkah matematis dalam pemecahan masalah
Tidak guru tidak menggunkan rumus matematika dalam pemecahan masalah karena dalam bab ini tidak ada rumus yang digunakan.
3 Pembimbingan oleh guru dalam menjembatani strategi informal siswa ke strategi formal
a. Guru memberi pertanyaan yang mengarah ke strategi formal b. Guru memberi soal dengan
konteks lain yang mengarah ke strategi formal
c. Guru memberi contoh analogi yang mengarah ke strategi formal
Dari tabel di atas, diketahui bahwa penggunaan model sudah terlihat, hal ini terlihat saat guru mengarahkan dan membantu siswa agar dapat memodelkan masalah dalam kalimat matematika.
Hasil observasi keterlaksanaan PMRI pada karakteristik kontribusi siswa adalah.
Tabel 4.14 Hasil observasi penggunaan kontribusi siswa