• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen PERBEDAAN JUMLAH MAST CELLS (Halaman 53-60)

Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah kelinci jantan dengan usia 4-5 bulan dengan berat badan 1,8-2 kg yang dibagi atas 4-5 kelompok (Kelompok kontrol, kelompok 0 hari, kelompok 3 hari, kelompok 5, kelompok 7) .

A B

C D

Gambar 4.1. Sel mast yang diwarnai dengan toluidine blue (400x) pada beberapa kelompok perlakuan (tanda panah) A. Kelompok kontrol B. Kelompok hari 0 C.

Kelompok Hari 3 D. Kelompok hari 5 E. Kelompok hari 7.

Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah dengan pemberian daya ortodonti pada hewan coba terdapat perbedaan jumlah sel mast yang menurun dibandingkan jumlah sel mast pada kelompok kontrol, dimana pada kelompok kontrol pada steel spring jumlah rata-ratanya 2,92 kemudian paska pemberian daya ortodonti turun menjadi 2,64 pada hari 1 (2 jam paska aplikasi steel spring). Dengan perbandingan pada kelompok hewan coba pada hari ke 3 sel mast menjadi rata-rata 2,88. Hasil pengamatan kemudian menunjukkan ada kenaikan secara bertahap pada kelompok hari ke 5 dimana sel mast menjadi rata-rata 3,08 dan pada kelompok hari ke 7 menjadi 3,12.

Dengan aplikasi pemberian daya ortodonti pada kelompok hewan coba dengan menggunakan elastik juga ditemukan adanya penurunan yang jelas pada kelompok kontrol ke kelompok 0 hari (2 jam paska aplikasi elastic separator).

Tabel 4. Hasil pengamatan jumlah sel mast setelah pemberian daya ortodonti dengan elastik dan steel spring pada kelompok hewan coba pada kelompok hari kontrol, hari 0, 3, 5,dan 7.

Steel Spring Elastic Separator SD SD

Kontrol 2.92 3.00 0.81 1.04

0 hari (2 jam) 2.64 2.36 0.86 0.81

3 hari 2.88 2.76 0.78 0.88

5 hari 3.08 2.84 0.91 0.85

7 hari 3.12 3.08 0.67 0.76

Gambar 4.2. Grafik perubahan jumlah sel mast akibat pemberian daya ortodonti melalui steel spring dan elastic separator.

Pergerakan gigi dengan menggunakan steel spring yang dilihat dengan menggunakan marker sel mast, menunjukkan adanya penurunan jumlah sel mast pada waktu pemberian daya sesudah hari ke pertama sampai menuju hari ke 3, kemudian meningkat pada hari ke 5 dan stabil pada hari ke 7. Dengan stabilnya jumlah sel mast menunjukkan hasil pergerakan gigi yang diinginkan.

- Pergerakan gigi dengan menggunakan elastik yang dilihat dengan menggunakan marker sel mast, menunjukkan adanya penurunan jumlah sel mast yang lebih banyak pada waktu pemberian daya sesudah hari ke pertama sampai menuju hari ke 3 dibandingkan steel spring, kemudian akan meningkat secara bertahap pada hari ke 5 dan ke 7.

- Pergerakan steel spring dan elastik pada hari ke 7 memperlihatkan jumlah sel mast yang tidak berbeda secara signifikan. Perbedaan hanya terdapat pada kecepatan pergerakan saja yaitu diantara hari ke 3 dan ke 5, dan akan mencapai hasil jumlah sel mast yang sama pada hari ke 7 .

BAB 5 PEMBAHASAN

Penelitian mengenai perbedaan jumlah sel mast pada ligament periodontal dihubungkan dengan pergerakan gigi secara ortodonti melalui pemakaian elastic separator dan steel spring pada hewan coba kelinci (Nesolagus netscheri) merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan metode crossectional. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan pada sel mast yang diketahui merupakan representasi tahap awal dari inflamasi sebagai respon biologis yang timbul akibat pergerakan gigi secara ortodonti. Sel Mast sendiri merupakan sel inflamatori yang umumnya yang dapat terlihat disekitar pembuluh darah didekat ligament periodontal atau didekat batas epithelium junction yang mengatur respon imun host. Sel Mast dikenal secara luas peranannya dalam proses alergi dan anafilaksis, juga memainkan peranan penting dalam penyembuhan luka dan pertahanan terhadap patogen (Moses, 2009). Dalam pergerakan gigi secara ortodonti, inflamasi secara fisiologis merupakan tanda mulai terjadinya proses pergerakan gigi, dimana perubahan pada sel mast diketahui sebagai inisiator proses inflamasi melalui eskresi mediator kimia dan enzim yang mempengaruhi proses inflamasi.

Sampel yang digunakan adalah hewan coba kelinci jantan dengan usia 4-5 bulan dengan berat badan 1,8-2 kilogram karena usia tersebut telah melewati usia pertumbuhan gigi geligi. Sebelumnya penelitian ini mengacu kepada penelitian yang telah dilakukan oleh Yamasaki dkk (1980) dengan melihat efek prostaglandin terhadap jumlah osteoklas dan resorpsi permukaan akar pada pergerakan gigi secara ortodonti dengan hewan coba tikus winstar jantan. Namun peneliti menemukan kesulitan sehingga mengganti sampel penelitian dengan kelinci dengan alasan kelinci memiliki ukuran tubuh yang lebih besar serta gigi geligi yang lebih besar sehingga alat-alat dapat diaplikasikan dengan baik pada gigi kelinci tersebut. Pemilihan kelinci jantan dilakukan dengan tujuan mendapatkan keseimbangan hormonal demi validasi hasil penelitian.

Pada penelitian ini dipakai suatu alat separator elastik dan steel spring sebagai suatu model sederhana untuk melihat adanya pergerakan gigi secara ortodonti. Secara klinis pemakaian elastik separator dan steel spring biasanya digunakan untuk menciptakan ruangan pada sisi mesial dan distal gigi molar sebelum pemasangan molar band. Durasi penempatan separator ini menurut Peter Loh (2003) adalah molar pertama dan molar kedua dan dilihat juga dengan stainning toluidine blue. Pada ligament periodontal baik pada sisi tekanan dan tarikan pada gigi tikus Sprague – Dawley. Hanya dalam penelitian yang dilakukan ini pengamatan hanya dilakukan pada satu sisi saja, tetapi dengan pengamatan yang berbeda yaitu pada 0, 3, 5 dan 7 hari. dalam penelitian ini penurunan sel mast pada pemakaian separator dalam perawatan ortodonti terlihat menurun pada 0 hari (2 jam), baik pada pemakaian separator steel spring maupun elastic. Hal ini diduga karena adanya proses degranulasi dari granule-granule intraseluler, diikuti oleh peningkatan permeabilitas vaskuler, perubahan degenerative dan reformatif dari ligament periodontal. Hal ini memacu terjadinya sintesis dan sekresi prostaglandin dan diikuti bone remodeling.

Weissler et al (2008) telah melaporkan peranan prostaglandin (PG’s) adalah precursor komponen-komponen lipid membran sel sebagai suatu mediator biokemikal dari bone resorption sebagai akibat pemberian daya pada perawatan ortodonti.

Dalam penelitian ini terlihat bahwa setelah 2 jam pemakaian separator terjadi penurunan sel mast pada hasil staining dengan toluidine blue sebagai peningkatan permeabilitas vaskuler. Perubahan-perubahan sel-sel mast ditasndai sebagai tahap awal inflamasi karena ekskresi mediator-mediator kemikal dan enzim-enzim yang terlibat dalam proses inflamasi. Sel mast mengandung asam mukopolisakarida sebagai contoh heparin, beberapa golongan amin, sebagai contoh histamin dan serotonin dan enzim. Bahan-bahan biological aktif ini disimpan dalam

granule-granule intraseluler. Reaksi metakhromatik dari sel mast untuk sel-sel mast ini adalah disebabkan asam mukopolisakarida. Stimulasi dari sel menyebabkan ekstruksi bahan-bahan ini dan menghasilkan kembali sel mast kehilangan kemampuan stainability untuk toluidine blue. Penurunan jumlah sel mast pada pewarnaan toluidine blue diduga bahwa reaksi telah dimulai. Perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian Yamasaki et al (1982) adalah penurunan sel mast pada pemasangan separator elastic dengan pewarnaan toluidine blue adalah 15 menit setelah pemasangan separator, sedangkan ditch, dalam penelitian ini adalah terlihat dalam 2 jam pemasangan.

Peninggian jumlah sel mast terlihat pada hari ke 3 dan ke 5 pada kelompok pemberian separator steel spring ini dibandingkan separator elastic. Dapat dikatakan bahwa steel spring memicu inflamasi yang lebih tinggi agar terjadi pergerakan gigi yang diharapkan. Pada hari ke 5 dan ke 7, jumlah sel mast tidak berbeda. Hal ini dapat diduga karena reaksi jaringan periodontal terhadap daya yang diberikan sangat bergantung pada kekuatan, frekuensi dan durasi yang diterima oleh gigi yang digerakkan (Dolce et al, 2002). Sebaliknya pada pemakaian separator elastic menunjukkan penurunan sel mast yang lebih banyak pada pemakaian awal (2 jam) dibandingkan steel spring, tetapi meningkat pada hari ke 3, 5 dan 7 hari. hal ini diduga akibat menurunnya elastic separator karena terbuat dari karet sehingga yang ditimbulkan semakin menurun.

Pergerakan gigi dalam perawatan ortodonti terdiri dari (1) fase inisial, (2) lag phase, dan (3) postlag phase. Fase inisial ditandai dengan pergerakan gigi segera dan cepat yang terjadi dalam 24 sampai 48 jam setealah aplikasi daya pada gigi. Hal ini cukup untuk menggerakkan gigi pada ruang ligament periodontal (Krishnan dan Daviddovitch, 2006). Dalam pemakaian separator, fase inisial diperlukan untuk pemasangan molar band. Dalam hal ini tidak diharapkan akan terjadi fase-fase lanjutan seperti pada pergerakan gigi dalam perawatan selanjutnya. Perubahan jumlah sel mast dari hari ke 5 sampai hari ke 7 yang terlihat hampir sama menunjukkan rekasi jaringan yang kembali mengalami hhomeostatis dari sel-sel di lingkungan ligament periodontal, sehingga tidak menimbulkan kerusakan jaringan gigi dan

ligament periodontal serta tulang alveolar yang tidak diharapkan pada pemasangan separator.

Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan dapat diterima yaitu ada perbedaan perubahan jumlah sel mast pada pemakaian separator baik dengan steel spring dan elastic, dan ada perbedaan perubahan jumlah sel mast pada pemakaian separator steel spring dan elastic berdasarkan pengamatan waktu yaitu pada 0, 3, 5 dan 7 hari.

BAB 6

Dalam dokumen PERBEDAAN JUMLAH MAST CELLS (Halaman 53-60)

Dokumen terkait