Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP
HASIL PENELITIAN Sajian Data Tiap Siklus
Siklus I
Sesuai dengan rencana tindakan pada siklus ini, setelah dilakukan rapat khusus (workshop) penyusunan RPP, guru secara sendiri atau kelompok mulai menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Peneliti bersama kolaborator sesuai jadwal memeriksa perkembangan pekerjaan guru menyusun perangkat pembelajaran tersebut.Selanjutnya guru menyerahkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah mereka susun kepada penulis.
Penilaian hasil kerja tiap-tiap guru dilakukan pada lembar observasi kelengkapan RPP guru.Selanjutnya untuk analisis lebih lanjut, semua data hasil penilaian tiap guru yang terekam pada tabel
disajikan dalam bentuk tabel gabungan nilai semua guru. Berdasarkan data pada tabel tersebut tingkat pemahaman guru terhadap unsur-unsur RPP dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Identitas
Identitas dalam RPP merupakan unsur yang penting karena memuat informasi awal perihal RPP tersebut. Dengan membaca identitas kita tahu RPP tersebut digunakan untuk satuan pendidikan apa, untuk kelas dan semester berapa, apa mata pelajaran dan temanya, dipakai untuk program keahlian atau jurusan apa, serta untuk berapa kali pertemuan. Tingkat pemahaman guru terhadap identitas RPP dalam penelitian ini sebesar 90,77 persen, artinya masih ada 9,23 persen guru yang belum memahami identitas RPP .
b. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
Standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) merupakan unsur RPP yang paling dipahami oleh guru dengan tingkat pemahaman 100 persen, artinya semua guru memahaminya. Hal ini disebabkan standard kompetensi dan kompetensi dasar sudah terdapat dalam standard isi dan silabus yang selanjutnya diturunkan ke dalam RPP.
Tabel persentase pemahaman guru terhadap sub unsur RPP
Unsur
RPP Iden titas SK KD kator Tujuan Materi Waktu Metode Indi KBM laian Peni Sumber persen 90.77 100.0 100.0 96.92 95.38 87.69 84.62 93.85 83.08 80.00 93.85
c. Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran
Unsur RPP yang menempati urutan tertinggi berikutnya adalah indikator pencapaian kompetensi yaitu 96,92 persen dan tujuan pembelajaran yaitu 95,38 persen. Dalam penyusunan perangkat pembelajaran, indicator dikembangkan sendiri oleh guru berdasar standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam standard isi. Indicator pencapaian kompetensi juga termuat dalam silabus sebagai penjabaran dari standard isi. Sedangkan tujuan pembelajaran diturunkan dari indicator pencapaian kompetensi. Data diatas menunjukkan bahwa mayoritas guru dalam penelitian ini sudah memahami perumusan indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran dalam penyusunan RPP.
(BORNEO, Vol. VII, No. 1, Juni 2013)
112
d. Materi Ajar dan Waktu Pembelajaran
Materi ajar dikembangkan berdasar indicator menjadi uraian materi ajar dan butir-butir materi.Seringkali guru sekedarnya dalam menuliskan materi pembelajaran tanpa ada uraian dan penjabaran ke dalam butir-butir materi.Dalam penelitian ini tingkat pemahaman guru terhadap materi pembelajaran sebesar 87,69 persen artinya masih ada 12,31 persen guru yang belum dapat menjabarkan materi ajar.
Tingkat pemahaman guru dalam merumuskan waktu pembelajaran sebesar 84,62 persen termasuk rendah dibandingkan unsur RPP yang lain.Hal ini dikarenakan sebagian guru tidak menuliskan penggunaan waktu untuk setiap penggalan pertemuan, misalnya pertemuan pertama untuk mencapai indikator nomor sekian, pertemuan kedua untuk mencapai indikator nomor sekian dan seterusnya.
e. Metode dan Kegiatan Pembelajaran (KBM)
Metode atau strategi atau pendekatan pembelajaran dikembangkan sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam silabus yang sudah disusun atau sesuai dengan langkah-langkah kegiatan inti dalam kegiatan pembelajaran. Tingkat pemahaman guru dalam merumuskan metode pembelajaran sebesar 93,85 persen tergolong tinggi, meskipun masih menyisahkan 6,15 persen yang belum memahami. Hal ini dikarenakan metode yang dipilih kurang sesuai dengan kegiatan pembelajaran atau langkah-langkah kegiatan inti dalam kegiatan pembelajaran.
Sesuai data diatas, tingkat pemahaman guru dalam merumuskan kegiatan pembelajaran sebesar 83,08 persen, masih 16,92 persen yang belum memahami dengan baik.Penyebab yang paling utama masalah ini terutama pada perumusan kegiatan inti pembelajaran yang meliputi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi yang masih belum dikuasai oleh beberapa guru.
f. Penilaian Pembelajaran dan Sumber Belajar
Penilaian pembelajaran meliputi teknik tes/nontes dan ragam tes/nontes yang akan digunakan.Penilaian ini meliputi pembuatan soal tes untuk setiap indikator, kunci jawaban tes dan pedoman penskoran.Tingkat pemahaman yang diperoleh untuk unsure penilaian ini sebesar 80 persen terendah dibandingkan perolehan nilai untuk unsur yang lain. Hal ini disebabkan sebagian guru membuat soal tes tanpa disertai kunci jawaban bahkan tanpa pedoman penskoran.
Unsur terakhir dari RPP yaitu sumber belajar yang bisa berupa bahan cetak seperti buku, modul, diktat atau yang lainnya, media atau alat pembelajaran yang akan digunakan; serta bahan-bahan yang akan digunakan.Nilai yang diperoleh untuk unsure ini sebesar 93,85 persen atau masih ada 6,15 persen guru yang belum merumuskan sumber belajar yang digunakan.
Siklus II
Berdasarkan hasil penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang diperoleh pada siklus I, selanjutnya RPP yang sudah dinilai tersebut dikembalikan kepada para guru dengan disertai catatan – catatan kekurangan yang harus diperbaiki.Selanjutnya para guru dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok mata pelajaran IPA dan IPS, dimana nantinya tiap kelompok didampingi satu fasilitator , termasuk penulis.Selanjutnya, dengan dipimpin fasilitator diadakan tindakan berupa diskusi kelompok, dimana pada diskusi ini tiap guru bisa menanyakan permasalahan atau kekurangan pada pekerjaan RPP mereka. Permasalahan dan pemecahan masalah dalam diskusi ini direkap pada lembar pendampingan diskusi kelompok (terlampir).
Setelah diskusi kelompok selesai para guru diberi waktu satu pekan memperbaiki RPP mereka.Selanjutnya guru menyerahkan hasil revisi RPP mereka kepada penulis untuk dilakukan penilaian dan tindak lanjut hasil penilaian sebagaimana pada siklus I.Hasil penilaian RPP guru pada siklus II adalah sebagai berikut :
unsur
RPP Iden titas SK KD kator Indi Tujuan Materi Waktu Metode KBM Penila ian Sumber
persen 100 100 100 100 100 100 100 96,92 95.38 93.85 100
Dari data tersebut dapat disimpulkan semua unsur RPP (kecuali yang sudah mencapai nilai 100 persen pada siklus I) terjadi kenaikan nilai yang sangat signifikan setelah diberikan tindakan supervisi akademik berupa diskusi kelompok pada siklus II ini. Artinya diskusi kelompok berperan efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Disamping itu nilai rata-rata kemampuan guru dalam menyusun RPP pada siklus II ini terjadi kenaikan dari 91,47 persen pada siklus I menjadi 98,60 persen, melebihi target yang penulis targetkan sebesar 95 persen dalam penelitian ini.
Dari Tabel dapat dilihat jumlah nilai yang diperoleh tiap guru dalam menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran termasuk katagori baik sekali karena persentasenya semua diatas 76 persen. Namun demikian dari 13 subyek pada penelitian ini, baru 8 orang (
(BORNEO, Vol. VII, No. 1, Juni 2013)
114
61,5 % ) yang memperoleh nilai sempurna atau 100 persen, sedang sisanya 5 orang ( 38,5 % ) nilainya masih dibawah 100 persen.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data pada penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan :
1. Supervisi Akademik efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai amanat Permendiknas No.41 tahun 2007.
2. Bentuk supervisi akademik yang tepat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah melalui rapat khusus atau workshop dan diskusi kelompok.
SARAN
Karena adanya pengaruh positif tindakan Supervisi Akademik terhadap peningkatan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada kegiatan belajar mengajar, maka melalui laporan ini penulis mengajukan beberapa saran :
1. Kepala Sekolah disarankan melakukan Supervisi Akademik untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2. Menggunakan metode rapat khusus (workshop) dan diskusi kelompok sebagai teknik supervisi akademik yang efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)