BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Hasil Penelitian Sebelumnya
Penelitian mengenai opini going concern dan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti model prediksi kebangkrutan, leverage, pertumbuhan perusahaan dan debt default telah banyak diteliti oleh penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian-penelitian tersebut telah banyak memberikan masukan serta kontribusi tambahan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi opini opini going concern. Tabel 2.1 menunjukkan hasil penelitian-penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi opini going concern.
Tabel 2.1
Hasil-hasil Penelitian Terdahulu No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian
Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Pebedaan 1. Wiwik Kurniati (2012) Prediksi kebangkrutan, pertumbuhan perusahaan dan reputasi KAP terhadap opini audit going concern Variabel Prediksi kebangkrutan dan pertumbuhan perusahaan. Alat pengujian yang digunakan analisis regresi logistik. Variabel Reputasi KAP. Populasi penelitian data keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berjumlah 155
perusahaan untuk tiga periode (2008-2010).
Prediksi kebangkrutan yang diproksikan dengan Alman Z-Score berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Pertumbuhan perusahaan yang diproksikan dengan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Sedangkan reputasi KAP tidak berpengaruh significan terhadap penerimaan opini audit going concern. Hal ini menunjukkan bahwa dalam memberikan opini audit going concern tidak harus melihat skaladari KAP tersebut. Jika perusahaan layak untuk mendapat opini going concern maka auditor tidak akan segan untuk
mengeluarkan opini audit going concern.
Tabel 2.1 (Lanjutan) No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian
Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Pebedaan 2. Yashita Putri Alichia (2013) Pengaruh ukuran perusahaan, perumbuhan perusahaan, dan opini tahun sebelumnya terhadap opini audit going concern. Studi empiris perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI
Variabel Pertumbuhan perusahaan. Alat pengujian yang digunakan adalah analisis regresi logistik Variabel ukuran perusahaan dan opini audit tahun
sebelumnya. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan go public yang terdaftar di BEJ yang bergerak dalam bidang manufaktur pada tahun (2009-2011).
Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern, artinya semakin besar ukuran perusahaan maka semakin kecil probabilita mendapatkan opini audit going concern, pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan negative terhadap opini audit going concern, artinya perusahaan yang mengalami pertumbuhan
perusahaan yang negative maka tidak semakin besar probabilita mendapatkan opini audit going concern. Opini audit tahun
sebelumnya berpengaruh signifikan positif terhadap opini audit going concern, artinya perusahaan yang menerima opini audit tahun sebelumnya maka memiliki probabilitas semakin besar mendapatkan opini audit going concern.
Tabel 2.1 (Lanjutan) No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
Persamaan Pebedaan
Sebelum kuartal ketiga, ukuran perusahaan dan jenis industri.
a. Dipengaruhi secara signifikan positif oleh struktur audit pos-pos luar biasa, kerugian, financial distress, opini going concern dan opini audit. Tidak dipengaruhi oleh
pergantian auditor selama atau setelah kuartal keempat, pendekatan audit terstruktur menengah, tahun tutup buku dan reputasi auditor.
Tabel 2.1 (Lanjutan) No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian
Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Pebedaan 3. Mirna Dyah Praptitori ni dan Indira Januarti (2011) Analisis pengaruh kualitas audit, debt default, dan opinion shopping erhadap penerimaan opini audit going concern. Variabel debt default. Alat pengujian yang digunakan analisis model regresil ogistik Variabel kualitas audit dan opinion shopping.
Dalam penelitian ini hanya variable debt default yang terbukti berpengaruh positif terhadap penerimaan opini audit going concern. Sedangkan variable kualitas audit yang diproksi dengan auditor industry specialization dan opinion shopping tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit goin concern. Keterbatasan yang dihadapi dalam penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel, yaitu satu variable keuangan (debt defaut)dan dua variabel non keungan ( kualitas audit dan opinion shopping ) dengan R-square yang masih kecil 43% dan 57,5%. Periode
pengamatan hanya enam tahun, sehingga belum cukup lama untuk menentukan tren penerbitan opini going concern oleh auditor dalam jangka panjang.
Tabel 2.1 (Lanjutan) No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian
Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Pebedaan 4. Edward Akiko Wibisono (2013) Prediksi kebangkrutan, leverage, audit tahun sebelumnya, ukuran perusahaan terhadap opini audit going concern
Variabel predeiksi kebangkrutan. Alat penguji yang digunakan adalah analisis model regresi logistik Variabel leverage, audit tahun sebelumnya, dan ukuran perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI padatahun (2009-2011).
Model prediksi kebangkrutan (Altman
Z-Score) secara parsial mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern.
Leverage tidak berpengaruh terhadap
penerimaan opini audit going concern. Opini audit tahun sebelumnya secara
parsial mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern
5. Nurul Ardiani Emrinald i DP, dan Nur Azlina (2012) Pengaruh audit tenure, disclosere, ukuran KAP, debt default, opinion shopping dan kondisi keuangan terhadap penerimaan opini audit going concern pada perusahaan real estate dan property di BEI. Variabel debt defaul. Alat pengujian yang digunakan analisis model regresi logistik.
Variabel audit tenure, disclosere, ukuran KAP, opinion shopping.
Populasi penelitian perusahaan real estate dan property yang listing di BEI tahun 2009-2011.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan dari hasil pengujian dengan tingkat signifikansi 5%, diperoleh bukti bahwa disclosure, ukuran KAP dan debt default berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Sedangkan audit tenure, opinion shopping dan kondisi keuangan tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern.
Tabel 2.1 (Lanjutan) No Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian
Metode Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Pebedaan 6. Totok Dewayanto (2011) Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi penerimaan opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Variabel penerimaan opini audit going concern. Alat pengujian yang digunakan adalah analisis model regresi logistik. Variabel kondisi keuangan, ukuran perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, auditor client tenure, reputasi auditor. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan manufaktur terdaftar di BEI periode 2006-2009.
Kondisi keuangan berpengaruh signifikan dengan penerimaan opini audit going concern. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap
penerimaan opini audit going concern. Opini tahun
sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini going concern. Auditor client tenure tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Opinion shopping tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Sumber: Jurnal Penelitian Terdahulu