BAB IV HASIL PENELITIANDAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
4. Hasil Penelitian Siklus II
-Siswa belum mampu mengerjakan soal yang berhubungan dengan luas permukaan balok
-Siswa belum mampu mengerjakan soal yang berhubungan dengan volume kubus.
Masalah yang ada terjadi karena faktor:
-Guru kurang menyiapkan peserta didik untuk menerima pembelajaran dengan baik
-Guru kurang merangsang minat siswa dengan memberikan motivasi. -Guru kurang menjelaskan materi yang dianggap belum dimengerti oleh para siswa
-Guru kurang memberikan contoh soal dan latihan-latihan kecil agar siswa terbiasa menjawab soal dengan benar.
-Guru kurang mampu mengolah waktu seperti untuk berfikir, memperbaiki jawaban, dan menjawab pertanyaan.
b. Perencanaan
Pada tahap ini peneliti membuat alternatif pemecahan dalam perencanaan mengatasi kesulitan siswa. Perencanaan yang dilakukan peneliti adalah:
a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berisikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran probing-prompting pada materi kubus dan balok.
b. Mempersiapkan sarana dan media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan tindakan yaitu (1) Lembar kegiatan siswa mengenai materi kubus dan balok yang sebelumnya telah ada, (2) Alat peraga yang berbentuk kubus dan balok sehingga siswa lebih mudah memahami unsur-unsur, jaring-jaring, luas permukan dan volume kubus dan balok yang telah ada.
c. Mempersiapkan instrumen penelitian, yaitu: (1) lembar observasi untuk mengamati kegiatan belajar mengajar.
c. Tindakan
Kegiatan pembelajaran pada siklus II dilakukan sebanyak satu kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran (2 x 40 menit). Peneliti melakukan kegiatan mengajar sebagai pelaksanaan rencana pengajaran yang telah disusun sesuai rencana pelaksanaan pembelejaran (RPP). Rencana pengajaran yang akan dilakukan memuat materi kubus dan balok yang akan diajarkan kepada siswa namun lebih menekankan pada pokok bahasan luas permukaan balok dan volume kubus dengan menggunakan model pembelajaran Probing-Prompting. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, peneliti kembali mengadakan tes hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan menerapkan model pembelajaran Probing-Prompting.
d. Observasi
Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat oleh peneliti. Observasi dilakukan terhadap guru dan siswa. Observasi dilakukan oleh guru matematika kelas VIII A SMP Muhammadiyah 02 Medan.Observer mengamati aktivitas
mengajar guru dan respon siswa yang berpedoman pada lembar observasi yang telah disiapkan. Pengamatan di lakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dimana untuk siklus II peneliti mengadakan satu pertemuan. Hasil observasi yang di dapat pada siklus ini disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.7.
Lembar Observasi Guru Siklus II Keterangan:
1 = kurang baik 2 = kurang 3 = baik 4 = sangat baik
No. Kegiatan Pertemuan
4 A.
1. Membuka pembelajaran untuk menyiapkan
peserta didik 4
2. Menyiapkan peserta didik baik psikis
maupun fisik untuk mengikuti pembelajaran. 3
3.
Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali dan menjelaskan sedikit mengenai pelajaran yang telah lalu.
4
4.
Guru memberikan motivasi positif pada siswa yaitu dengan cara menyampaikan manfaat mempelajari materi hari ini.
4
5. Menjelaskan hal-hal akan yang akan dicapai
pada pembelajaran yang akan berlangsung 4 B.
6. Guru menghadapkan siswa pada situasi baru
yang mengandung permasalahan 3
7. Guru memberi bahan ajar berupa LKS atau
semacamnya 4
8. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
merngamati bahan ajar 4
pertanyaan.
10. Guru memberi waktu kepada siswa untuk
berfikir 4
11. Guru menunjuk salah satu siswa untuk
menjawab pertanyaan 4
12.
Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi, menambah atau memperbaiki jawaban sebelumnya.
4
13.
Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain yang membuat siswa semakin
memahami materi.
3
14. Guru menjelaskan materi yang dianggap
belum dimengerti siswa. 4
15. Guru memberikan latihan-latihan kecil 4 16. Guru mengajukan pertanyaan akhir pada
siswa yang berbeda 4
17. Guru mengevaluasi pembelajaran 3 C. Penutup
18. Guru merefleksi pembelajaran yang berlangsung 3 19. Guru memberikan informasi pembelajaran yang
akan dibahasselanjutnya 4
20.
Guru memberikan informasi media/alat pembelajaran yang diperlukan selanjtnya bila diperlukan
3
21. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
mengajak siswa untuk mengucap hamdalah 4
22. Guru mengucapkan salam 4
JUMLAH 81
Kesimpulan yang di dapat dari hasil observasi kegiatan guru siklus II bahwa kemampuan dalam menyajikan materi kubus dan balok dengan menggunakan model pembelajaran probing-promptingyang dilakukan peneliti termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 3,68. Dengan indikator lembar observasi pada siklus II yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Di dalam pendahuluan guru sudah sangat baik dalam melakukan kegiatan seperti: membuka pelajaran, menyiapkan peserta didik, melakukan apersepsi, memberi motivasi, menjelaskan hal-hal yang akan dicapai. Sedangkan di dalam kegiatan inti guru sudah sangat baik dalam melakukan kegiatan seperti:menghadapkan siswa pada situasi baru yang mengandung permasalahan, memberikan bahan ajar berupa LKS, memberi kesempatan kepada siswa untuk mengamati bahan ajar, mengajukan persoalan berupa pertanyaan, memberi waktu kepada siswa untuk berfikir, menunjuk salah satu siswa untuk menjawab pertanyaan, memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menanggapi, menambah, atau memperbaiki jawaban, memberikan pertanyaan-pertanyaan lain, menjelaskan materi yang dianggap kurang dimengerti siswa, memberikan latihan-latihan kecil, guru mengajukan pertanyaan akhir pada siswa yang berbeda, dan mengevaluasi pembelajaran. Kemudian di kegiatan penutup guru sudah sangat baik dalam melakukan kegiatan seperti: merefleksi pembelajaran yang berlangsung, memberi informasi pembelajaran yang akan dibahas selanjutnya, memberi informasi media/alat pembelajaran yang diperlukan selanjutnya bila diperlukan, mengucap hamdalah dan mengucap salam. Data ini sedikit meningkat dari hasil observasi yang dilakukan pada siklus I.
Selain kegiatan guru, siswa juga dilakukan observasi. Berikut diberikan hasil observasi pada siswa.
Tabel 4.8.
Lembar Observasi Siswa Siklus II Petunjuk:
1 = kurang baik 2 = kurang 3 = baik 4 = sangat baik
No. Kegiatan Pertemuan
4 A. Pendahuluan
1. Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai 4 2. Siswa siap untuk mengikuti pembelajaran 4 3. Siswa mengingat kembali pelajaran yang telah lalu. 3 4. Siswa mendengarkan motivasi positif dari guru 4 5. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang indikator
yang harus dicapai. 4
B. Kegiatan Inti
6. Siswa bersedia menerima pembelajaran ditandai dengan
suasana kelas yang tenang 3
7. Siswa menerima bahan ajar berupa LKS atau
semacamnya 4
8. Siswa mengamati setiap hal yang ada pada bahan ajar/LKS 4 9. Siswa mendengar beberapa persoalan berupa pertanyaan yang
diajukan oleh guru 4
10. Siswa berfikir untuk menemukan jawaban 3 11. Siswa memberikan jawaban/pendapat tentang
pertanyaan guru 4
12. Siswa lain menanggapi, menambah atau memperbaiki
jawaban sebelumnya 3
13. Siswa menjawab pertanyaan lain yang diajukan 4 14. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru 4 15. Siswa melakukan latihan-latihan kecil 4
17. Siswa mencatat hal-hal penting 4 C. Penutup
18. Siswa merefleksi pembelajaran yang berlangsung 3 19. Siswa mendengarkan pembahasan yang akan dipelajari pada
pertemuan selanjtnya 4
20. Siswa mencatat hal-hal penting yang akan dibawa pada
pertemuan selanjtnya 2
21. Siswa mengucap hamdalah 4
22. Siswa menjawab salam dari guru 4
JUMLAH 80
RATA-RATA 3,63
Berdasarkan hasil yang di peroleh dari observasi kegiatan pembelajaran siswa, hasil nilai observasi terhadap aktivitas pembelajaran siswa siklus IIdengan nilai rata-rata3,63 sehingga dapat dikategorikansangat baik dengan indikator lembar observasi pada siklus II yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Di dalam pendahuluan siswa sudah sangat baik melakukan kegiatan seperti: berdoa sebelum pelajaran dimulai, siap untuk mengikuti pembelajaran, mengingat kembali pelajaran yang telah lalu, mendengarkan motivasi positif dari guru dan mendengarkan penjelasan guru tentang indikator yang harus dicapai.Untuk kegiatan inti siswa sudah sangat baik dalam melakukan kegiatan seperti: bersedia menerima pembelajaran ditandai dengan suasana kelas yang tenang, menerima bahan ajar berupa LKS atau semacamnya, mengamati setiap hal yang ada pada bahan ajar/LKS, mendengar beberapa persoalan berupa pertanyaan yang diajukan oleh guru, Siswa berfikir untuk menemukan jawaban, Siswa memberikan jawaban/pendapat tentang pertanyaan guru, Siswa lain menanggapi, menambah atau memperbaiki jawaban sebelumnya, Siswa menjawab pertanyaan lain yang
diajukan, Siswa mendengarkan penjelasan dari guru, Siswa melakukan latihan-latihan kecil, Siswa menjawab pertanyaan akhir, Siswa mencatat hal-hal pentingdan pada kegiatan penutup siswa sudah sangat baik dalam melakukan kegiatan: merefleksi pembelajaran yang berlangsung, Siswa mendengarkan pembahasan yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya, Siswa mencatat hal-hal penting yang akan dibawa pada pertemuan selanjutnya, Siswa mengucap hamdalah, Siswa menjawab salam dari guru.
Dari hasil observasi yang dilaksanakan terlihat bawa proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah lebih baik dari sebelumnya. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata observasi setiap pertemuannya yang telah mencapai kategori baik.
e. Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada akhir pertemuan siklus II setelah semua materi diajarkan, siswa selanjutnya diberikan tes hasil belajar (post test) untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil belajar siswa.
Hasil belajar siswa setelah diberikan tindakan pada siklus II di kelas dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.9.
Deskripsi Nilai Tes Siklus II
No Nama Nilai Skor
Maksimal Keterangan
1 Abdullah 80
100 Tuntas
2 Ali Imran Lubis 75 100 Tuntas
3 Andrian Pratama 75 100 Tuntas
4 Armansyah 90 100 Tuntas
5 Ibnu Afwandi 100 100 Tuntas
6 Nabila Diandra 80 100 Tuntas
7 Nadila Khairani 100 100 Tuntas
8 Nadya Jania 80 100 Tuntas
9 Nanda Pratama Siregar 60 100 Tidak Tuntas
10 Nurhaliza 75 100 Tuntas 11 Refki El Fitrah Zulkarnain Nasution 80 100 Tuntas
12 Rian Saputra 60 100 Tidak Tuntas
13 Sakinah Mawaddah 75 100 Tuntas
14 Sintia Rahmadani Nasution
80
100
Tuntas
15 Sri Wahyu Purnama 100 100 Tuntas
16 Tri Indah Lestari 100 100 Tuntas
17 Yudha Agusti 100 100 Tuntas
18 Zul Fadhly Sofyan 100 100 Tuntas
19 Puja Maharani 100 100 Tuntas
20 Muhammad Iqbal Luthfi Dalimunthe
100
100
Tuntas
21 Faiz Amrizal 100 100 Tuntas
22 Syakila Veronica Bastiaan
75
100
Tuntas
23 Syahdu Ramadhan 100 100 Tuntas
Jumlah Nilai 1985
Jumlah siswa 23
Rata-rata 86,30
Secara ringkas tingkat ketuntasan belajar siswa saat diberikan tes hasil belajar adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10.
Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Secara Klasikal Ketuntasan Belajar Siswa Kategori Banyak Siswa Persentase 0% <PPH < 75% Tidak Tuntas 2 8,69% 75% < PPH < 100% Tuntas 21 91,30%
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal sudah dikatakan berhasil, karena tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal sudah mencapai ≥85% yakni 91,30%. Persentase ini didapat dari jumlah siswa yang telah mencapai nilai ketuntasan dengan kriteria telah mendapat nilai diatas 75 dengan jumlah 21 dari 23 siswa telah dikatakan tuntas dalam belajar kubus dan balok. Karena siswa sudah dapat memahami unsur-unsur kubus dan balok dengan benar, siswa sudah dapat membuat jaring-jaring kubus dan balok dengan benar, siswa sudah dapat menghitung luas permukaan kubus dan balok dengan benar, dan siswa sudah dapat menghitung volume kubus dan balok dengan benar. Sedangkan 2 orang siswa belum dapat dikatakan tuntas karena nilai yang diperoleh belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yakni ≥ 75. Kedua siswa tersebut belum dapat menjawab pertanyaan mengenai luas permukaan balok dan mengenai kubus kecil yang dibentuk dari kubus besar (volume kubus). Namun, walaupun demikian peningkatan hasil belajar telah terjadi dari siklus I ke siklus II. Bukan hanya sekedar dari persentase secara klasikal namun juga nilai yang didapat oleh siswa dan rata-rata nilai siswa. Pada siklus dua ini telah banyak siswa yang mendapat nilai diatas kriteria ketuntasan minimal, bahkan beberapa siswa mendapat nilai tertinggi yakni 100. Hal ini menunjukkan siswa sudah dapat memahami materi kubus dan balok. Hal ini juga
dikarenakan soal yang diberikan pada siklus I diberikan lagi pada siklus II dengan melakukan perbaikan-perbaikan proses pembelajaran dan juga menekankan pembelajaran pada jenis-jenis soal yang tidak dipahami siswa sehingga pencapaian yang didapat siswa sudah dapat dikatakan baik. Dengan demikian penelitian yang dilakukan telah dikatakan berhasil dengan menerapkan model pembelajaran probing-prompting pada materi kubus dan balok.
f. Refleksi
Berdasarkan hasil dari observasi dan data tes hasil belajar siswa yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Guru sudah dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran
probing-promptingserta guru sudah bisa menggunakan waktu pembelajaran secara
efektif dan efisien. Hal ini didasarkan pada hasil observasi yang menunjukkan peningkatan dengan semakin membaiknya kegiatan belajar mengajar berdasarkan pengamatan observer.
2) Hasil belajar matematika sudah mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah siswa yang memperoleh nilai kriteria ketuntasan minimal. Pada hasil belajar siklus I jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar secara klasikal sebanyak 15 siswa dan jumlah siswa yang tidak tuntas belajar secara klasikal sebanyak 8 siswa Dengan melihat lembar observasi dan nilai yang diperoleh siswa pada siklus I, peneliti melakasanakan perbaikan pada siklus II dan lebih menekankan pembelajaran pada persoalan yang belum dapat diselesaikan oleh siswa seperti luas permukaan balok dan volume kubus. Setelah
dilaksanakan perbaikan dan proses pembelajaran berlangsung. Peneliti melaksanakan tes hasil belajar pada siklus II dan jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi21 orang dan siswa yang belum tuntas sebanyak 2 siswa. Apabila di persentasekan jumlah siswa yang tuntas adalah 91,30% dan sudah dapat dikatakan berhasil. Jadi, dapat disimpulkan bahwa persentase tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan. Sama halnya dengan observasi yang dilaksanakan, juga mengalami peningkatan. Hal ini disebakan karena adanya perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus II.