BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
B. Kajian Pustaka
1. Hasil Penelitian Terdahulu
Kajian pustaka merupakan salah satu faktor yang sangat penting diperhatikan dalam sebuah penelitian. Kegiatan ini melibatkan keaktifan peneliti
5
Sondang P. Siagian, Organisasi, Kepemimpinan, dan Prilaku Administrasi, (Jakarta: Gunung Agung, t,th), hlm. 91.
6
Komaruddin,Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah, Ed. I, Cet. I, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), hlm. 190.
dalam mendapat berbagai informasi awal dan juga aspek-aspek apa saja yang sudah pernah dikaji oleh penelitian sebelumnya dalam kaitannya dengan topik yang dibahas.
Muliadi Kurdi, Ulama Aceh Dalam Melahirkan Human Resource Di Aceh,7. Buku ini membahas tentang: tinta ulama kalah penting dibandingkan dengan darah syuhada. Tintanya takkan kering dan selalu menggoreskan sanubari hati. Ulama senantiasa mencurahkan keikhlasan dan pencerahan umat. Dalam komunitas umat, Ulama sering dimisalkan pelita yang mampu menerangi kegelapan, obor yang memberi gairah alami. Dalam lintasan sejarah, Aceh termasuk wilayah yang paling banyak melahirkan ulama dengan variasi karya dan kontribusinya dalam berbidang keilmuwan.Peran ulama semakin penting di Aceh terlihat sejak pertama kali Islam menjadi agama resmi di kerajaan Aceh Darussalam.
Syahrizal Abbas, Syari’at Islam Di Aceh Ancangan Metodologis dan Penerapannya, buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Syahrizal Abbas ini membahas tentang memotret realitas pelaksanaan syari‟at Islam di Aceh yang dianggap cukup fenomenal. Pro dan kontra mengenai pelaksanaan syari‟at Islam telah terjadi dan mungkin akan terus terjadi di Aceh.
Soufyan Ibrahim, dkk, Toleransi dan Kiprah Perempuan dalam Penerapan Syari’at Islam. Buku yang ditulis oleh Soufyan Ibrahim bersama tim membahas tentang toleransi beragama di wilayah Syari‟at, kiprah perempuan di wilayah syari‟at dan membumikan nilai syari‟at Islam. Syamsul Rijal, Syari’at Islam di Aceh Problematika Implementasi Syari’ah, buku ini membahas tentang berbagai pemikiran para akademisi dan praktisi di Aceh mengenai berbagai permasalahan yang muncul dalam masyarakat yang tentu saja memerlukan kepada sebuah jawaban, antara lain persoalan pembunuhan dari sudut sengaja atau tidak sengaja yang diangkat oleh Jabbar Sabil.
7
Buku ini ditulis oleh Tim, buku setebal 294 halaman yang diterbitkan oleh Yayasan Aceh Mandiri bekerjasama dengan Pemerintah Aceh, dicetak pada bulan November tahun 2010.
Abdullah Ahmed An-Na‟im, Islam dan Negara Sekuler: Menegosiasikan Masa Depan Syari’ah, membahas beberapa isu antara lain negara, politik, konstitusionalisme, zimmi (non-Muslim), HAM, sekularisme. Buku ini mengkritik beberapa bentuk penerapan syari‟at Islam yang menurutnya keliru seperti yang terjadi di Sudan.
Selanjutnya buku yang ditulis oleh Taufik Adnan Amal dan Syamsul Rizal Panggabean dengan judul Politik Syariat Islam: dari Indonesia Hingga Nigeria, dalam buku tersevut penulis menjelaskan tentang syari‟at Islam dalam konteks politik, mulai Nigeria, Sudan, hingga Indonesia termasuk Aceh dengan analisis perbandingan.
Kemudian buku yang ditulis oleh Masykuri Abdillah dengan judul Formalisasi Syari’at Islam di Indonesia, Masykuri Abdilllah dalam bukunya tersebut memberikan penegasan bahwa sebelum mengkaji syari‟at Islam di Indonesia penulis juga memaparkan pengalaman beberapa negara misalnya, Nigeria dan Sudan. Masykuri Abdillah mengatakan bahwa formalisasi syari‟at Islam merupakan pergulatan yang tidak pernah tuntas di Indonesia.
Rusjdi Ali Muhammad dalam buku Revitalisasi Syari’at Islam di Aceh, buku yang ditulis oleh Rusjdi Ali Muhammad ini mengungkapkan gambaran umum tentang persoalan yang dihadapi dan solusi yang ditawarkan serta proses implementasi dalam pelaksanaan syari‟at Islam di Aceh baik secara teoritis maupun aplikatif.
Arskal Salim dalam bukunya berjudul Challenging The Seculer State: The Islamization of Law In Modern Indonesia, buku ini membahas Islamisasi hukum di Indonesia yang berisi tentang syari‟at Islam dalam kerangka negara bangsa, HAM dan zakat, khusus Aceh ia membahas peran ulama dan Mahkamah Syar„iyah dalam penerapan syari‟at Islam di Aceh. Dalam buku Syahrizal (editor), yang berjudul Kontekstualisasi Syari’at Islam di Nanggroe Aceh Darussalam, buku ini merupakan kumpulan tulisan dari beberapa orang yang membahas
mengenai sejarah sejak masa kesultanan sampai saat ini, prospek, tata hukum, formulasi qanun dan isu-isu seputar penerapan syari‟at Islam di Aceh.
Al Yasa‟ Abubakar dalam bukunya, Syari’at Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dalam buku ini Alyasa‟ Abubakar menyimpulkan bahwa Dinas Syari‟at Islam mempunyai tugas sebagai perencana dan penanggung jawab pelaksana syari‟at Islam di Aceh. Terutama yang berkaitan dengan penyiapan rancangan qanun, pembentukan Mahkamah Syar„iyah di seluruh Aceh, penyiapan tenaga dan sarananya, membantu dan merata penyelenggaraan peribadatan, mengawasi pelaksanaan syari‟at Islam di tengah masyarakat serta memberikan bimbingan dan penyuluhan.8
Dari keseluruhan kajian kepustakaan yang telah ditelusuri, belum ditemukan pembahasan secara spesifik yang berkaitan tentang pandangan para ulama terhadap penerapan syari‟at Islam di kota Banda Aceh, di samping itu juga disorot hasil penelitian yang berdekatan dengan penelitian yang sedang diteliti misalnya penelitian yang diteliti oleh Arifin Zain, pada tahun 2007 Arifin Zain melekukan penelitian dengan judul syari‟at Islam di Provinsi Aceh: studi terhadap penerapan dan implementasinya.
Syafril Syah juga melakukan penelitian yang terkait yaitu pada tahun 2008 tentang persepsi dan perilaku masyarakat non muslim terhadap penerapan syari‟at di Aceh. Di samping itu Syamsul Rijal juga melakukan penelitian yang hampir sama, penelitian ini mengambil lokasi di Aceh Tenggara tepatnya di Kuta Cane. Selanjutnya penelitian yang diteliti oleh Abd. Wahed, peneliti ini lebih menekankan pada peran lembaga adat di Aceh dalam mendukung syari‟at Islam. Selanjutnya penelitian yang diteliti oleh Abdul Azis terkait dengan efektivitas penerapan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan pemerintahan: Studi pada dinas syari‟at Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kemudian penelitian yang diteliti oleh Fauzi Ismail pada 2012, fokus penelitian ini lebih kepada
8
Alyasa Abubakar. Penerapan Syariat Islam Di Aceh Upaya Penyusunan Fiqih
Dalam Negara Bangsa. Dinas Syariat Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 2008:
persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan syari‟at Islam di Aceh (suatu realitas penerapan syari‟at Islam di Kota Banda Aceh). oleh karena itu menurut penulis kajian mendalam tentang ini layak untuk diteliti. Untuk lebih jelasnya tentang penelitian-penelitian terdahulu dengan penelitian ini dapat dijelaskan dalam tabel berikut:
Tabel 2.1
Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian yang akan dikaji
No. Judul
Penelitian/Peneliti/tahun diteliti
Fokus penelitian Deskripsi hasil penelitian
1. Syari‟at Islam di Provinsi Aceh (Studi terhadap penerapan dan Implementasinya/Arifin Zain/2007 Penerapan Syari‟at Islam dan Implementasinya Pelaksanaan Syari‟at Islam di Aceh secara substansi masih terkesan lamban dan belum menyentuh kepentingan hidup masyarakat secara komprehensif, hal ini beralasan karena apa yang terjadi selama ini dipandang lebih mengedepankan Islam dari aspek hukum, begitu halnya dengan hukuman yang telah dilakukan juga belum mendatangkan hasil
yang maksimal. 2. Persepsi dan perilaku
masyarakat non muslim terhadap Syari‟at Islam di NAD/Syafril Syah/2008 Pandangan masyarakat non muslim terhadap penerapan Syari‟at Sejak awal diberlakukannya Syari‟at Islam telah muncul berbagai pandangan dan
kekhawatiran berkenaan tentang keberadaan kaum minoritas dalam hal ini non muslim menyangkut tentang keabsahan untuk
memperoleh serta untuk mendapatkan pekerjaan serta kebebasan
berusaha dan hak melaksanakan ritual keagamaan.
3. Konstruksi Etika keberagaman dalam penegakan Syari‟at Islam di Aceh/Syamsul Rijal/2008 Pluralisme dan pelaksanaan Syari‟at Islam di NAD Penerapan Syari‟at Islam dihadapkan dengan berbagai persoalan yang terjadi ketika Syari‟at Islam dijalankan bagaimana pluralitas agama dan dinamika kaum minoritas yang ada di wilayah Syari‟at itu sendiri.
4. Peran Lembaga Adat dalam mendukung Syari‟at Islam di Aceh/Abd. Wahed/2007
Peran dan fungsi lembaga adat terhadap penerapan Syari‟at
Berkaiatan dengan falsafah kehidupan masyarakat Aceh yang kuat terhadap adat dan agama maka dalam setiap kehidupan masyarakat, lembaga adat tetap eksis dalam menjalankan perannya terutama terhadap penerapan Syari‟at Islam di wilayah Aceh secara menyeluruh. 5. Efektivitas penerapan
nilai-nilai Islam dalam penyelenggaran
Pemerintah: Studi pada Dinas Syari‟at Islam di Provinsi NAD/Abdul Azis/2012
Penerapan nilai-nilai Islam dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Syari‟at Islam di Provinsi NAD Penerapan nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan pemerintahan yang didasarkan pada keistimewaan Provinsi NAD meliputi penyelenggaraan kehidupan beragama, kehidupan adat, pendidikan serta peran ulama dalam penetapan kebijakan daerah. 6. Persepsi Masyarakat
terhadap pelaksanaan Syari‟at Islam di Aceh
Persepsi
masyarakat dan realitas penerapan
Persepsi masyarakat tentang penerapan syari‟at Islam dalam
(Suatu Realitas Penerapan Syari‟at Islam di Kota Banda Aceh)/Fauzi Ismail/2012
Syari‟at Islam kehidupan masyarakat tidak terealisasi sesuai dengan qanun syari‟at, sehingga tidak terjadi perubahan sikap masyarakat secara signifikan dengan kondisi sebelum dan sesudah penerapan syari‟at Islam.
7. Pandangan Ulama terhadap Penerapan Syari‟at Islam di Kota Banda Aceh/Abd. Majid/2017 Pandangan ulama terhadap penerapan Syari‟at Islam Ulama menyorot tentang penerapan syari‟at Islam ini berkaitan tentang konsep, cara, strategi pelaksanaan atau bahkan metode yang relevan sehingga hasil akhir dari penerapan syari‟at Islam bisa terwujud secara menyeluruh.