• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Hasil Penelitian Terdahulu

1. Davis et al. (1989) dalam riset yang berjudul “User Acceptance of

Computer Technology: A Comparison of Two Theoretical Models”

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jurnal ini merupakan pengembangan dari penelitian untuk disertasi Davis (1986). Davis (1986) menjelaskan mengenai adaptasi TRA dan model penerimaan teknologi yang secara spesifik menjelaskan mengenai perilaku menggunakan komputer. Namun dalam jurnal penelitian ini, Davis et al. (1989) meneliti secara empiris kemampuan TRA dan TAM untuk memprediksi dan menjelaskan perilaku penerimaan dan perilaku penolakan dalam penggunaan teknologi.

Hasil penelitian Davis ini akan dijadikan acuan dalam penelitan yang dilakukan saat ini. Hasil dari penelitian Davis et al. (1989) ini adalah sebagai berikut: konstruk perceived usefulness mempengaruhi secara positif dalam penggunaan teknologi, konstruk ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude, intention, dan actual usage; perceived ease of

use berpengaruh positif terhadap perceived usefulness dan attitude; attitude towards behaviorberpengaruh positif terhadap intention; behavioral intention berpengaruh positif dan merupakan prediksi yang

baik dari penggunaan teknologi sesungguhnya (actual usage).

2. Venkatesh et al. (2003) dalam riset yang berjudul “User Acceptance of

Information Technology: Toward a unified View”

Dalam jurnal ini Venkatesh et al. (2003) mengkaji teori-teori tentang penerimaan teknologi oleh pemakai-pemakai sistem dan digunakan untuk mengembangkan sebuah model gabungan baru yang terintegrasi. Model

gabungan ini disebut dengan nama teori gabungan penerimaan dan penggunaan teknologi (Unified Theory of Acceptance and Use of

Technology) atau disebut dengan singkatannya yaitu UTAUT. Venkatesh

et al. (2003) menggunakan teori-teori yang sudah ada sebelumnya untuk mengembangkan sebuah model gabungan baru yang terintegrasi. Model gabungan ini disebut dengan nama teori gabungan penerimaan dan penggunaan teknologi (Unified Theory of Acceptance and Use of

Technology) atau disingkat dengan UTAUT.

Dalam membangun model gabungannya yang baru, Venkatesh et al. (2003) menguji terlebih dahulu model–model yang sebelumnya untuk menentukan konstruk-konstruk yang signifikan untuk digunakan di model gabungan baru. Penelitian dalam jurnal ini dilakukan menggunakan empat organisasi (perusahaan hiburan, telcom services, banking, public

admistration) yang sedang memperkenalkan suatu teknologi informasi di

tempat kerjanya. Dari empat perusahaan ini, di dua perusahaan teknologi yaitu perusahaan hiburan dan perusahaan telcom services yang digunakan secara sukarela dan di dua perusahaan teknologi lainnya yaitu perusahaan perbankan dan perusahaan administrasi publik yang digunakan secara mandatori.

Variabel voluntariness dalam penelitian ini mengacu pada hasil pengujian di perusahaan yang menggunakan teknologi secara sukarela dengan melihat pada minat dan kompleksitas sistem yang digunakan. Hasil pengujian konstruk voluntariness berpengaruh positif terhadap

behavioral intention, dan konstruk complexity berpengaruh negatif

terhadap voluntariness.

3. Yi dan Hwang (2003) dalam riset yang berjudul “Predicting the Use of

Web-Bbased Information Systems: Self-Efficacy, Enjoyment, Learning Goal Orientation, and the Technology Acceptance Model”

Penelitian ini memperluas TAM dengan memasukkan variabel motivasi dari self-efficacy, enjoyment, dan learning goal orientation dalam memprediksi sistem informasi berbasis web. Subyek dalam penelitian ini sebanyak seratus sembilan orang yang berpartisipasi di lapangan dengan menggunakan sistem blackboard yang berbasis web sistem manajemen kelas. Survei dilakukan setelah masa percobaan 2 minggu dan penggunaan aktual sistem dicatat oleh sistem Blacboard selama 8 minggu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini variabel ease of use tidak bepengaruh signifikan terhadap usefulness, sedangkan ease of use dan usefulness mempunyai pengaruh signifikan terhadap behavioral intention, dan

behavioral intention berpengaruh signifikan terhadap actual technology use.

4. Gardner dan Amoroso (2004) dalam riset yang berjudul “Development of

an Instrument to Measure the Acceptance of Internet Technology by Consumers”

Penelitian ini menjelaskan pengembangan rancangan instrumen untuk mengukur penerimaan teknologi informasi dari konsumen. Instrumen yang dirancang menjadi alat untuk proses pembauran aplikasi berbasis internet setiap individu dan penyebaran teknologi dari organisasi pada konsumen. Gardner dan Amoroso (2004) mengembangkan TAM dengan menambah

empat variabel eksternal untuk digunakan meneliti penerimaan konsumen menggunakan teknologi internet. Empat variabel eksternal ini adalah

gender, experience, complexity, dan voluntariness.

Hasil dari penelitian Gardner dan Amoroso yang dijadikan acuan untuk penelitian saat ini adalah variabel TAM dan dua variabel eksternal TAM yaitu complexity dan voluntariness. Hasil penelitian Gardner dan Amoroso (2004) adalah sebagai berikut: perceived usage dipengaruhi oleh

perceived usefulness dan intention; voluntariness berpengaruh positif

terhadap intention; complexity berpengaruh signifikan terhadap perceived

usefulness dan berpengaruh negatif terhadap perceived usage.

5. Abbasi et al. (2011) dalam riset yang berjudul “Social Influence,

Voluntariness, Experience and The Internet Acceptance: Am Extension of Technology Acceptance”

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang menggunakan internet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 504 responden akademisi dalam beberapa sekolah ternama di Negara Pakistan yang diselesaikan dengan

cross-sectional dan dianalisis dengan PLS. Internet merupakan hal baru

bagi Negara Pakistan waktu itu, sehingga dibutuhkan beberapa penyesuaian untuk internet dapat berhasil diterapkan.

Teori yang digunakan dalam jurnal penelitian ini dengan mengambil beberapa konstruk TAM dan menambahkan variabel ekternal dari TRA, TPB dan UTAUT. Kontruk TAM yang digunakan hanya konstruk TAM

yang utama dan beberapa variabel eksternal yang dikaitkan dengan TAM diantaranya adalah subjective norms, perceived local management

support, perceived top management support, experience,dan voluntariness.

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Abbasi et al. (2011) adalah sebagai berikut: perceived usefulness memiliki pengaruh yang signifikan bagi behavioral intention, namun perceived usefulness berpengaruh tidak signifikan terhadap usage; perceived ease of use berpengaruh signifikan terhadap perceived usefulness; behavioral intention berpengaruh terhadap

usage; voluntariness berpengaruh tidak signifikan terhadap behavioral intention.

6. Lee et al. (2011) dalam riset yang berjudul ”Adding Innovation Diffusion

Theory to the Technology Acceptance Model: Supporting Employees Intention to use E-Learning System”

Jurnal penelitan ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor minat perilaku karyawan bisnis untuk menggunakan sistem e-learning. Dengan mengkombinasi antara innovation diffusion theory (IDT) dengan TAM pada 552 responden karyawan bisnis di Taiwan. Konstruk yang dipakai dalam penelitian Lee et al. (2011) ini antara lain compability, complexity,

relative advantage, dan trialability dikaitkan dengan konstruk TAM yaitu perceived usefulness, perceived ease of use, dan behavioral intention.

Hasil dari penelitian Lee et al. (2011) ini akan dijadikan acuan untuk peneletian yang dilakukan saat ini dengan melihat konstruk complexity dan konstruk yang ada dalam TAM. Hasil dari pengujian penelitian ini adalah sebagai berikut: complexity berpengaruh positif terhadap perceived

usefulness; perceived ease of use berpengaruh positif terhadap perceived usefulness; dan perceived usefulness berpengaruh positif terhadap behavioral intention.

7. Marakarkandy et al. (2017) dalam riset yang berjudul “Enabling Internet

Banking Adoption: An Empirical examination with an augmented technology Acceptance Model”

Penelitian ini dilakukan di India dengan menggunakan kuesioner sebanyak 300 untuk dilkumpulkan dan diolah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh norma subyektif, gambaran, risiko dan kepercayaan dalam menggunakan sistem. Sehingga diketahui bagaimana tingkat penerimaan pengguna terhadap penggunaan sistem, karena penting untuk diketahui tingkat penerimaan sebuah sistem informasi yang dikembangkan oleh Negara barat yang diterpakan di Negara non barat. Jurnal ini mengambil beberapa subyek yang menggunakan sistem yang diambil dengan acak di beberapa daerah.

Dalam penelitian ini, Mahakarkandy et al. (2017) menggunakan teori TAM dan mengambil beberapa variabel eksternal TAM diantaranya self

efficacy, perceived of risk, Bank initiative, dan trust. Namun yang menjadi

acuan dalam penelitan yang dilakukan sekarang hanya pada konstuk-konstuk TAM.Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: perceived

ease of use memiliki pengaruh positif pada perceived usefulness dan attitude; perceived usefulness berkontribusi positif terhadap attitude dan behavioral intention; attitude memiliki pengaruh positif terhadap behavior intention; dan behavior intention memiliki pengaruh positif

Dokumen terkait