BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Dibawah ini adalah hasil dari penelitian penulis terdapat ada kesamaan dan perbedaan dari peneliti yang sebelumnya dan disajikan dengan tabel berikut :
Institusi yang Diteliti Aisyah Bakery Banjarmasin
Sabita Bakery Banjarmasin
Butik “Refa Gallery”
Periode Analisis Januari 2019 Januari 2019 Januari – Maret 2021 Permasalahan Bagaimana
12
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui penggolongan sesuai dengan konsep akuntansi biaya
Metode Penelitian Studi Kasus Studi Kasus Studi Kasus Hasil Penelitian Aisyah Bakery
Banjarmasin belum
Penelitian yang penulis lakukan secara umum memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu dalam beberapa hal: (1) permasalahan dalam memperhitungkan harga pokok produksi yang masih sesuai perkiraan pemilik, sehingga menimbulkan harga yang tidak tepat; (2) tujuan penelitian untuk mengetahui penggolongan biaya
yang sesuai agar dapat memperhitungkan harga pokok produksi yansg tepat; (3) metode yang digunakan, yaitu metode harga pokok proses full costing.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan penulis memiliki perbedaan dengan penelitian tersebut dalam hal subyek penelitian dan tujuan penelitian. Pada penelitian ini, selain untuk menggolongkan biaya dan menghitung harga pokok produksi, penulis juga ingin membuat laporan biaya produksi untuk periode bulan Januari – Maret 2021.
14
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan ini ialah studi kasus dengan menggunakan jenis pendekatan deskriptif. Penelitian studi kasus yang dilakukan ini ialah membahas tentang perhitungan harga pokok produksi dengan satu objek ialah Butik “Refa Gallery” Banjarmasin yang beralamat di Jalan Sutoyo S. Gg Mulia no 2.
B. Variabel Penelitian
Untuk memperjelas suatu penelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam mendefinisikan suatu istilah yang terdapat dijudul penelitian maka perlu adanya definisi operasioanal variabel penelitian. Adapun variabel penelitian ini adalah Butik Refa Gallery Banjarmasin. Berikut ini Definisi Operasional variabel yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Harga Pokok Produksi : Menurut Lasena (2013) Harga pokok produksi melibatkan seluruh produk bahan langsung yang diantaranya, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik yang dikeluarkan guna produksi barang atau jasa. (Adi Probowo, 2019)
2. Metode Harga Pokok Proses : “Harga pokok proses adalah metode perhitungan harga pokok produk berdasarkan biaya yang diproduksi pada suatu periode dibagi unit produksi. Pada metode ini, barang dan jasa yang diproduksi secara masal dan identik”. (Sujarweni V Wiratna, 2015 :87)
C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis data :
a. Data kualitatif
Data yang bukan dalam bentuk angka tetapi berbentuk kata-kata, selain itu juga ada gambar dan rekaman video. (Siyoto & Sodik, 2015). Dalam penelitian ini data kualitatif berupa hasil wawancara seperti, sejarah berdirinya usaha dan proses produksi.
b. Data kuantitatif
“Data yang berbentuk angka atau bilangan yang sesuai dengan bentuknya, data ini dapat diolah menggunakan teknik perhtungan matematika atau statistika”. (Siyoto & Sodik, 2015). Data kuantitatif dalam penelitian ini yaitu data pembelian bahan baku dan penjualan produk.
2. Sumber data a. Data primer
“Data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumbernya”. Data primer dalam penelitian ini berupa hasil penjelasan dari pemilik Refa Gallery.
b. Data sekunder
“Data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada”.
D. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data ini dilakukan dalam penelitian tersebut ialah : 1. Wawancara
Melakukan wawancara kepada pemilik, yaitu pemilik butik terkait sejarah berdirinya usaha, kegiatan produksi, dan mendapatkan data yang diperlukan.
2. Observasi
Mengadakan kunjungan langsung ke tempat objek usaha yang akan diteliti.
3. Dokumentasi
Mengumpulkan dokumen atau catatan yang berkaitan dengan masalah yang ingin diteliti.
16
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data pada penelitian ini sebagai berikut :
1. Mengelompokkan biaya produksi pada Butik Refa Gallery Banjarmasin.
2. Mengelompokkan penggolongan biaya produksi sesuai dengan konsep akuntansi biaya.
3. Melakukan perhitungan biaya produksi.
4. Melakukan perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan dengan metode harga pokok proses.
5. Membuat laporan biaya produksi.
6. Mencatat jurnal biaya produksi.
7. Mengambil kesimpulan dan saran yang diberikan atas penelitian yang sudah dilakukan pada Butik Refa Gallery Banjarmasin.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Butik Reffa Gallery
Butik Reffa Gallery merupakan kerajinan tangan, butik ini melakukan kegiatan usaha baik produksi maupun penjualan barang/jasa, butik ini berdiri cukup lama sekitar tahun 1990-an. Pemilik dari butik ini ialah Bapak Fahmianoor beliau memulai usahanya juga merintis mulai dari nol (0). Butik ini beralamat Gg. Mulia No.2, Tlk. Dalam, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70115. Proses produksi dilakukan oleh beberapa karyawan, dari hasil ini yang sudah jadi akan dijual didaerah Banjarmasin.
2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah gambaran yang mengenai bagian-bagian yang ada disuatu organisasi maupun jabatan yang dimiliki. Biasanya disebuah perusahaan memiliki struktur organisasi yang luas, akan tetapi Butik Reffa Gallery tidak memiliki struktur yang cukup detail karena tugas-tugas semua sudah diserahkan kepada tangan kanan pemilik butik tersebut maka dari itu penulis hanya dapat membuatkan struktur organisasi yang sederhana untuk Butik Reffa Gallery, sebagai berikut.
18
Bagan 4.1 Struktur Organisasi Butik Reffa Gallery Sumber : Dibuat penulis
Berikut adalah tugas dan tanggung jawab setiap bagian organisasi Butik Reffa Gallery :
a. Pimpinan
Pimpinan dari Butik Reffa Gallery adalah pemilik sekaligus pimpinan dari usaha ini, yang mengatur dan bertanggung jawab atas semua kegiatan ini tersebut.
b. Keuangan
Bagian tugas dan tanggung jawab bagian keuangan ini : 1) Yang bertugas dalam melakukan pengaturan keuangan usaha 2) Melakukan pencatatan atau penginputan semua transaksi keuangan 3) Melakukan pembayaran kepada supplier
4) Berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal terkait dengan aktivitas keuangan perusahaan.
c. Produksi
Bagian produksi memiliki tugas dan tanggung jawab kepada kegiatan produksi agar berjalan dengan lancar untuk memenuhi target produksi yang telah ditetakan oleh perusahaan. Beberapa tugas yang dilakukan :
1) Melaksanakan jalannya kegiatan produksi mulai proses awal sampai dengan pada persediaan yang siap untuk dijual
2) Bertanggung jawab dalam pemeliharaan peralatan dan perlengkapan produksi
3) Melaporkan hasil produksi kepada pimpinan d. Pemasaran
1) Melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan penjualan 2) Melakukan penjualan dengan mencari pelanggan untuk
mendapatkan pendapatan
3) Bekerja sama dengan pimpinan untuk menentukan harga produk 3. Ketenagakerjaan
Jumlah tenaga kerja di Butik Reffa Gallery ini ada berjumlah 12 orang diantaranya, bagian pimpinan (1 orang), bagian keuangan (1 orang), bagian produksi (6 orang), dan bagian pemasaran (4 orang).
4. Bahan-bahan dan Peralatan yang digunakan
Adapun beberapa bahan-bahan dan peralatan yang digunakan dalam pemprosesan suatu produk yaitu : Tunik, Outer, dan Jaket Sasirangan
a. Bahan-bahan yang digunakan
1) Bahan Baku Produk Tunik Sasirangan
Tabel 4. 1 Biaya Bahan Baku Dalam Proses Pembuatan Tunik
No Bahan Kebutuhan Bahan Biaya (Rp)
2) Bahan Baku Produk Outer Sasirangan
Tabel 4. 2 Biaya Bahan Baku Dalam Proses Pembuatan Outer
No Bahan Kebutuhan Bahan Biaya (Rp)
20
6 Getah Karet 1 pcs 2.000
Sumber : Butik Reffa Gallery
3) Bahan Baku Produk Jaket Sasirangan
Tabel 4. 3 Biaya Bahan Baku Dalam Proses Pembuatan Jaket
No Bahan Kebutuhan Bahan Biaya (Rp) b. Peralatan yang digunakan
Peralatan yang digunakan beserta fungsinya adalah :
1) Mesin Jahit : Digunakan untuk proses penjahitan (menyambung kain dengan kain lainnya)
2) Gunting : Untuk memotong kain dan benang 3) Penggaris Pola : Untuk pengukuran pola pada kain
4) Baskom / Ember : Tempat meletakkan membuat air pada proses pencelupan
5) Kayu Pengaduk : Untuk pengaduk dalam proses pewarnaan 6) Setrika : Untuk melicinkan pakaian agar terlihat
9) Bur Jaket : Merupakan salah satu aksesoris jaket yang biasa dipasangkan pada bagian pergelangan tangan, bagian bawah jaket, dan bagian leher jaket, sekaligus menyempurnakan
tampilannya.
5. Proses Produksi
Proses produksi adalah rangkaian kegiatan utama yang harus dilakukan
untuk merubah bahan belum jadi menjadi suatu barang jadi yang siap dijual.
Proses produksi menggunakan sumber-sumber yang telah tersedia yaitu bahan baku, tenaga kerja, biaya lain-lain, dan peralatan.
Maupun tahap-tahap yang dilakukan oleh Butik Reffa Gallery Banjarmasin dalam menjalankan proses produksi adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan Kain Putih
Langkah pertama yaitu mempersiapkan bahan kain putih polos sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
b. Pembuatan Gambaran Pola
Pada tahapan ini pola tersebut dibentuk yang memiliki keteraturan baik dalam desain maupun gagasan abstrak, unsur ini pembentuk pola disusun secara berulang dalam aturan tertentu sehingga dapat diperkirakan kelanjutannya.
c. Penjelujuran / Penjahitan Pada Pola
Selanjutnya pola-pola tersebut dijahit jelujur dengan menggunakan benang, kemudian benang tersebut ditarik sampai membentuk kerutan-kerutan dan diikatkan dengan menggunakan gelang karet (getah) agar tidak terlepas.
d. Pewarna Kain (Pewarnaan)
Baskom yang telah disiapkan ditaburi bubuk warna yang diinginkan, bubuk warna itu dicairkan dengan air panas kemudian diaduk dengan potongan kayu sampai cairan warna benar benar tampak merata, kain yang telah dijahit kemudian dicelupkan kedalam baskom tersebut.
e. Ditiriskan dan Dikeringkan
Proses ini setelah pencelupan pewarna kain lalu ditiriskan serta dikeringkan.
f. Melepas Jahitan Jelujur
Selanjutnya benang-benang jahitan / ikatan untuk menjelujur tersebut kemudian dilepaskan seluruhnya sehingga akan terlihat motif-motif bekas jahitan yang tampak diantara kain tersebut.
22
g. Pencucian
Setelah seluruh pelinting dilepaskan barulah kemudian dicuci sampai bersih dengan air bekas cuciannya yang jernih / tidak bewarna lagi.
h. Pengeringan
Tahap selanjutnya, kain dijemur ditempat yang teduh dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
i. Disetrika
Sebagai penyempurnaan akhir dari proses pembuatan kain sasirangan, kain tersebut kemudian disetrika agar menjadi halus, licin dan rapi.
j. Design Sesuai Keinginan
Design sebuah pakaian biasanya sesuai dengan permintaan konsumen agar si pembeli puas dengan motif yang diinginkan.
k. Pemotongan
Bahan / kain yang akan dipakai dipotong menyesuaikan pola yang telah dibuat, dalam proses ini harus pengerjaannya dengan hati-hati agar ukuran kain yang terpotong sesuai dengan yang telah ada.
l. Penjahitan
Proses penjahitan dilakukan dengan menggabungkan potongan bahan yang disesuaikan dengan pola dan design yang sudah dibuat sebelumnya.
m. Disetrika (Tahapan Akhir)
Untuk menyempurnakan jahitan agar terlihat rapi dan terlihat menarik.
Menyiapkan Kain Putih Pembuatan Gambaran
Pola
Bagan 4.2 Tahapan Proses Produksi Sasirangan Butik Reffa Gallery Sumber : Butik Refa Gallery Banjarmasin (diolah oleh penulis)
6. Hasil Produksi dan Pemasaran
Pemasaran merupakan suatu tujuan perusahaan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan agar memperoleh laba atau keuntungan untuk mengembangkan usaha perusahaan tersebut. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang tunjukan untuk membuat rencana, menentukan harga, membuat promosi dan mendistribusikan barang yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen/pembeli.
Penjelujuran / Penjahitan Pada Pola
Disetrika (tahapan akhir)
Penjahitan Pemotongan
Mendesign Disetrika
Pengeringan Pencucian
Melepas Jahitan Jelujur Ditiriskan dan
Dikeringkan Pewarna Kain
(Pewarnaan)
24
Proses produksi yang dilakukan oleh Butik Reffa Gallery berlangsung secara terus menerus setiap harinya tanpa adanya pesanan karena agar stok tersebut tidak kosong untuk dijual kecuali ada pengecualian, Butik Reffa Gallery melakukan pemasaran melalui dengan cara pelanggan datang langsung ke Toko Reffa Gallery untuk memilih berbgai macam produk yang dijual.
Tabel 4. 4 Hasil Produksi Sasirangan bulan Januari - Maret 2021 Butik Refa Gallery Banjarmasin
Sumber : Butik Reffa Gallery diolah kembali oleh penulis
Perhitungan persentase pembebanan untuk tabel diatas, yaitu :
a. Tunik = 148 𝑥 100%
Tabel 4. 5 Hasil Penjualan Sasirangan bulan Januari - Maret 2021 Butik Refa Gallery Banjarmasin
No. Nama Produk Penjualan Harga Jual Per Satuan Total Pendapatan
1. Tunik 148 Rp 350.000 Rp 51.800.000
2. Outer 42 Rp 350.000 Rp 14.700.000
3. Jaket 107 Rp 550.000 Rp 58.850.000
Total 297 Rp 1.250.000 Rp 125.350.000
Sumber : Butik Reffa Gallery diolah kembali oleh penulis
Perhitungan total pendapatan penjualan tersebut , yaitu : a. Tunik = 148 x Rp 350.000 = Rp 51.800.000 b. Outer = 42 x Rp 350.000 = Rp 14.700.000 c. Jaket = 107 x Rp 550.000 = Rp 58.850.000
7. Penggolongan Biaya Menurut Perusahaan
Penggolongan biaya Butik Reffa Gallery Banjarmasin, dalam menggolongkan biaya harga pokok produksi sasirangan Tunik, Outer, dan Jaket.
Biaya tenaga kerja menurut perusahaan berjumlah 12 orang, biaya ini adalah biaya tenaga kerja yang ada pada perusahaan.
Tabel 4. 6 Biaya Tenaga Kerja Butik Reffa Gallery
No. Biaya Tenaga Kerja Jumlah Pegawai
Upah / Orang (sebulan)
Jumlah (3 bulan)
1. Pimpinan 1 Rp 5.000.000 Rp 15.000.000
26
2. Keuangan 1 Rp 3.000.000 Rp 9.000.000
3. Produksi 6 Rp 2.000.000 Rp 36.000.000
4. Pemasaran 4 Rp 2.000.000 Rp 24.0000.000
Total 12 Rp 12.000.000 Rp 84.000.000
Sumber : Butik Reffa Gallery diolah kembali oleh penulis
c. Biaya Lain-lain
Biaya ini ialah biaya yang dikeluarakan untuk keperluan dalam proses produksi.
Tabel 4. 7 Daftar Biaya Lain-lain Butik Reffa Gallery
No. Jenis Biaya Harga per bulan Harga per 3 bulan
1. Biaya Listrik Rp 500.000 Rp 1.500.000
2. Biaya Air Rp 500.000 Rp 1.500.000
3. Biaya Telepon Rp 300.000 Rp 900.000
Sumber : Butik Reffa Gallery diolah kembali oleh penulis
8. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Perusahaan
Butik Reffa Gallery memperhitungkan biaya harga pokok, 3 produk yang dihasilkan pada bulan Januari – Maret 2021 sebagai berikut :
a. Tunik
Perhitungan harga pokok produk Tunik yang dihasilkan pada selama bulan Januari – Maret 2021 biaya bahan baku yang diperhitungkan Reffa Gallery Banjarmasin sebagai berikut :
Tabel 4. 8 Biaya Bahan Baku Pembuatan Tunik Reffa Gallery Banjarmasin
Bahan yang diperlukan Satuan Harga (Rp) Jumlah
Kain polos 222 m Rp 30.000 Rp 6.660.000
Pensil 2 pak Rp 20.000 Rp 40.000
Obat Pewarna 3 kg Rp 50.000 Rp 150.000
Total Rp 7.006.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 9 Biaya Tenaga Kerja Pembuatan Tunik Butik Reffa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
Tenaga Kerja Jumlah Gaji per 3 bulan Persentase Total
Produksi 2 Rp 36.000.000 50 % Rp 18.000.000
Pemasaran 1 Rp 6.000.000 50 % Rp 3.000.000
Total Rp 21.000.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 10 Biaya Lain-lain Pembuatan Tunik Butik Reffa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
Biaya Lain-lain Biaya per 3 bulan Persentase Total
Listrik Rp 500.000 50 % Rp 250.000
Air Rp 500.000 50 % Rp 250.000
Telepon Rp 300.000 50 % Rp 150.000
Total RP 650.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 11 Total Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga kerja, dan Biaya Lain-lain Pembuatan Tunik
keterangan Jumlah
Biaya Bahan Baku Rp 7.006.000
Biaya Tenaga Kerja Rp 21.000.000
Biaya Lain-lain Rp 650.000
Total Rp 28.656.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
28
Jadi total biaya produksi pembuatan Tunik selama 3 bulan dari biaya bahan baku, biaya biaya tenaga kerja, dan biaya lain-lain adalah sebesar Rp 28.656.000. Butik Reffa Gallery Banjarmasin dalam memperhitungkan harga pokok produk per Tunik sebagai berikut :
HPP = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑈𝑛𝑖𝑡 = Harga Pokok per lembar HPP = 𝑅𝑝 28.656.000
148 = Rp 193.621,62
b. Outer
Perhitungan harga pokok produk Outer yang dihasilkan pada selama bulan Januari – Maret 2021 biaya bahan baku yang diperhitungkan Reffa Gallery Banjarmasin sebagai berikut :
Tabel 4. 12 Biaya Bahan Baku Pembuatan Outer Reffa Gallery Banjarmasin
Bahan yang diperlukan Satuan Harga (Rp) Jumlah
Kain polos 63 m Rp 30.000 Rp 1.890.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 13 Biaya Tenaga Kerja Pembuatan Outer Butik Reffa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
Tenaga Kerja Jumlah Gaji per 3 bulan Persentase Total
Produksi 2 Rp 36.000.000 14 % Rp 5.040.000
Pemasaran 1 Rp 6.000.000 14 % Rp 840.000
Total Rp 5. 880.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 14 Biaya Lain-lain Pembuatan Outer Butik Reffa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
Biaya Lain-lain Biaya per 3 bulan Persentase Total
Listrik Rp 500.000 14 % Rp 70.000
Air Rp 500.000 14 % Rp 70.000
Telepon Rp 300.000 14 % Rp 42.000
Total RP 182.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 15 Total Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga kerja, dan Biaya Lain-lain Pembuatan Outer
keterangan Jumlah
Biaya Bahan Baku Rp 2.236.000
Biaya Tenaga Kerja Rp 5.880.000
Biaya Lain-lain Rp 182.000
Total Rp 8.298.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Jadi total biaya produksi pembuatan Outer selama 3 bulan dari biaya bahan baku, biaya biaya tenaga kerja, dan biaya lain-lain adalah sebesar Rp 8.298.000. Butik Reffa Gallery Banjarmasin dalam memperhitungkan harga pokok produk per Outer sebagai berikut :
HPP = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑈𝑛𝑖𝑡 = Harga Pokok per lembar
HPP = 𝑅𝑝 8.298.000
42 = Rp 197.571,42
c. Jaket
Perhitungan harga pokok produk Jaket yang dihasilkan pada selama bulan Januari – Maret 2021 biaya bahan baku yang diperhitungkan Reffa Gallery Banjarmasin sebagai berikut
30
Tabel 4. 16 Biaya Bahan Baku Pembuatan Jaket Reffa Gallery Banjarmasin
Bahan yang diperlukan Satuan Harga (Rp) Jumlah
Kain 214 m Rp 50.000 Rp 10.700.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 17 Biaya Tenaga Kerja Pembuatan Jaket Butik Reffa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
Tenaga Kerja Jumlah Gaji per 3 bulan Persentase Total
Produksi 2 Rp 36.000.000 36 % Rp 12.960.000
Pemasaran 1 Rp 6.000.000 36 % Rp 2.160.000
Total Rp 15.120.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 18 Biaya Lain-lain Pembuatan Jaket Butik Reffa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
Biaya Lain-lain Biaya per 3 bulan Persentase Total
Listrik Rp 500.000 36 % Rp 180.000
Air Rp 500.000 36 % Rp 180.000
Telepon Rp 300.000 36 % Rp 108.000
Total RP 468.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Tabel 4. 19 Total Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga kerja, dan Biaya Lain-lain Pembuatan Jaket
keterangan Jumlah
Biaya Bahan Baku Rp 11.046.000
Biaya Tenaga Kerja Rp 15.120.000
Biaya Lain-lain Rp 468.000
Total Rp 26.634.000
Sumber Butik Reffa Gallery Banjarmasin diolah oleh penulis
Jadi total biaya produksi pembuatan Jaket selama 3 bulan dari biaya bahan baku, biaya biaya tenaga kerja, dan biaya lain-lain adalah sebesar Rp 26.634.000. Butik Reffa Gallery Banjarmasin dalam memperhitungkan harga pokok produk per Jaket sebagai berikut :
HPP = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖
𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑈𝑛𝑖𝑡 = Harga Pokok per lembar
HPP = 𝑅𝑝 26.634.000
107 = Rp 248.915,88
Perhitungan harga pokok produk diatas masih kurang tepat, karna Butik Reffa Gallery Banjarmasin kurang tepat dalam menggolongkan biaya bahan baku dan bahan penolong yang harus dipisahkan, dan biaya tenaga kerja langsung yang terlibat dengan proses produksi secara langsung, serta salah menamakan biaya listrik dan biaya air seharusnya adalah biaya overhead pabrik dan juga perusahaan tidak menghitung penyusutan aktiva tetap yang seharusnya dibebankan pada biaya overhead pabrik.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Penggolongan Biaya Disarankan Penulis
Penggolongan biaya yang dilakukan oleh butik ini masih belum tepat karena tidak sesuai dengan konsep akuntansi biaya, Butik Refa Gallery Banjarmasin masih belum tepat atau salah dalam menggolongkan biaya bahan baku dengan bahan penolong, salah memasukkan biaya tenaga kerja langsung dan tenaga kerja langsung, dan butik ini tidak menggolongkan biaya overhead pabrik, sehingga akan berpengaruh pada perhitungan harga jual, sedangkan menurut konsep akuntansi biaya penggolongan biaya adalah biaya bahan baku, biaya penolong, biaya kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
32
Penggolongan biaya menurut penulis dapat dilihat dari tabel.
Penggolongan biaya menurut penulis dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 4. 20 Penggolongan Biaya Pembuatan Tunik Butik Refa Gallery Banjarmasin (disarankan oleh penulis)
No. Jenis Biaya Keterangan
1. Biaya bahan baku Kain polos
Obat pewarna 2. Biaya bahan penolong Benang
Jarum
Getah (karet pengikat) Kancing
Pensil Sarung tangan 3. Biaya tenaga kerja langsung Bagian produksi 4. Biaya overhead pabrik Biaya listrik
Biaya air Biaya telepon
Penyusutan aktiva tetap
Sumber : diolah oleh penulis
Tabel 4. 21 Penggolongan Biaya Pembuatan Outer Butik Refa Gallery Banjarmasin (disarankan oleh penulis)
No. Jenis Biaya Keterangan
1. Biaya bahan baku Kain polos
Obat pewarna 2. Biaya bahan penolong Benang
Jarum
Getah (karet pengikat) Kancing
Pensil Sarung tangan 3. Biaya tenaga kerja langsung Bagian produksi 4. Biaya overhead pabrik Biaya listrik
Biaya air Biaya telepon
Penyusutan aktiva tetap Sumber : diolah oleh penulis
Tabel 4. 22 Penggolongan Biaya Pembuatan Jaket Butik Refa Gallery Banjarmasin (disarankan oleh penulis)
No. Jenis Biaya Keterangan
1. Biaya bahan baku Kain polos
Obat pewarna 2. Biaya bahan penolong Benang
Jarum
Getah (karet pengikat) Kancing
Pensil Sarung tangan 3. Biaya tenaga kerja langsung Bagian produksi 4. Biaya overhead pabrik Biaya listrik
Biaya air Biaya telepon
Penyusutan aktiva tetap Sumber diolah oleh penulis
2. Perhitungan Depresiasi Aktiva Tetap
Perhitungan depresiasi aktiva tetap akan dimasukkan ke dalam biaya overhead pabrik, daftar aktiva tetap yang dimiliki oleh Butik Refa Gallery Banjarmasin dan perhitungan aktiva tetap yang disarankan penulis adalah sebagai berikut :
Tabel 4. 23 Daftar Aktiva Tetap Butik Refa Gallery Banjarmasin
Nama Aktiva Tahunan Perolehan
Unit Harga perolehan per unit
Sumber : diolah oleh penulis
Dari data diatas rumus yang digunakan untuk menghitung depresiasi aktiva tetap adalah metode garis lurus pada Butik Refa Gallery Banjarmasin dengan perhitungan sebagai berikut :
a. Bangunan
Depresiasi per tahun 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛−𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑟𝑒𝑠𝑖𝑑𝑢
𝑈𝑚𝑢𝑟 𝑒𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖𝑠 … … … … (1)
34
Depresiasi per tahun 𝑅𝑝 500.000.000−𝑅𝑝 100.000.000
20 Depresiasi per tahun 𝑅𝑝 100.000−𝑅𝑝 0
5 Depresiasi per tahun 𝑅𝑝 300.000−𝑅𝑝 0
5 Depresiasi per tahun 𝑅𝑝 10.000−𝑅𝑝 0
5
Depresiasi per tahun 𝑅𝑝 70.000−𝑅𝑝 0 Depresiasi per tahun 𝑅𝑝 200.000−𝑅𝑝 0
5
= Rp 40.000
Depresiasi per bulan = Rp 40.000 / 12 = Rp 3.333,33 Depresiasi per 3 bulan = Rp 3.333,33 x 3 = Rp 10.000
Tabel 4. 24 Depresiasi Aktiva Tetap
Keterangan Jumlah Penyusutan Aset Tetap per 3 bulan
Sumber : diolah oleh penulis
Tabel 4. 25 Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Pembuatan Tunik Butik Refa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
No. Keterangan Perhitungan Harga Perolehan per unit
1. Penyusutan Aktiva Tetap Rp 5.039.250 x 50% Rp 2.519.625
Total Rp 2.519.625
Sumber : diolah oleh penulis
Tabel 4. 26 Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Pembuatan Outer Butik Refa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
No. Keterangan Perhitungan Harga Perolehan per unit
36
1. Penyusutan Aktiva Tetap Rp 5.039.250 x 14% Rp 705.495
Total Rp 705.495
Sumber : diolah oleh penulis
Tabel 4. 27 Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Pembuatan Jaket Butik Refa Gallery Banjarmasin Bulan Januari – Maret 2021
No. Keterangan Perhitungan Harga Perolehan per unit
1. Penyusutan Aktiva Tetap Rp 5.039.250 x 36% Rp 1.814.130
Total Rp 1.814.130
Sumber : diolah oleh penulis
3. Perhitungan Biaya Produksi yang disarankan Penulis
Dalam melakukan memperhitungkan biaya produksi pada pembuatan Tunik, Outer, dan Jaket. Berikut yang disarankan penulis untuk Butik Refa Gallery Banjarmasin. Sebagai berikut :
a. Tunik
Tabel 4. 28 Perhitungan Biaya Produksi Tunik Butik Refa Gallery Banjarmasin bulan Januari – Maret 2021
Biaya bahan baku
Kain polos 222 m x Rp 30.000 / m = Rp 6.660.000
Kain polos 222 m x Rp 30.000 / m = Rp 6.660.000