• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Berikut adalah hasil penelitian terdahulu yang menjadi referensi penulis dalam melaksanakan penelitian :

Tabel 2. 1 Hasil Penelitian Terdahulu

Aspek

Nur Ilmi Faisal, Jenny Morasa, Lidia M.

Mawikere (2017)

Ester Novita (2020) Rizki Nor Fitriani (2021)

Judul

Lanjutan barang dan jasa di Dinas Pekerjaan penelitian ini yaitu jenis penelitian studi kasus lebih terinci dan lebih mendalam terhadap penelitian ini yaitu jenis penelitian studi kasus Barang dan Jasa pada Dinas Pekerjaan

1) Fungsi yang terkait sistem pengadaan fungsi aset tetap, dan fungsi akuntansi.

Lanjutan

5) Sistem pengendalian internal sebagai

2) Fungsi yang terkait pada sistem

Lanjutan

Lanjutan

pengendalian internal pada sistem akuntansi pengadaan barang/jasa di PDAM Kabupaten Tabalong dengan metode Pemilihan Penyedia

Pengadaan Langsung tahun 2019 yaitu organisasi, sistem otorisasi, prosedur pencatatan dan praktik yang sehat.

Sumber : Nur Ilmi Faisal, dkk (2017) & Ester Novita (2020)

Terdapat persamaan dan perbedaan antara yang penulis lakukan dengan hasil penelitian terdahulu. Persamaannya ialah antara peneliti Nur Ilmi Faisal, dkk dan Ester Novita dengan penulis yaitu melakukan penelitian dengan topik sistem pengadaan barang/jasa. Selain itu antara peneliti Ester Novita dengan penulis terdapat kesamaan pada metode pemilihan penyedia barang/jasanya yaitu metode pengadaan langsung. Sedangkan perbedaannya ialah peneliti Nur Ilmi Faisal, dkk menggunakan metode penunjukkan langsung sebagai metode pemilihan penyedia pengadaan barang/jasa nya.

Selain itu juga perbedaan antara peneliti Nur Ilmi Faisal, dkk dan Ester Novita dengan penulis terletak pada objek yang diteliti. Peneliti Nur Ilmi Faisal, dkk meneliti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Manado, peneliti Ester Novita meneliti Politeknik Negeri Banjarmasin sedangkan penulis meneliti PDAM Kabupaten Tabalong.

22

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Menurut Sujarweni, (2014:22) Penelitian studi kasus merupakan suatu jenis penelitian mengenai manusia, peristiwa, latar secara mendalam yang mana memiliki tujuan untuk mendapatkan gambaran yang mendalam mengenai suatu kasus yang sedang diteliti. Penulis memilih jenis penelitian studi kasus karena penelitian dilakukan secara lebih rinci serta lebih mendalam mengenai sistem akuntansi pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong dengan metode pemilihan penyedia barang/jasa pengadaan langsung.

Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui nilai masing – masing variabel, baik satu variabel atau lebih sifatnya independen tanpa membuat hubungan maupun perbandingan dengan variabel yang lain (Sujarweni, 2014:11). Penulis menggunakan pendekatan penelitian deskriptif karena penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan fakta adanya sistem akuntansi pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong dengan metode pemilihan penyedia barang/jasa pengadaan langsung.

B. Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan suatu hal berupa apa saja yang ditetapkan untuk dipelajari oleh peneliti sehingga didapatkannya suatu informasi mengenai hal tersebut, lalu ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2013:38)

Variabel peneitian pada penelitian ini adalah sistem akuntansi pengadaan barang/jasa dengan metode pemilihan penyedia barang/jasa pengadaan langsung pada PDAM Kabupaten Tabalong.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Jenis data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (1992) (dalam Sujarweni, 2014:19), Penelitian kualitatif merupakan suatu jenis penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif dalam bentuk tulisan, ucapan dan tingkah laku seseorang yang diamati dengan harapan dapat dihasilkannya uraian yang terperinci mengenai tulisan, ucapan dan tingkah laku yang diamati tersebut baik dari suatu individu, kelompok ataupun masyarakat tertentu.

Penelitian kualitatif dalam penelitian ini adalah sejarah singkat instansi, struktur organisasi, dokumen dan catatan yang digunakan, fungsi yang terkait, sistem pengendalian internal, serta prosedur pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong dengan menggunakan metode pemilihan penyedia jasa pengadaan langsung.

2. Sumber Data

Sumber data penelitian merupakan bagian yang sangat penting bagi peneliti, karena ketepatan dalam memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan ketepatan, kedalaman dan kelayakan informasi yang diperoleh. (Nugrahani, Farida 2014:108) Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua sumber data yaitu :

a. Data Primer

Data primer merupakan sumber data yang memuat data utama yakni data yang diperoleh secara langsung di lapangan (Nugrahani, Farida 2014:113). Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah informasi yang diperoleh penulis melalui wawancara dengan narasumber.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan sumber data tambahan yang diambil tidak secara langsung di lapangan, melainkan dari sumber yang dibuat dari orang lain, yang berfungsi sumber data pelengkap

ataupun yang utama bila tidak tersedia narasumber dalam fungsinya sebagai sumber data primer (Nugrahani, Farida 2014:113). Dalam penelitian ini sumber data sekunder yang diperoleh oleh penulis berupa dokumen – dokumen yang berisikan sejarah singkat dan struktur organisasi PDAM Kabupaten Tabalong.

D. Metode Pengumpulan Data

Beberapa metode pengumpulan data sebagai berikut : 1. Wawancara (Interview)

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.

2. Kuesioner (Angket)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

3. Observasi

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek alam yang lain. (Sugiyono, 2013:145)

4. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen. Data yang didapatkan melalui teknik pengumupan data dokumentasi ini ialah cenderung data sekunder. (Usman & Akbar, 2017:106)

Penulis menggunakan dua metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Wawancara (Interview)

Pada penelitian ini penulis melakukan wawancara atau interview langsung mengenai pengadaan barang/jasa dengan Ibu Riska Perdana Yanti, ST selaku Pejabat Pengadaan untuk pengadaan barang/jasa di PDAM Kabupaten Tabalong.

2. Dokumentasi

Pada penelitian ini dokumentasi yang digunakan ialah penulis mengumpulkan data berupa dokumen – dokumen yang terkait dengan sistem akuntansi pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong dengan menggunakan metode pemilihan penyedia jasa pengadaan langsung

E. Teknik Analisis Data

Adapun tahapan – tahapan teknik analisis data yaitu berupa pengumpulan data sebagai berikut :

1. Deskripsi kegiatan pengadaan barang/jasa dengan menggunakan metode pemilihan penyedia pengadaan barang/jasa Pengadaan Langsung pada PDAM Kabupaten Tabalong.

2. Fungsi yang terkait dengan pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong.

3. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong dengan Metode Pemilihan Penyedia barang/jasa Pengadaan Langsung.

4. Informasi yang diperlukan manajemen pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong.

5. Catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan atas pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong.

6. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong dengan metode Pemilihan Penyedia barang/jasa Pengadaan Langsung.

7. Unsur pengendalian internal yang ada pada sistem akuntansi pengadaan barang/jasa PDAM Kabupaten Tabalong dengan metode Pemilihan Penyedia barang/jasa Pengadaan Langsung.

Kemudian membuat bagan alir sistem akuntansi pengadaan barang/jasa pada PDAM Kabupaten Tabalong dengan metode Pemilihan Penyedia barang/jasa Pengadaan Langsung.

27

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Singkat PDAM Kabupaten Tabalong

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Tabalong yang awalnya merupakan Badan Pengelola Air Minum (BPAM). Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tabalong Nomor 07 tahun 1990, tanggal 21 Juli 1990, tentang Penyerahan Pengelolaan Saluran Air Minum kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Tabalong, status BPAM berubah menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pengembangan sarana air bersih PDAM Kabupaten Tabalong dimulai dengan dibangunnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Agung pada tahun 1983 yang terletak di Jl. Penjernihan, Agung, Kecamatan Tanjung. IPA Agung memiliki sumber air yaitu Sungai Tabalong dengan kapasitas produksinya yang mencapai 10 lt/dt.

Pada masa itu jumlah pelanggan PDAM hanya sekitar ± 200 pelanggan dengan jam operasional pelayanannya 4 jam per hari, yaitu 2 jam di pagi hari pada jam 06.00 hingga jam 08.00 dan 2 jam di sore hari pada jam 16.00 hingga jam 18.00. Kemudian pada tahun 1987 dibangun unit sarana air bersih di Ibu Kota Kecamatan (IKK) Kelua yang pada masa itu memiliki kapasitas produksi 5 lt/dt. Selanjutnya dari tahun 1992 hingga sekarang, PDAM Kabupaten Tabalong juga telah membangun 2 (dua) instalasi pengolahan air, yaitu IPA Tanta dan IPA Belimbing, serta 11 (sebelas) unit sarana air bersih yaitu di IKK Muara Uya, IKK Banua Lawas, IKK Muara Harus, IKK Haruai, IKK Bintang Ara, IKK Pugaan, dan yang baru saja dibangun pada tahun 2014 yaitu IKK Upau.

2. Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Tabalong

Bagan 4. 1 Struktur Organisasi PDAM Kabupaten Tabalong Sumber : PDAM Kabupaten Tabalong

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI & TATA KERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM

KABUPATEN TABALONG

UNIT IKK

CABANG/UNIT IKK PUGAAN UNIT IKK

MUARA HARUS BINTANG ARA

CABANG IKK CABANG IKK CABANG IKK CABANG IKK

Pembukuan Sub Seksi

CABANG / UNIT

KELUA BANUA LAWAS & PUGAAN MUARA UY A HARUAI IKK UPAU

Sub Seksi Sub Seksi

Adm.Umum & Kesekretariatan Pelay anan Jaringan III IPA Tanta

Sub Seksi

Kas & Penagihan Pergudangan Disiplin Pegawai Pely n Pelanggan & Mbl Tangki Sambungan Baru Perawatan Mekanik Pelay anan Jaringan II IPA Belimbing

Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi

Rekening Perlengkapan Administrasi Kepegawaian Pengaduan &Pengawas Mtr Perencanaan Teknik Perawatan Listrik Pelay anan Jaringan I IPA Agung

Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi Sub Seksi

Seksi

Keuangan Umum Kepegawaian Hubungan Langganan Perencanaan Perawatan & Peralatan Transmisi & Distribusi Produksi

ADMINISTRASI & KEUANGAN TEKNIK

Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi

B U P A T I

DEWAN PENGAWAS D I R E K T U R

KEPALA BAGIAN KEPALA BAGIAN

SATUAN PENGAWAS INTERN

3. Uraian Tugas Berdasarkan Susunan Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kabupaten Tabalong

Berdasarkan keputusan direktur nomor 065/01/PDAM – TAB/II/2017 tentang penetapan uraian tugas di lingkungan PDAM Kabupaten Tabalong terdapat beberapa susunan organisasi yaitu : a. Direktur

Direktur memiliki tugas sebagai berikut :

1) Menyusun perencanaan, melakukan koordinasi dan pengawasan seluruh kegiatan operasional PDAM;

2) Merumuskan strategi perusahaan dan menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Pengawas dalam melaksanakan operasi perusahaan, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku;

3) Menetapkan penjabaran dan peraturan, prosedur atau pedoman – pedoman yang mendukung terhadap pelaksanaan di bidang administrasi umum, keuangan dan bidang teknik;

4) Membina pegawai;

5) Mengurus dan mengelola kekayaan PDAM;

6) Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan;

7) Mengusulkan kepada Bupati melalui Dewan Pengawas untuk penyesuaian tarif dan kebijakan perusahaan dalam mengadakan perjanjian – perjanjian yang berlaku untuk jangka panjang waktu lebih 1 (satu) tahun, mengadakan pinjaman dan ikatan hukum dengan pihak lain, penyertaan modal dengan pihak lain;

8) Memelihara hubungan baik di kalangan masyarakat, pemerintah daerah dan pusat serta mewakili perusahaan pada peristiwa penting, melaksanakan fungsi – fungsi lain sebagaimana diberikan Dewan Pengawas;

9) Menyusun rencana strategis bisnis 5 (lima) tahunan (business plan/corporate plan) yang disahkan oleh Kepala Daerah melalui usul Badan Pengawas;

10) Menyusun dan menyampaikan rencana bisnis dan anggaran tahunan PDAM yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Strategis Bisnis (business plan/corporate plan) kepada Kepala Daerah melalui Dewan Pengawas; dan

11) Menyusun dan menyampaikan laporan seluruh kegiatan PDAM.

b. Satuan Pengawas Intern (SPI)

Satuan Pengawas Intern (SPI) memiliki tugas sebagai berikut : 1) Melaksanakan penyusunan program dan rencana kerja

pengawasan perusahaan;

2) Melaksanakan administrasi pengawasan perusahaan;

3) Melaksanakan pengawasan dan memberikan laporan saran tindak kepada Direktur;

4) Melaksanakan pembinaan organisasi dan tata laksana pengawas, bidang administrasi dan keuangan dan bidang teknik;

5) Melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk teknik pengawas perusahaan bidang keuangan, pengawas bidang operasional teknik dan bidang umum;

6) Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pegawasan bidang keuangan, pengawas bidang operasional teknik dan bidang umum;

7) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain;

8) Melaksanakan tugas – tugas lain sesuai dengan bidang yang diberikan oleh Direktur; dan

9) Dalam menjalankan tugasnya, Satuan Pengawas Intern bertanggung jawab kepada Direktur.

c. Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan memiliki tugas sebagai berikut :

1) Menyusun program dan rencana kerja bagian administrasi dan keuangan;

2) Mengadakan kerjasama yang erat dengan kepala bagian teknik dalam mengatur dan mengawasi penyediaan fasilitas dan material yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan dalam bidang operasional;

3) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan di bidang administrasi umum, keuangan, hubungan langganan, kepegawaian dan kesekretariatan serta teknologi dan informasi;

4) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan pengelolaan perlengkapan;

5) Mengkoordinasikan dan mengendalikan sumber – sumber pendapatan serta perbelanjaan dan kekayaan perusahaan;

6) Mengusulkan kepada direktur untuk melaksanakan rujukan dan menandatangani memorandum, surat edaran dan pengumuman mengenai tata tertib perusahaan yang dapat memperlancar kegiatan dan meningkatkam efisiensi kerja para pegawai;

7) Melaksanakan tugas – tugas lain sesuai dengan bidangnya yang diberikan oleh Direktur; dan

8) Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan bertanggung jawab kepada Direktur.

Bagian Administrasi dan Keuangan dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh :

1) Seksi Keuangan

Seksi Keuangan memiliki tugas sebagai berikut : a) Menyusun program dan rencana kerja Seksi Keuangan;

b) Mengelola administrasi keuangan sesuai dengan standar pedoman akuntansi PDAM yang berlaku;

c) Melakukan pengawasan terhadap pemasukan, penggunaan dan penyimpangan dana perusahaan;

d) Merencanakan, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari sub seksi rekening, pembukuan, kas dan penagihan;

e) Secara berkala mengadakan perkiraan dan analisis terhadap penerimaan dan pengeluaran kas, serta mengadakan penelitian dan koreksi terhadap penyusunan anggaran belanja;

f) Mengurus transaksi bank serta memelihara hubungan baik dengan bank atau lembaga keuangan lain dan pemerintah;

g) Mengatur tata administrasi / naskah dinas yang menyangkut sektor penerimaan, pembayaran dan penyusunan anggaran;

h) Mengadakan penilaian dan koreksi terhadap penyusunan dan pelaksanaan anggaran keuangan perusahaan;

i) Menganalisa dan mengusulkan kebijaksanaan penyesuaian tarif air minum;

j) Melaksanakan tugas – tugas lain sesuai dengan bidangnya yang diberikan oleh Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan; dan

k) Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Seksi Keuangan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan.

Seksi Keuangan dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh:

a) Sub Seksi Kas dan Penagihan

Sub Seksi Kas dan Penagihan memiliki tugas sebagai berikut :

(1) Menyusun rencana kerja Sub Seksi Kas dan Penagihan;

(2) Membuat uraian tugas bawahan;

(3) Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan;

(4) Memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan;

(5) Mengevaluasi hasil kerja bawahan;

(6) Menerima dan menghitung uang dari hasil penerimaan uang rekening air dan non air dan lain – lain lalu disetorkan ke bank berikut sisa rekening yang up to date;

(7) Membuat laporan hasil penerimaan dan pengeluaran kas;

(8) Merumuskan dan mengontrol kebijaksanaan operasional PDAM dalam bidang penagihan pembayaran dari Instansi pemerintah, TNI-POLRI dan pelanggan yang menunggak;

(9) Mengawasi pemasukan dari Instansi Pemerintah, TNI-POLRI dan pelanggan kelompok/pelanggan kolektif;

(10) Membuat Surat Perintah Kerja (SPK) penutupan terhadap pelanggan yang menunggak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PDAM Kabupaten Tabalong;

(11) Melaksanakan tugas – tugas lainnya yang diberikan oleh atasan;

(12) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan; dan

(13) Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Sub Seksi Kas dan Penagihan bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Keuangan.

b) Sub Seksi Pembukuan

Sub Seksi Pembukuan memiliki tugas sebagai berikut:

(1) Menyusun rencana kerja Sub Seksi Pembukuan;

(2) Membuat uraian tugas bawahan;

(3) Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan;

(4) Memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan;

(5) Mengevaluasi hasil kerja bawahan;

(6) Merumuskan dan mengontrol kebijaksanaan operasional PDAM dalam bidang pembukuan dan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku;

(7) Melaksanakan pembinaan kegiatan – kegiatan di bidang jurnal dan buku besar, buku pembantu dan pelaporan;

(8) Membukukan semua transaksi keuangan dan lampiran – lampirannya untuk diberikan kepada pimpinan perusahaan dan pihak lain yang berwenang dan penyusunan biaya perusahaan dengan tepat pada waktunya;

(9) Mengolah dan mengkosolidasikan data / laporan – laporan yang diterima dari bagian – bagian terkait;

(10) Memeriksa dan menyesuaikan pembukuan pengeluaran pada buku pembantu dan buku besar;

(11) Mengawasi dan menganalisa pembukuan perhitungan biaya pokok produksi dan biaya lainnya serta melaporkan hasil analisa struktur biaya produksi dan biaya lain;

(12) Meninjau kembali dan menyesuaikan pembukuan dengan prinsip dan norma akuntansi;

(13) Melaksanakan tugas – tugas lainnya yang diberikan oleh atasan;

(14) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan; dan

(15) Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Sub Seksi Pembukuan bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Keuangan.

2) Seksi Umum

Seksi Umum memiliki tugas sebagai berikut :

a) Menyusun program dan rencana kerja Seksi Umum;

b) Mengendalikan dan menyelenggarakan kegiatan – kegiatan pengelolaan barang bidang administrasi umum dan kesekretariatan;

c) Menyelenggarakan kegiatan pelayanan kebutuhan dan penggunaan fasilitas kantor secara efisien dan lancar;

d) Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pada kebijaksanaan atau ketentuan mengenai penggunaan pemeliharaan kendaraan, gudang, perlengkapan dan sarana kantor lainnya secara efisien, merumuskan dan mengusulkan kebijaksanaan atau peraturan yang dapat memperlancar kegiatan tata usaha umum dan mempertinggi efisiensi kerja kantor;

e) Melaksanakan tugas – tugas lain sesuai dengan bidangnya yang diberikan oleh Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan; dan

f) Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Seksi Umum bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan.

Seksi Umum dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh : a) Sub Seksi Perlengkapan dan Pergudangan

Sub Seksi Perlengkapan dan Pergudangan memiliki tugas sebagai berikut :

(1) Menyusun rencana kerja Sub Seksi Perlengkapan dan Pergudangan;

(2) Membuat uraian tugas bawahan;

(3) Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan;

(4) Memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan;

(5) Mengevaluasi hasil kerja bawahan;

(6) Merumuskan dan mengontrol kebijaksanaan operasional gudang dalam hal penerimaan, pengeluaran dan penyimpanan barang material dan peralatan;

(7) Memproses dan menghitung pengadaan kebutuhan barang persediaan dengan menerbitkan daftar permintaan barang dengan mengacu terhadap stok minimum atau permintaan dari bagian yang membutuhkan;

(8) Menyelenggarakan pencatatan dan administrasi kartu gudang yang tepat pada setiap saat dari semua pemasukan/pengeluaran dan sisa barang menurut jenis dan ukuran;

(9) Mengawasi keselamatan dan perawatan terhadap fisik barang stok gudang;

(10) Mengawasi dan melaksanakan permohonan / permintaan pembelian dengan tetap memperhatikan hal – hal yang menguntungkan perusahaan;

(11) Mencatat semua kegiatan pembelian dan membuat laporan bulanan;

(12) Memonitoring pelaksanaan pengiriman barang agar tepat waktu;

(13) Mengurus perpanjangan STNK kendaraan dinas;

(14) Mengatur jadwal pemeliharaan kendaraan dinas dan mencatatnya;

(15) Memelihara gedung dan kantor;

(16) Mengatur penyediaan dan pemeliharaan peralatan / barang inventarisasi;

(17) Melaksanakan tugas – tugas lainnya yang diberikan oleh atasan;

(18) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan; dan

(19) Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Sub Seksi Perlengkapan dan Pergudangan bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Umum.

b) Sub Seksi Administrasi Umum dan Kesekretariatan

Sub Seksi Administrasi Umum dan Kesekretariatan memiliki tugas sebagai berikut :

(1) Menyusun rencana kerja Sub Seksi Administrasi Umum dan Kesekretariatan;

(2) Membuat uraian tugas bawahan;

(3) Mendistribusikan dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan;

(4) Memantau dan mengendalikan kegiatan bawahan;

(5) Mengevaluasi hasil kerja bawahan;

(6) Menelaah dan mendistribusikan surat – surat yang masuk kepada unit kerja/bagian yang bersangkutan sesuai dengan pokok surat yang masuk dan lembar disposisi yang ada;

(7) Mengawasi kelengkapan admnistrasi termasuk penomoran surat keluar dan surat masuk serta pencatatannya menurut aturan yang berlaku;

(8) Menyelenggarakan kegiatan kearsipan dan ekspedisi kantor, mengusulkan rencana kebutuhan alat – alat

tulis kantor/peralatan kantor termasuk blangko naskah dan perjalanan dinas dari seluruh unit kerja perusahaan;

(9) Membuat daftar bon bahan bakar minyak, membagikannya sekaligus membuat rekapitulasi secara periodik;

(10) Mengatur kendaraan dinas operasional perusahaan;

(11) Mengatur penyediaan fasilitas tempat rapat/penginapan untuk tamu serta kegiatan protokoler;

(12) Mengatur agenda kegiatan perusahaan dan melayani tamu dinas serta menyediakan fasilitas dan naskah/dokumentasi acara penandatanganan kerjasama;

(13) Mengkoordinasikan kegiatan sekretaris Direksi;

(14) Menyimpan dan mengamankan peralatan rumah tangga kantor;

(15) Mengurus pembayaran pajak, rekening listrik, telepon, gas dan TV serta mengawasi/menganalisa pemakaiannya;

(16) Mengadakan koordinasi dengan seluruh perangkat unit kerja perusahaan dalam bidang tugas kerumahtanggaan untuk pelayanannya;

(17) Melaksanakan tugas – tugas lainnya yang diberikan oleh atasan;

(18) Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan; dan

(19) Dalam menjalankan tugasnya, Kepala Sub Seksi Administrasi Umum dan Kesekretariatan bertanggung jawab kepada Kepala Seksi Umum.

3) Seksi Kepegawaian

Seksi Kepegawaian memiliki tugas sebagai berikut : a) Menyusun program dan rencana kerja Seksi Kepegawaian;

b) Menyelenggarakan administrasi kepegawaian dan penertiban disiplin pegawai;

c) Melaksanakan peraturan kepegawaian dan kebijaksanaan lainnya tentang perhitungan dan pembayaran gaji, tunjangan, lembur dan pajak;

d) Mempersiapkan surat panggilan/jawaban terhadap lamaran, perjanjian kerja, rencana orientasi latihan dan sebagainya sampai penempatan pegawai baru tersebut pada bagian yang ditetapkan dan pengukuhannya sebagai pegawai tetap;

e) Mengadakan seleksi atas penerimaan pegawai yang diusulkan dan menetapkan kedudukan pegawai baru dengan formasi dari seksi – seksi lain;

f) Mengembangkan dan mengkoordinir latihan – latihan

f) Mengembangkan dan mengkoordinir latihan – latihan

Dokumen terkait