• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian yang dilakukan Galang pada tahun 2014 dengan judul Hubungan Lingkungan Sosial dan Keaktifan Kegiatan di Kampus dengan Kompetensi Sosial Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Hasil penelitiannya adalah kompetensi sosial mahasiswa dikategorikan baik (rerata 2,99), lingkungan sosial dikategorikan cukup baik (rerata 2,40), dan keaktifan kegiatan dikategorikan kurang baik (rerata 2,10). Terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan sosial di kampus dengan kompetensi sosial mahasiswa, ditunjukkan dengan Rx1-y = 0,518 > Rtabel = 0,159, Rx1-y2 = 0,268 dan p < 0,05. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara keaktifan kegiatan di kampus dengan kompetensi sosial mahasiswa Rx2-y = 0,393 > Rtabel = 0,159, Rx2-y2 = 0,154 dan p < 0,05. Terdapat hubungan positif dan

kompetensi sosial mahasiswa Rx1,x2-y = 0,543 > Rtabel = 0,159, Rx1,x2-y2 = 0,154 dan p < 0,05.

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini berkaitan dengan variable terikat yang diteliti yakni kompetensi sosial dan variabel bebas (X2) yakni keaktifan kegiatan (dalam penelitian ini merupakan X1). Perbedaannya yaitu berkaitan dengan tempat penelitian dan variabel bebas yang lain (X2) yakni angkatan masuk.

Penelitian yang dilakukan Leni dan P. Tommy Y. S. Suyasa pada tahun 2006 dengan judul Keaktifan Berorganisasi dan Kompetensi Interpersonal. Hasil penelitiannya adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan pada uji korelasi antara keaktifan mengikuti organisasi kemahasiswaan dan kompetensi kompetensi interpersonal, ditunjukkan dari r (238) = 0.379 dan p < 0,01 yang artinya semakin tinggi keaktifan subjek dalam mengikuti organisasi kemahasiswaan maka semakin tinggi pula kompetensi interpersonalnya.

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini berkaitan dengan variable terikat yang diteliti yakni kompetensi interpersonal (dalam penelitian ini menggunakan istilah kompetensi sosial) dan variabel bebas (X1) yakni keaktifan organisasi kemahasiswaan (dalam penelitian ini menggunakan istilah keaktifan kegiatan di kampus). Perbedaannya yaitu berkaitan dengan tempat penelitian dan variabel bebas yang lain (X2) yakni angkatan masuk.

Penelitian yang dilakukan Hartini pada tahun 2012 dengan judul Perbedaan Interaksi Sosial Mahasiswa Bimbingan Konseling Berdasarkan Keikutsertaan Dalam Organisasi Di Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada perbedaan

signifikan kemampuan interaksi sosial mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga berdasarkan keikut sertaan organisasi yang ada di Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang ditunjukkan dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 dan diperkuat dengan skor rata-rata mahasiswa yang mengikuti organisasi 96,11 (SD = 9,574) sedangkan skor rata-rata mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi 63,58 (SD = 11,160).

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini berkaitan dengan variabel terikat yang diteliti yakni interaksi sosial (dalam penelitian ini menggunakan istilah kompetensi sosial) dan variabel bebas (X1) yakni keikutsertaan dalam organisasi (dalam penelitian ini menggunakan istilah keaktifan kegiatan di kampus). Perbedaannya yaitu berkaitan dengan tempat penelitian dan variabel bebas yang lain (X2) yakni angkatan masuk.

Penelitian yang dilakukan Enggar Megasari pada tahun 2008 dengan judul Kompetensi Interpersonal Remaja Berbakat Dalam Kelas Akselerasi Ditinjau Dari Konsep Diri. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel konsep diri dengan kompetensi interpersonal remaja berbakat dalam kelas akselerasi yang memiliki nilai koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,572 dan p < 0,01, dimana rerata empirik variabel kompetensi interpersonal adalah 39,28 (SD = 3,371) dan rerata empirik pada konsep diri sebesar 40,53 (SD = 3,975).

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini berkaitan dengan variabel terikat yang diteliti yakni interaksi sosial (dalam penelitian ini menggunakan istilah kompetensi sosial). Perbedaannya yaitu berkaitan dengan

tempat penelitian, variabel bebas (X1) yakni keaktifan kegiatan dan variabel bebas (X2) yakni angkatan masuk.

Penelitian yang dilakukan Hartanti pada tahun 2006 dengan judul Hubungan Antara Kosep Diri dengan Kompetensi Interpersonal pada Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro (UKM Undip). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan kompetensi interpersonal pada pengurus UKM Undip yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = 0,572 dan p = 0,000 (p < 0,05), dimana semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi kompetensi interpersonal pengurus UKM Undip.

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini berkaitan dengan variabel terikat yang diteliti yakni kompetensi interpersonal (dalam penelitian ini menggunakan istilah kompetensi sosial). Perbedaannya yaitu berkaitan dengan tempat penelitian, variabel bebas (X1) yakni keaktifan kegiatan dan variabel bebas (X2) yakni angkatan masuk.

Penelitian yang dilakukan Sarah Mulder pada tahun 2008 dengan judul the Domains that Influence the Development of Social Competence in Children: a Literature Review. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kompetensi sosial seorang anak, yakni personality/innate characteristics (kepribadian), family environment (lingkungan keluarga), dan school environment (lingkungan sekolah). Ketiganya berpengaruh dan berkaitan dengan yang lain sepanjang waktu, serta saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini berkaitan dengan fokus penelitian yakni kompetensi sosial (dalam penelitian ini merupakan variabel terikat). Perbedaannya yaitu berkaitan dengan tempat penelitian, jenis penelitian (dalam penelitian ini terdapat variabel bebas yakni keaktifan kegiatan dan angkatan masuk).

Penelitian yang dilakukan Alfian Riza Ebtaryadi pada tahun 2012 dengan judul Hubungan Nilai Ujian Nasional (NUN) SLTP dan Keterlibatan dalam Organisasi Pemuda dengan Prestasi Belajar Alat Ukur Kelas X SMK Taman Siswa Jetis Yogyakarta. Salah satu hasil penelitiannya menunjukkan terdapat hubungan positif antara keterlibatan dalam organisasi pemuda dengan prestasi belajar mata pelajaran alat ukur siswa kelas X Mekanik Otomotif di SMK Taman Siswa Yogyakarta dengan koefisien korelasi sebesar 0,480 > rtabel taraf signifikan 5% sebesar 0,209, yang berarti semakin terlibat siswa dalam keterlibatan dalam organisasi pemuda yang positif semakin tinggi pula prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa tersebut.

Penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan penelitian ini berkaitan dengan variabel bebas (X1) yakni keterlibatan organisasi (dalam penelitian ini menggunakan istilah keaktifan kegiatan). Perbedaannya yaitu berkaitan dengan tempat penelitian, variabel terikat yakni kompetensi sosial dan variabel bebas yang lain (X2) yakni angkatan masuk.

Dokumen terkait