• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Hasil penelitian yang relevan

Seventina (2017) melaksanakan penelitian tentang strategi pembelajaran anak lamban belajar (Slow learner). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru di SD Negeri “Suka Menolong”

dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa lamban belajar. Sampel yang diambil sebagai sumber informasi pada penelitian ini adalah guru kelas/ guru bidang studi, guru pendamping khusus (GPK), siswa lamban belajar, dan kepala sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi.

Hasil penelitian disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan strategi pembelajaran terhadap siswa dengan berkebutuhan khusus lamban belajar dengan siswa yang tidak berkebutuhan khusus. Perlakuan khusus yang diberikan oleh guru untuk siswa lamban belajar, yaitu: mengulang materi yang telah dibelajarkan dua

sampai tiga kali agar siswa lamban belajar lebih memahami materi tersebut serta memberikan waktu tambahan dalam mengerjakan tugas. Guru memberikan pertanyaan dengan memanggil nama siswa yang akan menjawab agar siswa dapat aktif berinteraksi dengan guru dan teman dalam pembelajaran. Tugas dan latihan yang belum diselesaikan oleh siswa lamban belajar dijadikan pekerjaan rumah (PR) dengan tujuan agar siswa lamban belajar mengulang kembali pembelajaran yang telah disampaikan ketika di rumah. Guru juga memberikan umpan balik positif dan penguatan secara lisan dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh siswa. Selain itu penilaian hasil belajar siswa berkebutuhan khusus lamban belajar juga berbeda dengan siswa yang tidak berkebutuhan khusus. Penilaian untuk siswa lamban belajar disesuaikan dengan kemampuannya, misal: siswa reguler mendapatkan nilai 10 jika berhasil mengerjakan 10 soal dengan tepat, sedangkan untuk siswa lamban belajar mendapatkan nilai 10 jika berhasil mengerjakan 5 soal dari 10 soal yang disediakan oleh guru. Siswa lamban belajar mengerjakan tugas sampai benar atau sampai batas maksimal kemampuan siswa.

Hidayati (2017) juga melaksanakan penelitian tentang strategi pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk peningkatan kemampuan berinteraksi sosial di Madrasah Ibtidaiyah Amanah Tanggung Turen Malang.

Subjek atau informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, dan guru pendamping khusus (GPK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi.

Hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi yang digunakan dalam pembelajaran ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) sering menggunakan strategi komunikasi, task analysis, direct introduction dan cooperative learning untuk siswa dengan kebutuhan khusus tunagrahita, siswa slow learner dan siswa hiperaktif sedangkan untuk siswa dengan kebutuhan khusus down syndrom memakai metode ABA (applied Behavior Analysis). Penggunaan strategi tersebut dirasa efektif agar pembelajaran yang disampaikan dapat diterima oleh siswa dengan baik. Strategi yang diberikan disesuaikan dengan permasalahan siswa.

Selain itu dalam meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial siswa berkebutuhan

khusus, biasanya guru melakukan sosialisasi kepada siswa reguler mengenai kondisi dan permasalahan yang dialami oleh teman-temannya yang berkebutuhan khusus. Keterlibatan siswa reguler sangatlah membantu dalam meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial siswa dengan berkebutuhan khusus.

Selain Seventina (2017) dan Hidayati (2017), Alfian (2019) juga melaksanakan penelitian tentang strategi pembelajaran matematika bagi siswa autisme di SLBN Badegan Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui proses pembelajaran matematika bagi siswa autis; 2) problematika yang dihadapi oleh guru ketika mengajar matematika bagi siswa autisme; 3) mengetahui bagaimana strategi guru dalam mengatasi problematika pembelajaran matematika bagi anak autisme. Subjek pada penelitian ini adalah guru pengampu mapel matematika di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) proses pembelajaran matematika bagi siswa autis di SLBN Badegan Ponorogo yaitu disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki siswa autis. Dalam mengajar, guru menggunakan materi yang sudah disederhanakan dan didukung dengan metode bermain sambil belajar dan pendekatan individu; 2) problematika yang dialami guru dalam menyampaikan pembelajaran matematika bagi siswa autis di SLBN Badegan Ponorogo yaitu adanya siswa autis yang sulit berbicara dan tidak mampu berkonsentrasi serta kurangnya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran matematika mengakibatkan ketidak tercapainya tujuan pembelajaran; 3) strategi guru dalam mengatasi problematika penyampaian pembelajaran matematika di SLBN Badegan Ponorogo yaitu: dengan memodifikasi RPP agar tujuan pembelajaran tetap tercapai, penggunaan bahasa isyarat dalam berkomunikasi dalam mendukung pembelajaran, penataan ulang tempat duduk, penggunaan permainan dalam pembelajaran dan pendekatan individu untuk mempermudah dalam mengarahkan siswa autis, serta dengan menyederhanakan materi pembelajaran yang akan disampaikan.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Seventina (2017) adalah kesamaan tujuan penelitian yaitu mengetahui strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru pada anak berkebutuhan khusus. Perbedaan penelitian

ini dengan penelitian Seventina (2017) adalah pada fokus penelitiannya. Penelitian oleh Seventina berfokus pada strategi pembelajaran guru pada siswa lamban belajar sedangkan pada penelitian ini, peneliti berfokus pada siswa berkebutuhan khusus autisme. Pada penelitian oleh Hidayati (2017) berfokus pada strategi pembelajaran guru untuk peningkatan kemampuan berinteraksi sosial anak berkebutuhan khusus.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Alfian (2019) penelitian berfokus pada pembelajaran matematika bagi siswa autisme. Sedangkan dalam penelitian ini, peneliti melaksanakan penelitian tentang strategi pembelajaran siswa autis kelas 2 terhadap kemampuan berinteraksi sosialnya. Kedua penelitian di atas relevan dengan penelitian ini karena sama-sama meneliti tentang strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap siswa debgan berkebutuhan khusus di dalam kelas inklusi.

Bagan 1: bagan penelitian yang relevan STRATEGI PEMBELAJARAN

(SLOW LEARNER) ANAK LAMBAN BELAJAR DI SD

INKLUSI SDN “SUKA MENOLONG”

(SEVENTINA YUSTINA GIAWA)

STRATEGI PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI

SOSIAL DI MADRASAH IBTIDIYAH AMANAH TANGGUNG TUREN MALANG

(ARY HIDAYATI)

STRATEGI PEMBELAJARAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL

JUDUL PENELITIAN INI: STRATEGI PEMBELAJARAN SISWA AUTIS TERHADAP KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIALNYA DI KELAS 2B

SD “TAMAN HARAPAN BUNDA” TAHUN AJARAN 2019/2020

STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI ANAK

AUTISME

(STUDI KASIS DI SLBN BADEGAN PONOROGO)

(ALFIAN WIDI SUSANTO)

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERINTERAKSI SOSIAL

Dokumen terkait