• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang peneliti lakukan diantaranya adalah :

61Ahmad Tafsir, Ilmu Paendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: Rosda, 2014, h. 93.

1. Tesis, Sri Wahyuni, “Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Guru”, 2013. Dengan rumusan masalah: bagaimana strategi kepala sekolah merencanakan peningkatan mutu guru?, bagaimana strategi kepala sekolah melaksanakan peningkatan mutu guru?, bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengatasi kendala peningkatan mutu guru?

Hasil penelitian : perencanaan peningkatan mutu guru dilakukan setiap setahun sekali, menyusun perencanaan peningkatan mutu guru berdasarkan visi dan misi, mengikutsertakan para guru dalam diklat, loka karya, workshop, kursus, meningkatkan tunjangan kesejahteraan, penyediaan fasilitas penunjang seperti internet, dan evaluasi kehadiran

guru, kinerja guru dan prestasi siswa. 62

Persamaan dengan penelitian penulis adalah fokus pembahasannya yaitu tentang strategi yang dilakukan oleh kepala madrasah yang bermuara pada tercapainya tujuan pendidikan. Perbedaannya dengan penelitian penulis adalah pada sub fokus pembahasannya yakni tentang peningkatan mutu guru, sedangkan penelitian penulis adalah fokus pada fasilitas/sarana dan prasarana sekolah.

2. Tesis, Alif Nur Laila, “Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Citra Madrasah di Madrasah Aliyah Negeri Kandat”, 2015. Dengan rumusan masalah: bagaimana strategi kepala madrasah membangun citra madrasah?, dan bagaimana strategi kepala meningkatkan citra madrasah ?

62Sri Wahyuni, Tesis “Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Guru”, Program Studi Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan Universitas Bengkulu, 2013.

Hasil penelitian: strategi yang dilakukan kepala madrasah adalah dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan madrasah, memperbaiki kondisi internal fisik dan non fisik, dengan melakukan promosi dan pengenalan

kepada masyarakat, dan dengan meningkatkan mutu pendidikan.63

Persamaan dengan penelitian penulis adalah tentang fokus penelitian yang membahas tentang strategi yang dilakukan kepala madrasah. Adapun perbedaannya pada pokok pembahasan, dimana Alif Nur Laila fokus pembahasan pada peningkatan citra madrasah, sedangkan penulis meneliti tentang pengembangan sarana dan prasarana.

3. Tesis, Watono, “Hubungan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Belajar dan Motivasi dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Penjasorkes Kelas 8 Siswa SMP Negeri Kecamatan Kota Kabupaten Kudus”, 2008. Dengan rumusan masalah: Apakah ada hubungan antara pemanfaatan sarana dan prasarana dengan prestasi belajar Penjasorkes?, Apakah ada hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar Penjasorkes?, Apakah ada hubungan antara pemanfaatan sarana dan prasarana dan motivasi secara bersamaan dengan prestasi belajar Penjasorkes?

Hasil penelitian : setelah diadakan penelitian ternyata ada hubungan positif dan signifikan pemanfaatan sarana dan prasarana dengn prestasi belajar Penjasorkes, ada hubungan positif dan signifikan motivasi dengan prestasi

63Alif Nur Laila, Tesis, “Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Citra Madrasah

di Madrasah Aliyah Kkepala madrasah/sekolah”, Program Studi Magister Manajemen Pendidikan

belajar Penjasorkes, ada hubungan positif dan signifikan pemanfaatan

sarana prasarana dan motivasi dengan prestasi belajar Penjasorkes.64

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian penulis adalah pada pembahasan sarana dan prasarananya, adapun perbedaannya adalah pokok pembahasannya dimana Tesis tersebut berbicara tentang korelasi antara sarana dan prasarana dengan mata pelajaran Penjasorkes, sedangkan penulis lebih fokus pada bagaimana strategi perencanaan, pengadaan dan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan yang dilakukan oleh kepala madrasah.

4. Tesis, Abdul Haris Nasution, “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Studi Multi Kasus di MTsN Pucanglaban dan MTsN Bandung Tulungagung)”, 2015. Dengan rumusan masalah: bagaimana perencanaan manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan motivasi belajar?, bagaimana pengadaan sarana dan prasa-rana?, bagaimana pelaksanaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan motivasi belajar?, bagaimana pengawasan sarana dan prasarana dalam meningkatkan motivasi belajar?

Hasil penelitian : untuk meningkatkan motivasi belajar siswa manajemen yang dilakukan sekolah adalah dengan mengadakan rapat perencanaan

64Watono, Tesis, “Hubungan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Belajar dan Motivasi

dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Penjasorkes Kelas 8 Siswa SMP Negeri Kecamatan Kota Kabupaten Kudus”. Program Studi Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Sebelas

sarana dan prasarana, analisa kebutuhan, klasifikasi, membuat proposal kepada pemerintah. Sedangkan pengadaan sarana dan prasarana sekolah diadakan dengan membeli menggunakan dana dari DIPA APBN, kemudian melakukan inventarisasi, membuat laporan perbulan, persemester dan pertahun, melakukan perawatan berkala, perawatan secara terus menerus, dan melakukan perbaikan sendiri atau memanggil teknisi.65

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian penulis adalah sama dalam pembahasannya yakni tentang sarana dan prasarana, namun perbedaannya terletak pada subfokusnya dimana penelitian tersebut menekankan pada manajemen sarana dan prasarana guna peningkatan motivasi belajar siswa, sedangkan penulis fokus pembahasan pada bagaimana perencanaan, pengadaan, dan pengembangan sarana dan prasarana yang ada.

5. Tesis, Muchlis Anshori, “Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana Pembelajaran dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN 01 Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2014”. Dengan rumusan masalah : bagaimana manajemen sarana dan prasarana pembelajaran?, bagaimana implementasinya dalam meningkatkan mutu pendidikan?

Hasil penelitian: Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana Pembelajaran dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN 01

65Abdul Haris Nasution, Tesis, “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan

Motivasi Belajar Siswa (Studi Multi Kasus di MTsN Pucanglaban dan MTsN Bandung Tulungagung)”, IAIN Tulungagung, 2015.

Kartasura Kabupaten Sukoharjo, perencanaan diawali dengan pendataan sarana dan prasarana kemudian diklasifikasikan dan disesuaikan dengan dana dari APBD atau dari Dana Alokasi Khusus, pengadaan diperoleh dari

dropping, pembelian dan hibah dari para alumni, sedangkan inventarisasi

sudah berjalan dengan baik, hanya penyimpanannya yang kurang baik, kemudian diadakan pengawasan dan penggantian sesuai kondisi barang.

Penghapusan dilakukan dengan cara di lelang,dandihibahkan ke sekolah

lain yang membutuhkan. Sedangkan implementasinya adalah dengan

meningkatkan kerja sama antar pendidik.66

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian penulis adalah sama dalam pembahasannya yakni tentang sarana dan prasarana pendidikan, namun perbedaannya terletak pada subfokusnya dimana penelitian tersebut menekankan pada implementasi manajemen sarana dan prasarana yang membahas secara detail tentang manajemen sarana dan prasarana, sedangkan penulis membatasi pembahasan hanya pada bagaimana strategi kepala madrasah dalam perencanaan, pengadaan, dan pengembangan sarana dan prasarana yang ada.

6. Tesis, Luluk Aryani Isusilaningtyas, “Strategi Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam Melalui Manajemen Pembiayaan (Studi Kasus pada MI Negeri Ambarawa Kab. Semarang)”, 2015. Rumusan masalah : bagaimana

66Muchlis Anshori, Tesis, “Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana

Pembelajaran dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN 01 Kartasura Kabupaten Sukoharjo Tahun 2014”, IAIN Surakarta 2015.

strategi peningkatan mutu pendidikan melalui menajemen pembiayaan?, bagaimana pelaksanaan pembiayaan?, bagaimana implikasi peningkatan mutu dengan manajemen pembiayaan?

Hasil penelitian : strategi untuk meningkatkan mutu adalah dengan membentuk tim yang bertugas merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi mutu pendidikan, manajemen pembiayaan dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak, dari hasil penelitian juga disebutkan bahwa mutu pendidikan berkorelasi positif dan signifikan dengan

manajemen pembiayaan.67

Persamaan dengan penelitian penulis adalah pada tujuan akhir yaitu pada peningkatan mutu pendidikan, namun perbedaannya adalah pada subfokus pembahasannya yakni dalam penelitian tersebut membahas tentang

manajemen pembiayaan sedangkan penulis membahas tentang

pengembangan sarana dan prasarana.

Dokumen terkait