• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.3 Hasil Pengamatan dan Wawancara

Peneliti melakukan wawancara kepada 4 orang mahasiwa Ilmu Komunikasi sebagai informan. Berikut hasil wawancara dengan masing-masing informan:

Informan I

Nama : Haritz Ardinsyah

Tanggal Wawancara : 04 September 2014

Pukul : 15.30 WIB

Tempat : Beranda Lab Komunikasi FISIP USU

Sebagai seorang mahasiswa, kehidupan sehari-hari Haritz tak lepas dari penggunaan new media. Haritz merasakan banyak manfaat dengan kehadiran new media sebagai media komunikasi. Bagi Haritz, new media menjadikan komunikasi lebih efisien. Cukup dengan menggunakan gadget berupa smartphone dan koneksi internet, ia bebas untuk mengakses berbagai informasi seperti materi kuliah, berita online hingga akses media sosial. Menurut Haritz, media sosial merupakan wujud new media yang memungkinkan penggunanya bebas berekspresi dan menunjukkan eksistensi diri.

“Kita bisa akses apa saja tanpa batas, bebas ngapain aja, bebas berekspresi dengan new media itu. Dari sisi komunikasi, selain membuat yang jauh menjadi lebih dekat, terus bisa buat eksistensi diri, sih. Saya pribadi pake gadget buat akses ke new media seperti berita, media sosial daripada buat nelpon dan sms. Saya akses media sosial setiap hari, setiap bangun tidur pasti saya cek.”

Haritz memiliki beberapa akun media sosial, salah satunya Instagram. Awalnya, ia membuat akun Instagram karena penasaran dengan teman-temannya yang terlebih dahulu menggunakan Instagram. Pada tahun 2012, Haritz pun memutuskan untuk menggunakan Instagram. Menurut Haritz, Instagram memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan media sosial lain karena Instagram bisa dijadikan galeri foto yang mendukung hobi fotografi Haritz. Beberapa foto hasil jepretannya tak jarang diunggah ke akun Instagram.

“Akun medsos hampir semua punya kayak Instagram, path, bbm, twitter,

facebook. Punya akun Instagram sejak tahun 2012. Awalnya liat-liat temen

Uniknya, Instagram lebih khusus ke foto aja dibandingkan medsos lain dan kebetulan hobi saya juga fotografi salah satunya.”

Haritz memiliki kebiasaan mengecek akun Instagram di pagi hari setiap bangun tidur. Kebiasaan tersebut kini telah menjadi rutinitas sehari-hari bagi Haritz. Haritz juga rajin mengunggah berbagai foto. Haritz mengakui, dulu ia bisa mengunggah dua hingga lima foto dalam sehari. Namun seiring waktu, kegiatan tersebut mulai berkurang. Saat ini Haritz hanya mengunggah foto momen-momen tertentu saja seperti momen bersama teman atau pacar.

“Ngecek akun Instagram tiap hari, tiap bangun tidur. Kalau nge-post dulu sih awal-awal punya aja seringnya, sehari bisa sampe dua sampe lima kali, tapi sekarang seminggu paling cuma lima kali. Tunggu foto-foto, ya kan saya hobi fotografi jadi tunggu ada foto yang bagus baru dimasukin, kalau nggak, ntah pas lagi pergi kemana gitu berdua sama temen atau sama pacar baru upload disitu.”

Galeri foto Instagram Haritz dipenuhi berbagai foto momen dirinya bersama teman, kerabat dan pacar. Namun, foto dengan pacar mendominasi isi Instagram Haritz. Foto dengan pacar merupakan foto yang pertama kali diunggah oleh Haritz di Instagram beberapa waktu lalu. Bagi Haritz, ia hanya akan mengunggah foto mesra dengan pacarnya. Jika belum menjadi pacar, Haritz tidak berani mengunggah foto mesra.

“Lupa sih kapan pertama kali unggah foto berdua sama pacar, tapi dari awal punya Instagram ya foto berdua sama pacar lah yang pertama kali coba-coba di upload ke Instagram. Itu waktu udah jadian, kalau masih PDKT nggak berani unggah foto berdua ntar dikira kepedean.”

Haritz mengunggah foto bersama pacar di Instagram karena diminta oleh pacar. Selain itu, tujuan Haritz mengunggah foto adalah untuk kesenangan pribadi. Haritz tidak memiliki tujuan tertentu ketika menggunggah foto di akun Instagram miliknya, termasuk ketika mengunggah foto berdua dengan pacar. Haritz mengakui bahwa sebagian besar foto yang diunggah di akun Instagram miliknya diunggah oleh pacarnya. Namun, Haritz tak menampik bahwa dirinya juga pernah berinisiatif untuk mengunggah foto dengan pacar di Instagram jika dirinya sedang mood.

“Ga ada, buat fun-fun aja. Kalau saya pribadi gada tujuan sama sekali sih upload foto disitu. Mungkin pacar saya, kan dia yang sering upload mungkin pengen orang taulah kita lagi dimana, mungkin untuk eksistensi diri dia. Kalau aku sendiri ya biasa aja, kan hubungan kita yang jalanin bukan orang lain. Biasanya yang inisiatif ngajak foto bareng itu pacar saya. Kalau saya sendiri jarang. Ada sih yang inisiatif saya sendiri, tapi itu kalau mood lagi bagus atau lagi pengen pasang foto berdua. Kebanyakan foto-foto berdua yang ada di Instagram saya, pacar saya yang upload pakai akun saya.”

Namun, pernyataan Haritz tersebut bertolak belakang dengan unggahan di Instagram miliknya. Di Instagram, Haritz pernah mengucapkan selamat ulang tahun dengan kalimat mesra dan foto lilin ulang tahun yang di tag langsung ke akun Instagram pacarnya. Menanggapi hal tersebut, Haritz beralasan bahwa unggahan foto disertai kalimat mesra tersebut bertujuan untuk menyenangkan sang pacar.

“Karna pacar hantu sosmed. Jadi ngalah aja ngikutin apa yang dia suka, gitu aja. Kalau ga sih ya nggak mau. Malahan dulu awal pacaran terlalu over di medsos, lama-lama udah mulai berkurang karena bosan.”

Selain itu, foto bersama pacar tidak hanya diunggah oleh Haritz di akun Instagram saja. Ada beberapa foto dengan pacar yang diunggah di media sosial lain seperti Path dan ada juga yang dijadikan sebagai display picture di Blackberry Messenger. Ada pun tujuan Haritz mengunggah foto dengan pacar di berbagai akun media sosial miliknya untuk memenuhi permintaan pacarnya. Menurut Haritz, dengan mengunggah fotonya dengan pacar di berbagai media sosial, hal tersebut bisa melindungi pacarnya agar tidak diganggu oleh pengguna media sosial lain.

“Paling buat Display Picture BBM, di Path sekali-sekali. Itu juga karena disuruh pacar soalnya dia takut ntar ada yang godain, ga penting sih sebenarnya. Kalau saya sih ga ada nyuruh dia unggah foto kita di medsos dia.”

Namun demikian, foto-foto yang diunggah di Instagram oleh pacar Haritz masih dalam pengawasan Haritz. Jika Haritz merasa foto yang diunggah tersebut tidak bagus maka ia akan menghapusnya dari Instagram. Sebelumnya Haritz juga pernah menghapus beberapa foto yang pernah ia unggah sendiri. Salah satu foto yang dihapus tersebut adalah foto mantan pacar Haritz.

“Pernah hapus foto mantan. Foto sama pacar juga pernah ada yang dihapus, karena misalnya muka saya lagi jelek, atau pas pacar ngambil foto selfie bedua saya lagi ngupil gitu. Itu kan pacar saya yang upload jadi kalau saya ngerasa ga bagus ya dihapus aja.”

Haritz dan pacarnya pernah bertengkar karena media sosial. Hal itu dipicu kecemburuan Haritz yang disebabkan unggahan seorang lelaki di akun twitter milik pacar Haritz. Perang twitter pun tak terelakkan sehingga dari pengalaman tersebut, Haritz dan pacarnya memutuskan untuk tidak menggubris komentar yang berasal dari orang yang tidak mereka kenal.

Pernah sih kita berantem gara-gara masalah medsos. Awal-awal pacaran sih sering gitu masih labil kan. Jadi dia mungkin bawaan usia belum terlalu dewasa, ini berantemnya bukan di instagram sih tapi di twitter. Jadi dia terlalu ladenin cowok yang mention-mention gitu jadi panas sendiri kan. Terakhir aku ngelabrak cowok itu di twitter, trakhir jadi ribut di twitter. Gitu aja sih.”

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Haritz dan pacarnya tidak pernah membahas masalah pribadi di akun media sosial. Jika keduanya sedang menghadapi masalah, mereka memilih untuk berkomunikasi secara tatap muka dalam menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, untuk menjaga agar komunikasi tetap terjaga, Haritz dan pacarnya intens bertemu hingga empat kali dalam seminggu.

“Kalau misalnya lagi berantem, aku gamau ngomong lewat sosmed, kecuali kalau dia mau ngomong, ketemu, baru aku mau. Harus lewat hape

lah biar lebih privat.Lebih sering hubungi langsung ke hape dia atau dari

personal message, kalau telpon jarang, sms jarang. Kalau ketemu intens sih seminggu bisa sampe empat kali ketemu. Ya kalo ketemu paling jalan, makan, ngobrol, foto-foto.”

Hubungan pacaran yang dijalani Haritz dengan pacarnya sudah berlangsung selama dua tahun. Selama dua tahun tersebut, Haritz telah melewati masa adaptasi untuk mengenal karakter satu sama lain. Adanya rasa saling percaya di antara mereka menyebabkan Haritz tidak segan untuk berbagi password akun Instagram miliknya dengan pacar. Bagi Haritz, pacaran bertujuan untuk mengarah ke hubungan yang lebih serius yaitu menikah.

“Pacaran udah hampir dua tahun lah. Kita juga udah saling percaya

satu sama lain. Tujuan pacaran, ya, pengen serius aja. Mudah-mudahan bisa sampe nikah. Orang tua juga udah pada kenal.”

Haritz berpendapat bahwa Virtual Display of Affection (VDA) merupakan hak setiap pasangan karena VDA merupakan kebebasan menggunakan media sosial. Menurut Haritz, VDA wajar dilakukan oleh pasangan selama tidak mengandung unsur pornografi. Selain itu, VDA masih wajar jika dilakukan di tempat terbuka seperti mall atau tempat wisata bukan di tempat tertutup seperti kamar hotel. Haritz juga tidak menampik bahwa dirinya termasuk pelaku VDA dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kalau orang yang VDA ya terserah dia hak dia, kalau ga suka nggak usah di follow. Kan kebebasan pake medsos juga. Selama itu masih wajar, ga berbau pornografi. Kalau kami, dibilang VDA, kayaknya termasuklah. Sah-sah aja. Asalkan masih wajar aja. Kalau emang masih dalam batas wajar seperti foto bedua sambil pegangan tangan atau misalnya nunjukin kita lagi dimana ya wajar, asalkan jangan yang berbau seksual lah. Misalnya dia foto ciuman atau foto lagi di kamar hotel ntah ngapa-ngapain gitu kan ga wajarlah.”

Bagi Haritz, Virtual Display of Affection (VDA) mempengaruhi keharmonisan suatu hubungan. Namun, VDA tidak menjadi acuan harmonis atau tidaknya suatu hubungan. Mengumbar kemesraan di depan umum bukan menjadi keharusan bagi pasangan untuk menunjukkan hubungan pasangan tersebut romantis. Menurut Haritz, romantisnya suatu hubungan hanya bisa dirasakan oleh pasangan yang menjalani hubungan tersebut.

“Sedikit banyak mempengaruhi tapi gak jadi patokan lah harus ngumbar kemesraan di depan umum supaya romantis. Romantis kan kita dua aja yang jalanin klo misalnya orang pacaran.”

Dengan demikian, Haritz menganggap VDA merupakan hal yang wajar dilakukan oleh pasangan selama tidak mengandung unsur pornografi. VDA merupakan kebebasan menggunakan media sosial. Di sisi lain, kehadiran Instagram mendukung VDA karena Instagram hanya bisa diisi dengan unggahan foto. Haritz mengakui bahwa ia termasuk pelaku VDA. Haritz melakukan VDA untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangannya.

Informan II

Nama : Apriliyana Sinaga

Pukul : 09.30 WIB

Tempat : Gedung B FISIP USU

Apriliyana memiliki gadget berupa smartphone yang digunakan untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Gadis yang biasanya disapa Nana ini menggunakan smartphone untuk mengakses media sosial seperti Instagram, Path dan Twitter. Apriiyana menggunakan Instagram sejak tahun lalu. Melalui media sosial, Apriliyana bisa mem-follow teman-temannya yang ada di media sosial seperti Instagram. Dengan demikian, Apriliyana bisa mengikuti perkembangan zaman.

“Medsos gunanya buat nyari temen kayak instagram kita bisa follow

temen kita atau Path untuk ngasih tau kita lagi makan dimana, bisa lebih

ngikutin perkembangan jaman juga. SMS, Browsing internet, sosmed. Pake ig sejak tahun lalu. Awalnya karena ngikutin perkembangan zaman aja.”

Apriliyana menggunakan media sosial sesuai kebutuhan. Apriliyana juga tidak mewajibkan dirinya untuk memeriksa setiap informasi terbaru di dalam akun media sosialnya setiap hari. Apriliyana mengaku hanya menggunggah foto yang menarik pada saat tertentu saja dan tidak memaksakan untuk menggunggah foto jika tidak ada yang menarik. Hal tersebut dilakukannya saat sendiri, bersama teman dan pasangannya. Dalam hubungan interpersonal dengan pasangannya, ia tidak mengharuskan mengambil foto bersama setiap saat. Sedangkan inisiatif untuk mengambil foto berasal dari Apriliyana maupun pasangannya.

“Terkadang ga jadi kewajiban, misalnya kalok batre lagi lowbat gak pernah buka medsos. Jadi gak tentu juga tiap hari buka. Tergantung kebutuhan sih kalau handphone atau kalo lagi ada momen ya kadang ngaplot foto kalau ga ada nggak sih.Foto-foto yang aku unggah kebanyakan foto momen aja. Misal kita lagi jalan sama temen, makan dimana yaudah kita upload. Kalau misalnya lagi kuliah, ga ada momen, ya gak ada yang di upload. Selfian juga pernah. Kalau inisiatif foto, tergantung, kadang aku, kadang bang Jul (pacar), tergantung siapa yang ingat mau foto. Misalnya lagi jalan trus ngerasa kami udah lama ga foto bareng yaudah foto aja. Kadang lagi makan kita gak ada foto sama sekali, tergantung kita pengen ato nggak.”

Dalam penggunaan Instagram, terkadang Apriliyana dan pacarnya saling berbagi password akun Instagram mereka. Oleh sebab itu, Apriliyana bisa mengunggah foto di akun Instagram milik pacarnya. Begitu juga sebaliknya,

pacar Apriliyana juga bisa mengunggah foto di akun Instagram milik Apriliyana. Namun demikian, Apriliyana mengaku tidak memiliki tujuan khusus ketika mengunggah foto di Instagram milik pacarnya selain untuk kesenangan pribadi saja.

“Pernah sekali dia yang nge upload foto di ig ku. Dia ngupload foto aku yang jelek, aku ngupload foto dia yg jelek. Ya tujuannya ngga ada, cuma buat seru-seruan aja.”

Sementara itu, Apriliyana mengunggah foto bersama pacar di Instagram bertujuan untuk mengabadikan saat-saat bersama dengan pacarnya. Ia tidak bermaksud untuk memamerkan pacarnya kepada para followers-nya di Instagram. Menurut Apriliyana, ia dan pacarnya beberapa kali mengabadikan momen kebersamaan mereka dalam bentuk foto. Salah satunya ketika mereka makan bersama di suatu kafe atau restoran, mereka memutuskan untuk mengambil foto kemudian mengunggahnya ke Instagram.

“Bukan untuk nunjukin siapa pacarku sih, cuman ya, pas momennya lagi berdua, sama kayak tadi misalnya kita lagi makan, kita foto, ya kita unggah.”

Apriliyana mengunci akun Instagram nya agar tidak bisa diakses oleh orang-orang yang bukan merupakan followers Instagram-nya. Hal tersebut ia lakukan untuk mengantisipasi orang yang tidak ia kenal melihat atau menyalahgunakan foto-foto yang ada di Instagram-nya. Apriliyana hanya mengizinkan teman-teman yang sudah ia kenal menjadi followersInstagram-nya. Dengan demikian, Apriliyana memastikan bahwa foto-foto bersama pacar yang ia unggah hanya dapat dillihat oleh teman-temannya saja. Menurut Apriliyana, jika seseorang mengenali dirinya di Instagram, maka orang tersebut pasti akan mem-follow Instagram-nya. Namun, jika seseorang tersebut hanya sekedar melihat foto-foto di Instagram (stalker), maka orang tersebut belum tentu akan menjadi followers.

“Aku kebetulan instagram nya ditutup, kalau menurut aku ya yang tau itu cuman temen-temen aku. Jadi kalok aku unggah foto berdua sama pacar yang tau ya cuman temen-temen yang kukenal aja. Soalnya gak perlu sih orang tau aku lagi ngapain karna kan sebagian besar kayak di instagram yang kita lakuin yang kita upload misalnya ulang tahun temen buat apa

orang lain tau. Kalau pun ada orang yang mau tau soal kita, kalau dia temen kita pasti dia follow kita kalau cuma mau stalker aja gak perlu lah.”

Apriliyana tidak selalu memeriksa komentar yang diberikan followers-nya. Adapun komentar yang dilontarkan oleh followers Apriliyana di Instagram merupakan komentar positif. Menurut Apriliyana, teman-teman dekatnya khususnya teman satu jurusan di kampus sudah mengetahui kedekatannya dengan sang pacar. Oleh sebab itu, ketika Apriliyana beberapa kali mengunggah foto berdua bersama pacarnya di Instagram, ia tidak menemukan adanya komentar negatif tentang foto yang ia unggah. Namun, Apriliyana pernah menghapus salah satu komentar followers-nya yang ia nilai mengganggu.

“Kalok di komunikasi, sebelum kita jadian udah kesebar kalo kita dekat. Jadi waktu kita udah unggah foto bedua komennya, eh udah jadian ya, gitu. Kemaren sih foto kita itu pernah dikomen sama mantan nya bang Jul trus ada komen-komen orang lain nyambung di bawah komen dia yang bilang kl dia iri tapi udah dihapus komennya. Aku juga ga tipikal yang meriksain handphone ato sosmednya bang Jul, kak. Jadi kurang tau juga entah ada lagi yang komen foto kami berdua.”

Apriliyana hanya mengunggah foto mesra dengan pacarnya saja. Menurut Apriliyana, jika ia mengunggah foto mesra dengan pria lain, akan menimbulkan pertanyaan bahkan opini negatif dari teman-teman maupun followers-nya. Apriliyana menambahkan bahwa mengunggah foto bersama pacar merupakan hal yang wajar selama foto tersebut masih dalam batasan sopan. Adapun foto-foto yang masih bisa ditolerir, menurut Apriliyana diantaranya foto yang tidak menampilkan pakaian terbuka, foto di tempat umum serta foto yang tidak menampilkan kontak fisik yang berlebihan.

“Nggak. Soalnya itu bikin pertanyaan sih kayak siapa tu. Menurutku

wajar tetapi jangan sampe upload foto lagi ciuman. Kan kita berteman ada juga sisi-sisi dimana orang bisa menilai kita dari apa yang kita tampilkan. Foto yang ditolerir itu yang gak terbuka, tempat umum, gak peluk-pelukan atau ciuman.”

Hubungan Apriliyana dengan pacarnya sudah berlangsung selama tujuh bulan. Tujuan Apriliyana berpacaran untuk mengenal lebih jauh pasangannya. Apriliyana juga menjadikan pacarnya sebagai teman untuk bertukar pikiran. Apriliyana mengakui bahwa ia menjalani hubungan dengan serius. Ia berharap kelak dirinya akan menikah dengan pacarnya.

“Masuk ke 7 bulan, bulan ini. Kalau pacaran ada yang kita cari misalnya teman untuk cerita atau kenal dia lebih dari orang lain yang gak kenal. Menurut aku orang pacaran itu harus berfikir mau terakhir tu pada akhirnya sama dia. Aku kalau pacaran gak ada main-main sih”

Dalam mempertahankan hubungan, Apriliyana dan pacarnya membiasakan diri untuk membicarakan masalah yang mereka hadapi hingga menemukan solusi. Apriliyana dan pacarnya kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Kondisi tersebut memungkinkan mereka untuk saling berkomunikasi secara tatap muka setiap hari. Namun, jika tidak memungkinkan untuk bertemu secara tatap muka, maka mereka akan berkomunikasi melalui smartphone yaitu sms atau chat.

“Ada masalah dibahas, cerita, kasih tau apa masalahnya. Tapi klo

berantem pasti pernahlah.Kalau dulu sering karna jumpa di kampus, kalau

sekarang udah jarang komunikasi langsung, dia udah wisuda dan di luar kota ya komunikasi pasti pake media bisa sms atau chat tiap hari.”

Apriliyana mengakui masalah di dalam hubungan mereka tidak selalu dapat mereka hindari. Masalah yang sering mereka hadapi yaitu kesibukan mereka masing-masing. Hal tersebut menyebabkan Apriliyana dan pacarnya tidak memiliki waktu untuk membahas masalah yang mereka hadapi. Di saat-saat tertentu, baik Apriliyana maupun pacarnya sama-sama memiliki karakter yang keras yang menyebabkan mereka bertengkar. Namun demikian, Apriliyana mengakui bahwa pacarnya lebih dewasa sehingga mampu mengatasi karakter Apriliyana yang keras.

“Julius ini adalah yang paling muda dari yang pernah kupacarin. Walaupun sebelum-sebelumnya aku pacaran dengan orang yang usia di atas aku. Kebetulan aku orang yang keras pendiriannya, kalau dia justru lebih sabar. Di usianya, dia udah bisa meng-handle aku, itu luar biasa menurut aku.Misal kita berantem, dia coba jelasin kayak gini loh masalahnya atau kita sementara waktu masing-masing pisah, semacam lost contact tapi bukan putus, nah nanti dia datengin duluan. Tetapi kadang kita sama-sama keras dan tanpa sadar udah nyakitin masing-masing. Terus soal kesibukan masing-masing, dia tipikal orang yang sibuk dan aku juga banyak kesibukan, sanking sibuknya kita sampai nggak ngeluangin waktu buat bicarain masalah kita itu sering terjadi.”

Setiap konten yang akan ditampilkan di media sosial sebaiknya mempertimbangkan efek positif dan negatifnya. Mengumbar hal-hal yang bersifat

privasi tentunya akan berdampak negatif. Menurut Apriliyana, mengumbar kemesraan dan mengumbar masalah dengan pacar di media sosial tidak perlu dilakukan karena selain mengganggu kenyamanan pengguna media sosial lain, hal tersebut juga tidak memberikan efek positif bagi pengunggahnya.

“Gak perlulah mengumbar masalah berantem sama pacar si media sosial atau update status kangen-kangenan atau butuh dia itu gak perlulah. Yang perlu dibagi mungkin motivasi.”

Dokumen terkait