Diameter Aktivitas Antibakteri
4.9 Hasil Pengujian Stabilitas Fisik
4.9.1 Hasil pengamatan stabilitas fisik pada suhu kamar
Pengujian stabilitas fisik pada suhu kamar dilakukan selama 12 minggu dengan pengamatan setiap 1 minggu, sediaan nanoemulgel dan emulgel diamati perubahan warna, bau, pemisahan fase, pH, viskositas, dan ukuran partikel. Hasil pengamatan stabilitas fisik sediaan nanoemulgel dan emulgel pada suhu kamar dapat dilihat pada Tabel 4.15, Gambar 4.10 dan Gambar 4.11.
F1 F2 F3 F4
Gambar 4.10 Sediaan nanoemulgel ekstrak kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit sebelum penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar
F1 F2 F3 F4
Gambar 4.11 Sediaan nanoemulgel ekstrak kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit setelah penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar Tabel 4.15 Data pengamatan stabilitas nanoemulgel pada penyimpanan 12
minggu Lama
penyimp-anan (minggu)
Organoleptis
Warna Bau Pemisahan fase
F1 F2 F3 F4 F1 F2 F3 F4 F1 F2 F3 F4
0 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
1 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
2 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
3 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
4 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
5 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
6 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
7 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
8 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
9 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
10 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
11 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
12 KC KC KC KC Kh Kh Kh Kh - - - -
Keterangan:
F1:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (6000 rpm)
F2:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (9000 rpm)
F3:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (12000 rpm)
F4:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (15000 rpm)
KC : Kuning Cerah (-): Tidak terdapat
Kh : Khas (+): Terdapat
Pada Tabel 4.15 menunjukkan bahwa sediaan nanoemulgel F1, F2, F3 dan F4 yang disimpan pada suhu kamar konsistensinya tetap sedikit kental, warna dan bau nya tidak berubah dari awal pengamatan hingga penyimpanan selama 12 minggu. Hal ini menunjukkan sediaan nanoemulgel F1, F2, F3 dan F4 stabil.
Emulgel
Gambar 4.12 Sediaan emulgel ekstrak kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit setelah penyimpanan 12 minggu pada suhu kamar Tabel 4. 16 Data pengamatan stabilitas emulgel pada penyimpanan 12 minggu
Lama penyimpanan
Organoleptis
Warna Bau Pemisahan fase
0 Kuning Cerah Khas -
Lama penyimpanan
Organoleptis
Warna Bau Pemisahan fase
9 Kuning Tua Khas -
10 Kuning Tua Khas -
11 Kuning Tua Khas -
12 Kuning Tua Khas -
Pada Tabel 4.16 menunjukkan bahwa sediaan emulgel yang disimpan pada suhu kamar tidak menunjukkan perubahan warna dan bau setelah penyimpanan 8 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan emulgel dari kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit tidak stabil pada penyimpanan, karena terjadi perubahan warna. Hal ini juga menunjukkan sediaan nanoemulgel lebih stabil dibanding emulgel.
4.9.1.1 Hasil pengukuran pH
Pengukuran pH dilakukan selama 12 minggu pada suhu kamar setiap 1 minggu. Data hasil pengukuran pH dan grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap pH nanoemulgel dan emulgel dapat dilihat pada Tabel 4.17 dan Gambar 4.13.
Tabel 4. 17 Data pengukuran ph nanoemulgel dan emulgel pada penyimpanan selama 12 minggu
Penyimpanan
F3:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (12000 rpm)
F4:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (15000 rpm)
Gambar 4.13 Grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap pH sediaan nanoemulgel dan emulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit
Pada Gambar 4.13 menunjukkan bahwa selama penyimpanan semua sediaan baik nanoemulgel maupun emulgel yang disimpan pada suhu kamar selama 12 minggu menunjukkan penurunan pH tetapi tidak begitu signifikan tetapi nilai pH yang dihasilkan masih memenuhi syarat pH kulit. Nilai pH sediaan yang memenuhi kriteria pH kulit dan tidak mengiritasi yaitu pH 4,5-6,5 (Okuma dkk., 2015; Nikam, 2017).
Nilai pH yang lebih rendah dapat menyebabkan iritasi pada kulit sapi dan berdampak negatif bagi bayi sapi saat menyusui. Nilai pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kekeringan pada kulit dan jika terus berlanjut dapat
5
0 Minggu 4 Minggu 8 Minggu 12 Minggu
F1
menyebabkan iritasi kulit, seperti gatal, ruam, memerah dan berisik (Bhalekar dkk., 2015).
Penurunan nilai pH ini juga menyebabkan penurunan viskositas dari sediaan dikarenakan nilai pH berpengaruh pada proses terbentuknya massa gel dari gelling agent yang digunakan (Hajrah dkk., 2017).
4.9.1.2 Hasil pengukuran viskositas
Pengukuran viskositas dilakukan selama 12 minggu pada suhu kamar setiap 1 minggu. Data hasil pengukuran viskositas dan grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas nanoemulgel dan gel dapat dilihat pada Tabel 4.18, Tabel 4.19, Gambar 4.14 dan Gambar 4.15.
Tabel 4. 18 Data pengukuran viskositas nanoemulgel pada penyimpanan selama 12 minggu Tabel 4. 19 Data pengukuran viskositas emulgel pada penyimpanan selama 12
minggu
Lama penyimpanan Viskositas (mPa.s)
F2:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (9000 rpm)
F3:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (12000 rpm)
F4:Nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit (15000 rpm)
Gambar 4.14 Grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap viskositas nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit
Pengukuran viskositas dilakukan setiap 1 minggu. Hasil pengukuran viskositas dapat juga dilihat pada Gambar 4.14. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa semakin lama sediaan semakin menurun viskositasnya.
Penurunan viskositas ini dapat disebabkan karena kemasan penyimpanan yang kurang kedap sehingga mengakibatkan gel menyerap air dari lingkungan
470
0 Minggu 4 Minggu 8 Minggu 12 Minggu
F1
sehingga volume air pada formula bertambah. Selain itu, penyusunan molekul-molekul yang mulanya tidak beraturan menjadi sumbu yang panjang dalam arah aliran dapat mengakibatkan beberapa dari pelarut yang berikatan dengan molekul lepas sehingga menyebabkan penurunan viskositas (Martin dkk., 1993).
Penurunan nilai pH juga menyebabkan penurunan viskositas dari sediaan dikarenakan nilai pH berpengaruh pada proses terbentuknya massa gel dari gelling agent yang digunakan (Hajrah dkk., 2017).
4.9.1.3 Hasil pengukuran distribusi ukuran partikel
Pengukuran ukuran partikel dilakukan di Laboratorium Nanomedicine Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan alat FRITSCH Analysette 22 NanoTec Particle Size Analyzer pada suhu kamar.
Diperoleh hasil rata-rata dari pengukuran ukuran partikel nanoemulgel dan emulgel serta grafik perubahan ukuran partikel nanoemulgel dan emulgel pengaruh lama penyimpanan dapat dilihat pada Tabel 4.20.
Tabel 4. 20 Data pengukuran viskositas nanoemulgel pada penyimpanan selama 12 minggu
Formula Minggu
Gambar 4.15 Grafik pengaruh lama penyimpanan terhadap ukuran partikel nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit
Pada Tabel 4.20 dan Gambar 4.15 dapat dilihat hasil distribusi ukuran partikel nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit yang disimpan pada suhu kamar selama 12 minggu. Tabel 4.19 menunjukkan bahwa sediaan nanoemulgel F4 mempunyai ukuran partikel yang lebih kecil dibandingkan dengan nanoemulgel F1, F2, dan F3. Rata-rata ukuran partikel pada F1, F2, F3, dan F4 pada awal pembuatan berturut-turut adalah 261 nm, 255 nm, 233 nm, 115 nm sedangkan pada emulgel adalah 688 nm.
Kecepatan putaran homogenizer berpengaruh terhadap distribusi ukuran partikel. Semakin meningkatnya kecepatan putaran homogenizer menyebabkan ukuran partikel sediaan nanoemulgel kombinasi ekstrak buah asam jawa dan rimpang kunyit yang dihasilkan semakin kecil (Suprobo, 2015). Peningkatan ukuran partikel selama penyimpanan terjadi karena adanya pengaruh gravitasi
0
0 Minggu 4 Minggu 8 Minggu 12 Minggu
Rata-rata ukuran partikel (µm)