BAB III. BAHAN DAN METODE
3.5. Pengaruh Pengolahan Tanah dan Aplikasi Pupuk Mikoriza Terhadap
4.1.1. Hasil
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi antara varietas dan konsentrasi PEG 6000 berpengaruh sangat nyata terhadap panjang plumula, panjang akar, berat kering plumula, berat kering akar, ratio bobot kering plumula akar. serta berpengaruh nyata pada indeks panjang plumula, indeks panjang akar (Rekapitulasi Lampiran 1). Rata-rata panjang plumula dan persentase penurunan tertera pada Tabel 4.1.1
Tabel 4.1.1 Rata-rata Panjang Plumula pada Lima Belas Varietas dengan Tiga Konsentrasi PEG 6000
Limboto 2.49 jk 1.39 s 1.26 ts 44.23 49.20
Situ Patenggang 3.58 f-j 2.19 o-m 1.90 qp 38.86 46.78
Situbagendit 3.07 eg 2.29 ikm 1.96 o-p 25.59 36.12
Towuti 3.84 d 2.13 o-m 2.01 n-p 44.49 47.70
Ciapus 4.99 b 2.89 gh 1.24 ts 42.09 75.18
Inpago 4 5.28 a 2.54 j 1.39 s 51.80 73.72
Inpago 7 2.36 j-m 1.48 ts 1.32 ts 37.20 43.85
Inpago 8 3.94 d 2.00 n-q 1.78 qr 49.20 54.87
Inpago 6 4.51 c 2.76 ih 1.17 ts 38.73 74.13
Inpago 5 3.62 e 2.45 j-l 2.23 l-n 32.26 38.34
Inpago 9 3.82 de 1.78 qr 1.11 t 53.45 70.92
Inpari 33 2.77 hj 1.57 rs 1.52 ts 43.51 45.19
Inpari 6 Jete 3.00 p-q 2.14 m-o 1.11 t 28.82 64.32
Batutegi 4.37 c 2.19 m-o 1.61 r 49.85 63.20
Sintanur 2.87 gh 1.29 ts 1.31 ts 55.17 54.35
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT pada α: 0.05
Pemberian larutan PEG 6000 pada konsentrasi 20% dan 25% juga menyebabkan terjadinya penurunan panjang plumula pada semua varietas. Persentase hambatan pertumbuhan panjang plumula yang paling kecil akibat pemberian larutan PEG 6000 terlihat pada varietas
Varietas Panjang Plumula Persentase Penurunan
P0 (0%) P1(20 %) P2(25%) P1(20%) P2(25%)
--- cm
---situbagendit baik pada konsentrasi 20% dan 25%. Secara umum persentase penurunan panjang plumula akibat pemberian larutan PEG 6000 lebih besar dibandingkan dengan penurunan pertumbuhan panjang akar (Tabel 4.1.1) atau dengan kata lain pertumbuhan plumula lebih tertekan atau terhambat jika terjadi cekaman kekeringan dibandingkan dengan pertumbuhan akar.
Panjang Akar
Pemberian larutan PEG 6000 konsentrasi 20% menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan panjang akar pada beberapa varietas yaitu situbagendit, inpago 8, Inpago 5,Inpari 33 Inpari 6 Jete, Inpari 33 dan inpago 9 seperti terlihat pada tabel 4.1.2.
Tabel 4.1.2. Rata-rata Panjang Akar pada Lima Belas Varietas dengan Tiga Konsentrasi PEG 6000
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT pada α: 0.05
Bobot kering plumula memperlihatkan pada larutan PEG 6000 pada konsentrasi 25%
yang diberikan menyebabkan semakin rendah bobot plumula dibandingkan dengan konsentrasi 20% dan kontrol (Gambar 4.1.1).
Varietas Panjang Plumula Persentase Penurunan
P0 (0%) P1(20 %) P2(25%) P1(20%) P2(25%) --- cm
---Limboto 4.07 b 3.17 n-p 3.11 o-q 22,11 23,59
Situ Patenggang 3.58 f-j 3.09 o-q 2.96 rq 13,70 17,33
Situbagendit 3.27 l-o 3.19 n-p 2.71 s 2,45 17,14
Towuti 3.69 e-g 3.12 n-q 3.61 e-i 15,36 1,99
Ciapus 3.95 cb 2.43 t 2.93 rq 38,57 25,74
Inpago 4 4.31 a 3.74 d-f 3.16 n-p 13,16 26,63
Batutegi 3.51 g-k 2.92 rq 2.81 sr 3,61 19,94
Sintanur 3.47 rq 2.88 rs 2.50 h-k 0,002 27,98
Gambar 4.1.1. Bobot Kering Plumula Lima Belas Varietas pada tiga Konsentrasi PEG 6000
Gambar 4.1.2. Bobot Kering Akar Lima Belas Varietas pada tiga Konsentrasi PEG 6000 Pemberian larutan PEG 6000 pada konsentarasi 20% menyebabkan terjadinya peningkatan bobot kering akar setelah kontrol dibandingkan dengan konsentrasi larutan PEG 6000 25% (Gambar 4.1.2). Penurunan bobot plumula dan bobot akar akan mempengaruhi keseimbangan pertumbuhan dan akan berpengaruh terhadap ratio bobot kering plumula dan bobot kering akar seperti tertera pada Tabel 4.1.3
Gambar 4.1.1. Bobot Kering Plumula Lima Belas Varietas pada tiga Konsentrasi PEG 6000
Gambar 4.1.2. Bobot Kering Akar Lima Belas Varietas pada tiga Konsentrasi PEG 6000 Pemberian larutan PEG 6000 pada konsentarasi 20% menyebabkan terjadinya peningkatan bobot kering akar setelah kontrol dibandingkan dengan konsentrasi larutan PEG 6000 25% (Gambar 4.1.2). Penurunan bobot plumula dan bobot akar akan mempengaruhi keseimbangan pertumbuhan dan akan berpengaruh terhadap ratio bobot kering plumula dan bobot kering akar seperti tertera pada Tabel 4.1.3
Varietas
Varietas
Gambar 4.1.1. Bobot Kering Plumula Lima Belas Varietas pada tiga Konsentrasi PEG 6000
Gambar 4.1.2. Bobot Kering Akar Lima Belas Varietas pada tiga Konsentrasi PEG 6000 Pemberian larutan PEG 6000 pada konsentarasi 20% menyebabkan terjadinya peningkatan bobot kering akar setelah kontrol dibandingkan dengan konsentrasi larutan PEG 6000 25% (Gambar 4.1.2). Penurunan bobot plumula dan bobot akar akan mempengaruhi keseimbangan pertumbuhan dan akan berpengaruh terhadap ratio bobot kering plumula dan bobot kering akar seperti tertera pada Tabel 4.1.3
Tabel 4.1.3 Rata-rata Bobot Kering Plumula Akar pada Lima Belas Varietas dengan Tiga
Situ Patenggang 1.15 e 0.73 kl 0.70 p
Situbagendit 1.30 c 0.71 m-o 0.43 r
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT pada α: 0.05
Tabel 4.1.3 pemberian larutan PEG 6000 pada konsentrasi 20% dan 25% menyebabkan terjadinya penurunan bobot kering plumula akar pada semua varietas. Namun rasio bobot kering plumula akar pada konsentrasi PEG 20% lebih tinggi dari pada konsentrasi PEG 25% dan kontrol. Rasio bobot kering plumula akar berperan penting dalam hal toleransi terhadap kekeringan serta keseimbangan pertumbuhan antara tajuk dan akar.
Penentuan indeks ketahanan terhadap kekeringan dilakukan berdasarkan perhitungan Fernandes (1992) yaitu dengan membandingkan panjang plumula atau panjang akar tiap varietas pada perlakuan kontrol dengan panjang plumula atau panjang akar tiap varietas tiap perlakuan konsentrasi PEG. Nilai sensitifitas kekeringan jika nilai S ≤ 0.5 maka termasuk kedalam kelompok toleran, bila nilai 0.5 ≤ S ≤ 1 maka kelompok moderat dan bila nilai S > 1.0 maka kelompok peka. Berdasarkan nilai indeks toleransi terhadap kekeringan panjang plumula dan
panjang akar maka terbagi menjadi tiga kelompok yang terkategorikan dalam kelompok toleran yaitu varietas inpago 4, inpago 8 dan ciapus. Kelompok moderat varietas inpago 5, situbagendit, towuti dan inpago 7 sedangkan kelompok varietas peka Inpari 33, inpari 6 jete dan sintanur (Tabel 4.1.4 dan 4.1.5). Hal ini menunjukkan varietas-varietas yang memiliki mekanisme toleransi masing-masing terhadap cekaman kekeringan yaitu melalui pemanjangan plumula dan pemanjangan akar.
Dua varietas yang toleran yang diuji pada tingkat laboratorium juga relatif toleran ketika diuji di rumah plastik yaitu varietas inpago 4 dan inpago 8. sedangkan satu varietas kelompok moderat juga mampu memberikan nilai indeks toleransi kekeringan berdasarkan hasil tinggi pada perlakuan 20% kapasitas lapang tertera pada Tabel 4.1.6.
Tabel 4.1.4. Rata-rata Indeks Toleran Panjang Plumula pada Lima Belas Varietas dengan Tiga Konsentrasi PEG 6000
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT pada α: 0.05
Varietas
Tabel 4.1.5. Rata-rata Indeks Toleran Panjang Akar pada Lima Belas Varietas dengan Tiga Konsentrasi PEG 6000
Keterangan : angka yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan uji DMRT pada α: 0.05
Tabel 4.1.6. Rata-rata Indeks Toleransi Kekeringan berdasarkan daya hasil sepuluh varietas pada beberapa cekaman kekeringan
Keterangan: perlakuan cekaman kekeringan dilakukan dengan pemberian air pada kapasitas lapang 20%, 40% dan 60%