Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients StandardizedCoefficients
t Sig. 95,0% Confidence Interval for B B Std. Error Beta Lower Bound Upper Bound 1 (Constant) -8.392 3.146 -2.667 .009 -14.667 -2.117 Pendapatan ( X1 ) 8.464E-6 .000 .416 3.996 .000 .000 .000 Tingkat Pendidikan ( X2 ) 1.084 .286 .421 3.793 .000 .514 1.654 Umur ( X3 ) -.267 .124 -.198 -2.158 .034 -.514 -.020 Pendidikan Teknis ( D1 ) 1.629 .747 .185 2.180 .033 .139 3.119
a. Dependent Variable: Lama Mencari Kerja ( Y )
sumber : Output SPSS
Berdasarkan hasil penghitungan yang telah dilakukan maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
LMK = -8,392+0,00000846 Pendapatan+1,084 Tingkat Pendidikan
- 0,267 Umur + 1,629 pendidikan teknis ...(4.1) Dari model tersebut diperoleh bahwa koefisien regresi variabel umur bertanda negatif, sedangkan variabel lainnya bertanda positif. Untuk menentukan variabel yang memiliki pengaruh yang paling dominan dapat dilihat dari nilai koefisien standardized dari model regresi (Imam Ghozali, 2005). Dalam hal ini diperoleh bahwa variabel tingkat pendidikan merupakan variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap lama mencari kerja yang ditunjukkan dengan nilai standardized coefficients sebesar 0,421 yang paling besar diantara variabel lainnya.
Secara umum penelitian ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan. Penjelasan kemaknaan dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dijelaskan sebagai berikut :
Pengaruh Pendapatan Terhadap Lama Mencari Kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap lama mencari kerja. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa pencari kerja yang mempunyai pendapatan yang
lebih tinggi akan memiliki waktu mencari kerja yang lebih lama. Koefisien regresi pendapatan adalah sebesar 0,000008464 menyatakan bahwa setiap pertambahan pendapatan sebesar Rp. 100.000,- akan menyebabkan lama mencari kerja bertambah sebesar 0,8464 bulan. Hal ini terkait dengan pertimbangan bahwa dengan pendapatan yang lebih tinggi pencari kerja akan cenderung menginginkan pekerjaan dengan penghasilan yang lebih layak sehingga ada kecenderungan akan mencari pekerjaan yang terbaik sehingga memakan waktu yang lebih lama, hal tersebut menunjukan hipotesis pertama terbukti.
Dari hasil penelitian ini sesuai dengan teori Kaufman (1999), yang menyatakan bahwa lama mencari kerja tergantung pada tingkat pendapatan/upah minimum yang diterima relatif pada distribusi frekuensi penawaran pendapatan/upah. Jika seseorang telah menetapkan upah minimum yang diterima rendah, maka tawaran pekerjaan akan diterimanya dengan cepat atau waktu menganggur akan pendek. Pendapatan minimum yang diterima tinggi akan menyebabkan lama mencari kerja lebih panjang (Kaufman, 1999). Selain itu penelitian ini juga sesuai dengan penelitian milik Fadhilah Rahmawati dan Vincent Hadi Wiyono (2004) tentang “Analisis Waktu Tunggu Tenaga Kerja Terdidik Di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta Tahun 2003”.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Lama Mencari Kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap lama mencari kerja. Hasil ini memberikan bukti empiris bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka lama mencari kerja akan semakin lama terkait dengan tingginya aspirasi untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dan sebanding dengan return biaya pendidikannya. Koefisien regresi tingkat pendidikan adalah sebesar 1,084 menyatakan bahwa setiap peningkatan pendidikan sebesar 1 tahun akan menyebabkan lama mencari kerja meningkat sebesar 1,084 bulan..
Hasil penelitian yg sama jg terjadi pada penelitian terdahulu milik Sutomo dan Vincent Hadiwiyono dan Prihartini BS, 1999, yang menyatakan bahwa Berpengaruh positif terhadap probabilitas mencari kerja. Hasil penelitian tersebut memberi arti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin besar
probabilitas mencari kerja. Dalam hal ini hipotesis kedua terbukti. Alasan utama atas diperolehnya pengaruh positif yang signifikan ini terkait dengan pertimbangan bahwa seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi akan cenderung mengetahui informasi di pasar kerja, dengan begitu pencari kerja lebih leluasa dalam memilih pekerjaan yang sesuai dan lebih selektif dalam mencari pekerjaan yang cocok, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk memutuskan atas suatu pekerjaan.
Pengaruh Umur Terhadap Lama Mencari Kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur berpengaruh negatif dan signifikan terhadap lama mencari kerja. Kondisi demikian secara umum dikaitkan dengan tingkat pengalaman dan relasi yang lebih baik dari golongan usia lanjut dibanding golongan usia muda.hal tersebut dikarenakan pemberi kerja akan mempertimbangkan pengalaman kerja dan hubungan rekan yang sudah diketahui riwayat hidupnya disamping itu pencari kerja usia lanjut akan bersedia untuk menerima pekerjaan untuk pemenuhan kebutuan individu tersebut tanpa bisa mempunyai banyak pilihan atas pekerjaan yang diinginkanya. Dengan kondisi persaingan kerja yang semakin ketat, pemberi kerja akan berperan aktif dalam menyeleksi tenaga kerja yang akan dipekerjakannya. Pemberi kerja masih menyukai Pada usia-usia yang relatif lanjut dikarenakan sudah memiliki pengalaman kerja yang lebih banyak dan hubungan rekan akan sangat berpengaruh dikarenakan riwayat hidup akan suatu pekerja sudah diketahui. Sehingga variabel umur signifikan terhadap Lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik dan menyebabkan Hipotesis yang ke tiga terbukti pada penelitian ini.
Pengaruh Pendidikan Teknis Terhadap Lama Mencari Kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pendidikan Teknis pengaruh positif dan signifikan terhadap lama mencari kerja. Untuk daerah di Kabupaten Semarang pendidikan teknis berpengaruh terhadap lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik. Hal tersebut sesuai dengan hipotesis dimana pendidikan teknis memiliki pengaruh terhadap lama mencari kerja. Sehingga menunjukan bahwa hipotesis ke empat juga terbukti.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis menurut Hedi Sutomo (1984), yang menyatakan bahwa pencari kerja dengan latar belakang pendidikan kejuruan akan lebih siap masuk pasar kerja sesuai dengan tujuan pendidikan kejuruan itu sendiri, sehingga probabilitas untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih besar daripada pencari kerja yang berpendidikan umum, akibatnya lama mencari kerja lebih kecil.
E. PENUTUP
1. KesimpulanDari hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Variabel pendapatan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap lama mencari kerja. Berarti bahwa semakin tinggi pendapatan yang diperoleh akan semakin lama waktu yang digunakan untuk mencari kerja. 2. Variabel tingka pendidikan memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap lama mencari kerja. Berarti bahwa semakin tingginya pendidikan pencari kerja justru akan semakin lama waktu yang digunakan untuk mencari kerja.
3. Variabel umur memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap lama mencari kerja. Berarti bahwa di Kabupaten Semarang umur pencari kerja yang semakin tua akan singkat waktu yang digunakan untuk mencari kerja. 4. Variabel Pendidikan Teknis memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap lama mencari kerja. Berarti bahwa di Kabupaten Semarang bahwa pencari kerja dengan latar belakang pendidikan kejuruan akan lebih siap masuk pasar kerja sesuai dengan tujuan pendidikan kejuruan itu sendiri, akibatnya lama mencari kerja lebih kecil
5. Dari empat variabel yang diteliti, variabel tingkat pendidikan merupakan
variable paling dominan dalam mempengaruhi lama mencari kerja bagi tenaga kerja terdidik di Kabupaten Semarang
2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dikemukakan beberapa saran dalam menangani masalah ketenagakerjaan khususnya tenaga kerja terdidik di Kabupaten Semarang yaitu sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil analisis bahwa tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap lama mencari kerja, maka diharapkan lebih aktif mencari informasi akan kesempatan kerja selain itu direkomendasikan untuk pencari kerja dikalangan terdidik lebih memupuk jiwa kewirausahaan bagi kelompok pencari kerja dengan pendidikan tinggi, karena lebih lamanya mencari kerja jika memiliki pendidikan tinggi. Dalam hal ini memberi implikasi bahwa jiwa kewirausahaan akan menjadi solusi dalam menciptakan pekerjaan, sehingga para pencari kerja dengan pendidikan tinggi dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.
2. Sesuai penelitian ini diharapkan untuk pencari kerja berpendidikan umum agar meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing dengan pencari kerja dengan latar belakang kejuruan.
3. Penelitian berikutnya agar dapat mencari variabel-variabel lain yang mungkin mempunyai pengaruh terhadap lama mencari kerja tenaga kerja.