HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum a Objek Penelitian
4.1.3.2 Hasil Analisis PLS
4.1.3.2.4 Hasil Pengujian a Hipotesis
Pengujianahipotesis digunakan untuk menguji hubunganakausalitas yag dikembangkanadalam model yaitu pengaruh variabel eksogenadan variabel intervening terhadap variabelaendogen. Pengujian hipotesisadapat diketahui melaluiaT statistic dan P Values pada tabel berikut.
Tabel 4.6 Pengujian Hipotesis
Mean, STDEV, T-Values, P-Values
Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) P Values Likuiditas -> Return Saham -0.517 -0.498 0.225 2.299 0.022 Likuiditas -> Struktur Modal -0.443 -0.477 0.177 2.505 0.013 Profitabilitas -> Return Saham 0.108 0.109 0.112 0.971 0.332 Profitabilitas -> Struktur Modal 0.216 0.198 0.140 1.545 0.123 Solvabilitas -> Return Saham 0.079 0.048 0.248 0.320 0.749 Solvabilitas -> Struktur Modal -0.399 -0.367 0.176 2.266 0.024 Struktur Modal -> Return Saham -0.403 -0.408 0.150 2.680 0.008
Sumber : Output SmartPLS3, 2019
Kriteriaapengujian adalah apabilaanilai T-statistik lebih besaradari nilaiaT-tabel maka dinyatakanaada pengaruh antaraavariabel eksoden terhadapavariabel endogen pada masing-masingahipotesis yang telah ditetapkanasebelumnya.
126
1. Pengujian hipotesis pertama (H1)
H1 : Rasio Likuiditas berpengaruhaterhadap return saham
Hipotesisapertama menyatakanabahwa rasioalikuiditas yang diukur dengan current ratio memilikiapengaruhaterhadap return saham. Hasilapengujianamenunjukkanabahwa variabelalikuiditas memiliki nilai t-statistik sebesar 2,299, sedangkan nilaiat-tabel sebesar 1,962 artinya nilai t-statistik > t-tabel. Sedangkan nilai original sampel adalah -0,517 artinya arah hubunganaantara rasio likuiditas dan return saham adalahanegatif. Maka variabel rasio likuiditas berpengaruhaterhadapareturn saham dengan
arah negatif artinya semakinatinggi rasio likuiditas makaasemakinarendah
return saham denganakata lain H1aditerima. 2. Pengujian hipotesis kedua (H2)
H2 : Rasio Likuiditas berpengaruh terhadap struktur modal
Hipotesis kedua menyatakanabahwa rasio likuiditas yang diukuradengan
current ratio memilikiapengaruh terhadap struktur modal. Hasil pengujian menunjukkanabahwa variabel likuiditas memiliki nilai t-statistik sebesar 2,505 sedangkan nilai tabel sebesar 1,962 artinya nilai statistik > t-tabel. Sedangkan nilai originalasampel adalah -0,443 artinya arah hubunganaantara rasio likuiditas dan struktur modal adalahanegatif. Maka variabel rasio likuiditasaberpengaruh terhadap struktur modal dengan arah negatif artinya semakinatinggi rasio likuiditas maka semakinarendah struktur modal dengan kata lain H2aditerima.
3. Pengujian hipotesis ketiga (H3)
127
Hipotesis ketiga menyatakanabahwa rasio profitabilitas yang diukur dengan net profit margin tidak memiliki pengaruhaterhadap return saham. Hasilapengujianamenunjukkan bahwa variabel likuiditas memiliki nilai t-statistikasebesar 0,971 sedangkan nilai tabel sebesar 1,962 artinya nilai t-statistik < t-tabel. Maka variabel rasio profitabilitasatidak berpengaruh terhadapareturn saham denganakata lain H3 ditolak.
4. Pengujian hipotesis keempat (H4)
H4 : Rasio profitabilitaaberpengaruhaterhadap struktur modal
Hipotesis keempat menyatakanabahwa rasio profitabilitas yang diukur dengan net profit margin memiliki tidakapengaruh terhadap struktur modal. Hasil pengujian menunjukkanabahwa variabel profitabilitas memilikianilai t-statistik sebesar 1,545 sedangkan nilai t-tabel sebesar 1,962 artinya nilai t-statistik < t-tabel. Maka variabel rasio profitabilitas tidakaberpengaruh terhadapastruktur modal dengan kata lain H4 ditolak. 5. Pengujian hipotesis kelima (H5)
H5 : Rasio Solvabilitas berpengaruhaterhadap return saham
Hipotesis kelima menyatakanabahwa rasio solvabilitas yang diukuradengan debt ratio tidakamemiliki pengaruh terhadap return saham. Hasil pengujian menunjukkanabahwa variabel likuiditas memiliki nilai t-statistik sebesar 0,320 sedangkananilai tabel sebesar 1,962 artinya nilai t-statistik < t-tabel. Maka variabelarasio solvabilitas tidak berpengaruhaterhadap return saham denganakata lain H5 ditolak.
6. Pengujian hipotesis kenam (H6)
128
Hipotesis keenam menyatakanabahwa rasio solvabilitas yang diukur dengan debt ratio memiliki pengaruhaterhadap return saham. Hasil pengujian menunjukkanabahwa variabel likuiditas memilikianilai t-statistik sebesar 2,2669 sedangkananilai t-tabel sebesar 1,962 artinya nilai t-statistik > t-tabel. Sedangkan nilai original sampel adalah -0,399 artinya arah hubunganaantara rasio solvabilitas dan struktur modal adalah positif. Maka variabel rasio solvabilitasaberpengaruh terhadap struktur modal dengan arah negatifaartinya semakin tinggi rasioalikuiditas maka semakin rendah strukturamodal dengan kata lain H6aditerima.
7. Pengujian hipotesis ketujuh (H7)
H7 : Struktur modal berpengaruhaterhadap return saham
Hipotesis ketujuh menyatakanabahwa struktu modal yang diukuradengan
deb to equity memiliki pengaruhaterhadap return saham. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabelastruktur modal memiliki nilai t-statistik sebesar 2,680 sedangkananilai t-tabel sebesar 1,962 artinya nilai t-statistik > t-tabel. Sedangkananilai original sampel adalah -0,403 artinya arah hubunganaantara struktur modal dan return saham adalah negatif. Maka variabel struktur modal berpengaruh terhadap return saham dengan arah negatif artinyaasemakin tinggi struktur modalamaka semakin rendah
129
Tabel 4.7 Pengujian Hipotesis Intervening
Mean, STDEV, T-Values, P-Values
Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) P Values Likuiditas -> Struktur
Modal -> Return Saham 0.179 0.192 0.102 1.748 0.081 Profitabilitas -> Struktur
Modal -> Return Saham -0.087 -0.082 0.067 1.297 0.195 Solvabilitas -> Struktur
Modal -> Return Saham 0.161 0.153 0.099 1.625 0.105
8. Pengujian hipotesis kedelapan (H8)
H8 : Likuiditas berpengaruh terhadap return sahamadengan struktur modalasebagai variabel intervening
Hipotesis kedelapan menyatakanabahwa likuiditas yang diukur dengan
current ratio tidakamemiliki pengaruh terhadap return saham dengan strukturamodal sebagai variabel intervening. Hasil pengujian menunjukkan bahwaavariabel Likuiditas memiliki nilaiat-statistik sebesar 1,748 sedangkan nilai tabel sebesar 1,962 artinya nilai statistik < t-tabel. Maka variabel likuiditas tidakamemiliki pengaruhaterhadap return saham dengan struktur modalasebagai variabel intervening dan arah hubungan positif denganakata lain H7 ditolak.
9. Pengujian hipotesis pertama (H9)
H9 : Profitabilitas berpengaruh terhadapareturn saham dengan strukturamodal sebagai variabel intervening
Hipotesis kesembilan menyatakanabahwa profitabilitas yang diukur dengan net profit margin tidakamemiliki pengaruh terhadap return saham denganastruktur modal sebagai variabel intervening. Hasilapengujian menunjukkanabahwa variabel Likuiditas memilikisnilai t-statistik sebesar
130
1,297 sedangkan nilai tabel sebesar 1,962 artinya nilai statistik < t-tabel. Maka variabel iprofitabilitasatidak memiliki pengaruh terhadap
returnasaham dengan struktur modalasebagai variabel intervening dan arah hubungananegatif dengan kata lain H9 ditolak.
10. Pengujian hipotesis kesepuluh (H10)
H10 : Solvabilitas berpengaruh terhadap return saham dengan struktur modal sebagai variabel intervening
Hipotesis kesepuluh menyatakanabahwa solvabilitas yang diukur dengan
debt ratio tidakamemiliki pengaruh terhadap return saham dengan struktur modal sebagai variabel intervening. Hasil pengujian menunjukkanabahwa variabel solvabilitasamemiliki nilai t-statistik sebesar 1,625 sedangkan nilai t-tabel sebesar 1,962 artinya nilai t-statistik < t-tabel. Maka variabel solvabilitas tidak memilikiapengaruh terhadap return saham dengan strukturamodal sebagai variabelaintervening dan arah hubungan positif dengan kata lain H10 ditolak.
4.2 Pembahasan