• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. PROSES, HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Pembuatan Media Pembelajaran

3. Hasil pengujian

a. Hasil Pengujian Fungsi Komponen Tabel 09. Hasil Uji Komponen

No Komponen Standard Hasil Kesimpulan (baik/tidak)

1 Baterai 12~13 V 12,75 V Baik

2 Fuse Mengukur kontinuitas Ada

kontinuitas Baik 3 Kunci kontak Mengukur kontinuitas Ada

kontinuitas Baik 4 Switch

starter

Mengukur kontinuitas Ada

kontinuitas Baik 5 Relay motor

starter

Mengukur kontinuitas Ada kontinuitas antara 85 dan 86

kontinuitas antara 30 dan 87

6 Ignition coil Tahanan primer 0,64-0,78 Ω Tahanan sekunder 5,4 – 14,0 kΩ Tahanan primer 0,6 Ω Tahanan sekunder 5,78KΩ Baik

7 Stator coil Terminal Y/W dan (-) baterai 1,0 – 4,2 Ω Terminal W/R dan (-) baterai 2,2 – 4,5 Ω Terminal Y/W dan (-) baterai 3,8 Ω Terminal W/R dan (-) baterai 4,3 Ω Baik

8 Busi Celah 0,7-0,8mm 0,6 mm Baik

b. Hasil pengujian sistem Tabel 10. Uji Sistem Kelistrikan

No Sistem Standard Hasil Kesimpulan

(baik/tidak) 1 Sistem pengapian a. Tegangan output kunci kontak menuju CDI b. Tegangan pulser c. Memeriksa percikan bunga api busi a. 12-13 V b. 1,5 ± 1 V c. Dapat memercikan bunga api 12,75 V 0,46 V Memercikan bunga api Baik Baik Baik 2 Sistem starter a. Memeriksa kerja

dari motor starter ketika switch ON\ b. Mengukur arus starter tanpa relay c. Mengukur arus starter dengan relay

a. Motor starter dapat berputar b. c. Dapat berputar 6,2 A 6,1 A Baik 3 Sistem pengisian a. Tegangan output dari magnet menuju rectifier pada terminal W/R a. >14,5 ±0,5 V 28,03 V Baik

dari magnet menuju rectifier pada terminal Y/W c. Tegangan output rectifier menuju baterai c. 14,5 ± 0,5 V 13,0 V Baik C. Pembahasan

1. Proses Pembuatan Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110

Pada proses pembuatan Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 terdapat langkah-langkah pengerjaannya dan kendala yang terjadi serta solusi untuk mengatasinya yaitu antara lain :

a. Pada proses pemilihan komponen untuk pembuatan Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 diperlukan komponen sesuai dengan yang ada pada sepeda motor Suzuki New Shogun FD 110 serta sesuai dengan spesifikasi dan dapat berfungsi dengan baik

Pada proses ini terdapat kendala pada pembuatan komponen magnet dan poros magnetnya yang menghubungkan ke penggerak motor listrik, jadi pencarian poros magnet, pully dan dudukan bearing yang sulit untuk didapatkan karena untuk komponen tersebut benar-benar harus disesuaikan dengan magnetnya dan dudukan bearingnya. Komponen tersebut tidak terdapat didealer resmi atau showroom atau bengkel resmi Suzuki dikarenakan dealer atau bengkel resmi tidak

juga, dan dudukan bearing.

Solusi yang diambil untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan mencari komponen poros magnet, pully dan dudukan bearing. Poros magnet tersebut harus disesuaikan ukuran lubang dudukan bearing, pully juga harus menyesuaikan ukuran dari poros magnet dan lubang dudukan bearing, lubang dudukan bearing harus disesuaikan dengan lubang untuk memasukan poros magnet di komponen magnetnya. b. Proses pembuatan rangka Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan

Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 dilakukan dengan langkah-langkah pemotongan batang komponen rangka, merakit komponen rangka, merapikan rangka dan yang terakhir adalah proses finishing.

Pada proses pembuatan rangka terdapat kendala dalam pengerjaannya yaitu untuk pemotongan rangka perlu dilakukan penyamaan dimensi rangka antar media yang lain agar sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan oleh pihak Prodi D3 Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Dengan demikian pengerjaan pemotongan dan perakitan rangka dilakukan dengan bersama-sama di bengkel Otomotif FT UNY sehingga memakan banyak waktu pengerjaan karena harus bergantian menggunakan alat gerinda tangan yang hanya 1 dan las listrik.

membuat 1 cetakan rangka yang dapat mengurangi ketidak seragaman dimensi rangka agar seragam dan dapat mempercepat proses pembuatan rangka. Serta untuk mengurangi penggunaan gerinda tangan yang bergantian maka dilakukan pembelian satu mesin gerinda tangan lagi untuk pemotongan rangka agar lebih mempercepat proses pengerjaannya

c. Proses pencetakan Acrylic yang digunakan untuk peletakan komponen. Sebelum dilakukan pencetakan acrylic perlu dilakukan design untuk peletakan komponen pada arcylic yang akan dibuat dengan menggunakan aplikasi corel draw. Kemudian setelah selesai dilakukan mendesign acrylic selanjutnya dilakukan lah pencetakan media arcylic di jasa percetakan dan printing.

Kendala yang dialami pada proses ini adalah kesulitan dalam proses pembuatan desain menggunakan aplikasi corel draw. Serta pada pencetakan acrylic terdapat kendala pada pembiayaan dan pembelian arcylic, untuk proses pencetakan acrylic tidak disertai dengan proses cutting untuk melubangi acrylic yang akan digunakan sebagai dudukan komponen karena proses cutting memerlukan biaya yang mahal.

Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah untuk proses desain menggunakan aplikasi corel draw dilakukan dengan meminta bantuan orang lain yang bisa mengoperasikan aplikasi tersebut dan

Untuk mengatasi kendala dalam pembiayaan, pembelian arcylic. Proses cutting dapat dilakukan dengan pemotongan manual dengan menggunakan gerinda tangan tetapi dengan acrylic yang tebalnya hanya 3mm perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi keretakan atau pecah pada acrylic. Proses pengeboran dapat dilakukan dengan pengeboran manual dengan menggunakan bor tangan tetapi dengan acrylic yang tebalnya hanya 3mm perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi keretakan atau pecah pada acrylic.

2. Pengujian Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110

a. Pengujian komponen

Hasil pengujian komponen diperoleh seperti yang telah dilihatkan pada tabel 09, semua komponen yang akan digunakan dan telah terpasang pada acrylic telah dilakukan pengujian dan hasil yang didapatkan semua komponen masih sesuai spesifikasi dengan demikian komponen tersebut dapat digunakan sebagai Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110

b. Setelah dilakukan pengujian komponen kemudian dilakukan pengujian fungsi sistem untuk mengetahui ketika rangkaian komponen yang sudah terpasang dapat bekerja dengan baik atau tidak. Dari hasil pengujian tersebut diperoleh hasil seperti yang ada pada tabel 10, hasil

baik dengan ditandai percikan bunga api yang terjadi pada busi saat media dioperasikan, untuk sistem starter dengan hasil pengujian tersebut sistem starter dapat bekerja dengan baik ketika switch starter di tekan dan motor starter dapat berputar, pada sistem pengisian dari hasil pengujian untuk tegangan yang dihasilkan rectifier sudah sesuai spesifikasi >14,5 V tetapi kurang besar sehingga untuk tegangan pengisian output rectifier menuju baterai masih kurang. Hal ini dapat diakibatkan karena penggunaan motor listrik penggerak magnet yang kecil maka magnet berputar dengan lembut tidak sesuai dengan putaran engine sepeda motor sehingga tegangan pengisian baterai belum tercapai. Agar pengisian baterai sesuai dengan spesifikasi maka diperlukan motor listrik yang lebih besar yang dapat memutar magnet Generator sesuai dengan putaran engine sepeda motor.

99 A. Kesimpulan

Setelah selesai mengerjakan proyek akhir dengan judul pembuatan Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 sampai dengan akhir penyusunan laporan ini maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Pembuatan Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 dapat diselesaikan dengan baik, dengan prosedur pembuatannya meliputi Pemilihan Komponen, Pembuatan Rangka Peletakan Komponen, Perakitan Komponen Pada Papan Acrylic, Pengujian Kerja Komponen Dan Sistem Kelistrikan. 2. Hasil pengujian kinerja dari Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan

Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 meliputi, hasil dari pengujian fungsi komponen yang telah dilakukan dengan mengukur tegangan baterai, tahanan fuse, tahanan ignition coil, tahanan kunci kontak, tahanan relay starter, tahanan switch starter dan busi dapat disimpulkan komponen-komponen tersebut masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan sebagai komponen untuk Media Pembelajaran

Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110. 3. Hasil dari pengujian fungsi sistem yang telah dilakukan dengan

dan sistem pengapian, dapat disimpulkan semua sistem yang telah diuji dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya sehingga kinerja dari Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 tersebut tercapai.

B. Saran

Saran yang dapat diberikan agar kesempurnaan fungsi dan kinerja Media Pembelajaran Sistem Kelistrikan Engine Sepeda Motor Suzuki New Shogun FD 110 dapat tercapai adalah :

1. Memeriksa sambungan kabel pada jack banana dan soket-soket sebelum menghidupkan motor penggerak, agar tidak terjadi hubungan singkat.

2. Menggunakan fuse yang sesuai dengan spesifikasi agar tidak merusak komponen kelistrikan.

3. Menggunakan alat ukur yang sesuai dan dengan prosedur yang benar agar tidak terjadi kesalahan pengukuran dan menghindari kerusakan pada alat ukur atau pun pada komponen.

101

DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad, M.A. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta : P.T Raja Grafindo Persada.

Daryanto. (1988). Alat Perkakas Bengkel. Jakarta : P.T Bina Aksara

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta : P.T Gramedia Pustaka Utama.

H.A.R Tilaar. (2013). Media Pembelajaran Aktif. Bandung : Nuansa Cendekia John M. Echols (1975). Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta : P.T Gramedia Pustaka

Utama

Marsudi MT. (2013). Teknisi Otodidak Sepeda Motor. Yogyakarta : C.V Andi Offset.

Nafhan. (2011). Sistem Kelistrikan Sepeda Motor. Diakses dari

http://nafhann17.blogspot.co.id/2015/04/sistem-kelistrikan-sepeda-motor.html. Pada Tanggal 26 September 2017

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. (1991). Media Pengajaran. Bandung : CV. Sinar Baru.

Northop, RS. (2000). Teknik Reparasi Sepeda Motor. Bandung : Pustaka Setia. Oemar Hamalik. (1982). Media Pendidikan. Bandung : Alumni.

Roni. (2016). Cara Mengetahui Sistem Pengisian Sepeda Motor. Diakses dari

https://otomotifstyle.com/cara-mengetahui-sistem-pengisian-charging-system-sepeda-motor/. Pada Tanggal 23 September 2017

Sadiman Arief, S. (1996). Media Pendidikan. Jakarta : P.T Raja Grafindo Persada. Suleiman, Amir Hamzah. (1985). Media Audio-Visual Untuk pengajaran,

penerangan dan penyuluhan. Jakarta : P.T Gramedia

Tim. (2011). Buku Pedoman Proyek Akhir D3. Yogyakarta : Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Tim. (2004). Manual Book Suzuki Shogun FD 110. Jakarta : PT. Indomobil Suzuki Internasional.

Tim Toyota. (2011). New Step 1 Training Manual. Jakarta : PT. Toyota-Astra Motor

W.J.S. Poerwadarminta (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka

ra n 1. De sa in R an gka

n 2. Ga

mb

ar L

ay

n 3. Ga mb ar D es ain R angka Ta mpak De p an

n 4. Ga mb ar D es ain R angka Ta mpak Sam ping

n 5. W iring S uz u ki Ne w Shogun F D 110

Dokumen terkait