• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS HASIL PENELITIAN

B. Analisis Hasil Penelitian

3. Hasil Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan tujuan untuk menguji ada tidaknya pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian dengan regresi berganda ditujukan dalam table-tabel di bawah ini.

Tabel 4.6 Variabel Entered/Removed Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method

1 RTO, ITOa . Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Berdasarkan table 4.5 di atas, maka analisis statistik deskriptif adalah sebagai berikut:

a. Variabel yang dimasukkan ke dalam persamaan adalah variabel independen yaitu perputaran persediaan (ITO) dan perputaran piutang (RTO),

b. tidak ada variabel independen yang dikeluarkan,

Tabel 4.7

Hasil Pengujian Hipotesis Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .373a .139 .095 1.3675455 a. Predictors: (Constant), RTO, ITO

b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Hasil Olah Data SPSS, 2009

Pada model summary di atas, dapat dilihat hasil analisis regresi secara keseluruhan menunjukkan nilai R sebesar 0,373 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan Return on Assets (ROA) terhadap peputaran persediaan (ITO) dan peputaran piutang (RTO) mempunyai hubungan tidak erat yaitu sebesar 37,3%. Nilai R atau koefisien determinasi adalah sebesar 0,373. Angka ini mengindikasikan bahwa ROA variabel dependen mampu dijelaskan oleh ITO dan RTO sebagai variabel independen sebesar 13,9% sedangkan sisanya sebesar 86,1% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.Nilai Standard Error of the Estimate sebesar 1,3675455. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik, maka model regresi layak digunakan. Selanjutnya pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan:

a. Uji F (F-test)

Uji F (F-test) merupakan pengujian yang dilakukan untuk melihat besar pengaruh variabel bebas (Independent variabel) secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat (Dependent variabel).

Uji F diterapkan dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut :

H0: b1 = b2 = 0, artinya variabel perputaran persediaan (ITO) dan perputaran piutang (RTO) secara bersama-sama (simultan) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas (ROA).

Ha: b1 = b2 = 0, artinya variabel perputaran persediaan (ITO) dan perputaran piutang (RTO) secara bersama-sama(simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas (ROA).

Penerapan hipotesis yang telah disebutkan pada uji F tersebut dilengkapi dengan kriteria sebagai berikut:

H0 diterima jika F hitung < F tabel untuk α = 5% Haditerima jika F hitung > F tabel untuk α = 5%

Uji F dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance), yaitu disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.8 Uji Statistik F

ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 11.789 2 5.894 3.152 .054a

Residual 72.937 39 1.870

Total 84.726 41

a. Predictors: (Constant), RTO, ITO b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Hasil Olah Data SPSS,2009

Melalui uji ANOVA (Analysis of Variance), didapatF hitung sebesar 3,152. Hasil perhitungan uji F tersebut akan dibandingkan dengan F tabel untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama-sama (simultan). Nilai F tabel diperoleh dengan menggunakan fungsi FINV pada Microsoft Excel, dengan formula FINV (0.05,11,39) sehingga didapatkan hasil 2,044253. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai F hitung lebih kecil dari pada F tabel (3,152 > 2,044253). Hal ini berarti Ha diterima, bahwa secara bersama-sama (simultan) seluruh variabel bebas yang terdiri dari perputaran persediaan (ITO) dan perputaran piutang (RTO) berpengaruh terhadap ROA secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95%.

b. Uji t (t-test)

Uji t dilakukan untuk megetahui hubungan antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial (individu).

Dalam uji t digunakan hipotesis sebagai berikut:

H0: b1 = 0, berarti bahwa perputaran persediaan (ITO) dan perputaran piutang (RTO) secara parsial tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap profitabilitas (ROA).

Ha: b1 ≠ 0, berarti bahwa perputaran persediaan (ITO) dan perputaran piutang (RTO) secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas (ROA).

Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: H0 diterima jika t hitung < t tabel untuk = 5% Haditerima jika t hitung > t tabel untuk α = 5%

Tabel 4.9 Uji Statistik t

Sumber: Hasil Olah Data SPSS,2009 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.242 .327 3.792 .001 ITO .289 .122 .353 2.374 .02 RTO -.120 .127 -.141 -.947 .349

Hasil pengujian statistik t pada table 4.6, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengaruh perputaran persediaan (ITO) terhadap Profitabilitas (ROA).

a. Nilai t hitung = 3,792 menunjukkan bahwa peningkatan ITO secara umum akan meningkatkan ROA.

b. Untuk nilai t tabel, dimana level of significance (α) = 0,05 (5%) dan derajat kebebasan (df) = (n – k) atau (42 – 3), maka dengan menggunakan fungsi TINV di Microsoft Excel, diperoleh t table untuk TINV (0.05,39) adalah sebesar 2,022691.

c. Nilai t hitung > t tabel (3,792 > 2,022691). Berarti Ha diterima, bahwa peningkatan dalam ITO berpengaruh secara signifikan terhadap ROA pada tingkat kepercayaan 95%.

2. Pengaruh perputaran piutang (RTO) terhadap profitabilitas (ROA),

a. Nilai t hitung = -0,947 menunjukkan bahwa peningkatan RTO secara umum akan menurunkan ROA.

b. Untuk nilai t tabel, dimana level of significance (α) = 0,05 (5%) dan derajat kebebasan (df) = (n – k) atau (42 – 3), maka dengan menggunakan fungsi TINV di Microsoft Excel. Diperoleh t tabel untuk TINV (0.05,39) adalah sebesar 2,022691.

c. Nilai t hitung < t tabel (-0,947 < 2,022691). Berarti H0 diterima, bahwa peningkatan RTO tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROA pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil analisis regresi dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 4.10 Hasil Analisis Regresi

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.242 .327 3.792 .001

ITO .289 .122 .353 2.374 .02 .997 1.003

RTO -.120 .127 -.141 -.947 .349 .997 1.003

a. Dependent Variable: ROA

Sumber: Hasil Olah Data SPSS,2009

Berdasarkan tabel koefisien regresi di atas, pada kolom Unstandarlized Coefficients bagian B diperoleh model persamaa regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = 1,242 + 0,289X1 - 0,120X2 + e

Berdasarkan pada kolom Unstandarlized Coefficients, di peroleh nilai a, b1, b2

dijelaskan sebagai berikut:

a. Nilai B konstanta (a) = 1,242; nilai konstanta ini menunjukkan bahwa jika variabel independen tetap, maka ROA sebesar 1,242.

b. Nilai b1 = 0,289; dimana nilai anti b1 = 1,289; koefisien regresi ini menunjukkan bahwa setiap variabel perputaran persediaan (ITO)

meningkat 100%, maka Return on Assets (ROA) akan menjadi sebesar 1,289 atau 128,9% dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.

c. Nilai b2 = -0,120 ; dimana nilai anti b2 = -1,12; koefisien regresi ini menunjukkan bahwa setiap variabel perputaran piutang (RTO) meningkat 100%, maka Return on Assets (ROA) akan menjadi sebesar -1,12 atau 112% dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.

Konstansa sebesar 1,242 menyatakan bahwa jika variabel independen tetap, maka ROA adalah sebesar 1,242. Berdasarkan tabel 4.10, diperoleh hasil uji t yang diperlukan untuk menguji signifikansi konstanta memiliki tingkat signifikansi jauh dibawah 0,05 yaitu 0,001 dan variabel independen ITO memiliki tingkat signifikansi sedikit dibawah 0,05 yaitu 0,02. Sedangkan untuk variabel RTO memiliki tingkat signifikansi jauh diatas 0,05 yaitu 0,349

Dapat disimpulkan jika bergerak secara parsial, perputaran persediaan (ITO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dengan tingkat signifikansi variabel independen 0,02 ( < 0,05), sedangkan perputaran piutang (RTO) tidak berpengaruh terhadap ROA dengan tingkat signifikansi variabel independen 0,349 ( > 0,05). Hal ini berarti secara parsial, semakin tinggi ITO maka akan semakin tinggi pula ROA. Sedangkan RTO tidak berpengaruh terhadap ROA. Penelitian ini secara parsial agaknya sejalan dengan penelitian Marselina Sinaga (2008) yang menyatakan bahwa perputaran persediaan (ITO) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, selain itu penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Mariance Sitanggang (2006) yang menyatakan bahwa perputaran persediaan berpengruh secara signifikan terhadap kemampuan memperoleh laba.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat perputaran persediaan (ITO) menunjukkan bahwa semakin efektif dan efisien perusahaan dalam mengelola persediaannya. Berarti laba yang didapat perusahaan semakin besar pula, besarnya laba yang diperoleh perusahaan akan memaksimalkan tingkat pengembalian asset yang diperoleh. Jadi, semakin besar tingkat pengembalian asset (ROA) yang diperoleh perusahaan merupakan salah satu indikasi bahwa profitsbilitas perusahaan menunjukkan kondisi yang baik.

BAB V

Dokumen terkait