• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Hasil Pengujian Hipotesis Dan Pembahasan

Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas di atas, diperoleh bahwa kedua sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen, maka selanjutnya data dianalisis dengan melakukan

pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematika siswa dengan menggunakan pembelajaran terpadu model connected dan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan kriteria pengujiannya yaitu,

2 1 0:

H dan H1:1 2.

Berikut ini ditampilkan hasil perhitungan uji-t kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam bentuk tabel:

Tabel 4.9

Rekapitulasi Hasil Perhitungan Uji-t

Derajat Kebebasan � � �= 0,05�� Kesimpulan

51 1,78 1,68 H0 ditolak

Dari data hasil perhitungan uji-t (lihat lampiran 18), diperoleh

ℎ�� �� = 1,78 dan ��� � = 1,68 dengan taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan (db = 51). Karena �ℎ�� �� > ��� � (1,78 > 1,68) maka �0 ditolak dan �1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas eksperimen (yang diajarkan dengan pembelajaran terpadu model connected) lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas kontrol (yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional).

2. Pembahasan

Hasil pengujian hipotesis di atas menyatakan terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika siswa antara kelas yang menerapkan pembelajaran terpadu model connected dengan kelas yang menerapkan pembelajaran konvensional, hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata nilai kelas kontrol.

Secara empiris pengaruh ini dapat terlihat dari hasil post test, dimana kelas eksperimen memperoleh rata-rata 61,02 dan terdapat 58,62% siswa yang mendapat nilai lebih dari atau sama dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 60. Sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 54,50 dan terdapat 37,5% siswa yang mendapat nilai lebih dari atau sama dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 60.

Dalam penelitian ini terdapat tiga indikator pemahaman konsep yang diukur oleh peneliti, yaitu:

a. Menerjemahkan soal ke dalam bentuk gambar (translation)

Dimensi pemahaman translasi (translation) diwakili oleh indikator menjelaskan sifat-sifat segi empat ditinjau dari sisi, sudut, dan diagonalnya. Untuk indikator ini diwakili oleh soal post test nomor 1a dan nomor 2. Pada soal 1a, siswa diminta menggambar bangun segiempat yang diketahui titik-titik koordinatnya kemudian menentukan jenis bangun tersebut. Persentase skor yang diperoleh soal nomor 1a adalah 92,24% untuk kelas eksperimen dan 91,67% untuk kelas kontrol. Soal nomor 2, siswa membuat gambar segi empat dari ilustrasi soal cerita. Skor yang diperoleh soal nomor 2 adalah 35,34% untuk kelas eksperimen dan 32,29 untuk kelas kontrol.

Total persentase skor pemahaman translation dari soal nomor 1a dan 2 untuk kelas eksperimen adalah 63,79% sedangkan kelas kontrol 61,98%. Sehingga dapat dikatakan bahwa skor pemahaman translation kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol.

b. Menafsirkan gambar yang disajikan (interpretation)

Dimensi pemahaman interpretasi (interpretation) diwakili indikator menjelaskan sifat-sifat segi empat ditinjau dari sisi, sudut, dan diagonalnya. Indikator ini diwakili oleh soal post test nomor 1b. Persentase skor pemahaman interpretation yang diperoleh dari soal nomor 1b adalah 41,38% untuk kelas eksperimen, dan kelas kontrol memperoleh persentase 50%. Ini

menunjukkan bahwa skor pemahaman interpretation kelas kontrol lebih tinggi dari kelas eksperimen.

c. Menerapkan konsep dalam perhitungan matematis (extrapolation) Dimensi pemahaman ekstrapolasi (extrapolation) diwakili oleh indikator menurunkan rumus keliling dan luas bangun segi empat dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun segi empat. Untuk indikator menurunkan rumus keliling dan luas bangun segi empat diwakili oleh soal post test nomor 3, 4 dan soal nomor 5. Sedangkan untuk indikator menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun segi empat diwakili oleh soal post test nomor 6, 7a dan 7b.

Total persentase skor pemahaman extrapolation yang diperoleh dari ke-enam soal tersebut adalah 61,93% untuk kelas eksperimen dan 51,04% untuk kelas kontrol. Berdasarkan perolehan skor tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk dimensi ekstrapolasi kelas eksperimen memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.

Hasil penelitian di atas didukung oleh hasil pengamatan selama penelitian. Proses pembelajaran terpadu model connected membawa perubahan dalam proses pembelajaran, siswa yang awalnya pasif hanya menunggu penjelasan dari guru, kemudian sedikit demi sedikit mulai aktif belajar sendiri. Dengan bantuan LKS siswa berdiskusi secara berkelompok mempelajari materi dan mengerjakan soal-soal latihan yang ada dalam LKS, mereka tidak segan bertanya kepada guru atau pun kepada temannya jika menemui kesulitan. LKS yang digunakan kelas eksperimen, dibuat sendiri oleh peneliti yang berisi uraian materi dan soal latihan. Materi yang ada dalam LKS dibuat dengan mengaitkan konsep bangun datar dengan konsep simetri, operasi hitung bentuk aljabar dan PLSV. Dengan adanya pengaitan konsep ini akan membatu siswa lebih memahami materi pelajaran seperti apa yang dikemukakan oleh Trianto bahwa dalam pembelajaran terpadu, siswa

akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengamatan langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang mereka pahami.

Berbeda dengan pembelajaran di kelas eksperimen, pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Guru menjadi pusat pembelajaran, siswa hanya memperhatikan, mencatat penjelasan guru, dan mengerjakan soal yang diberikan. Hanya siswa-siswa berkemampuan lebih yang berani dan antusias bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan guru siswa lain hanya diam menunggu jawaban dari temannya, selain itu, kurang ada interaksi antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang diajar dengan pembelajaran terpadu model connected memiliki pemahaman konsep matematika yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Relevan dengan penelitian Nurfarida

Fikrotushohihah dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Pembelajaran

Terpadu Model Terkait (Connected) Terhadap Hasil Belajar Matematika

Siswa” yang memberikan kesimpulan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan Pembelajaran Terpadu Model Terkait (Connected) lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan Pembelajaran Konvensional.

D. Keterbatasan Penelitian

Penulis menyadari bahwa penelitian ini belum sempurna. Berbagai upaya telah dilakukan agar memperoleh hasil yang optimal. Namun demikian, masih terdapat beberapa faktor yang sulit dikendalikan sehingga penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu sebagai berikut:

1. Kondisi siswa yang telah terbiasa dengan pembelajaran konvensional sempat membuat siswa merasa kaku pada awal pembelajaran terpadu model connected

2. Kondisi kelas yang masih kurang efektif pada saat pembelajaran dikarenakan masih kurangnya semangat belajar mengakibatkan proses pembelajaran tidak maksimal

3. Kemampuan penulis yang masih terbatas, sehingga belum mampu secara optimal meninjau pemahaman konsep matematika secara individual

4. Alokasi waktu yang kurang, dikarenakan jam pembelajaran terpotong waktu istirahat dan shalat dzuhur.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran terpadu model connected menunjukkan hasil yang baik, terdapat 58,62% dari 29 siswa yang mendapat nilai ≥ 60 (nilai Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan oleh sekolah). Selain itu berdasarkan perhitungan skor tiap dimensi pemahaman, pada kelas eksperimen pemahaman dimensi translation memiliki skor lebih besar dibanding skor pemahaman dimensi interpretation dan dimensi extrapolation. Sedangkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional masih tergolong rendah. terdapat 37,5% dari 24 siswa yang mendapat nilai ≥60. Berdasarkan perhitungan skor tiap dimensi pemahaman, pada kelas kontrol pemahaman dimensi translation memiliki skor lebih besar dibanding skor pemahaman dimensi interpretation dan dimensi extrapolation. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dimensi pemahaman konsep yang lebih dominan di kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu dimensi pemahaman translation.

Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis yang menggunakan uji-t didapat bahwa pemahaman konsep matematika kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran terpadu model connected lebih tinggi dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika kelas kontrol yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional, dengan demikian, terdapat pengaruh pembelajaran terpadu model connected terhadap pemahaman konsep matematika.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi guru

a. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan pembelajaran terpadu model connected dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sehingga dapat dijadikan strategi alternatif yang dapat diterapkan dalam kelas.

b. Guru dapat lebih jeli lagi memadukan materi-materi yang lain yang mempunyai keterkaitan sehingga model ini bisa diterapkan di dalam kelas 2. Bagi peneliti selanjutnya

Pada penelitian ini, peneliti tidak dapat mengontrol kemampuan pemahaman setiap individu, oleh karenanya pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengontrol kemampuan setiap individu siswa agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kemampuan siswa yang diukur.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurraman, Mulyono. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta, Cet.II, 2003

A Committee of College and University Examiners. TAXONOMY OF EDUCATIONAL OBJECTIVES The Classification of Educational Goals HANDBOOK| COGNITIVE DOMAIN, London: Longman Group LTD, 1979

Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Jakarta: Bumi Aksara, Cet.VIII, 2008

Dahar, Ratna Wilis. Teori-Teori Belajar, Jakarta: Erlangga, 1996

Departemen Pendidikan Nasional. Undang-Undang tentang SISDIKNAS dan Peraturan Pelaksanaannya 2000-2004, Jakarta: Tamita Utama, 2004

Djamarah, Syaiful Bahri. Psikologi Belajar, Jakarta:Rineka Cipta, Cet.II, 2008 Hamalik, Oemar. Perencanaan Pengajaran berdasarkan Pendekatan Sistem,

Jakarta: Bumi Aksara, Cet.IV, 2005

Harefa, Andrias. Menjadi Manusia Pembelajar, Jakarta: Kompas, Cet.I, 2000 Hernawan, Asep Herry, dkk. Materi Pokok Pembelajaran Terpadu di SD Modul

1-6, Jakarta: Universitas Terbuka, 2007

Http://www.straitstimes.com/STI/STIMEDIA/pdf/20101207/PISA2009-MOEFinal.pdf, 6 juni 2011

Rosyada, Dede. Paradigma Pendidikan Demokratis, Jakarta: Kencana, 2004

Sa’ud, Udin Syaefuddin, dkk. Pembelajaran Terpadu, Jakarta: UPI Press, 2006 Sagala, Syaiful. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Problematika

Belajar Dan Mengajar, Bandung: Alfabeta, Cet.VIII, 2010

Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana, Cet.III, 2010

Santrock, John W. Psikologi Pendidikan, Terj. Educational Psychology oleh Tri Wibowo B.S, Jakarta:Kencana Prenada Media Grup, 2008

Satriawati, Gusni. “Pembelajaran Dengan Pendekatan Open Ended Untuk

Meningkatkan Pemahaman Dan Kemampuan Komunikasi Matematik

Siswa SMP” dalam ALGORITMA Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Vol.1, Juni 2006

Seniati, Liche dkk. Psikologi Eksperimen, Jakarta: Indeks, 2005

Subana dan Sudrajat. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah, Bandung: CV Pustaka Setia, 2001

Subroto, Tisno Hadi. dan Ida Siti Herawati, Pembelajaran Terpadu, Jakarta: Universitas Terbuka, 2002

Sudjana. Metoda Statistika, Bandung : Tarsito, 2002

Suhendra, dkk. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran MATEMATIKA, Jakarta: Universitas Terbuka, 2007

Suherman, Erman dkk. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Bandung: UPI, 2003

Sukayati. Pembelajaran Tematik di SD Merupakan Terapan dari Pembelajaran Terpadu, Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG) Matematika, 2004

Sunarto. Pembelajaran Konvensional Banyak Dikritik Namun Paling Disukai,

Http://sunartombs.wordpress.com/2009/03/02/pembelajaran-konvensional-banyak-dikritik-namun-paling-disukai/, 9 April 2011

Suryanti, dkk. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Tematik Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Kelas Rendah” dalam Laporan Penelitian Universitas Negeri Surabaya, November, 2007

Suyono, dkk. “Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu SMP Berbasis Eksplorasi Alam”, dalam Laporan Penelitian Universitas Negeri Surabaya, 2009

Tim Penulis PEKERTI bidang MIPA. Hakikat Pembelajaran MIPA dan Kiat Pembelajaran Matematika diperguruan Tinggi, Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka, 2001

Trianto. Model Pembelajaran Terpadu, Jakarta: Bumi Aksara, 2010

, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta: Kencana, Cet. II, 2010

Yamin, Martinis dan Bansu I. Ansari. Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa, Jakarta: Gaung Persada Press Jakarta, Cet.II, 2009

Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Kelas Eksperimen

Sekolah : SMP Muhamadiyah 22 Setiabudi Pamulang Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / Semester : VII / Genap Tahun Ajaran : 2010/2011 Topik/Tema : Persegi Panjang

Alokasi Waktu : 2×40 Menit (1×Pertemuan)

I. Standar Kompetensi :

1. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya 2. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun

3. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel

II. Kompetensi Dasar :

1. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang

2. Menghitung keliling dan luas bangun segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

3. Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri 4. Menyelesaikan operasi pada bentuk aljabar 5. Menyelesaikan persamaan linear satu variabel III. Indikator :

1. Menjelaskan pengertian persegi panjang dengan menggunakan konsep simetri 2. Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari sisi, sudut dan

3. Menurunkan dan menghitung rumus keliling dan luas persegi panjang dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun persegi panjang dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

IV. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjelaskan pengertian persegi panjang dengan menggunakan konsep simetri

2. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat persegi panjang ditinjau dari sisi, sudut, dan diagonalnya dengan menggunakan konsep simetri

3. Siswa dapat menurunkan rumus keliling dan luas persegi panjang dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

4. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun persegi panjang dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel V. Materi Pokok

Persegi Panjang VI. Metode Pembelajaran

Model : Pembelajaran terpadu model terkait (Connected) Metode : Inkuiri, penugasan, dan diskusi kelompok VII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Pendahuluan :

Guru mengabsen siswa

Guru mengingatkan siswa mengenai materi simetri yang telah dipelajari di kelas V, kemudian mengulas sedikit mengenai materi pelajaran yang akan dibahas

Guru meminta siswa menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk persegi panjang dalam kehidupan sehari-hari

b. Kegiatan Inti :

Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai Guru menyampaikan tema yang akan digunakan

Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang berjumlah 5-6 orang perkelompok

Guru membagikan LKS model terkait kepada masing-masing kelompok

Dengan pengetahuan konsep simetri yang dimiliki siswa, siswa dalam kelompoknya berdiskusi untuk membuktikan sifat-sifat persegi panjang

Melalui LKS-1 siswa diajak untuk memahami penurunan rumus keliling dan luas persegi panjang

Dengan kemampuan berhitung operasi bentuk aljabar dan penyelesaian sistem persamaan linear satu variabel, siswa dalam kelompoknya berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam LKS-1

Guru memberikan bimbingan seperlunya

Masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dan kelompok yang lain menanggapi

Guru memberikan penjelasan tambahan dari hasil presentasi siwa mengenai materi ini.

Guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan pendapat atau mengajukan pertanyaan.

c. Penutup

Guru bersama siswa menyimpulkan kembali materi yang telah dibahas

Dengan bimbingan guru siswa diminta membuat rangkuman. Guru memberikan PR

VIII. Sumber Belajar

Buku teks Matematika VIIIB semester 2 :

- Adinawan, M.Cholik dan Sugijono, Seribu Pena MATEMATIKA jilid 1 untuk SMP Kelas VII, Jakarta: Erlangga, 2007.

- Tampomas, Husein, Matematika Plus 1B SMP Kelas VII, Jakarta: Yudhistira, 2006

- Lembar Kerja Siswa (LKS) IX. Evaluasi / Penilaian Hasil Belajar

Teknik : Kuis dan Tes Tertulis Bentuk Instrument : Tes Uraian Instrument:

Tangerang Selatan, 26 Januari 2011

Guru Bidang Studi, Peneliti

Suswardi, S.Pd,S.Pd,MM Tuti Alawiah NIP.

NO. SOAL SKOR

1.

2.

Persegi panjang PQRS dengan titik T berpotongan kedua diagonalnya. Jika P (1,3) T (4,1) dan sisi-sisi persegi panjang sejajar sumbu koordinat:

a.Gambarlah persegi panjang PQRS b.Tentukan koordinat titik Q, R dan S

Keliling sebuah persegi panjang 40 cm dan panjangnya lebih 4 cm dari lebarnya. Hitunglah luas persegi panjang tersebut!

50

50

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Kelas Eksperimen

Sekolah : SMP Muhamadiyah 22 Setia Budi Pamulang Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / Semester : VII / Genap Tahun Ajaran : 2010/2011 Topik/Tema : Persegi

Alokasi Waktu : 2×40 Menit (1×Pertemuan)

I. Standar Kompetensi :

1. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya 2. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun

3. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel

II. Kompetensi Dasar :

1. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang

2. Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

3. Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri 4. Menyelesaikan operasi pada bentuk aljabar 5. Menyelesaikan persamaan linear satu variabel III.Indikator :

1. Menjelaskan pengertian persegi dengan menggunakan konsep simetri 2. Menjelaskan sifat-sifat persegi ditinjau dari sisi, sudut dan diagonalnya

3. Menurunkan dan menghitung rumus keliling dan luas persegi dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun persegi dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

IV.Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjelaskan pengertian persegi dengan menggunakan konsep simetri

2. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat persegi ditinjau dari sisi, sudut, dan diagonalnya dengan menggunakan konsep simetri

3. Siswa dapat menurunkan rumus keliling dan luas persegi dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

4. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun persegi dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel V.Materi Pokok

Persegi

VI.Metode Pembelajaran

Model : pembelajaran terpadu model terkait (Connected) Metode : inkuiri, penugasan, dan diskusi kelompok VII.Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

a. Pendahuluan :

Guru mengabsen siswa

Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa

Guru mengingatkan siswa kembali mengenai materi persegi panjang yang telah dipelajari sebelumnya, kemudian

mengulas sedikit mengenai materi pelajaran yang akan dibahas

Guru meminta siswa menyebutkan contoh benda-benda yang berbentuk persegi dalam kehidupan sehari-hari

b. Kegiatan Inti :

Guru menyebutkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai

Guru menyampaikan tema yang akan digunakan

Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang berjumlah 5-6 orang perkelompok

Guru membagikan LKS model terkait kepada masing-masing kelompok

Dengan pengetahuan konsep simetri yang dimiliki siswa, siswa dalam kelompoknya berdiskusi untuk membuktikan sifat-sifat persegi

Melalui LKS-2 siswa diajak untuk memahami penurunan rumus keliling dan luas persegi

Dengan kemampuan berhitung operasi bentuk aljabar dan penyelesaian sistem persamaan linear satu variabel, siswa dalam kelompoknya berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang terdapat dalam LKS-2

Guru memberikan bimbingan seperlunya

Masing-masing kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas dan kelompok yang lain menanggapi

Guru memberikan penjelasan tambahan dari hasil presentasi siwa mengenai materi ini.

Guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan pendapat atau mengajukan pertanyaan.

c. Penutup

Guru bersama siswa menyimpulkan kembali materi yang telah dibahas

Dengan bimbingan guru siswa diminta membuat rangkuman.

Guru memberikan PR VIII.Sumber Belajar

Buku teks Matematika VIIIB semester 2 :

- Adinawan, M.Cholik dan Sugijono, Seribu Pena MATEMATIKA jilid 1 untuk SMP Kelas VII, Jakarta: Erlangga, 2007.

- Tampomas, Husein, Matematika Plus 1B SMP Kelas VII, Jakarta: Yudhistira, 2006

- Lembar Kerja Siswa (LKS) IX.Evaluasi / Penilaian Hasil Belajar

Teknik : Kuis dan Tes Tertulis Bentuk Instrument : Tes Uraian Instrument:

NO. SOAL SKOR

1.

2.

Persegi merupakan belah ketupat dengan sifat khusus. Berdasarkan pernyataan tersebut, buatlah pengertian persegi. Serta berikan contoh benda yang berbentuk persegi.

Perhatikan gambar berikut ini!

30 30 Diketahui Gambar KLMN mempunyai skala 1cm a.Tentukanlah pasangan koordinat K, L, M dan N b.Berapakah panjang masing-masing sisinya

Tangerang Selatan, 27 Januari 2011

Guru Bidang Studi, Peneliti

Suswardi, S.Pd,S.Pd,MM Tuti Alawiah NIP.

3. Diketahui luas persegi sama dengan luas persegi panjang dengan panjang = 16 cm dan lebar = 4 cm. Tentukan keliling persegi tersebut!

40

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Kelas Eksperimen

Sekolah : SMP Muhamadiyah 22 Setia Budi Pamulang Mata Pelajaran : Matematika

Kelas / Semester : VII / Genap Tahun Ajaran : 2010/2011 Topik/Tema : Jajargenjang

Alokasi Waktu 2×40 Menit (1×Pertemuan)

I. Standar Kompetensi :

1. Memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya 2. Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun

3. Memahami bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel

II. Kompetensi Dasar :

1. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang

2. Menghitung keliling dan luas bangun segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

3. Menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri 4. Menyelesaikan operasi pada bentuk aljabar 5. Menyelesaikan persamaan linear satu variabel III.Indikator :

1. Menjelaskan pengertian jajar genjang dengan menggunakan konsep simetri

2. Menjelaskan sifat-sifat jajar genjang ditinjau dari sisi, sudut dan diagonalnya dengan menggunakan konsep simetri

3. Menurunkan dan menghitung rumus keliling dan luas jajar genjang dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun jajar genjang dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

IV.Tujuan Pembelajaran

1. Siswa dapat menjelaskan pengertian jajar genjang dengan menggunakan konsep simetri

2. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat jajar genjang ditinjau dari sisi, sudut, dan diagonalnya dengan menggunakan konsep simetri

3. Siswa dapat menurunkan rumus keliling dan luas jajar genjang dengan menggunakan konsep operasi hitung bentuk aljabar dan penyelesaian persamaan linear satu variabel

4. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun jajar genjang dengan menggunakan konsep

Dokumen terkait